
Kesalahpahaman sudah teratasi. Luna lebih memilih percaya dengan Jeno, terlebih saat Jeno bercerita apa yang terjadi semalam.
Untuk membuktikan ucapan Jeno benar, pria itu membuka rekaman CCTV yang terpasang didepan rumahnya. Juga rekaman CCTV yang ada ruang tamu.
"Lihat sendiri kan Luna, Papa ke rumah dalam posisi tak sadar. Mungkin bisa saja dia menaruh obat tidur ke minuman Papa,"
"Maafin Luna ya, sempat marah-marah, " ucap Luna
"Gitu dong, jadi jangan asal marah. Selidiki dulu kebenarannya," ucap Jeno seraya mencubit ujung hidung Luna.
"Hehe... Iya sayang. Tadi Luna kesini mau ambil printer. Sidang Luna tiga hari lagi. Inget ya sama janji Papa," sahut Luna
"Iya. Gak akan lupa kok," jawab Jeno
Keadaan Damai kembali menyelimuti, sementara di tempat lain, ada seseorang yang tidak Terima dengan perlakuan Jeno. Tika baru saja sampai di rumahnya dalam keadaan marah.
"Lihat saja ya Jeno, aku akan membuat perhitungan sama kamu!" seru Tika
Tika kemudian mengeluarkan ponselnya dan membuka instagram, dia ingin menyebarkan foto dirinya yang sedang tidur dengan Jeno. Menghancurkan reputasi Jeno yang sedang berada di puncak kesuksesan
Setelah foto di edit sedikit soal saturasi warna, highlight, brightness dan contrasnya agar terlihat makin menarik. Tika mengunggah foto tersebut dengan tag nama teman-teman Jeno. Dia tidak menyertakan tag nama Jeno biar foto tersebut semakin menyebar luas.
Tak butuh waktu lama, berita Jeno dan Tika berada dalam satu ranjang sudah menyebar luas. Banyak yang men-tag teman lainnya dalam komentar foto tersebut. Ada juga cibiran komentar yang mengatakan jika 'Jeno sok alim, nyatanya janda juga diembat malah melakukan hal diluar batas sebelum menikah'.
Ada juga yang berkomentar, "Loh bukannya Jeno itu pacaran ya sama putri sambungnya malah rencananya mereka mau nikah," ucap salah satu dokter yang juga temannya. Dan gosip lain mencuat disertai cibiran pedas.
Tika semakin senang ketika membaca komentar yang mengatakan Jeno berpacaran dengan Luna. Kesempatan untuk menghancurkan Jeno dan Luna akan semakin besar Jeno masih belum tahu karena dia tidak membuka ponselnya. Sementara Tika yakin gosip ini akan menyebar hingga rumah sakit dan warga sekitar.
Setelah itu Tika bergegas mandi dan bersiap untuk bertugas. Dia adalah dokter jantung terbaik di kotanya.
.
.
.
Tiga hari kemudian, hari yang ditunggu Luna dengan sejuta gelisah melanda dirinya. Padahal hanya sebuah presentasi skripsi mampu membuat dirinya panas dingin karena gugup
Arya dan beberapa temannya dipersilahkan masuk untuk ikut serta melihat Luna yang sedang ujian. Selain penguji, teman-temannya pun dipersilahkan bertanya pada sesi tanya jawab. Fungsinya adalah agar penjabaran skripsi yang diberikan Luna bisa dipahami oleh masyarakat umum.
__ADS_1
"Ya Saudari Luna, Saya akan bacakan hasil review kami sebagai penguji. Karena Anda bisa memecahkan masalah pada skripsi Anda sendiri, maka dengan ini ....selamat Anda dinyatakan Lulus dengan revisi. Artinya Anda harus merevisi apa yang kami tulis di sini dan setelah itu di berikan lagi kepada kami untuk di Acc. Waktu revisi tidak boleh lebih dari tiga hari," ucap sang penguji satu, yang berbicara mewakili penguji kedua.
"Alhamdulillah, terimakasih pak, baik saya akan revisi secepatnya," ucap Luna.
Kemudian dosen penguji itu berjabat tangan memberikan selamat kepada Luna sebelum pergi meninggalkan kelas ruangan. Teman-teman Luna pun sama halnya, memberikan ucapan selamat kepada Luna.
Gadis itu langsung menelpon pujaan hatinya, namun ponselnya tidak terangkat.
Di lain tempat, Jeno sedang berusaha kesakitan. Serangan jantung kembali melanda dirinya. Setelah berhasil duduk, Jeno meraih ponselnya yang ada di meja ruang tamu. Di layar tersebut muncul sebuah nama "Jantung Hatiku" yang tak lain adalah Luna.
Jeno enggan menjawab, karena dia sedang kesakitan.
"Hemm mungkin Papa sibuk," gumam Luna. Setelah itu ia mematikan ponselnya dan mengemasi barang-barangnya
Kembali di rumah Jeno. Haris datang terburu-buru setelah Jeno meneleponnya. Pintu rumahnya terbuka lebar, Haris masuk begitu saja saat melihat Jeno yang sudah pucat terduduk sembari memegangi dadanya yang sesak dan nyeri.
"No, ayo kita kerumah sakit sekarang," ucap Haris
Jeno hanya menganggukan kepalanya. Haris membantu memapah Jeno berjalan menuju mobilnya.
Serangan itu kumat ketika beberapa komentar makian buruk sampai di beranda web rumah sakit miliknya. Tidak ada nama yang jelas dari komentar tersebut mungkin saja Tika membayar orang untuk berkomentar buruk.
"Dokter laknat, tukang selingkuh,"
"Dokter messumm,"
"Parah ni dokter, udah menikmati tubuh Janda lalu membuangnya begitu saja eh sekarang pacaran sama anak tirinya," komentar salah satu akun tak dikenal
"Wah gak bisa dibiarkan itu dokter mesum anak tirinya sendiri dipacarin,"
Jeno sebenarnya tidak ingin ke rumah sakit tapi Haris memaksanya. Karena dirumah sakit tersedia alat khusus untuk meredakan nyeri jantung.
"Kamu ngapain baca komentar gak jelas. Mereka itu gak tahu kondisi kamu," ucap Haris
"Tapi itu yang aku takutkan saat akan menikahi Luna, orang-orang pasti akan beranggapan demikian. Apa buktinya kalau aku belum pernah menggauli Marisa," ucap Jeno
"Cih semua bisa disumpah diatas kitab suci kalau perlu. Kayak gitu ga bisa dibuktikan No," ucap Haris
"Kamu kok kena serangan jantung sih? Apa kamu gak jaga pola makan kamu?" tanya Haris
__ADS_1
"Jaga kok, aku juga ga makan makanan berlemak. Malah rajin olahraga raga," ucap Jeno sedikit tersengal-sengal jantungnya masih nyut-nyutan.
"Hemm kamu itu terlalu kebanyakan olah raga, ingat umurmu udah gak muda lagi No. Biarlah perut buncit dah wajar keles," sahut Haris
"Ya mungkin juga, ditambah aku kurang tidur. Kebanyakan begadang ngurusin rumah sakit," ucap Jeno.
Setelah itu Jeno terdiam dia lebih baik fokus mengatur napasnya yang sedikit sesak.
Akhir-akhir ini, aku sakit-sakitan. Apa aku urungkan saja niatku untuk menikahi Luna. Dia pantas dengan pria yang umurnya sebaya dengannya paling tidak, beda satu atau dua tahun. Tidak seperti aku yang umurnya lebih dari dua kali umurnya batin Jeno mulai ragu
Bahkan dia sempat berpikir untuk mendekatkan Arya dengan Luna.
Setibanya di rumah sakit miliknya, beberapa pegawai yang julid menatap Jeno sedikit tidak suka. Mereka tahu dari omongan satu dengan yang lain.
"Ris... jangan sampai Luna tahu aku disini ya. Begitu membaik aku langsung pulang," pesan Jeno yang sedang di periksa dokter jantung.
Samuel, dokter jantung yang bekerja di rumah sakit milik Jeno. Ia juga teman Tika yang pertama kali menyebarkan berita jika Jeno dan Luna memiliki hubungan percintaan. Pria itu Langsung memberi kabar pada Tika jika Jeno sakit.
"Ya... aman pokoknya," setelah itu Haris pamit keluar.
Dokter Sam melakukan penanganan terhadap Jeno. Ia menggunakan metode yang disebut skor GRACE (Global Registry of Acute Coronary Events) untuk menentukan level keparahan serangan jantung.
Faktor yang dinilai dalam skor GRACE meliputi umur pasien, tekanan darah sistolik, detak jantung normal, pelan, cepat, atau tak beraturan. Juga memerika kadar serum kreatinin, lalu apakah terjadi henti jantung saat di rumah sakit jantung, memeriksa level penanda fungsi jantung dalam monitor EKG, ada-tidaknya tanda malafungsi jantung.
Dari skor GRACE itu, dokter bisa menentukan kategori risiko pasien, apakah rendah, sedang, atau tinggi. Bagi pasien berisiko rendah, biasanya dokter cukup memberikan obat-obatan. Sedangkan untuk pasien risiko sedang hingga tinggi mungkin memerlukan operasi.
"Beruntung serangan jantung Pak Dokter Jeno masih berisiko rendah. Kalau boleh tahu apa yang menyebabkan Dokter Jeno terkena serangan jantung? " tanya Dokter Sam
"Hemm seperti saat saya membaca sebuah berita, saya terkejut dan tiba-tiba dada saya langsung nyeri," ungkap Jeno
"Kaget memang beresiko menimbulkan komplikasi pada orang-orang dengan riwayat penyakit jantung. Ketika kaget tubuh melepaskan semacam hormon yang memacu kerja banyak organ, termasuk jantung. Akibatnya jantung dipaksa berkontraksi lebih kuat dan cepat, terasa dengan keluhan dada berdebar," jelas Dokter Sam
"Sebenarnya saya sendiri tidak tahu jika saya memiliki sakit jantung," sela Jeno
"Tapi sekarang sudah tahu kan? Lebih baik hindari ya Pak Dokter Jeno,"
Setelah menerima resep obat yang diberikan Dokter Sam, Jeno langsung menebusnya di apotek. Bedanya Jeno tidak langsung mengantri. Ada karyawan khusus yang langsung melayani pemilik rumah sakit itu.
__ADS_1