Pesona Duda

Pesona Duda
#30


__ADS_3

Kenapa pintunya tidak mengeluarkan suara,apa pintu belubang gara-gara aku terus mengetiknya.Dan ada yang aneh dengan pintu ini " Ucap Beby


Beby tidak melihat ke arah pintu, pandang Beby menunduk karena malas melihat wajah Saga.


" Ehem " Dehem Saga


Beby langsung mengangkat wajahnya,betapa terkejutnya Beby saat melihat Saga.Ternyata tangannya bukan mengetuk pintu,tapi mengetuk dada bidang Saga.


Ah Beby kenapa kamu sangat ceroboh sekali,dasar bodoh " Beby merutuki diri sendiri


" Maaf pak sya tidak sengaja,sungguh " Ucap Beby tapi tangan Beby masih berada di dada Saga


" Singkirkan tangan mu ini " Ucap Saga menatap Beby


Beby yang baru sadar langsung menarik tangan nya.


" Eee Sean sudah menunggu,untuk makan malam Pak " Ucap Beby menunduk


" Hem " Jawab Saga dengan deheman


dan pergi meninggalkan Beby


Beby mengekor Saga di belakang,mereka pun makan malam bersama tanpa ada obrolan sama sekali.


Setelah makan malam Saga kembali ke ruangan kerjanya,untuk melanjutkan yang sempat tertunda.Sedangkan Beby memilih pergi ke kamar Sean,Beby akan menyiapkan peralatan yang akan dibawa Sean besok.


" Mom,Sean ingin makan buah " Ucap Sean


" Baiklah,akan momy ambilkan" Ucap Beby


Beby pun keluar dari kamar Sean menuju dapur,saat baru sampai di dapur Beby melihat Bi Ima membawa nampan berisi Kopi.


Sudah bisa ditebak kopi itu pasti untuk Saga,karena hanya Saga yang dirumah ini meminum kopi.


" Mbak Beby mau ambil apa " Tanya Bi Ima berhenti sejenak menanyakan Beby siapa tau butuh bantuan dari nya


" Sean ingin makan buah Bi " Ucap Beby


" Biar Bibi siapa kan " Ucap Bi Ima


" Gak usah Bi,biar Beby saja.Lagian Bi ima mau memberikan kopi itu untuk Pak Saga kan " Tanya Beby


" Iya,kalau gitu kamu saja yang memberikan Pak Saga keruangan nya " Ucap Bi Ima


" Ah tidak tidak,saya tidak mau.Bi Ima saja " Ucap Beby langsung menolak nya


" Sudah sana,biar Bibi menyiapkan buah untuk Den Sean " Ucap Bi Ima menyodorkan namapn itu ke Beby


" Tapi Bi " Ucap Beby masih berusaha untuk menolak nya,Beby tidak mau pertemu dengan Saga sudah dua kali hari ini mengalami kejadian yang memalukan.


" Sudah gapapa,pergi saja " Ucap Bi Ima terus memaksa Beby


Mau tidak mau Beby menerima nampan itu, sebenarnya Bi Ima sengaja melakukan itu ke Beby.Karena Bi Ima akan berusaha untuk mendekatkan Beby dengan Taun'nya.

__ADS_1


Wah ternyata oh ternyata Bi Ima ingin menjadi Mak jomblang antara majikannya dengan Pengasuh majikan sediri.


Dengan langkah berat Beby melangkah menuju ke ruangan Saga.Kali ini Beby harus hati-hati tidak boleh ceroboh seperti tadi.


Sepertinya Bi Ima sengaja melakukan ini " Batin Beby


Beby mengetuk pintu sambil mengeluarkan suara,tidak seperti yang tadi.


Tok tok tok


" Pak Saga ini Beby,membawa kopi dari Bi Ima " Ucap Beby di balik pintu


" Masuk " Ucap Saga


Beby yang sudah mendapat ijin dari Saga,ia membuka pintu dan masuk ke dalam.Ruangan kerja Saga yang dirumah tidak jauh berbeda dengan yang dikantor.


Beby melangkah menuju meja kerja Saga,saat di depan Beby terdiam sejenak.Menunggu respon dari Saga.


" Letakan disitu " Ucap Saga menujuk dengan satu jarinya tanpa melihat ke arah Beby


Beby pun meletakan dimana Saga tunjuk, setelah itu Beby langsung pergi begitu saja.Baru saja membuka kenop pintu,Saga sudah memanggil nya.


" Tunggu " Ucap Saga


Beby memutar badannya melihat ke arah Saga,yang menatapnya Beby buru-buru menunduk.


" Apa Sean sekolah dengan baik " Tanya Saga tentang Sean saat di sekolah


" Sangat baik Pak,bahkan Sean tertawa lepas saat melakukan permainan" Ucap Beby dengan antusias menceritakan kegiatan Sean saat disekolah


" Bukan hanya bermain,tapi bernyanyi juga Pak.Sean sangat menikmati sekolah nya itu " Ucap Beby


" Bagus,mulai sekarang kamu harus selalu melaporkan kegiatan Sean saat disekolah " Ucap Saga


" Baik pak " Ucap Beby


" Boleh pergi sekarang " Ucap Saga


" Iya pak,saya permisi dulu " Ucap Beby menunduk


" Hem " Dehem Saga


Kali ini Beby benar-benar sudah keluar,tadi Beby harus ke dapur dulu untuk mengambil buah pesanan Sean.


Saat Beby sampai di dapur,buah itu sudah dipotong potong oleh Bi Ima.Bi Ima yang melihat Beby dia tersenyum lebar kearahnya.


" Apa sudah diberikan ke Tuan Saga " Tanya Bi Ima


" Sudah Bi,mana buahnya Sean " Tanya Beby


" Ini " Ucap Bi Ima memberikan sepiring berisi buah buahan bukan cuma satu macam tapi ada empat macam buah.Seperti mangga,apel,anggur,dan jeruk itu bauh kesukaan Sean.Beby menerima piring itu


" Makasih Bi,aku pergi dulu " Ucap Beby berlalu pergi

__ADS_1


Beby kembali ke kamar Sean,dimana Sean sedang bermain pazel.Beby pun mendekat ke Sean yang masih fokus ke pazek itu.


" Aaa " Beby menyuapi Sean potongan Apel


Sean menerima suapan Beby,dan ia masih terus menyusun pazel itu.


" Siapa yang memberikan,pazel ini " Tanya Beby


" Dady yang memberikannya " Ucap Sean


" Kenapa memberikan ini,ini sangat sulit " Ucap Beby yang membantu Sean menyusun pazel itu


" ini tidak sulit Mom,Sean sudah beberapa kali main ini " Ucap Sean


" Tetap saja,menurut momy ini sulit " Ucap Beby


Sebenarnya tidak sulit Beby'nya saja yang tidak bisa.Beby memang tidak suka bermain seperti itu,dia lebih memilih bermain Barbie atau robot rotan dari pada bermain yang menggunakan otak.


Sean hanya membutuhkan waktu dua menit untuk memasang pazel di tempat semula,bahkan Beby tercengang dengan kecepatan Sean menyusun pazel itu.


" Momy mau coba " Tanya Sean mendorong papan pazel itu


" Ah tidak mau,sudah ini habis buah mu.Terus tidur " Ucap Beby


" Iya Mom " Ucap Sean


Sean pun mengahabiskan semua buah yang ada di piring tanpa ada sisia, sebelum tidur Sean harus mencuci kaki menggosok gigi itu merupakan rutinitas Sean sebelum tidur.


Setalah selesai membantu Sean dengan rutinitasnya,Beby keluar membiarkan Sean tidur.Kali ini Beby tidak menemani Sean tidur,karena itu kemauan Sean sendiri.


Dengan senang hati Beby menerimanya, setelah keluar dari kamar Sean.Beby menuju ke taman belakang,dia ingin menghirup udah segar makam hari.


Beby juga berencana akan menelfon Zea,untuk menceritakan tentang mengasuh Sean.


Drett......


" Hallo Ze " Ucap Beby


" Ah Beby,apa kabar " Ucap Zea di ujung telfon


" Baik ze,kalau kamu bagaimana" Tanya Beby


" Aku juga baik, bagaimana pekerjaanmu disana " Tanya Zea


" Lancar Ze,Sean sangat menurut apa yang aku katakan" Ucap Beby


" Oh ya,terus bagaimana dengan Pak Saga " Tanya Zea


" Maksud mu apa,tanya tentang Pak Saga " Ucap Beby mengerutkan keningnya


" Tidak apa-apa hanya bertanya,siapa tau kamu sudah tinggal disana kamu bisa dekat dengan Pak Saga " Ucap Zea menggoda Beby


" Jangan aneh-aneh Ze,mana mungkin aku mendekati Bos ku sendiri" Ucap Beby

__ADS_1


" Memang kenapa,toh Pak Saga singgel kamu juga singgel " Ucap Zea


" Sudah sudah,kau matiin telfonnya lama lama kamu ngeselin" Ucap Beby yang mulai kesal dengan Zea dan langsung mematikan sambungan telfonya tanpa persetujuan dari Zea


__ADS_2