Pesona Duda

Pesona Duda
05


__ADS_3

Mereka makan dengan sedikit mengobrol, setelah selesai makan Zea mengajak Beby untuk pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur.Beby mengiyakan nya,karena di rumah tidak ada bahan yang bisa di masak.


Sesampainya di supermarket Zea mengambil troli dan mulai mengelilinginya supermarket itu,Beby yang bertugas untuk mengambil bahan makanan dan Zea bagian mendorong.Karena soalnya bahan makanan Beby yang lebih tau,setiap Zea beli sayur atau buah pasti ada aja yang busuk kan jadi mumbazir.


Saat Beby sedang memilih sayuran tiba-tiba ada suara anak kecil yang memanggil Momy,dan Beby mengenal suara itu.Yah suara itu adalah Sean dan kebetulan sekali Sean ikut Bi Ima ke


supermarket,dan Sean melihat Beby.


" Momy " Teriak Sean lari menghampiri Beby dan memeluk kaki Beby


" Anak kecil,kenapa kamu disini " Tanya Beby kaget melihat Sean memeluk kakinya


" Lagi belanja,sama Bi Ima " Ucap Sean


" Momy juga lagi belanja " Tanya Sean dengan wajah polosnya itu


Zea yang bingung kenapa anak kecil itu, memanggil Beby dengan sebutan Momy.Setau Zea Beby tidak memiliki anak,terus anak kecil itu siapa.


" Dia siapa Beb,ko manggil kamu momy " Tanya Zea bingung


" Gak tau,aku ketemu dia tadi pagi saat mau berangkat kerja " Ucap Beby


" Gak tau,tapi ko dia bisa manggil kamu Momy " Tanya Zea semakin bingung


" Aku juga gak tau Zea,kenapa dia manggil aku momy " Ucap Beby


Bi Ima menyadari Sean tidak ada disampingnya,dan saat melihat ke arah kanan ia melihat Sean sedang memeluk kaki gadis mudah yang lagi tadi ia temui.


" Den Sean " Ucap Bi Ima menarik Sean menjauh dari Beby


" Den Sean mau sayur " Tanya Bi Ima


" Tidak Bi,aku ingin sama Momy " Ucap Sean


" Momy " Ucap Bi Ima bingung


" Iya,ini momy yang aku tunjuk tadi pagi Bi.Katanya Momy juga lagi belanja " Ucap Sean


" Maaf mbak,atas tingkah Sean " Ucap Bi Ima

__ADS_1


" Ah gapapa Bu " Ucap Beby senyum


" Den Sean pulang yuk,Bi Ima sudah selesai " Ucap Bi Ima mengajak Sean pulang


Tapi Sean menolak nya,ia ingin bersama Beby dan Sean terus memeluk kaki Beby.Membuat Beby bingung harus berbuat apa,untung Bi Ima bisa membujuk Sean untuk pulang.


Diperjalanan pulang Sean terus merajuk karena tidak diperbolehkan untuk bersama Beby,setiap Bi Ima bertanya tidak dijawab Sean sama sekali.Sesampainya di rumah, Sean langsung berlari menuju Dady nya yang sedang duduk di ruangan tv sambil bergalut dengang laptopnya.


" Dady " Hiks..hiks..hiks


" Kamu kenapa Son " Tanya Saga yang melihat anaknya menangis


" Aku mau sama Momy,tapi gak dibolehin sama Bi Ima " Hiks...hiks..hikss


Saga mengerutkan keningnya saat Sean mengucapkan Momy.


" Momy " Ucap Saga bingung


" Iya Dady,Sean bertemu momy.Sean ingin sama Momy tapi gak dibolehin Bi Ima,Sean ingin momy Dady " Rengek Sean terus menyebut nama Momy


Itu membuat kepala Saga pusing,ini pertama kalinya Sean menginginkan momy dari dulu tidak pernah Sean mengucapkan kata Momy.Tapi entah kenapa dengan bocah ini,apa Sean ingin mempunya momy Baru.


" Tadi saat mau ke tempat Les,Den Sean hampir ketabrak tuan.Dan itu seorang gadis muda,entah kenapa Den Sean memanggil nya momy " Ucap Bi Ima menceritakan awal mula Sean memanggil Momy


" Terus tadi di supermarket bertemu lagi tuan,terus Den Sean ingin ikut dengan gadis itu.Bahkan Den Sean memeluk kaki gadi itu Tuan " Ucap Bi Ima


" Apa bibi kenal " Tanya Saga


" Tidak Tuan " Ucap Bi Ima


" Apa bibi ingat wajahnya " Tanya Saga lagi


Bi Ima diam sejenak,ia mengingat ngingat wajah Beby di otaknya.Taoi tidak bisa,karena Bi Imah kadang lupa


" Tidak Tuan, Bi Ima lupa " Ucap Bi Ima menunduk


" Ya sudah lah,ini bukan salah Bi Ima " Ucap Saga


" Dady Sean ingin sama Momy " Rengek Sean

__ADS_1


Sungguh Saga dibuat pusing dengan rengekan Sean,ingin Momy...ingin momy....momy


" Sepertinya apa Momy" Tanya Saga


" Momy cantik Dady,Sean suka " Ucap Sean dengan polos


" Oh yah,secantik apa Momy " Tanya Saga ia sengaja bertanya seperti itu karena Saga ingin membuat Sean lupa


" Pokoknya momy cantik banget, seperti princess" Ucap Sean


" Wah Dady jadi penasaran, seperti apa Momy " Ucap Saga


" Kalau gitu ayuk,jemput momy " Ucap Sean random


" Ini sudah malam Son,besok yah kita jemput Momy " Ucap Saga berbohong


" Beneran Dady " Ucap Sean dengan wajah berseri-seri


" Iya, sekarang kamu tidur yah " Ucap Saga


" Asikk.... besok mau ketemu momy " Ucap Sean kegirangan dan mengangkat kedua tangan ke atas


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Keesokan harinya seperti biasa Saga membangun Sean karena hari sudah siang,dan Saga harus berangkat kekantor.Kareja hari ini ada meeting penting,Saga masuk ke dalam kamar Sean yang tidak terkunci


Perlahan Saga mendekat ke ranjang anaknya,dan ia duduk tepat di depan Sean tidur.Sejenak Saga memandang wajah Sean, terbesit dipikiran Saga untuk mencari momy untuk Sean.


" Apa Dady harus mencari momy,untuk mu Son " Ucap Saga dipikirannya


" Tapia apa ada yang mau sama Dady " Ucap Saga


Haii Saga sadarlah kau ingin kaya raya berwajah tampan memiliki lima perusahaan besar,bahkan sampai terkenal di penjuru dunia.Jangan lupa keluarga mu yang super kaya,sampai tuju turunan pun uang mu tidak akan habis.


Wanita mana yang menolak pesona dari mu,hanya wanita bodoh yang menolakmu Saga.Ada ribuan wanita yang ingin menjadi istri mu,apa kau tidak sadar itu apa karena status duda mu itu.


Wanita yang menjadi istri adalah wanita yang sangat beruntung didunia ini kau tau itu,kau tinggal menjentikkan tangan untuk memilih wanita yang kau suka.Tapi Saga hanya mementingkan putranya,tidak memikirkan yang lain.


Saga masih mencintai almarhum istri itu,karena dia adalah wanita yang pertama masuk ke dalam hatinya.Saga belom bisa melupakan istrinya,ya meskipun sudah empat tahun meninggalnya tapi rasa cinta Saga masih sama seperti dulu.

__ADS_1


Mungkin karena Saga belom menemukan wanita pengantin istrinya,semoga saja Saga akan mau membuka hati untuk wanita lain.Mau sampai kapan Saga akan membentang hatinya itu,mau sampai kapan Saga sendiri dia butuh teman hidup untuk menua bersama kelak.Sean juga butuh sosok Ibu,dia butuh belaian dan kasih sayang seorang ibu meskipun Saga memberikan nya tapi berbeda dengan kasih sayang seorang ibu.


__ADS_2