
Hingga tak terasa hari sudah mulai sore kembali. Seharian tadi, Rangga memanfaatkan bulan madu bersama istrinya untuk bersenang senang. Karena bagi Rangga jika dirumah nanti sudah tidak aman karena ada Kinanti dan Bu Seli.
"Ya tuhan, aku lupa harus membelikamu obat" Ucap Rangga yang tengah makan dimeja makan bersama Kirana.
"Sudahlah mas tidak apa apa. Mungkin nanti juga sembuh" Ujar Kirana yang masih menyantap makanan dengan sangat lahap karena cape.
"Nanti malam kita berjalan jalan berdua tanpa supir dan aku mau menaik motor sekalian membeli obat untukmu" Ucap Rangga.
"Jalan jalan? Nanti malam? Memangnya ada motornya?" Tanya Kirana karena dirinya merasa tidak ada motor di Villa ini.
__ADS_1
"Tidak usah khawatir, jangan seperti orang susah. Aku akan meminta kepada supirku untuk segera membawakan motor" Ucap Rangga lalu tersenyum kehadapan Kirana.
"Baiklah, namun jalanku? bagaimana?" Tanya kembali Kirana.
"Jalan? Kita disana hanya bermotor, dan nanti untuk naik dan turun motor biarkan aku yang menggendong mu" Ucap Rangga.
"Baiklah" Ujar Kirana lalu tersenyum.
"Mari" Ucap Rangga lalu menggendong Kirana.
__ADS_1
"Ya tuhan, hari ini adalah hari yang bahagia bagiku. Aku tidak menyangka Mas Rangga bisa memperlakukan ku bagaikan tuan putri. Sepertinya hari ini menjadi hari yang paling tak bisa ku lupakan" Ucap Kirana lalu tersenyum.
"Namun?"
"Namun, bagaimana jika nanti mas Rangga berubah kembali? Bagaimana jika Mas Rangga memperlakukanku seperti dulu lagi? Apakah aku bisa menjalani hidup yang seperti itu lagi?" Pikiran Kirana seakan buyar saat memikirkan hal negatif.
"Bu Kirana? Pak Rangga?" Ucapan seorang pria itu sontak membuat pikiran negatif Kirana lenyap, dan sungguh kagetnya Kirana dan Rangga langsung membalikan badan ke arah pemilik suara tersebut.
..._Bersambung_...
__ADS_1
-Kira kira, siapakah pria yang memanggil Kirana dan Rangga?