
" Sabar,ada apa sih " Ucap Beby
" Aku gak tau " Ucap Nana
Beby dan Nana sudah sampai di pantry dimana semua orang yang ada disana memasang wajah tegang.
" Ini yang bernama Beby,Pak " Ucap Nana
" Kamu yang namanya Beby " Tanay Bram
" Iya pak, saya.Ada apa yah Pak " Tanya Beby menunduk
" Ikut aku " Ucap Bram langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Beby dan tidak menjelaskan kenapa dia harus ikut denganya.
Beby masih mematung belom beranjak dari situ.Nana memanggil Beby membuat dia tersadar.
" Kenapa kamu masih diam aja,buruan ikuti pak Bram " Ucap Nana
" Haa iya " Ucap Beby langsung lari menyusul Bram yang sudah menjauh
Bram sudah ada diparkir mobil.Beby yang masih bingung mau dibawa kemana dia.
" Saya mau dibawa kemana pak " Tanya Beby
" Kerumah sakit " Ucap Bram datar
" Kerumah sakit,ngapain pak " Beby mengerutkan dahinya
Siapa yang sakit,kenapa Beby dibawa kerumah sakit?
" Sean dirawat" Ucap Bram
" Apaa....Sean sakit Pak,sakit kenapa pak ko bisa sakit " Tanya Beby panik mendengar Sean sakit
" Gak usah banyak tanya,cepetan masuk " Ucap Bram sedikit membentak
Beby langsung masuk ke dalam mobil dan duduk didepan.Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena sedang macet.
Sepanjang jalan Beby sangat cemas memikirkan Sean.Beby juga terus berdoa untuk kesembuhan Sean.Tidak bisa ditutupi wajah Beby kelihatan sangat panik dan khawatir
Bram juga bisa melihat kekhawatiran diwajah Beby saat mendengar kalau Sean sakit.
...Apa hubungan dia dengan Den Sean.Kenapa dia kelihatan sangat khawatir saat mendengar Sean sakit " Guman Bram dalam hati...
Setengah jam jarak yang mereka lalui untuk sampai di Rumah Sakit.Kini Beby dan Bram sudah sampai di koridor rumah sakit.
Bram yang jalan terlebih dahulu dan Beby mengikuti dari belakang.Dengan wajah khawatir rasa cemas yang Beby rasakan saat ini.
Beby sudah ada di depan ruangan VVIP dimana Sean dirawat.Bram membuka pintu Saga dan Bi Ima kompak menoleh ke arah pintu.
__ADS_1
Di balik badan Bram muncul sosok Beby.Beby langsung menatap ke arah Sean yang sedang berbaring dan masih memejamkan mata.
" Sean " Ucap Beby lirih yang masih didengar Bram hati Beby seketika merasa nyeri melihat Sean tidak sadarkan diri
" Kau kesini " Ucap Saga
" Saya pak " Tanya Beby
" Iya " Ucap Saga dingin
Beby melangkah mendekat ke Saga dimana Saga duduk disamping brankar Sean.
" Momy..momy...momy " Sean kembali meracau
" Sean sayang ini momy.Momy disini sayang " Ucap Beby langsung mengelus kepala Sean
Beby tidak memperdulikan dengan tatapan Saga dan yang lainya.Yang Beby pikiran sekarang adakah Sean yang memanggil nya.
Di alam sadar Sean ia mendenger suara lembut Beby.Dan itu membuat Sean terbangun.
" Momy..." Teriak Sean langsung berhambur memeluk Beby
" Iya sayang ini momy " Ucap Beby
" Hiks...hiks...hiks momy Sean takut " tangis Sean pecah dipelukan Beby
" Sean takut kenapa,disini kan ada Momy.Jadi Sean jangan takut lagi yah " Ucap Beby menepuk nepuk punggu Sean
Saga melihat Beby seperti sedang menyayangi Putra kandungnya.Padahal sangat jelas Sean dan Beby tidak ada ikatan darah tapi kenapa Beby sangat menyayangi Sean.
Bukan hanya Saga yang menyadari kalau Beby sangat menyayangi Sean.Bi Ima juga menyadari kalau Beby sangat menyayangi Sean seperti anaknya sendiri.
Bi Ima merasa senang kalau Den Sean bisa mendapatkan momy seperti Beby,yang sangat menyayangi nya.Meskipun bukan anak dari rahimnya sendiri.
" Momy jangan tinggalin Sean.Sean takut mom " Ucap Sean yang masih dipelukan Beby
" Iya momy tidak akan meninggalkan Sean.Sean jangan takut ya kan ada momy ada Dady dan ada Bi Ima disini " Ucap Beby dengan lembut
Sean mengangguk tanda mengiyakan perkataan Beby.
" Mom Sean lapar " Ucap Sean tangisnya sudah reda
" Kamu lapar Son,mau makan apa biar Dady belikan " Ucap Saga
" Sean ingin makan bubur Dad " Ucap Sean
" Baiklah akan Dady belikan " Ucap Saga langsung keluar untuk membelik bubur di kantin Rumah sakit
Bi Ima dan Bram duduk hanya melihat interaksi Beby dan Sean.Keadaan Sean sekarang sudah membaik dari sebelumnya.
__ADS_1
Suhu badan Sean yang tadinya tinggi sekarang sudah kembali normal.Apa itu berkat kehangatan dari seorang Ibu yang bisa menyembuhkan penyakitnya anaknya tanpa obat.
Saga yang sudah kembali membeli bubur untuk Sean.Tapi sebelum itu Saga memanggil Dokter untuk mengecek keadaan Sean.
Dokter itu mengecek kondisi Sean.Dokter itu tersenyum lebar dengan keadaan Sean sekarang.
" Gimana dok " Tanya Saga
" Keadaan Sean sudah membaik tuan,suhu tubuh Sean juga sudah normal " Ucap Dokter
" Mungkin ini berkat kehangatan dan kasih sayang yang Nona berikan " imbuh dokter yang melihat Beby yang sedang memangku Sean
" Syukurlah " Ucap Beby yang mendengar keadaan Sean sudah membaik
" Kalau gitu saya permisi dulu tuan " Dokter
" Hem " Dehem Saga
Dokter itu pun keluar.Saga duduk dikursi samping brankar Sean.
" Dady sudah memberikan bubur, sekarang kamu makan " Ucap Saga
" Sean mau makan kalau momy yang nyuapi " Ucap Sean
" Son kamu harus makan sendiri,kamu sudah besar " Ucap Saga
" Sean maish kecil Dad,umur Sean baru empat tahun " Ucap Sean
" Bulan depan kamu sudah lima tahun " Ucap Saga
" Saya gapapa ko pak,kalau menyuapi Sean " Ucap Beby
" Tuh momy juga mau " Ucap Sean
" Hem " Dehem Saga memberikan bubur ke Beby
Beby menerima dan ia mulai menyuapi Sean dengan sangat telaten.Sean menerimanya suapi itu dengan senyum mengembang dibibir.
" Harus habiskan ya buburnya,biar Sean cepet sembuh " Ucap Beby
" Iya mom " Ucap Sean
Beby terus menyuapi Sean sampai bubur habis tak tersisa.Beby tersenyum karena Sean mendengarkan apa yang Beby katakan.
Sekarang Saga duduk di sofa bersama Bram dan Bi Ima.Mereka membiarkan Beby berdua dengan Sean
Wajah Saga sangat datar dan dingin.Diwajah Saga tidak ada ekspresi apapun Bi ima yang melihatnya tidak heran karena Taun memenag seperti itu.
Semenjak kepergiannya mantan Istrinya kepribadian Saga berubah seratus delapan puluh derajat.Yang dulunya Saga seseorang yang penuh kehangatan murah senyum tapi sekarang terbanding terbalik.
__ADS_1
Wajah Saga sudah tidak ada senyuman yang terukir di bibirnya,tidak ada kehangatan yang Bi Ima rasakan dulu,tidak ada kebahagiaan yang terpancar di mata Saga .Mungkin hati Saga sudah mati semenjak kepergian Momy Sean.
Tapi Bi Ima yakin seratus persen kalau Beby akan merubah sifat Saga yang dingin seperti kutub utara ini.Dan akan memberikan kehangatan dan kebahagiaan di kehidupan Saga kelak.