Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
Memaafkan Atau Melupakan?


__ADS_3

ʾas-salāmu ʿalaykum wa-raḥmatu -llāhi wa-barakātuhū


Hallo temen temen semuanya terutama pembaca setia Pernikahan Yang Tak Dirindukan. Sebelum masuk ke bab yang ke 21 author mau cerita cerita sedikit barang kali ada yang mau tahu awal awal author menulis di platform online Novel Toon ini.


Jadi pada awalnya author ini adalah seorang pelajar yang sangat sangat malas dalam membaca cerita. Entah kenapa author itu gak ada kemauan untuk menulis apalagi membaca.


Namun seiring berjalannya waktu, author menjadi seorang readers di satu buah platform (bukan yang ini), disitu author sempat membaca beberapa karya author ternama yang membuat athor menjadi suka akan novel.


Singkat cerita, athor udah mulai bosan dengan yang namanya novel apalagi author gak suka sama novel yang episodenya itu sampai 300 lebih (bukan tidak suka, tapi kesannya itu bosen bacanya panjang banget). Dan author coba menulis dong di platform tersebut, namun pembacanya itu baru 10 sampe 30 han doang.


Pada saat itu author juga bosan dengan novel, dan alhasil author cari yang lebih beda lagi biar author bersemangat membaca. Dan ketemulah apk NovelToon dan MangaToon pertama author instal Noveltoon dulu dan author lebih sering baca karya Kak Delia Septiani (izin ya kak del) dari karya kak Delia lah saya menjadi semangat kembali menulis karena melihat viewers yang membuat aku tergiur😂hehe.


Dan aku mulai menulis lah karya pertama aku yaitu ini PERNIKAHAN YANG TAK DIRINDUKAN. dan alhamdulillah sebelum 1 bulan pembacanya sudah kurang lebih 3rb.


Terima kasih kepada readers semua yang mau membaca cerita awur awura author ini ya😊


Namun author perhatiin, lama kelamaan pembacanya berkurang. Yang netap cuman beberapa puluh doang😔 apakah kalian bosan dengan karya author? jika kalian bosan, cerita apa yang kalian sukai? mungkin jika bisa author akan memberikan yang terbaik buat readers semuanya.


Jika sudah membaca, jangan lupa di like agar author tahu siapa aja yang setia sama cerita ini. dan karena like lah yang membuat author lebih bersemangat menulisnya.


Dan kalian jangan berpikir karena Rangga sudah minta maaf sama Kirana itu akan ditamatkan secara sebentar lagi ya. Karena masih banyak teka teki cinta mereka berdua. dan semoga kalian semua suka dengan karya aku yang awur awuran ini oke👌


Maaf ya readers malah jadi curhat😆 lanjut cerita atau enggak nih?


L A N J U T A J A Y A👀


________________________________________________


Keesokan harinya Kirana segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Rangga yang masih tertidur pulas di sofa sedangkan Kirana yang sudah beranjak dari kasur untuk masak.


Setelah beberapa menit Kirana memasak makanan kesukaan Rangga yaitu Sayur sop dan Cumi goreng akhirnya kini makanan tersebut telah siap di santap di atas meja makanan.


Namun pada saat itu Kirana tidak berani langsung membangunkan Rangga karena dirinya tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang tidur pulas.


Alih alih membangunkan Rangga dirinya malah melanjutkan pekerjaan rumah dengan menyapu dan mengepel rumahnya yang begitu mewah dan megah itu.


"Sebaiknya aku kerjakan pekerjaan rumah sekarang sebelum mas Rangga bangun deh" Ujar dirinya lalu mengambil sapu dan pel-an dari belakang rumah. Lalu Kirana menyapu dan mengepel rumah bagian dalam terlebih dahulu.


Tak lama dari Kirana menyapu dan mengepel, terapat sepasang tangan yang memeluk erat Kirana dari belakang. Sontak saat itu Kirana kaget dan tak lama dari pelukan itu Kirana langsung membalikan badannya.


"Mas Rangga! Aku kira siapa, kamu ko ngagetin aku dengan cara peluk peluk segala sih?" Ujar Kirana dengan kaget. Lalu dirinya jongkok dihadapan suaminya yang masih terduduk di sebuah kursi roda.


"Memangnya aku tidak boleh memeluk kamu?" Tanya Rangga lalu meraya Kirana dengan cara memegang pipi Kirana dengan gemas.


"Memangnya siapa yang bilang gak boleh? boleh ko" Ujar Kirana lalu tersenyum malu terhadap suaminya yang telah merayu dirinya.


"Yaudah, aku mau meluk kamu lagi" Ucap Rangga lalu memeluk erat Kirana.

__ADS_1


"Ish nanti dulu dong mas, sekarang aku lagi nyapu sama ngepel. Mendingan kamu sekarang makan dulu gih aku sudah siapin sayur sop sama cumi goreng kesukaan kamu" Ucap Kirana lalu melepas pelukan Rangga.


"Aku mau makan bareng sama kamu, gimana dong? masa aku makan sedangkan kamu sendiri sapu sapu sendirian sih" Ucap Rangga.


"Nanti dulu mas, nanggung bentar lagi juga selesai ko. Mendingan kamu makan sekarang yah, nanti perut kamu bunyi loh" Sahut Kirana lalu memegang perut Rangga.


"Memangnya kamu tidak cape mengerjakan ini semua sendirian? tanpa ada yang ngebantuin kamu?" Ucap Rangga.


"Sudah biasa mas, semua ini sudah kewajiban aku sebagai ibu rumah tangga"


"Bila aku sembuh, aku akan mencarikan Asisten rumah tangga yah biar kamu tidak kecapen" Ujar Rangga.


"Sebetulnya kamu ini baik mas, namun selama ini kebaikanmu bukan untukku. Apakah sekarang semuanya akan menjadi milikku?" Ucap batin Kirana lalu tersenyum melihat wajah Rangga.


"Mari makan" Singkat Rangga lalu menarim lengan Kirana menuju meja makan.


Pada saat itu hanyalah suara sendok garpu dan piring yang sedang berkecoh. Pada saat itu Kirana dan Rangga tidak ada satu kalimat pun yang keluar daru mulut mereka yang membuat ruangan ini terasa sepi.


Hingga pada akhirnya Sepuluh Menit berlalu. untuk mereka berdua menghabiskan makanannya. Kirana dan Rangga tampak terlihat kenyang dengan apa yang mereka makan saat itu.


Kini tinggal lah buah Appel yang tersisa di meja makan, dan pada saat itu Kirana mengupas buah Apple untuk dimakan sebagai pencuci mulut bagi dirinya.


"Kirana" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Rangga memanggil nama istrinya.


"Apakah kamu tidak berencana untuk menjawab pertanyaanku semalam?" Tanya Rangga dengan wajahnya yang sedikit memohon agar Kirana memaafkan dirinya.


"Aku sangat merasa begitu sulit untuk memberi maaf untuk kamu mas, karena apa yang kamu perbuat itu sudah sangat menyakitkan hati aku dan pada akhirnya ki-" Ucapannya terpotong oleh ucapan Rangga yang membuat Kirana menghentikan ucapannya.


"Aku tahu, kamu tidak akan secepat itu memaafkan aku. Tapi sekali lagi aku memohon sama kamu agar kamu memaafkan aku" Ujar Rangga dengan memohon.


"Apaan sih Mas, tanpa kamu minta maaf pun aku sudah memaafkan kesalahan kamu walaupun kesalahan kamu itu banyak sekali" Ucap Kirana.


"Apakah benar? kamu memaafkan aku?" Tanya Rangga untuk memastikan apa yang diucapkan oleh Kirana itu benar ataukah hanya candaan semata.


"Kesalahan kamu itu sangat banyak, namun kesalahan kamu tidak sebanding dengan perjuanganmu selama ini. Kamu telah memperjuangkan cintaku agar aku menerima cinta kamu. Jadi aku bisa memafkan kamu untuk kali ini, namun entah nanti" Ucap Kirana dengan senyuman.


"Aku berjanji tidak akan mengulangi semuanya kembali" Ujar Rangga lalu memeluk erat Kirana yang membuat Kirana kesekaan nafas.


"Aw mas sakit, aku jadi susah nafas kan" Ujar Kirana dengan wajahnya yang cemberut.


"maafkan aku"


_Rumah Sakit_


Saat itu Dito hanya bisa terbaring di kasur ranjang pasien saja, dirinya tidak bisa berbuat apa apa dirinya hanya bisa makan dan minum dengan sembari tertidur. Sekali sekali dirinya meminta bantuan kepada suster yang jaga di Rumah Sakit tersebut.


Dan kini dirinya lupa akan ayahnya, dirinya lupa tidak ingat untuk mengasih tahu kabar dirinya kepada Ayahnya. Semalaman dirinya hanya memikirkan tentang Anya saja.

__ADS_1


Setelah dirinya mengechas handphone semalaman kini akhirnya telfon genggam miliknya telah nyala kembali dan bisa dipakai kembali untuk menelfon terutama untuk menelfon ayahnya yang belum kasih kabar oleh dirinya.


"Hallo ayah, maafkan Dito semalan Dito tidak mengasih kabar ke Ayah" Ucap Dito kepada ayahnya di sebrang telfon.


"Hallo Dito, kemana saja kamu semalaman ini? kau membuat ayah khawatir saja. Ayah tidak tahu kamu kemana saja hari tadi dan ayah coba menelfon nomor kamu tetapi kemarin nomor kamu tidak aktif" Ucap Ayah Dito dengan cepat tanpa bernafas, bahkan seperti sedang ngerap dan Changbin sama Suga aja kalah oleh Ayah Dito wkwk (maaf author lebay)


"Tenang Ayah, Dito tidak kenapa kenapa. Dito hanya mengalami kecalakaan ringan saja ko Ayah. Ayah jangan khawatirkan Dito karena kini Dito tidak mengalami cidera parah, Dito hanya mengalami luka sedikit saja" Ujar Dito menenangkan ayahnya.


"Apa? apakah ayah tidak salah dengar? kamu mengalami kecelakaan? kamu sekarang di rumah sakit mana biar Ayah samperin sekarang juga" Ujar Ayah Dito dengan sangat cemas dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya itu.


"Sudahlah ayah, nanti siang Dito juga sudah bisa pulang. Jadi tenanglah ayah jangan khawatir"


"Benarkah? baiklah kalau begitu ayah akan menjemputmu nanti siang ya. Tolong kirim Serchlok jika kamu sudah bisa pulang" Ujar Ayah Dito dengan lega.


"Baik ayah" Sahut Dito lalu memutus sambungan telfon dirinya bersama Ayahnya itu.


Lalu setelah dirinya memutus sambung telfon ayahnya, kini Dito langsung segera mengasih kabar kepada Anya dengan cara chat lewat whatsapp.


"Maaf Anya, aku tidak mengasih kabar semalaman karena kini aku tengah berada di Rumah Sakit. Dan kini aku tidak bisa menjelaskan kronologis kejadiannya seperti apa namun yang pasti kini aku sudah baik baik saja dan kamu jangan cemas dengan apa yang aku katakan sekarang ya. Jika ingin menjemputku ikut saja nanti siang bersama ayahku" Begitulah kurang lebih chat yang dikirim Dito kepada Anya seorang sahabatnya.


"Pasien atas nama Dito, ditunggu untuk pembayarannya ya" Ucap seorang suster yang memanggil nama Dito untuk segera membayar pelunasan biaya Rumah Sakit selama satu hari.


Pada saat Dito tengah berjalan entah kenapa Dito melihat seorang wanita yang ia kenali. Ya dia adalah seorang temannya yang dulu pernah tinggal bersama di Singapura.


"Apakah betul itu Kristi? Jika memang betul mengapa dirinya ada di sini? dan mengapa dirinya di Rumah Sakit?" Seribu pertanyaan keluar dari dalam otak Dito. Namun Dito mengabaikan akan cewek tersebut.


Dito melanjutkan langkahnya untuk niat pertamanya yaitu menuju kasir Rumah Sakit untuk membayar administrasi selama dirinya di Rumah Sakit.


Setelah dirinya pulang dari kasir betapa terkejutnya dirinya mendapati memang seorang sahabatnya yang berada di depannya itu. Namun entah kenapa dirinya seperti tidak mengenali Dito.


"Kristin? mengapa kamu disini?" Tanya Dito kepada seorang wanita yang ia kenali sebelum dirinya pulang kembali ke Indonesia.


"Apakah kamu Kristin? ataukah kamu sudah lual dengan aku? Aku Dito loh Kris, yang satu kampus di Singapura sama kamu" Sambung Dito namun tiada jawab dari wanita itu yang mengakibatkan Dito kesal dan langsung pergi meninggalkan wanita tersebut.


"Bahaya! mengapa cowok itu berada disini? apa yang harusku lakukan agar dirinya tidak mengenaliku?" Gumam hati wanita tersebut dengan heran akan keberadaan Dito di Indonesia.


"Dasar wanita aneh! aku kan cuman nanya apakah dia Kristin atau bukan" Ketus Dito kesal lalu pergi dengan cepat lalu mengganti pakaian pasien dengan pakaian yang ia kenakan kemarin walaupun ada sedikit darah dibajunya.


..._Bersambung_...


Siapakah Kristin disana? apakah dia betul sahabat Dito atau bukan? dan apa yang akan Wanita itu lakukan jika memang betul sahabat Dito?


Terdapat rahasia besar apalagi yang akan mengguncang PERNIKAHAN YANG TAK DIRINDUKAN? jangan lupa Like, coment, Vote Share dan Rate nya ya agar author lebih semangat lagi bikin ceritanya.


Maaf di episode kali ini begitu panjang tidak seperti biasanya ya karena author kejar targer di episode kali ini🙏


Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2