
" Aduh tuan Saga diaman sih,kenapa gak diangkat angkat dari tadi " Ucap Bi Ima terus melihat ke layar handphone berharap ada balasan dari Saga
" Mungkin Tuan Saga sedang sibuk,kamu sabar dan tenang.Den Sean pasti baik-baik saja " Ucap Joko menenangkan Bi Ima
Tapi Bi Ima tidak bisa tenang dengan keada Sean yang sekarang.Bi Ima sudah menganggap Sean sebagai cucunya,karena Bi Ima yang menjaga Sean sejak kecil sampai sekarang.
Beby yang sedang minum dan tiba-tiba gelas yang ada ditangan lepas begitu saja.Gelas itu pecah beling berserakan.Nana yang melihatnya langsung mendekat ke Beby.
" Beby kamu kenapa" Ucap Nana
" Ah aku gak tau, tiba-tiba perasaan cemas dan gelisah" Ucap Beby
" Dan aku memikirkan Sean,apa terjadi sesuatu dengan sean " Ucap Beby
" Tidak Sean baik-baik saja,itu hanya perasaanmu saja " Ucap Nana
" Iya semoga saja itu hanya perasaan ku " Ucap Beby yang berusaha tenang
Satu jam sudah Sean di rumah sakit,Saga belom juga ada jawaban.Perasaan Bi Ima sangat cemas,Bi Ima menyuruh Joko untuk ke perusahaan Saga dan memberitahu keadaan Sean .
Baru saja Joko akan pergi, hendphon Bi Ima berdering dan muncul nama Saga di layar handphone Bi Ima.Bi Ima langsung mengangkat nya.
" Ada apa Bi,Kenal Bi Ima melakukan panggilan sampai tiga puluh kali " Ucap Saga
" Taun Dan Sean tuan " Ucap Bi Ima gugup cemas takut ah perasaan Bi Ima tidak karuan
" Sean kenapa Bi " Ucap Saga tapi tidak ada jawaban dari Bi Ima
" Bi Ima " Suara Saga sangat keras membuat Bi Ima sadar
" Den Sean masuk ke rumah sakit Tuan,tadi suhu badan Den Sean sangat tinggi.Terus bibi bawa Den Sean ke rumah sakit,Bibi sudah menghubungi tuan Saga tapi tidak ada jawaban" Ucap Bi Ima
" Dirumah sakit mana Bi " Ucap Saga panik mendengar putranya masuk ke rumah sakit
" Di rumah sakit xxx tuan " Ucap Bi Ima
" Saya kesana sekarang " Ucap Saga langsung menutup sambungan telfon
" Ada apa Bos " Ucap Bram
" Kerumah sakit xx sekarang " Ucap Saga tegas
" Siap yang sakit Bos " Ucap Bram
" Sean " Ucap Saga langsung keluar dengan tergesa-gesa di ikuti Bram
Beby yang melihat Saga pergi dengan tergesa-gesa dan wajah Saga sedikit ada kecemasan.Tiba-tiba Beby berpikir ada sesuatu yang terjadi.
" Apa terjadi sesuatu dengan Sean,Pak Saga sangat tergesa-gesa" Ucap Beby melihat punggung Saga yang sudah masuk ke dalam Lift
" Semoga Sean baik-baik saja " Ucap Beby
Saga langsung meluncur ke rumah sakit dengan kecepatannya tinggi.Hanya membutuhkan lima belas menit untuk sampai di rumah sakit.
__ADS_1
Saga langsung menghampiri Joko yang sedang duduk di kursi tunggu.Joko yang melihat Saga langsung berdiri.
" Dimana Sean " Tanya Saga denga tatapan yang mengerikan
" Ada didalam tuan dengan Bi Ima dan dokter " Ucap Joko
Saga langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.Orang yang didalam langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.
" Akhirnya tuan sudah datang " Ucap Bi Ima lega melihat Saga
" Gimana keadaan Sean " Tanya Saga
" Sean mengalami demam tinggi,ini sudah biasa terjadi oleh anak kecil tuan " Ucap Dokter
" Dan sejak tadi Sean terus memanggil Momy nya,apa momy nya disini " Tanya Dokter
" Momy sudah meninggal " Ucap Dokter
" Maaf tuan saya tidak tau " Ucap Dokter meminta maaf
" Hem " Ucap Saga
" Mungkin Sean kangen dengan momy nya, makanya dia terus meracau memanggil Momy " Ucap Dokter
" Momy...momy..momy.." Racau Sean yang masih terpejam
Saga mendekat ke Sean dan mengelus pucuk kepala Sean.Dokter keluar karena tidak mau mengganggu sedang Bi Ima masih dia ditempat.
" Momy...momy..momy Sean takut " Ucap Sean yang terus meracau tanpa henti memanggil Momy
" Momy...momy..momy " Lagi lagi Sean memanggil nama momy.Momy yang di maksud Sean itu Beby
" Tuan seperti Den Sean,sedang kangen dengan momy nya " Ucap Bi Ima
" Terus aku harus melakukan apa Bi " Tanya Saga
" Coba Taun hubungin wanita yang dipanggil Den Sean,dengan sebutan Momy " Ucap Bi Ima memberikan saran
" Maksudnya Bi Ima Beby " Tanya Saga
" Iya tuan,siapa tau Den Sean akan tenang " Ucap Bi Ima
" Tolong jaga Sean sebentar Bi " Ucap Saga
Saga pun keluar dari ruang itu dan menghampiri Bram.Saga mengikuti saran yang Bi Ima berikan siapa benar apa yang di katan Bi Ima.
" Bagaimana keada Den Sean Bos " Tanya Bram yang sudah berdiri
" Dia terus meracau,kamu bawa Beby kesini " Ucap Saga
" Beby,siapa Bos " Tanya Bram
Bram belom tau soal kedekatan Sean dengan Beby.Makanya Bram bingung saat Saga menyuruh untuk membawa Beby.Siapa itu Beby pikir Bram.
__ADS_1
" Dia OB di lantai lima,kamu cari yang namanya Beby dan bawa kesini secepatnya" Ucap Saga
" Baik Bos " Ucap Bram
Saga masuk kembali ke ruangan Sean.Sedangkan Bram pergi ke perusahaan untuk menjemput Beby.
" Momy...momy...momy "
" Son disini kan akan Dady,kenapa kamu terus memanggil Momy " Ucap Saga
Bi Ima yang melihat keadaan Sean ia meneteskan air mata.Hatinya sangat sakit melihat Sean seperti itu.
Bram sudah sampai di perusahaan dia langsung menuju ke lantai Lima.Bram pergi ke Pantry untuk mencari Beby.
" Siapa yang disini,bernama Beby " Ucap Bram langsung to the poin
Semua orang saling merik satu sama lain.Mereka heran kenapa Asisten Pak Saga mencari Beby
" Kenapa kalian diam saja,siapa yang disini bernama Beby " Ucap Bram dengan suara tinggi
membuat semua orang kaget dan ketakutan
" Beby sedang di kamar mandi pak " Ucap Nana
" Panggil dan bawa kesini sekarang " Ucap Bram
" Baik pak " Ucap Nana
Nana langsung lari ke kamar mandi Diman Beby sedang di dalam.sesampainya di kamar mandi Nana langsung memanggil nama Beby
" Beby..." Teriak Nana
" Iya kenapa " Ucap Beby di dalam kamar mandi
" Buruan keluar,kamu dicariin Pak Bram " Ucap Nana
" Pak Bram siapa " Tanya Beby
" Asistenya Pak Saga,buruan keluar dia sudah marah " Ucap Nana
" Iya iya " Ucap Beby keluar
" Cepetan jalannya,kamu sudah ditunggu" Ucap Nana mendesak Beby untuk lebih cepat melangkah
" Sabar,ada apa sih " Ucap Beby
" Aku gak tau " Ucap Nana
Beby dan Nana sudah sampai di pantry dimana semua orang yang ada disana berwajah tegang.
" Ini Beby nya " Ucap Nana
" Kamu yang namanya Beby " Tanay Bram
__ADS_1
" Iya pak,ada apa yah " Tanya Beby menunduk
" Ikut aku " Ucap Bram langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Beby