
Kemana orang tuanya,kenapa membiarkan anaknya berkeliaran.Untung saja aku bisa menghindari nya " Ucap Beby menghampiri anak itu dan berjongkok di depan anak laki-laki tersebut
" Sayang kamu gak apa-apa" Tanya Beby dengan nada lembut
Bocah itu mendongokan kepala melihat ke arah Beby
" Momy " Ucap Sean anak yang hampir Beby tabrak
Beby kaget mendengar ucapan Sean memanggil dia dengan nama Momy.
" Kakak bukan momy kamu sayang " Ucap Beby menjelaskan ke Sean
" Momy jahat... huuwaaa " Tangis Sean
" Aduh gimana ini,apa yang harus ku lakukan " Ucap Beby bingung apa yang harus dia lakukan
" Sayang jangan menangis,Momy kamu kemana.Kenapa kamu sendirian" Tanya Beby melihat sekeliling
Sean yang ditanya dimana Momy nya,dia menunjuk ke arah Beby.Beby yang di tunjuk Sean ia mengerutkan dahinya, bagaimana bisa anak ini menunjukan dirinya kalau Beby momy nya.
" Sayang kakak,bukan Mo...." Belom sempat Beby menyelesaikan ucapannya ada teriak yang memanggil nama Sean
" Ya ampun Den Sean " Teriak bi ima
" Bibi sangat khawatir sama den Sean,kenapa den Sean langsung lari tidak menunggu Bibi selesai" Tutur Bi Ima umurnya sudah sekitar empat puluh
" Jadi ini cucunya,Bu" Ucap Beby dan langsung dijawab gelengan oleh Bi Ima
" Bukan mbak,ini anak dari bos saya " Ucap Bi Ima
" Oh " Beby mengangguk paham
__ADS_1
" Lainnya kali jangan dibiarkan pergi sendiri Bu,takut terjadi seperti ini lagi.Untung aku bisa menghindari nya kalau tidak,bisa gawat " Ucap Beby
" Iya mbak maaf " Ucap Bi Ima
" Ah tidak perlu minta maaf Bu " Ucap Beby yang merasa tidak enak hati karena Bi Ima minta maaf
" Kalau gitu,saya pergi dulu Bu " Ucap Beby ia menghampiri motornya yang masih terjatuh,dan ia langsung menyalakan mesin motor melaju ke tempat ia bekerja
" Momy,ko pergi Bi " Ucap Sean melihat kepergian Beby
" Momy,dimana " Tanya Bi Ima bingung pasalnya Momy dari Sean sudah meninggal
" Itu " Ucap Sean menujukan ke arah Beby yang sudah menjauh darinya
Bi Ima mengerutkan dahinya bingung dengan anak bosnya ini,kenapa bisa Sean memanggil wanita asing itu dengan sebutan Momy.Padahal mereka baru bertemu,Bi Ima juga tidak tau namanya dan ia tidak sempat untuk berkenalan.
Kenapa Den Sean manggil gadis itu dengan sebutan Momy " Guman Bi Ima dalam hati
Bi Ima pun mengendong Sean untuk menuju ke mobil,dan ia langsung pergi ke tempat les menulis.Iya meskipun Sean masih berumur empat tahun,tapi dia sudah mendapatkan les menulis dan berbicara yang benar.
Memang Sean tidak kekurangan apa yang dia mau akan di turuti oleh Saga,tapi Sean hanya membutuhkan kasih sayang seorang ibu.Sejak lahir Sean belom pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Yah Momy Sean meninggal saat melahirkan Sean,dan almarhum istri Saga berpesan untuk menjaga Sean dengan baik.Dan ia berharap Sean akan mendapatkan ibu sambung,yang sayang dengan kelak.
Beby sudah sampai di tempat ia bekerja,untung Beby tidak terlambat masuk.Kalau terlambat dia bisa dimarahin habis habisan sama si Bangka botak yang menyebalkan itu,Beby pernah beberapa kali terlambat dan dia dimarahi bahkan gajinya dipotong dua puluh persen menyebalkan bukan.
Huuff
" Untuk tidak terlambat " Ucap Beby mehela nafas
" Baru sampai " Tanya Mini
__ADS_1
" Iya,tadi ada sesuatu jadi aku baru sampai " Ucap Beby
" Ya udah buruan kebelakang,nanti Si botak melihat mu " Ucap Mini
" Haa,iya " Ucap Beby pergi ke belakang ia mengambil beralatan tempur nya,yang setiap hari Beby pegang
Beby sebagai OB di lantai tiga,gedung itu memiliki lantai sepuluh dan masing-masing gedung memliki OB yang berbeda.Beby kerja di situ sudah tiga bulan, sebelumnya ia bekerja sebagai penjaga toko karena ada sesuatu Beby memutuskan untuk pergi dari toko itu.
Beby merasa sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan ini,ya meskipun hanya sekedar OB.Tapi Beby bersyukur karena gajinya lumayan besar dari pada kerja di toko,Beby juga betah karena teman dan lingkungan yang nyaman.
Yang bekerja di lantai tiga Beby yang paling mudah,yang lain sudah berumur dua lima sampai empat puluh.Jadi Beby sangat di jaga oleh mereka,dan selalu menyemangati Beby.Hal itu lah yang membuat Beby betah bekerja di situ, meskipun kadang ada yang membuat Beby kesal.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
" Bram,pergi ke perusahaan X dan berikan ini " Ucap Saga memberikan map ke Bram
" Baik Tuan " Ucap Bram dan ia langsung pergi
" Aku sangat bisuk, sampai akhir akhir ini aku jarang pergi dengan Sean " Ucap Saga mengingat anaknya
Saga menelfon Bi Ima
" Halo Bi " Ucap Saga
" Iya Tuan,ada apa " Tanya Bi Ima diujung telfon
" Bawa Sean ke kantor,aku akan makan siang bersama nya " Ucap Saga
" Baik Tuan " Ucap Bi Ima patuh
Jam makan siang pun tiba,Sean yang sudah datang satu jam yang lalu dengan ditemani Bi Ima.Dan Saga sudah selesai dengan pekerjaannya,Saga berencana akan makan siang di Restoran bersama Sean.
__ADS_1
Sean yang di ajak makan siang bersama Dady nya sangat gembira, pasalnya sudah lama mereka tidak makan diluar berduaan karena Saga sangat sibuk dengan pekerjaannya.Sampai semua kebutuh dan urusan Sean Bi Ima yang melakukannya,padahal sebelumnya tidak seperti itu
Kadang Saga membantu Sean mandi,menyuapi mengatar ke les bahkan menemani Sean bermain.Kerana ada pekerjaan yang sangat banyak jadi Saga sudah tidak melakukan itu lagi,Sean mengerti kalau Dady nya sibuk bekerja.