Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
Apa yang merasuki Mas Rangga?


__ADS_3

"Assalamualaikum pak Rangga"


Suara seorang pria bersuara berat itu kini terdengar jelas memanggil nama Rangga. Dan pada saat itu juga Rangga langsung menghandap kepada pria tersebut dan kini pria itu terlah berada di hadapan dirinya.


"Waalaikumsalam" Jawab singkat Rangga kepada Dokter Arya.


"Apakah bisa di mulai sekarang terapi nya?" Tanya Arya.


"Silahkan masuk" Jawab Rangga mempersilahkan Arya masuk kedalam rumahnya.


"Kira kira berapa menit melakukan terapi sekalinya Dok?" Tanya Rangga seraya memutar roda kursi yang di duduki oleh dirinya.


"Sekitar 30 menit juga selesai Pak" Jawab Arya.


"Dokter Arya, silahkan duduk" Ucap Kirana ketika keluar dari dapur.


"Iya terima kasih bu" Jawab Arya.


"Boleh di mulai sekarang?" Tanya Dokter Arya.


"Tentu, boleh silahkan" Jawab Rangga dan Kirana bersamaan.


_Kediaman Anya_


Pada saat itu Anya hanya bisa berterima kasih kepada Dito yang telah menyelamatkan dirinya dari pernikahan terpaksa dirinya bersama Bram.


Drtt Drtt..


Suara getaran handphone itu kini membuat keheningan itu terhenti dan seketika seluruh pandangan tatapan mata kini tertuju kepada handphone milik Dito yang bergetar.


"Hello iya Kir ada apa?" Tanya Dito sambil memakan buah jeruk yang sudah di kupas kulitnya oleh Anya.


"Bagaimana pernikahan Anya? batalkan?" Tanya Kirana dari sebrang telfon.


"Alhamdulillah kita gak telat pergi ke sini, jadi aku sempet melunasi semuanya deh" Jawab Dito dengan tenang dan lega.

__ADS_1


"Kirana? aku mau ngomong sama dia" Ujar Anya seraya menerima handphone yang dikasihkan oleh Dito kepada dirinya.


"Hallo Kiran"


"Hallo Anya sekarang kamu baik baik saja kan?" Tanya Kirana dengan khawatir.


"Tenang saja, aku tidak apa apa kan ada Dito" Jawab Anya sambil menatap Dito yang masih sibuk memakan buah Jeruk.


"Terus sekarang gimana Rangga baik baik aja kan? kamu gak dimarahin sama dia kan?" Sambung Anya.


"Anya tidak boleh tahu kalau sebetulnya aku masih marahan sama mas Rangga" Ucap batin Kirana menyembunyikan rahasia.


"Kiran?"


"E eh iya gak apa-apa, baik-baik saja ko kamu tenang saja yah. Ya sudah aku tutup telfonnya yah" Ucap Kirana lalu mematikan sambungan telfonnya.


Setelah beberapa menit setelah itu akhirnya kini Dito memulai kembali percakapan.


"Ya sudah, saya pulang dulu yah om tante" Ucap Dito sambil berdiri.


"Tidak usah tante"


"Terima kasih Dito ya, karena kamu telah menyelamatkan keluarga kami" Ujar Bapak Anya.


"Tenang saja om, jika ada apa apa segera kabarin saya saja ya" Ujar Dito.


"Yasudah, aku pulang dulu yah Nya"


"Hati hati di jalan To" Sahut Anya lalu melambaikan tangan.


"Ibu setuju kalau kamu sama Dito" Ucapan itu membuat Anya kaget.


"Apa bu? mana mungkin Dito mau sama Anya"


"Di coba dulu dong Nya" Ujar Bapak dan Ibu bersamaan.

__ADS_1


_Mobil Dito_


Kini Dito telah menancap gas dengan sangat kencang karena dirinya tidak mau jika ayahnya marah karena dirinya tidak ada dirumah.


Namun saat itu terdapat 2 motor yang berisikan 2 orang dari per satu motornya tengah mengejar Dito. Dan tak lupa mereka juga menggunakan topeng hitam dan jas kulit berwarna hitam.


Kini Dito tak tahu harus bagaimana, dirinya masih kebingungan akan kah dirinya terus menancap gas atau malah dirinya turun dari mobil lalu melawan keempat preman yang sedang mengejarnya. Namun dirinya mengingat kembali bahwa dirinya tidak pandai dalam bela diri. Jika dirinya turun malah dirinya akan habis di kroyok.


"Apa yang harus ku lakukan?" Ucap dirinya sambil was was ketakutan.


"Tidak! tidak mungkin aku turun dari mobil. Diriku tak pandai bela diri" Sambung dirinya masih dengan kaki yang sedang menancap gas tanpa rem dan sekali sekali dirinya melihat ke arah belakang lewat kaca spion mobil pribadi miliknya itu.


"Aku harus tancap gas" Ujar dirinya lalu menancap gas tanpa memikirkan keselamatannya.


"Rem? Rem? Rem blong?" Ujar Dito lalu membanting setir mobil dengan sangat tak berarah yang mengakibatkan dirinya menabrak sebuah pohon besar.


"Aaaaaaa" Teriak dirinya namun tak ada lima detik dari dirinya berteriak kini mobil miliknya telah berasap dan menabrak pohon besar.


_Kediaman Rangga_


"Terima kasih ya Dokter" Ucap Kirana sambil bersalaman bersama dokter Arya.


"Kira kira berapa kali terapi lagi saya akan sembuh?" Tanya Rangga.


"Tidak lama lagi pak, sekitar 2 kali terapi insya allah kaki bapak akan bisa sembuh seperti semula kembali" Jawab Arya dengan senyuman mengarah ke Kirana dan Rangga.


"Kuncinya adalah Konsisten, jangan sampai telat! jika telat, itu kan berakibat sangat patal jadi dimohon setiap minggunya bapak harus ada di rumah tidak kemana mana" Sambung dokter Arya.


"Terima kasih dokter" Ucap Kirana dan Rangga bersamaan.


"Sama sama, Pak Rangga kaki bapak jangan terlalu banyak gerak dulu ya pak. Bapak harus selalu jaga kesehatan dan selalu istirahat yang cukup" Sambung Arya lalu berpamitan pulang.


"Kalau begitu saya izin pulang ya Bu Pak"


"Iya dok silahkan"

__ADS_1


__ADS_2