Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
Entah Apa Yang Merasukimu


__ADS_3

Saat itu juga dirinya bergegas pergi meninggalkan rumah Kirana dan Rangga. Ketika sepanjang jalan dirinya hanya bisa melihat jalanan yang tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Namun setelah beberapa menit dirinya melihat jalanan yang begitu sepi. kini Arya melihat begitu banyak orang yang sedang berekrumun di pinggir jalan. Ketika dirinya menanyakan kepada orang orang disekitar jalanan tersebut, dirinya menyimpulkan bahwa terdapat satu buah mobil yang kecelakaan.


Tak henti sampai dirinya menanyakan kepada banyak orang, dirinya kini menyadari bahwa dirinya dokter dan dirinya wajib untuk menolong semua orang. Dan pada saat itu juga Arya turun dari mobil untuk membantu orang tersebut.


"Masih ada orang di dalam?" Tanya Arya kepada orang orang yang sedang berkerumun menghalangi mobil kecelakaan.


"Permisi bu pak" Ucap dirinya menghampiri mobil tersebut.


Setelah beberapa menit dirinya menunggu polisi datang kini dirinya meminta izin kepada polisi untuk membawa korban kecelakaan itu ke rumah sakit.


Kini Dito seorang korban kecelakaan itu telah dimasukan kedalam mobil Arya. Dan kini saatnya Arya menjalankan mobilnya dengan cepat agar dirinya tidak memberi pertolongan secara terlambat.


Sesampainya di Rumah Sakit, kini Arya segera meminta pertolongan kepada para suster untuk membawa korban kecelakaan tersebut kedalam UGD agar segera di bantu oleh dokter khusus.


Setelah sekitaran 3 jam dirinya tidak sadarkan diri, akhirnya kini Dito telah sadar diri. Dirinya begitu bingung karena siapa yang membawa dirinya ke Rumah Sakit? apakah polisi?.


"Alhamdulillah, bapak sudah sadarkan diri. Tadi bapak hampir saja mengalami koma dikarenakan benturan dan pecahan kaca yang mengenai kepala bapak. Namun sukur lah jika sekarang bapak baik baik saja" Ucap salah seorang suster cantik yang berada di dalam ruang UGD.


"T-tapi siapa yang membawa saya ke Rumah Sakit?" Tanya Dito kebingungan.

__ADS_1


"Alhamdulillah tadi bapak di tolong oleh Dokter Arya. Dokter ternama di Rumah Sakit ini" Ujar suster satunya lagi.


"Sekarang Dokter Arya berada dimana? saya harus berterima kasih pada dirinya" Ujar Dito.


"Dokter Arya kini telah pulang, tugas dokter Arya pada hari ini telah selesai mungkin besok pagi anda bisa bertemu dengan dirinya" Sahut suster.


"Saya izin keluar ya pak, jika bapak butuh sesuatu bisa hubungin saya dengan menekan tombol yang berada di sebelah kanan bapak" Ujar kedua suster lalu pergi meninggalkan ruangan UGD Dito.


Kini Dito tak tahu harus apa, dan dirinya juga tidak tahu harus bagaimana. Dirinya berada dalam kebingungan yang begitu dalam.


"Anya!" Ucap dirinya mengingat belum mengabari seorang sahabatnya.


"Astaga aku belum mengabari Anya" Sambung dirinya lalu meraih handphone miliknya yang berada di sebelah kanan tempat tidurnya.


"Ya sudahlah, sebaiknya aku tidak mengasih tahu Anya dulu kalau aku kecelakaan, takutnya dia malah khawatir dengan keadaanku yang sekarang" Sambung dirinya lalu menyimpan kembali handphone nya.


_Kediaman Rangga_


"Mungkin ini saat nya aku harus merelakaan kepergian Manda di hidupku, mungkin tuhan memberi jalan kepadaku untuk menerima Kirana menjadi istri yang seutuhnya bagi diriku" ucap batin Rangga.


Entah apa yang merasuki diri Rangga hingga dirinya bisa berucap seperti itu, ucapan Rangga itu memanglah ucapan yang begitu cerdas. Karena dirinya sudah ingin melupakan Manda.

__ADS_1


"Mulai sekarang aku harus bisa menerima Kirana, aku harus berusaha menjadi suami yang baik bagi dirinya. Dirinya sudah begitu baik kepadaku dan kebaikan itu harus aku balikan kembali kepada dirinya" Sambung dirinya.


"Mas Rangga" Teriak Kirana dari luar kamar.


"Mari makan dulu mas, kamu belum makan dari tadi sore. Apakah kamu tidak lapar?" Ucap Kirana menghampiri Rangga yang masih berada di kamar.


"Apakah kamu memasakan makanan kesukaanku?" Tanya Rangga lalu menghampiri Kirana dengan senyuman yang begitu lebar dan manis.


"Tentu saja dong mas, mas pasti suka dengan apa yang aku masak hari ini" Ujar Kirana membalas senyuman.


"Aku percaya makanan kamu pasti enak, dan aku selalu suka dengan makanan yang kamu masak" Ujar Rangga secara perlahan ingin membahagiakan Kirana dengan sikapnya yang berusaha menerima Kirana.


"Tumben kamu bilang seperti itu mas, apa yang merasukimu hingga bisa bersikaf seperti itu" Ucap Kirana lalu menatap mata Rangga yang begitu hitam.


"Memangnya tidak boleh? apakah kamu suka aku marah marah setiap hari?" Ucap Rangga lalu menggelitiki Kirana sambil meraya Kiranam


"Sudah mas sudah geli,,, udah nanti aku gak nafsu makan loh" Ujar Kirana lalu mendorong tangan Rangga agar menjauh dari pinggang Kirana.


"Jangan dong! kamu harus makan biar kamu gak sakit" Ujar Rangga.


"Apakah kamu sudah menerimaku seutuhnya mas? apakah kamu mau mencintaiku? semoga sikap kamu bisa selamanya seperti ini" Ucap Batin Kirana lalu tersenyum melihat Rangga yang lahap makan.

__ADS_1


..._Bersambung_ ...


__ADS_2