
" Ambil tas mu,Dady menunggu di mobil " Ucap Saga berdirinya dan pergi
Beby langsung mengambil tas Sean dengan berlari menaiki tangga,Beby tidak mau Bosnya
menunggu lama.
Sean memilih menunggu Beby di ruangan tengah,dari pada menunggu di dalam Mobil.
Hanya butuh dua menit untuk Beby mengambil tas Sean.Beby dan Sean berjalan cepat untuk ke mobil,karena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.
Beby membuka pintu mobil belakang.Belom sempat Beby masuk suara Saga menghentikan niat Beby duduk di belakang.
" Kamu mau kemana? " Tanya Saga saat melihat Beby hendak duduk di kursi belakang
" Duduk Pak " Ucap Beby
" Duduk depan " Ucap Saga
Ha?Beby bingung,Saga mengemudi mobil itu sendiri,tapi kenapa meminta Beby untuk duduk di depan.Padahal Beby ingin menemani Sean duduk di belakang.
Apa jangan-jangan Pak Saga,mau berusaha deketin aku.Ah tidak mungkin Beby kau sangat tinggi untuk berkhayal seperti itu " Ucap Beby tapi pipi Beby tiba-tiba menjadi merah
" Masuk " Ucap Saga membuyarkan lamunan Beby
" Baik pak " Ucap Beby patuh
Beby sudah duduk didepan sedangkan Sean dia duduk di belakang.Saga mulai menyalakan mesin mobil nya dan meninggalkan pekarangan rumah.
Beby tidak tahu,jika kurus pengasuh/pelayan memenag di depan.Sementara di belakang hanyan untuk majikan.
Beby melirik ke arah wajah tampan Saga yang dingin.Beby terpesona dengan ketampanan Duda anak satu ini.Saga yang merasa di perhatikan langsung menoleh ke arah Beby dengan tatapan tajam.
Deg! Beby tidak jadi terpesan,kini Beby mendadak takut dan menundukkan wajahnya.
Sepanjang jalan Beby hanya duduk kaku di samping Bosnya.Tidak berani mengeluarkan suara atau melihat ke arah Saga.
Tiba di sekolah, Beby turun dan membukakan pintu untuk Sean.Setelah itu Beby akan pamit ke Saga tapi didahului oleh Sean.
" Dady,Sean masuk dulu " Ucap Sean
" Hem " Dehem Saga
" Nanti dijemput Pak Joko " Ucap Saga tanpa menoleh ke arah Beby
" Iya pak,kami pergi dulu pak " pamit Beby,dengan kepalanya menunduk memberi hormat ke Saga
Saga terpaku sesaat,entah kenapa melihat Beby seperti itu,Saga merasa kalau dia mendapatkan anak baru.
Apa lagi tubuh Beby yang terbilang kecil hingga membuat wanita itu terlihat seperti masih sekolah di jenjang sekolah pertama.
__ADS_1
Beby yang tidak mendapatkan jawab dari Saga,dia langsung pergi menyusul Sean yang sudah jalan duluan.
Saga langsung melajukan mobilnya ke perusahaan.
" Sean tunggu " Teriak Beby
Sean berhenti saat mendengar teriakkan Beby
" Ayom,momy cepetan " Ucap Sean menarik tangan Beby untuk lebih cepat melangkah
" Sabar Sean,nanti jatuh " Ucap Beby
Selama berlangsungnya Sean belajar,Beby terus menunggu di tempat tunggu bagi orang tua.
Dari tempat Beby menunggu,Beby masih bisa mendengar jalanya kelas yang diikuti Sean.
Mulai dari menyanyi,menebak jenis hewan bermain tebak tebakan.
Beby bisa mendengar suara tawa Sean di dalam sana,Beby penasaran jadi dia mengintip dari pintu kebetulan pintu itu tidak ditutup.Jadi Beby bisa melihat ke arah Sean.
Sean tertawa lepas saat sendang bermain tebak-tebakan,bahkan anak yang salah menebak wajahnya akan dicoret dengan bedak tabur.
Wajah Sean tidak mendapatkan coret bedak itu,karena Sean selalu benar saat menjawab.Sedang teman depan bangku Sean, wajahnya penuh dengan coretan bedak membentuk kuning kucing.
Beby yang melihatnya pun ikut tersenyum,karena itu sangat lucu apalagi wajah anak perempuan itu yang menggemaskan.
Teman teman Sean keluar dengan wajah ceria,Sean terus tersenyum lebar sedangkan anak gadis yang disampingnya Sean menujukan wajah cemberut.
Entah ada apa diantar mereka berdua,sesekali Sean berbicara dengan bocah gadis itu.Tapi anak itu tidak menanggapi Sean, justru bocah itu mengerucutkan bibirnya ke depan.
Sean mengahampiri Beby yang terus melihat kearahnya.
" Momy " Teriak Sean berlari ke arah Beby
Para orang tua langsung melihat ke arah Beby,yang di panggil Momy oleh Sean.Pasalanya yang mereka tau Momy Sean sudah tidak ada, tapi kenapa wanita ini dipanggil ' Momy ' oleh Sean.
Beby pun tersenyum ke arah Sean,yang berlari ke arahnya.
" Sudah selesai" Tanya Beby
" Sudah mom " Jawab Sean
" Ya sudah,kita pulang yuk " Ucap Beby membawa tas milik Sean
" Oh iya Mom,sini aku kenalin sama temen ku " Ucap Sean menarik tangan Beby ke arah bocah perempuan yang tadi duduk di depan Sean.
" Kenali dia temen aku Mom, namanya Salsa " Ucap Sean memperkenalkan temannya
" Hayy,,Salsa " Ucap Beby berjongkok di depan Salsa
__ADS_1
" Hay juga tanta " Ucap Salsa rama
" Kamu habis kena hukumannya, makanya wajah Salsa penuh dengan coretan " Tanya Beby
" Ini gara-gara Sean,Tante " Ucap Salsa melirik ke sangka utama dengan sorotan yang tajam
Sean yang di lirih hanya tersenyum
" Sean,emang kenapa " Tanya Beby
" Sean, memberikan jawaban yang salah ke Salsa.Tan " Ucap Salsa memoyongkan bibirnya
" Oh iya,bener seperti itu Sean " Tanya Beby melirik ke arah Sean
" Salah sendiri percaya kepada ku " Ucap Sean
" Kan kau yang terus memaksa ku untuk menjawab, padahal aku sudah bilang kalau itu salah " Ucap Salsa kesal dengan Sean
" Sean minta maaf ke Salsa " Ucap Beby menatap ke arah Sean
" Iya mom " Ucap Sean patuh karena dia tidak mau kalau Beby marah kepadanya
" Maafin aku,Sal " Ucap Sean mengulurkan tangan ke arah Salsa
Justru Salsa melipat kedua tangan di dadanya,dan wajahnya menoleh ke kanan tidak mau melihat ke arah Sean.
Salsa tidak mau memaafkan Sean dengan semudah itu.
" Aku minta maaf,janji aku tidak akan mengulanginya lagi " Ucap Sean menjewer kedua telinganya memohon agar salsa memaafkannya
" Aku akan memaafkan mu,tapi ada syaratnya" Ucap Salsa yang sekarang melihat ke arah Sean
" Apa,katakan " Ucap Sean
" Kau harus membelikan ku lolipop,besok kamu harus membawanya.Kalau nggak aku tidak mau memaafkan mu " Ucap Salsa
dengang sorot mata yang tajam,tapi bagi Sean itu sangat Luca ditambah masih ada coretan berbentuk kumis kucing di pipi Salsa
" Iya,aku akan membelikan nya besok " Ucap Sean
" Okey " Ucap Salsa
Setelah selesai perdebatan antar dua bocah itu,Beby dan Sean memutuskan untuk pulang.Karena Pak Joko sudah menunggu di depan sejak tadi.
Salsa yang belom mendapatkan jemputan dia harus menunggu di dalam,mungkin orang tua Salsa masih sibuk jadi belom menjemput Salsa.
Kini Beby dan Sean sudah berada di dalam mobil.Beby duduk di bangku belakang untuk menemani Sean.
Sebelom itu Beby sudah meminta ijin ke Pak Joko,apakah dia boleh duduk di belakang dengan Sean.Dan pak Joko mengijinkan nya untuk duduk di belakang dengan Sean.
__ADS_1