
Keesokan harinya...
"Bapak Rangga hari ini sudah boleh pulang" Ucap Dokter Arya.
"Alhamdulillah" Sahut Rangga dan Kirana berbarengan.
"Namun dengan satu syarat ya bu pak" Sambung Dokter Arya.
"Syarat? Maksud nya apa Dok?" Tanya Kirana heran dengan apa yang Dokter Arya ucapkan.
"Maksud saya, Pak Rangga harus menjalani terapi dalam waktu 2 minggu sekali ya pak bu." Ujar Arya seorang dokter tampan.
"Oke dok, siap" Jawab Rangga dengan sigap.
"Ya sudah, sekarang Bu Kirana lebih baik membayar administrasi nya ya bu" Ucap Arya lalu meninggalkan ruangan Rangga.
"Ya udah mas, aku bayar dulu ya" Ucap Kirana lalu meninggalkan Rangga sendirian.
***
"Kami telah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkehendap lain" Ujar Seorang dokter yang keluar dari dalam ruangan pasien.
"Maksud Dokter? Maksud Dokter apa?" Tanya Dito masih belum percaya dengan apa yang Dokter itu ucapkan.
"Ibu Ratih tidak bisa di selamatkan" Sambung Dokter itu.
__ADS_1
Saat itu juga tubuh Dito sangat lemas, dirinya sangat tidak percaya dengan apa yang dokter itu katakan. Pada saat itu, Dito sampe sampe hampir pingsan mendengar perkatan dokter itu.
"Kamu yang tenang nak, kamu pasti kuat. Ibu kamu sudah tenang di alam sana" Ucap Bapak Dito sembari menahan tubuh Dito yang sudah sangat lemas.
"Dito?" Suara seorang wanita itu terdengar dari belakang Dito bersama Lukman.
"Kamu kenapa To? Om Lukman? Dito kenapa?" Tanya Kirana.
"Tante Ratih meninggal dunia" Jawab Lukman menjawab Kirana.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun"
"Kenapa? Ko bisa? Tante Ratih sakit apa Om" Sambung Kirana.
"Asma tante Ratih kemaren kambuh" Jawab Lukman.
Saat Dito di dalam ruangan tersebut, tidak ada hentinya dirinya menangisi ibunya. Dirinya tak percaya dengan kejadian ini.
"Ibu bangun bu, Dito tahu ibu pasti masih denger Dito kan bu?" Teriak Dito masih dengan air mata yang menetes tanpa henti.
"Sudah nak sudah, kita ikhlaskan kepergian ibu kamu ini nak" Ucap Lukman menenangkan anaknya.
_Ruangan Rangga_
"Assalamualaikum Mas" Ucap Kirana saat memasuki ruangan suaminya.
__ADS_1
"Mas, Ibunya Dito meninggal mas" Sambunv Kirana sembari menyimpan kersek obat obatan milik Rangga.
"Trus? Aku harus gimana? Ada hubungannya dengan aku?"
"Astagfirullah mas, jangan seperti ibu mas" Ujar Kirana.
"Ya sudah aku mau melayat dulu ya mas" sambung Kirana seraya menarik kerudung miliknya.
"Jangan!" Sahut Rangga seraya menarik lengan Kirana dengan keras yang membuat Kiran terjatuh ke pangkuan Rangga.
"Kenap hatiku berdetak kencang? Kenapa perasaan seperti dulu kembali datang? Padalah kan aku sudah tidak mencintainya" Gumam hati Rangga.
"Sudah mela-" Ucap Dokter Arya terhenti ketika melihat Rangga dan Kirana bermesra di dalam ruangan.
"Eh maaf ya, ganggu" Ucap Arya kembali dengan candaan yang dibawa.
"Saya keluar lagi ya bu pak" Sambung Arya lalu keluar dari ruangan Rangga dan Kirana berada.
"Eh enggak ko Dok" Ujar Kirana.
"Dasar Dokter sialan, ganggu aja orang lagi bermesraan" Gumam Rangga saat itu.
..._Bersambung_...
JIKA KALIAN MENEMUKAN SEBUAH KARYA AUTHOR LAIN YANG MEMILIKI CERITA DAN ALUR YANG SAMA MAKA SEGERA LAPORKAN AUTHOR YA😇 YANG BERHASIL MENEMUKAN KARYA YANG PLAGIATIN KARYA AUTHOR, AKAN ADA HADIAH KECIL UNTUK READERS YA😊😉
__ADS_1
JADI MOHON KERJA SAMA NYA YA KARENA PLAGIAT HARUS DIBASMI BETUL APA BETUL?😆