Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
Kecelakaan


__ADS_3

Saat itu juga, Rangga Kirana dan Dito dengan cepatnya menoleh kearah suara sorang wanita tersebut.


"Ya! Ada gua disini, bukan hanya Kirana dan Dito yang ada disini!"Ucap wanita tersebut sambil menghampiri Kirana dan Rangga.


"Anya?ngapain lu disini?!"Tanya Rangga.


"Ngapain kamu bilang? Gua disini temenin Kirana! Lu kemana aja? Lu sama selingkuhan lu?!"Ucap Anya tegas meluapkan kekesalannya.


"Cukup Anya cukup!"Ucap Tegas Rangga mengisyaratkan ucapannya tak boleh dilanjutkan. Membuat Kirana pergi dan mendudukan dirinya di sofanya sambil menangis melihat seorang suaminya dan sahabatnya sedang bertengkar.


"Lu sadar! Lu lagi ngomong sama siapa sekarang?!"Tegas Rangga.


"Ya, gua tahu! Gua lagi bicara sama orang munafik! Lu munafik Rangga!Lu tuduh Kirana selingkuh sedangkan kamu pergi ke Apart bersama selingkuhan lu!"Ucap Anya sambil menunjuk nunjuk Rangga.


"euu ahhhhh!"Ucap Rangga kesal sambil membantingkan gelas di dekatnya yang membuat tangisan Kirana semakin kencang.


"Sudah cukup Nya, Mas sudah cukup"Ucap Kirana sambil menangis tak ada henti.


"Ini semua gara gara kamu Kiran!"Ucap Rangga sambil mendorong Kirana lalu meninggalkan rumah itu.


Kirana hanya menangis tak henti, Kirana hanya terdiam menyendiri di sudut ruangan itu. Sedangkan Anya dan Dito sudah tidak bisa apa apa, Anya dan Dito hanya bisa mensuport Kirana.


_Mobil Rangga_

__ADS_1


"Ahhhh,Kenapa Anya bisa tau kalo gua selingkuh!"Geram Rangga sambil memukul mukul setir mobilnya.


Ketika di jalanan, Rangga hanya bisa kesal kesal dan kesal sama Anya, sehingga Rangga tidak bisa mengendalikan mobilnya lagi.


"Hah?hah? Ko rem nya blong, kenapa ini ah ko blong sih"Teriak Rangga sambil memutar mutar setirnya.


"Aaaaa"


"Jederr"Suara ledakan mobil itu sangatlah terdengar keras membuat seluruh warga kaget dan menghampiri mobil itu.


Mobil Avanza hitam, itulah mobil Rangga yang telah menabrak sebuah pohon tua besar yang mengakibatkan mobil Avanza tersebut meledak dan membuat percikan api itu membakar pohon besar yang telah tumbang itu karna tabrakan mobil yang sangat kencang.


"Tolong ada mobil meledak"


"Aduh harus post"


"Mari kita tolong mobil itu"


Begitulah kurang lebih ucapan yang keluar dari mulut warga yang sedang melewati jalanan tersebut.


_Kediaman Kirana_


"Kir, kamu jangan nangis terus dong"Ucap Anya menenangkan Kirana.

__ADS_1


"Iya Kir, kita tahu kamu kuat ko menjalani ini semua"Sahut Dito sambil mengusap punggung Kirana seakan menenangkan Kirana. Namun, itu semua tidak ada hasilnya. Kirana malah mengusir Anya dan Dito dari rumahnya.


"Mendingan kalian berdua pulang, aku mau nenangin diri aku dulu"Ucap Kirana.


"Kedua kalinya lu ngusir kita berdua"Jawab Anya.


"Iya Nya, mendingan kita biarin Kirana nenangin dirinya sendiri aja dulu" Ujar Dito.


"Hm, yaudah deh ayo pulang" Ucap Anya.


"Makasih ya kalian udah nemenin aku, dan udah berusaha nenangin aku"Ucap Kirana kepada kedua sahabatnya itu.


"Walaupun lu gak tenang tenang"Ketus Anya.


"Apaan sih Nya, ayo buruan pulang"Ucap Dito sambil menarik tangan Anya dengan kencang.


"Aw sakit To!"


"hahaha"Ketawa Kirana dari luar rumahnya.


"Lu ketawa kalo gua kesakit-"Ucapannya terputus oleh tarikan tangannya lagi oleh Dito.


"Sakit Dito!"Ucap tegas Anya sambil melepaskan pegangan tangannya dari Dito.

__ADS_1


"Udah lah! buruan pulang sekarang juga Anya!"Ucap tegas Dito sambil mendorong Anya masuk kedalam mobil Avanza milik Dito.


..._Bersambung_...


__ADS_2