
Beby mengambil kapas untuk membersihkan darah yang keluar dari hidung mancung Saga.Beby mendekat ke Saga ia memulai membersihkan darah itu.
Beby tidak menyadari betapa dekatnya posisi mereka bedua ,apa lagi wajah Beby tepat berada di depan Saga.
Tapi karena tinggi badan Saga dan Beby terpaut sangat jauh,Beby mendongokan wajahnya untuk menjaungkau hidung Saga.Saga yang menyadari dia menundukkan kepalanya agar Beby lebih mudah untuk menjangkau hidupnya,Saga juga tida sadar apa yang dia lakukan itu reflek dari tubuhnya.
Beby mulai membersihkan darah itu,Beby fokus ke arah hidung Saga.Sedangkan yang punya hidung menatap intens ke arah wajah Beby.
Beby melakukan itu dengan sangat pelan,takut Saga kesakitan.
" Apa ini sakit " Ucap Beby yang masih fokus mengobati
" Hem " Saga hanya menjawab dengan deheman
" Maafkan aku,aku tidak sengaja " Ucap Beby
Sejak kapan Beby menyebut kata 'Aku' biasanya juga saya
Ada apa dengan tubuh ku,kenapa tubuh ku seperti ada tarikan.Apa lagi saat milhat bibir itu, rasanya aku ingin mencobanya " Guman Saga
Sepertinya ada yang salah dengan tubuh ku " Guman Saga dalam hati
Saga tidak tau apa yang terjadi dengan sendirinya ini.Apa mugkin Saga sudah mulai tertarik dengan Beby, entah lah.
" Maafkan aku Pak, sungguh aku tidak sengaja " Ucap Beby meminta maaf ke Saga karena kecerobohan nya itu
" Pasti ini sakit " Ucap Beby menyentuh hidup Saga
Saga hanya diam Saga Beby menyentuh hidung nya.Membiarkan apa yang dilakukan Beby.
" Pak aku....." Ucap Beby terdiam saat ia mendongakan kepalanya menatap ke arah wajah Saga
Deg! Jantung Beby tiba-tiba berdetak sangat cepat, seperti habis lari maraton
Beby dan Saga saling menatap,dengan waktu yang cukup lama.
Tidak hanya Beby saja yang mengalami detak jantung yabg sangat cepat,Saga juga mengalami hal yang sama seperti Beby.
Pak Saga terlihat sangat tampan kalau dilihat sedekat ini.Andai saja pak Saga menjadi suamiku,pasti aku sangat senang sekali.Beby " Entah kenapa pikiran Beby bisa sampai membayangkan ke situ.Apa Beby terpesona dengan ketampanan yang Saga miliki
Saga menyentil dahi Beby, membuat Beby meringis kesakitan dan mengelus dahinya.
" Sakit tau " Dengus Beby dengan mengerucutkan bibir
" Siapa yang menyuruhmu, menyentuh hidung ku " Ucap Saga dengan tatapan dingin
__ADS_1
" Saya membantu mengobati nya pak, bukannya terimakasih malah menyentil dahi ku" Ucap Beby
" Siapa yang membuat hidungku mengeluarkan darah " Tanya Saga
" Saya " Ucap Beby
" Jadi siapa yang salah " Tanya Saga
" Saya " Ucap Beby menunduk
" Bagus kalau kamu tau " Ucap Saga bangkit dan pergi meninggalkan Beby yang masih duduk disana
Beby hanya mendengus kesal dengan Saga,Beby juga mengumpat Saga yang sudah menaikkan tangga.
" Dasar bos dingin wajah datar,itu kan salahnya sendiri menggetkan aku.Masih untung aku mau mengobatinya, menyesal aku mengobatinya" Ucap Beby kesal dan merapikan P3K dengan kasar
Beby memutuskan untuk pergi ke kamar Sean,Beby baru sadar kalau dia belom memandikan Sean.
Saat Beby masuk ke kamar Sean ada Bi Ima yang membantu Sean mepakai baju,Beby merasa tidak enak hati dengan Bi Ima.
" Loh Sean sudah mandi " Tanya Beby
" Sudah mom,tadi sana Bi Ima " Ucap Sean
" Maaf ya Bi, gara-gara aku Bibi harus memandikan Sean padahal itu kan pekerjaan ku " Ucap Beby
" Sudah Bi " Ucap Beby
" Apa Dady, baik-baik saja Mom " Tanya Sean
" Sangat baik " Ucap Beby dengan wajah sedikit kesal
Bi Ima bisa melihatnya dia pun tersenyum kecil.
Saga yang memilih untuk beredam di air hangat,untuk merilekskan tubuhnya.Saga menyentuh hidung yang baru saja di pegang Beby.
Saga juga membayangkan wajah dan Bibir mungil Beby.Entah kenapa tiba-tiba Saga membayangkan gadis itu.
Aku pasti sudah gila, membayangkan gadis itu " Ucap Saga memejamkan mata
Tiga puluh menit Saga berendam ia pun memutuskan untuk menyudahi nya,dan Saga masuk ke kamar ganti untuk mengambil kaos putih oblong dan celana hitam pendek.
Menampakan lengan Saga yang kekar dada bidang,siapa saya yang melihat tubuh Sag pasti akan terpesona.Bukan hanya tubuhnya saja tapi ketampanan Saga juga,bisa mengalihkan pandangan semau wanita.
Ibarat kata Saga itu ciptaan Allah yang sangat sempurna,tidak ada kekurangan di dalam tubuh Saga.Hanya saja dengan setatus Dudanya itu,tapi bisa tertupi dengan ketampanan yang Saga miliki.
__ADS_1
Beby yang masih berada di kamar Sean,ia sendang menemani Sean mengerjakan tugas rumah mewarna.
Saga lebih memilih ke ruangan kerjanya,dia kan mengecak beberapa Emil yang dikirim kan oleh asisten nya.
Sampai jam menunjukkan pukul tujuh,Beby dan Sean turun ke bawa untuk makan malam.
Saat sampai di meja makan,tidak ada keberadaan Saga.Hanya da Bi Ima dan beberapa pelayan yang sendang menyiapkan makan malam.
" Dady dimana Bi " Tanya Sean ke Bi Ima
" Sepertinya masih di ruangan kerja,Den " Jawab Bi Ima
" Mom, panggilkan Dady untuk makan malam " Ucap Sean
" Kenapa haru aku,Sean saja sana " Ucap Beby menolak permintaan Sean
" Ayo lah Mom,Sean malas untuk berjalan lagi " Ucap Sean memasang wajah memelas
" Baiklah " Ucap Beby pasarah
Beby menaiki anak tangga menuju ke ruangan Saga,saat di depan ruangan Saga.Beby ragu ragu untuk mengetuk pintu,dia masih kesal dengan ulah Saga yang menyentil'dahinya.
Huhhh!Beby membayang nafas kasar dan mengumpulkan keberanian untuk mengetuk pintu Ruangan Saga
Tok tok tok
Tidak ada jawabab dari yang punya ruang itu,Beby tidak menyerah Beby terus mengetuk pintu itu.
Bahkan semakin keras Beby mengetuk pintu itu,Beby tidak ada niatan untuk memanggil Saga.Beby malas memanggil nama Saga.
Saga yang sedang melihat laporan yang dikirimkan Bram,mulai risih dengan ketukan pintu yang sejak tadi tidak mau berhenti.
Saga mendengus kesal,dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu itu dengan wajah kesalnya.
" Kemana sih Pak Saga,apa tidak dengar sejak tadi aku sudah mengetuk pintu.Tangan ku sudah mulai sakit " Gerutu Beby
Kali ini Beby semakin keras mengetuk pintu ruangan Saga,sampai sampai dia tidak sadar kalau pintu itu sudah terbuka.
Beby masih mengarah tangan ke pintu itu,tapi kali ini merasakan ada yang beda dengan pintu itu.
" Kenapa pintunya tidak mengeluarkan suara,apa pintu belubang gara-gara aku terus mengetiknya.Dan ada yang aneh dengan pintu ini " Ucap Beby
Beby tidak melihat ke arah pintu, pandang Beby menunduk karena malas melihat wajah Saga.
" Ehem " Dehem Saga
__ADS_1
Beby langsung mengangkat wajahnya,betapa terkejutnya Beby saat melihat Saga.Ternyata tangannya bukan mengetuk pintu,tapi mengetuk dada bidang Saga.