Pernikahan Yang Tak Dirindukan

Pernikahan Yang Tak Dirindukan
Pasien Kecelakaan Pesawat?


__ADS_3

Setelah sekian lama Dito menunggu kedatangan Ayahnya dan Anya akhirnya kini mereka berdua telah berada di parkiran Rumah Sakit yang membuat dirinya harus berjalanan sedikit menghampiri mereka berdua.


Namun ketika dirinya tengah berjalan, Anya menghampirinya lalu merangkul erat lengan Dito.


"Aw, ada apa ini Anya? sakit" Ucap Dito kesakitan dengan rangkulan erat Anya.


"Sudahlah, apakah kau baik baik saja?" Tanya Anya dengan amat khawatir dengan keadaan Dito sekarang.


"Aku sudah bilang, aku baik baik saja" Ucap Dito lalu mengibaskan lengannya dari rangkulan erat Anya.


"Baju kamu? baju kamu mengapa banyak bercak darah?" Tanya Anya lalu berpaling dari. hadapan Dito karena dirinya tak kuat melihat bercak darah yang membuat dirinya ingin muntah.


"Sudahlah mari pulang" Ujar Dito lalu menarik lengan Dito.


Tanpa mereka berdua sadari, terdapat seorang wanita yang sedang mengintip mereka berdua. Ya, dia adalah Kristin seorang sahabat Dito ketika mereka berdua di Singapura.


"Dito? mengapa Dito sedang berduaan beraama Anya? mengapa mereka tampak bermesraan? apakah mereka berdua berpacaran?" Seribu pertanyaan keluar dari otak Kristin.


"Jika memang mereka saling kenal, apakah rencanaku akan berjalan mulus? apa yang harus ku lakukan!" Sambung dirinya kesal lalu pergi menuju ruangan dirinya.


Sedangkan disisi lain, Dito dan Anya sudah hampir sampai di tempat parkiran dan mencari mobil Ayahnya berada di sebelah mana.


Walaupun begitu banyak mobil yang berjajar namun Dito sudah mengenali mobil ayahnya. Tatapannya langsung tertuju kepada mobil putih yang berada di ujung Parkiran.


"Dito! apakah kamu baik baik saja?" Tanya Ayah Dito dengan cemas.


"Sudahlah Ayah jangan khawatirkan Dito, Dito bisa pulang saja berarti Dito sedang baik baik saja" Ujar Dito lalu tersenyum.


"Darah? mengapa bajumu begitu banyak darah ?" Tanya kembali Ayah Dito.


"Sudahlah Ayah ini cuman bercak darah sedikit saja" Sahut Dito.


"Sekarang kita harus membeli baju lalu kamu harus menggantiny sekarang juga" Ujar Ayah Dito lalu menarik lengan Dito menuju mobil.

__ADS_1


_Kediaman Rangga_


"Apakah kamu tidak suntuk di rumah?" Tanya Rangga kepada Kirana yang sedang menonton televisi lalu membalikan kepalanya kearah pandangan Rangga.


"Tidak" Jawab singkat Kirana lalu membalikan kembali kepalanya.


"Bagaimana jika sekarang kita pergi berjalan jalan ketaman? apakah kamu mau?" Tanya Rangga lalu memajukan kursi rodanya kehadapan Kirana.


"Jika mas mau pergi, ya aku sih ayo aja" Ujar Kirana lalu mematikan televisi dan berdiri mendorong kursi roda suaminya menuju luar rumah.


Jarak antara rumah mereka ke taman itu sekitar 100 Meter yang mengakibatkan mereka harus berjalan kaki menuju sana. Kebetulan hari ini adalah hari Minggu jadi sekalian olahraga deh.


"Sudahlah tidak usah didorong juga tidak kenapa kenapa, aku bisa ko sendiri. Kasihan kamu kecapean" Ucap Rangga menyuruh Kirana memberhentikan kursi rodanya.


"Tidak cape kok mas, walaupun keluar keringat berarti itukan sehat" Ucap Kirana menghiraukan perkataan suaminya.


Dengan keasikan berjalan kaki hingga dirinya tidak menyadari terdapat satu buah mobil berwarna putih di belakangnya. Yap dia adalah Dito, Ayahnya, dan Anya.


"Apakah itu Kirana dan Rangga?" Tanya Anya saat melihat orang di depannya seperti Kirana dan Rangga.


"Mungkin si Rangga sudah insaf" Ujar Anya lalh tertawa gembira.


"Memangnya ada apa antara Kirana dan Rangga? mereka memiliki masalah yah?" Tanya Ayah Dito yang tidak tahu apa apa.


"Eu T-Tidak ada apa- apa ko Yah" Ucap Dito dengan gugup.


Setelah Ayah Dito lebih mempercepat mobilnya, kini mobil dirinya telah berada di samping Kirana yang sedang berjalan kaki mendorong kursi roda suaminya.


"Ekhm ekhm, pacaran ni ye?" Ujar Anya dengan mengejek Kirana dan Rangga.


"Anya? Dari mana kamu?" Tanya Kirana namun tida mendapat jawaban dari Anya, melainkan Anya menyuruh Ayah Dito untuk menancap gas pergi meninggalkan Kirana.


Kirana hanya bertanya kebingungan di dalam otaknya, sedangkan Rangga hanya tersenyum mendengar ejekan Anya terhadap dirinya dan istrinya.

__ADS_1


Setelah kurang lebih lima belas menit mereka dijalanan, akhirnya kini mereka telah sampai di taman yang begitu indah dan cantik. Bunga yang warna warni, rumput yang hijau, dan Kupu kupu berterbangan yang membuat Rangga merasa ini adalah momen romantis bagi dirinya dan istrinya.


"Lihat mas, banyak Kupu kupu yang indah berterbangan. Warnanya pun sangat indah sekali" Ucap Kirana sambil mencoba menangkap Kupu Kupu yang sedang berterbangan.


"Apakah kamu tahu apa yang lebih indah dari pada Kupu kupu ini?" Tanya Rangga lalu menatap wajah Kirana dengan amat dalam.


"Entah, apakah itu mas?" Tanya balik Kirana yang masih berusaha menangkap Kupu kupu tersebut dan menghiraukan tatapan suaminya terhadap dirinya.


"Senyum kamu, senyum kamu lebih indah dsri semua isi bumi ini" Ujar Rangga menggombal Kirana.


"Bagaiman bisa mas? bagaimana bisa kamu menggobal terhadap diriku? apakah kamu tida menc-" Ucapannya terpotong oleh jari telunjuk Ranggs yang disimpan tepat pada depan bibir Kirana.


"Aku tahu apa yang dimaksud kamu, jangan lanjutkan ucapan itu!" Ujar Rangga lalu melepas jari telunjuknya dari hadapan mulut Kirana.


"Astagfirullah mas, aku lupa. Sekarang kan waktunya kamu terapi yang kedua" Ucap Kiraba lalu mendorong kembali kursi roda suaminya itu menuju rumahnya kembali.


"Ish, bisa bisanya Dokter itu selalu menjadi penghalang diriku" Ucap Rangga kesal terhadap dokter Arya.


Sesampainya dirumah kini Dokter Arya tela berada di depan rumah Kirana sedang memainkan handphone nya.


"Mohon maaf dokter apakah dokter menunggu lama?" Tanya Kirana kepad Dokter Arya.


"Silahkan masuk Dokter" Ujar Kirana mempersilahkan Dokter Arya masuk.


"Langsunh terapi saja ya pak bu, soalnya hari ini saya tidak memiliki waktu banyak" Ucap dokter Arya.


Dokter Arya yang sedang mengambil peralatan Terapi dan sedangkan Rangga yang sedang mengambil air minum untuk dirinya minum karena dirinya kehausan.


"Memangnya mau kemana Dok?" Tanya Kirana.


"Terdapat beberapa pasien baru dari kecelakaan pesawat kemarin bu" Ucapan itu sontak membuat Kirana dan Rangga kaget saat itu juga.


'Prayyy'

__ADS_1


..._Bersambung_...


__ADS_2