
Tika mendapatkan hujatan balik setelah rekaman video dari CCTV rumah Luna, ditambah cafe tempat Jeno biasa ngopi juga memberikan rekaman CCTVnya. Dalam rekaman tersebut terlihat Tika menaruh sesuatu ke minuman Jeno.
Tak salah jika Luna menyewa detective walau umur detective tersebut masih sangat muda. Karena bukti yang didapat sudah diperkuat akhirnya Tika mendekam di penjara beberapa waktu dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Setelah memakamkan Jeno, Luna masih terpaku duduk di tepi kuburan. Meski sedih namun Luna tak boleh menangis. Ia tahu air matanya akan membuat jalan Jeno menuju akhirat terhambat.
Memori Kenangan demi kenangan terus terlintas. Begitu bahagia kenangan itu hingga tak rela melepaskan kepergian sang kekasih.
Arya mengelus bahu Luna, menyuruhnya untuk pulang karena sudah hampir seharian Luna berada di kuburan.
"Lun, pulang yuk. Kamu gak boleh terus-terusan seperti ini, ikhlaskan meski sulit," sahut Arya
Luna terdiam, tatapannya kosong tetapi ia mendengarkan ucapan Arya dan bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Sebelum itu, ia berkata lewat batin untuk Jeno.
"Kebaikanmu akan mengantarkan mu ke surga. Tenanglah dialam sana, Luna akan selalu mendoakan untuk semua kebaikanmu. I Love You forever," ucap Luna dalam hati, hanya dirinya dan Tuhan yang tahu
Luna pulang diantar oleh Arya, Azkha, dan Dinduts teman-temannya sewaktu SMA kelas satu.
Seorang pengacara sudah menunggu Luna di teras rumah. Ia ingin membacakan hak waris untuk Luna yang sudah dibuat Jeno jauh sebelumnya.
Seketika aroma rumah sakit begitu wangi. Banyak isak tangis yang mengiringi kepergiannya. Banyak bunga yang dikirim oleh karyawan juga mantan pasien yang pernah di rawat disana. Kebijakan rumah sakit milik Jeno berbeda dengan rumah sakit lainnya. Karena mengutamakan keselamatan lebih dulu ketimbang administrasi.
Kini Luna telah mengambil alih untuk memimpin rumah sakit. Meski masih dalam proses balik nama, tetapi Luna telah sah mendapatkan hak waris sesuai yang tercantum dalam surat waris.
Ia mengumpulkan semua karyawan dan dengan tegas mengeluarkan orang yang telah menyebarkan rumor. Tak lain adalah Dokter Sam dan perawat lainnya yang sering membicarakan hal buruk mengenai bosnya.
__ADS_1
"Saya harap kejujuran kalian. Saya tidak suka bekerja dengan orang yang memiliki dengki dan suka membicarakan orang lain apalagi itu bosnya sendiri. Gak malu ya sudah berbicara buruk mengenai bosnya sendiri tapi masih menerima uangnya?" sahut Luna menyindir salah satu pegawai yang saat itu kepergok oleh Luna sendiri.
Karena pegawai itu juga tidak mengakuinya, akhirnya Luna sendiri yang bertindak. Mungkin Jeno juga mendengar selentingan pedas, namun dirinya terlalu baik dan masih membiarkan karyawannya bekerja disana. Tapi tidak ada kata maaf untuk Luna.
Setelah wisuda, Luna mendapatkan tawaran pekerjaan di luar negri. Namun Luna menolaknya, ia meninggalkan gelar sarjana arsiteknya dan memilih menjaga rumah sakit peninggalan Jeno. Ia ingin membalas kebaikan Jeno dengan mengurus rumah sakitnya dan membuat rumah sakit itu semakin besar.
Luna tidak sendiri, ia bersama Haris dan Marten untuk mengelola rumah sakit. Kedua sahabat Jeno itu juga memiliki saham 3% di rumah sakit.
Perlahan Luna membuka hatinya untuk Arya. Jeno benar, Arya selalu ada untuk dirinya di kala sedih, senang dan dia adalah sangat perduli dengan Luna. Perhatian Arya membuat Luna merasakan cinta lagi.
Mereka menikah setelah setahun menjalin kasih. Lalu apa yang terjadi dengan Ibu RW? Karena protes dari Luna, jabatan RW itu berpindah ke orang lain dan sekarang mantan Ibu RW itu mendapatkan siksa batin karena penyesalan.
Sekian.
__ADS_1