Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
R


__ADS_3

_Mobil Dito_


"Gue kesel banget sama si Rangga! Bisa bisanya dia nyakitin sahabat gue" Ketus Anya penuh kekesalan saat sahabatnya tengah ada masalah bersama suaminya.


"Yaelah Nya, santai aja kali ntar juga baikan lagi. Itulah yang namanya pernikahan, selalu ada pertengkaran yang menjadi bumbu kehidupan yang sesungguhnya" Jawab Dito dengan sangat bijak menanggapi masalah Kirana.


"Santai gimana sih To! Lu emang mau mereka cerai kan? Pasti lu masih cinta sama Kirana kan? Dan lu ingin rumah tangga Kirana dan Rangga itu pecah kan?!" Ucap Anya masih dengan emosi yang sangat tinggi.


"Apa apaan sih Nya! Jangan ngawur lu!"Jawab Dito masih sambil menyetir mobilnya.


"Yaudah kalo gitu, mendingan turunin gue disini juga sekarang!"


"Apaan sih Nya, yakali malem gini lu mau turun di pinggir jalanan yang sepi!" jawab Dito.


"Buruan To! Kalo enggak gue loncat sekarang juga!"


"Eheeh, yaudah iya iya!" Jawab Dito sambil memberhentikan mobilnya di pinggir jalanan yang sangat sepi tanpa ada mobil atau motor yang lalu lalang.


Dengan perlahan, Dito menjalankan mobilnya kembali lalu meninggalkan Anya sendirian di pinggir jalanan sepi itu.


"Ihh! Ko si Dito beneran turunin gue sih" Gerutu Anya kesal sambil menginjak injakan jalanan tersebut.


Beberapa menit setelah Anya memesan taksi online, akhirnya taksi online tersebut datang. Lalu dirinya memasuki taksi online tersebut.


Sedari mulai Anya naik Taksi online tersebut, tidak ada ajakan obrolan dari seorang supir tersebut, melainkan Anya dan supir nya hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara.


"Pak! Ko ke jalan ini si pak!"Ucap Anya setelah tersadar bahwa dari tadi ia hanyalah diajak berputar putar jalanan sepi.


"Pak, emangnya jalannan nya sudah ganti ya pak jadi kesini rute nya?" Ucap Anya kembali, namun masih belum ada jawaban dari bapak bapak tersebut.


"Pak mendingan saya turun disini aja pak!" Ucap Anya sambil memberikan ongkosnya kepada supir tersebut. Dan Anya menyadari, bahwa dari tadi ia hanya memutar mutar saja jalanan ini.

__ADS_1


"Ih ko serem banget sih"Gerutu batin Anya sambil mengeluarkan telfonnya untuk menelfon Dito agar menjemputnya kembali.


Namun ketika ia mengeluarkan telfonnya, datanglah dua orang pria menggunakan jaket kulit berwarna hitam menghampiri Anya yang tengah berusaha mengeluarkan telfonnya dari dalam tasnya.


"Hey, Cantik mau kemana nih?" Ucap seorang pria itu sambil memegang tangan Anya.


"Lepasin! Aw sakit! Lepasin!" Ucap Anya kesakitan.


"Tenang aja neng, kita main doang ko yu" Ucap seorang pria tersebut sambil mengeluarkan pisau tajam dari dalam saku baju nya.


"Lu serahin semua barang lu! Atau kita bakalan bawa lu sama kita berdua!" Kini ancaman itu sudah keluar dari mulut dua orang pria misterius itu.


Brukk


Kedua pria berjaket kulit itu kini sudah terjatuh di jalan aspal, seorang wanita berambut panjang kini sudah berhasil menolong Anya dan membuat dua orang pria itu pergi ketakutan.


"Kamu ngapain malem malem disini"Ucap wanita itu sambil membawa tas Anya yang sudah terjatuh di jalanan aspal tersebut.


"Anya?"Ucap wanita tersebut sambil menarik dan memegang tangan kanan Anya.


"Manda?"Jawab Anya sambil memeluk Manda dengan sangat erat melepas kerinduan selama beberapa tahun tidak bertemu.


"Ko kamu sendirian sih? Biasanya kan sama Kirana"Ucap Manda sambil tidak melepaskan pelukannya.


"Kirana lagi galau Man, suaminya selingkuh sama wanita lain"


"Selingkuh? Dia udah punya suami? Ko gak ngundang sih"


"Gimana mau ngundang Man, kan kamunya menghilang"


"Bukan aku menghilang Nya, aku selama ini belajar berbisnis bersama papa aku, dan aku kesini juga karna ada pacar aku"

__ADS_1


Tidak ada hentinya mereka membicarakan tentang persahabatan mereka bertiga ketika duduk di bangku SMA, dan kini Manda mengajak Anya untuk menenangkan pikirannya untuk pergi ke cafe.


Kini Manda dan Anya sudah duduk di dalam mobil berwarna orange milik Manda. Dan selama perjalanan mereka berdua tak berhenti bernyanyi dan bernostalgia saat masa masa SMA mereka berdua.


_Apartmen_


Ting nong..


Rangga menekan bel Apartmen milik selingkuhannya itu namun tidak ada balasan dari Manda seorang wanita selingkuhannya itu.


"Sayang, buka ini aku Rangga sayang!" Teriak Rangga sambil tak henti menekan tombol bel berulang ulang.


Rangga menunggu di depan ruangan Apartmen milik wanita selingkuhannya namun masih tidak ada jawaban dari wanita itu.


"Kenapa aku tidak menelfon nya saja ya" Gerutu Rangga dalam hati.


_Cafe_


Kini Manda dan Anya sedang berada di salah satu cafe ternama di negara tersebut, dua tempan duduk tersebut di isi oleh Manda dan Anya, disuguhi dengan makanan ringan dan juga minuman juice yang sangat menyegarkan.


"Nya, aku ke toilet dulu bentar ya. Pengen benerin dulu make up" Ucap Manda sambil meninggalkan handphone dan tas miliknya itu di meja tersebut.


Tak lama dari Manda pergi meninggalakan Anya, handphone milik Manda kini tengah bergetar ada seseorang pria yang menelfonnya.


"R❤" Itulah nama kontak yang di baca oleh Anya saat itu.


"R? Love? Apa ini benar benar Rangga? Atau memang pacarnya Manda tapi beda orang bukan Rangga" Ucap batin Anya dihantui rasa penasaran yang begitu bergejolak.


Kini tangan kanan Anya sudah tak tahan menahan ini semua, tangan kanan Anya yang tadinya berada di simpan di pinggirnya itu, kini sudah mulai merayap menuju handphone milik Manda itu.


Kalau memang ini benar benar Rangga, mungkin saat itu juga Anya akan marah kepada Manda. Namun jika bukan Rangga, ya sudahlah.

__ADS_1


..._Bersambung_...


__ADS_2