
Selagi menunggu Anya datang, Kirana buru buru mengambil handuk yang sedang di jemur di luar untuk ia pake. Lalu ia buru buru pergi ke kamar mandi.
"Mendingan sebelum mandi aku kasih tahu dulu Anya jangan dulu kesini aja kali yah, biar mandi aku gak terburu buru"Ucap Batin Kirana sambil membawa handpone nya.
081546875**:Mengirimi anda poto**..
081546875***:Mengrimi anda poto***..
"Siapa ini?"
Dengan rasa penasaran, Kirana membuka poto tersebut dan begitu tersentak nya ia ketika melihat poto tersebut adalah poto Rangga seorang suami nya yang sedang tidur bersama wanita di salah satu kamar hotel.
"Mas Rangga!"Ucap Kirana lalu di iringi oleh air mata yang keluar dengan sendirinya.
"Ini pasti bukan mas Rangga, ini mungkin bukan mas Rangga, atau ini hanya editan"Ucap nya menenangkan dirinya sendiri.
"Tapi masa iya ada yang mirip banget sama mas Rangga sih? Masa iya ini editan"
"Aaahhhh"Ucap nya geram sambil membantingkan handphone nya ke lantai yang mengakibatkan handphone nya itu rusak.
Tanpa Kirana sadari, di belakang kaca depan sudah ada Anya yang sedari tadi melihat Kirana.
"Kiran!ada apa lagi Kir"Ucap Anya langsung masuk ke dalam rumah.
"Hah?eng enggak ko Nya engga apa apa"Ucap nya karna Kirana tidak mau kalo sampe sahabatnya tahu.
"Beneran ?"Tanya Anya memastikan bahwa Kirana tidak kenapa kenapa.
"Bener. Eh yaudah aku mandi dulu yah Nya"Ucap Kirana langsung pergi meninggalkan Anya yang masih berdiri di dekat pintu masuknya.
"Eh, kamu duduk gih"Tawar Kirana kepada Anya.
"Oke"
"Gak kenapa kenapa tapi handphone nya di banting, dasar sahabat gue aneh"Ucap Anya sambil mengambil handphonenya Kirana yang tergeletak itu lalu membuka nya.
"Yah pecah, eh tapi masih bisa nyala"Ucap Anya.
Lalu Anya membuka lookscreen handphone kirana dan Pada saat itu juga, Anya menyalakan handpone milik Kirana untuk mengecek ada masalah apa antara Kirana dan Rangga yang membuat Kirana membantingkan handphone miliknya.
Tanpa di sengaja, nomor tak dikenal itu ada di barisan chat whatsapp paling atas.lalu, Anya mengecek nya dan..
"Anya, ngapain kamu buka buka handphone aku!"Suara itu terdengar jelas dari ruangan mandi. Sontak saat itu Anya sangat kaget dan menyimpan kembali handphone Kirana.
"Hah?GR banget kamu! aku ngecek hp kamu doang kali.Trus kenapa handphone nya bisa pecah?kamu banting gara gara apa?"Tanya Anya kepada Kirana.
"Apaan sih Nya! dari tadi nanya mulu itu, kan aku udah jawab gak ada apa apa, itu gak sengaja aja kebanting"Jawab Kirana.
__ADS_1
"Bener gak bohong?"
"Enggak lah, Sini handphone nya! aku mau di baju dulu"Ucap Kirana sambil meminta Anya memberikan handphone milik Kirana.
Saat itu, Kirana meninggalkan Anya untuk di baju terlebih dahulu.Sedangkan Anya tetap menunggu di Kursi Sofa yang empuk itu.
"Untung aja, Anya gak keburu buka handphone aku. kalo kebuka parah, nanti dia kasih tahu ke ibu trus marah marah sama Rangga"Batin Kirana berbicara.
Setelah selesai memakai baju, Kirana menghampiri Anya kembali untuk mengajak Anya pergi ke rumah ibunya Kirana agar pikiran dirinya kembali Fresh tanpa ada beban di pikirannya.Namun, ketika ia berjalan menuju ruang tamu, ia tak sengaja melihat baju Rangga belum di cuci, dan ia berencana untuk mencuci nya terlebih dahulu.Namun, tak sengaja pula ia melihat ada bekas bibir di bagian pundak kiri baju Rangga. Dan tidak mungkin kalo itu adalah bekas bibir Kirana, karna Kirana jarang sekali memakai gincu.
"Astagfirullah mas Rangga, apa arti dari semua ini mas?apakah kamu sudah tidak mau lagi dengan aku? Apakah kamu mencintai wanita lain selain aku?"Gerutu batin Kirana.
"Kiran, cepetan katanya mau ke rumah ibu kamu"Teriak Anya dari ruang tamu.
"Hah?hah?iya iya tunggu bentar aku mau nyimpen dulu baju Rangga ke mesin cuci"Jawab Kirana sambil membawa kaos baju Rangga yang akan ia cuci.
⭐⭐⭐
"Assalamualaikum bu"Ucap Kirana dan Anya saat sudah berada di depan rumah Ibu nya Kirana.
"Waalaikumsallam"Jawab Ibu Reni, ibu Kirana.
Saat Ibu nya Kirana membuka kan pintu, mereka berdua berpelukan seakan melepas rindu setelah berbulan bulan tidak bertemu.
"Ibu sehat?"Tanya Anya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Eh Anya, alhamdulillah sehat.Gimana kamu sehat?"Tanya balik Bu Reni.
"Bapak mana Bu?"Tanya Kirana kepada ibunya.
"Ada di rumah Nak, ayo masuk"Ajak Bu Reni kepada Kirana dan Anya.
"Gimana Rangga?baik baik aja kan?kenapa gak kesini sekarang?"Tanya Bapak kepada Kirana.
"Rang-"Ucapan Anya terpotong oleh ucapan Kirana.
"Rangga baik baik aja ko Bu,Pa bahkan sekarang dia lagi kejuaraan lagi di Jerman"Jawab Kirana sambil menginjak kaki kanan Anya.
"Alhamdulillah kalo begitu, semoga juara ya"Ucap Ibu dan Bapak Kirana.
"Amin ya pa"Ucap Ibu menyambung obrolan bapak.
Beberapa menit setelah itu, mereka sama sama terdiam dan bahkan semua terasa sunyi tidak ada satu orang pun yang berbicara.
"Udah pada makan? belum kan? ayo makan sama sama"Ucap Ibu menghentikan keheningan saat itu.
"Udah bu, aku udah makan"Ucap Kirana menjawab pertanyaan ibu nya.
__ADS_1
"Anya belum bu"Ucap Anya tanpa rasa malu sedikit pun.
"Hahah, ya sudah jika begitu mari kita makan bersama"Ucap bapak.
"Iya, tapi Kiran ke danau dulu ya bu"Ucap Kirana yang akan pergi kedanau yang memang kebetulan rumah Ibu nya itu berada dekat danau.
"Yaudah hati hati yah"Ucap ibu dan bapak.
"Iya bu, pak tenang aja aku udah bukan anak kecil lagi hahah"Ucap canda Kirana.
"Mau aku temenin?"Tanya Anya yang sudah duduk di tempat makan.
"Gak usah Nya, makan aja lah"Jawab Kirana sambil keluar rumah.
Saat itu juga Kirana pergi meninggalkan rumah ibu nya itu untuk pergi ke Danau menghilangkan rasa sedih dan rasa depresi nya akibat Rangga
Sesampainya di Danau...
"Kiran?"Tanpa Kirana ketahui itu siapa, Kirana langsung membalikan badan mencari seseorang yang memanggilnya.
"Dito?"
Yap, Dito adalah teman SMP Kirana yang memang sangat dekat sekali dengan Kirana. Dito adalah Pria tampan tinggi dengan warna kulit yang lumayan putih membuat para wanita tertarik padanya (itu sih waktu SMP) haha.
Waktu SMP, Dito pernah menembak Kirana.Namun saat itu Kiran tidak menerimanya, bukan karna ia tidak menyukai nya, namun karna ia tidak ingin waktu belajarnya terganggu hanya karna CINTA MONYET haha.
"Lu sama siapa kesini Ran?"Tanya Dito kepada Kirana.
"Gua sama Anya"Jawab nya.
"Trus sekarang cewek tomboy itu mana?"Tanya Dito
"Dia lagi makan di rumah ibu Gue, tapi jangan salah loh sekarang dia udah gak tomboy lagi. kalo lo liat, mungkin lo bisa suka sama dia."Ucap Kirana meledek Dito.
"Gak mungkin lah, gue kan cuman suka sama lo"Ucap Dito.
"Apaan sih lo To?gue udah punya suami!"Jawab Kirana sambil menepuk punggung Dito.
"Iya tahu, becanda doang ko Kir"Jawab nya.
Dan tanpa mereka berdua ketahui, ada satu orang wanita yang memperhatikan nya dari belakang keberadaan Kirana dan Dito.
AUTHOR POV :
Hallo readers semuanya, Pernikahan Yang Tak Dirindukan adalah karya pertama author. Jadi mohon maaf bila masih terdapat banyak Typo dan mohon maaf bila kosa kata atau kalimat demi kalimatnya kurang enak dibaca.
Jika kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa Like di setiap episode demi episodenya ya, Vote bila kalian memiliki rezeki lebih, Rate bintang 5 nya juga jangan lupa, Share ke temen temen kalian agar temen kalian membaca novel karya author, dan jangan lupa kasih kritik dan sarannya di kolom komentar bawah ya. Karena author begitu perlu kritik dan saran dari readers semuanya.
__ADS_1
Terima kasih😊 lanjut episode 2 ya, semoga kalian betah baca cerita author yang asal asalan ini😆
..._Bersambung_...