
WARNING!
AREA 18+
Jangan baca bagi 18-
Jangan Report karena Author juga cape
"Mas Rangga? Apakah ini saatnya untuk melepas keperawananku untuk Mas Rangga?" Tanya Kirana didalam hati. Sungguh saat itu hati Kirana sangat tidak karuan, entah apa yang harus ia pikirkan.
"Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk aku memberikan keturunan untuk Kirana" Ucap Rangga dalam hati.
__ADS_1
Sungguh terkejutnya Kirana saat Rangga sudah mulai mengendus bagian tubuh Kirana dari atas sampai bawah. Memang sangat wajar bagi Kirana yang belum mengerti apa apa saat suaminya memperlakukan seperti itu kepada dirinya.
Rangga dan Kirana begitu menikmati suasana saat itu. Ditambah dengan suasana yang begitu mendukung, dengan percikan hujan yang membuat semuanya terasa lebih kumplit.
Saat itu, bumi serasa hanya milik mereka berdua. Mereka begitu menikmati sore itu. Seakan sore itu sedang berpihak kepada dua orang yang belum merasakan apa apa.
Dengan perlahan, Rangga sudah mulai membuka kancing baju Kirana. Mulai dari kancing atas hingga kacing bagian bawah. Tidak lupa Rangga juga membuka kan resleting celana Kirana.
Sungguh kagetnya Kirana saat melihat sebuah bur**g yang sudah menegak bagaikan bur**g gagak. Hingga tak bisa dipungkiri jika Kirana menelan saliva dengan begitu susah.
"Mungkin ini waktunya" Bisik Rangga kesamping telinga Kirana.
__ADS_1
Rangga sudah mulai menikmati permainannya dari mulai dirinya mengendus, merem*s, dan kini dirinya sedang melu*at bibir Kirana dengan begitu penuh permainan. Tak lupa dirinya memainkan bagian baw*h Kirana.
"akh akh" Kini Kirana sudah mulai mend**ah kenikmatan dengan permainan Rangga. Hinggs kini dirinya sudah tidak kuat dengan amabyang dilakukan oleh Rangga terhadap dirinya.
Hingga pada akhirnya Rangga sudah memas*k*n Jun**r nya kebagian milik Kirana yang masih sem**t.
Kini sudah mulai terdengar gerangan gerangan dari mulut Kirana dan Rangga. Hingga pada akhirnya Cr*t......
..._Bersambung_...
Hey anda! Ia anda! jangan report!
__ADS_1