Pesona Putri Sambungku

Pesona Putri Sambungku
Kangen


__ADS_3

Keesokan paginya, Jeno menemani Luna mengurus berkasnya pendidikannya di Korea, setelah itu Jeno pulang ke Indonesia sendirian tanpa ditemani Luna.


Luna baru bisa pulang besok lusanya itupun jika semua berkas sudah komplit terisi dengan tanda tangan para direktur, yayasan dan pengelola murid pertukaran pelajar di sekolah.


Setelah mengurus beberapa dokumen serta surat dan ijazah, Luna pun pulang kembali ke asrama. Seharusnya ia bisa pulang siang itu. Tetapi Ijazahnya belum di tanda tangani direktur Sekolah yang masih berada di luar Negri. Bisa dipastikan ia akan pulang besok ataupun besok lusanya


Teman-teman Luna mengajaknya jalan-jalan ke Korea, merayakan kelulusan mereka. Luna menyetujuinya, hitung-hitung ini hari terakhirnya di Korea.


Dia pergi bersama dengan dua teman laki-laki dan tiga teman perempuan dalam satu mobil. Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja Arya menanyakan kabar Luna lewat Video Call


"Haii Arya, apa kabar kamu?" tanya Luna


"Ya gini hampa gak ada kamu," ujar Arya tersenyum dan terus memandangi Luna lewat ponselnya.


Arya rindu, sangat rindu pada sosok yang selama ini dia cintai. Kemudian teman-teman Luna mengintip dan menyapa Arya. Kehebohan pun terjadi, teman-teman mengira Arya adalah pacarnya.


"Haha bukan, dia bukan pacarku," jawab Luna dengan bahasa koreanya yang mulai fasih seraya tertawa.


"Teman kamu bilang apa? Aku gak paham hehe," tanya Arya


"Ahh adalah, eh tumben Vicall, ada apa?"


"Cuma mau ngucapin selamat ya atas kelulusannya, "


"Makasih Arya,... eh kamu pasti lagi pusing-pusingnya ujian kan haha,"


"Iya nih, Maret udah mulai perkiraan ujian, apr juga masih perkiraan ujian. Juni nanti ujian sekolah. Doain ya biar lulus," sahut Arya


Sekedar info, di Korea kelulusan SMA di lakukan di bulan Februari, sementara di Indonesia di bulan Juni.


"Ya samalah sama aku ma temen-temen aku di Korea ini, sebelum ujian sekolah, ada namanya ujian Suneung. Itu loh ujian maraton selama delapan jam berturut-turut, jadi gak hanya menentukan apakah para siswa akan masuk ke universitas, tetapi juga bisa memengaruhi prospek pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, dan bahkan hubungan masa depan mereka. Beda banget sama di Indonesia. Pendidikan di sini ketat, sampe-sampe ya setiap bulan November, Suneung bikin seluruh Seol berhenti. Karena toko-toko tutup, bank-bank tutup, bahkan pasar saham pun terlambat buka. Sebagian besar pekerjaan konstruksi terhenti, pesawat-pesawat terbang dihentikan dan pelatihan militer dihentikan. Sampe-sampe ada yang minta bantuan polisi buat anter ke tempat ujian biar ga terlambat,"


"Ngeri dah bisa gitu ya?" ucap Arya


"Iya aku juga baru tahu, malah banyak orangtua yang gugup menghabiskan harinya di kuil Budha atau gereja Kristen, sambil genggam foto anak-anak mereka, doa dan sujud kadang diatur waktunya agar sesuai dengan jadwal ujian. Ya itu kepercayaan mereka sih. Tapi alhamdulillah kita lulus semua. ,"

__ADS_1


"Loh kenapa? Bukannya kamu cinta Korea?" tanya Arya.


"Hehe aku pecinta drakor. Aku mau kuliah di Oxford aja 3 tahun bisa lulus, kalo di Korea bisa 4 tahunan lebih," Jawab Luna


"Kamu gak mau ya pulang ke Indonesia, aku... aku kangen sama kamu," ucap Arya


"Ya besok aku pulang, kalo udah selesai urusan berkas-berkas aku. Soalnya aku kan anak pertukaran pelajar jadi gak cuma ijazah aja yang diurus. Eh Arya udah dulu ya, aku mau jalan-jalan. Gak enak kan vicallan kalo lagi jalan,"


"Iyaudah met hangout deh. Jangan lupa makan ya," ucap Arya dan dibalas oleh Luna dengan anggukan kepala dan jari telunjuk dengan ibu jari disatukan membentuk tanda cinta 'saranghaeyo'. Dan sambungan Video Call pun terputus.


Andai kamu cinta beneran ma aku Lun, mungkin hatiku gak tersiksa seperti ini. Gimana caranya ngelupain kamu.... Kayaknya ga akan bisa batin Arya.


Luna dan teman-temannya menuju tempat berbagai tempat pariwisata di Korea dan juga tempat nongkrongnya anak muda.


Singkat cerita setelah lelah berjalan-jalan, Luna pulang ke asramanya. Tetapi Luna minta di turunkan di mini market dekat asrama. Dia ingin membeli beberapa makanan dan buah.


Setelah membeli semua kebutuhannya, Luna pulang berjalan kaki dengan suhu dingin 6 derajat Celsius. Dingin-dingin begini biasanya Luna makan mie rebus ditengah malam.


Salju sudah berkurang, namun masih terasa hawa dinginnya. Untung saja ada jaket tebal yang menutupi dirinya.


"Hai cantik," goda salah satu pria, Luna mengacuhkannya dan terus melewati pria itu.


Dengan kasarnya si pria menepuk pantatt Luna hingga Luna terpekik kaget. Dia pun berjalan cepat bahkan berlari kecil. Tapi langkahnya di hadang teman lainnya.


"Maaf saya mau lewat," ucap Luna yang sudah kedinginan.


Dua pria didepannya malah tertawa dan makin mendekati Luna. Salah satunya menarik jaket Luna dan membuka paksa hingga resleting nya terbuka.


Luna mendorong pria di depannya lalu berlari hingga menjatuhkan barang belanjaannya.


"Tolong, teriak Luna,"


Tak ada yang lewat atau keluar menolong Luna, karena cuaca dingin. Tiga pria itu mengejar Luna. Salah satunya berhasil menggendong Luna dan membawanya ke suatu tempat sepi. Luna tak dapat lari. Ia berada di pojokan dinding sambil terus memohon untuk melepaskan dirinya.


Salah satunya mendekati Luna menggenggam kedua tangannya dengan paksa ingin menciumi Luna

__ADS_1


Luna menunduk dan berteriak, "TOLOOONG!!!" dalam bahasa Korea.


"Help me!!! " Luna berteriak lagi dalam bahasa Inggris.


Debag Debuug


Seseorang memukul salah satu pria yang menjaga di depan. Lalu memukul pria satunya hingga pria yang mencengkram tangan Luna menoleh dan melepaskan Luna.


"Hei siapa kamu!" sahut pria itu menantang dengan bahasa Korea.


Debaaag


Sebuah balik kayu menghantam pipi pria itu hingga jatuh tersungkur.


"Papa?" gumam Luna


Saat Jeno ingin memukul kembali ketiga pria itu malah berlari.


"Kamu gak apa-apa sayang?" tanya Jeno


"Untung ada Papa," sahut Luna sedikit terisak lalu memeluk Jeno


"Papa bukannya udah pergi ya? Kenapa balik lagi? " tanya Luna


"Papa lupa bawa dompet dan ponsel, ketinggalan di meja kamu. Didalam ada tiket pesawat sama paspor yaudah Papa balik tapi Papa gak punya uang. Akhirnya Papa kerja jadi tukang cuci piring diwarung makan dekat bandara biar bisa balik," ucap Jeno


"Astaga kenapa Papa gak bilang pinjam ponsel orang gitu,"


"Masalahnya Papa ga inget nomer korea kamu, hehe. Kok sebutannya balik ke Papa?"


"Hehe ya enakan panggil Papa, udah terbiasa soalnya,"


"Yaudah pulang yuk, dingin," sahut Jeno seraya membetulkan releting pada jaket Luna.


Aku makin sayang sama kamu batin Luna

__ADS_1


__ADS_2