
“Maaf tapi kami mau pergi makan bersama."ucap Angel tersenyum.
“Kalau begitu apa kami boleh ikut,, nanti kami yang traktir deh."kata Ryo sambil tersenyum dan melirik Tina,,sedangkan Anggun sudah peka akan hal itu dan dia pun menolak.
“Maaf yaa ini waktu kami bertiga,,kami ga ingin ada orang lain yang ikut di acara kami."Tolak Anggun dengan senyuman manis.
“Mungkin hari Minggu nanti kita bisa makan bersama."senyum Anggun manis.
“Baiklah kalau begitu kami pulang duluan ya bye."ucap Revan tersenyum ke Angel.
Saat ini Angel dan teman²pun memesan taksi dan segera ke cafe tempat mereka akan makan bersama itu.
Cafe itu termasuk cafe yang mewah dan makanan serta minumannya pun lumayan mencekik harganya,, dan mereka terlihat memesan beberapa makanan dan minuman serta mereka membawa Snack yang mereka beli di minimarket dekat sini.
Sementara itu di tempat Aldy terlihat Aldy yang mulai gatau mau buat apa.
“Kau ngapain bro?."ujar Ilham teman satu tongkrongan Aldy itu.
“betek,, bosan,,ga tau mau buat apa."ujar Aldy melihat ke arah kaca mobil sambil bersandar.
“Tapi kan tadi kau uda mantap²sama Tiara."ledek Ary.
“Alah kau juga pun Uda mantap² pun sama Ledy."Ledek Aldy.
“Suittt jangan bising² nanti tau orang bisa viral,, aku belum mau nikah."jelas Ilham.
“Angel masih lama ya pulang nya??atau bentar lagi."Keluh Aldy yang terdengar oleh sahabatnya itu.
“Whatt!."teriak Ilham.
“Apa²an nih,,ini benar²darurat cinta."ledek Ary.
“Ada yang mulai bucin nih."respon Ilham.
“Bucin apanya??gini ya aku kasih tau sama kau,, aku cuman curiga aja dia dimana kan kalau dia kenapa napa juga yang sudah aku."ketus Aldy.
“Bilang aja kau khawatir sama keadaan dia kan??."Ary menatap Aldy dengan serius.
__ADS_1
”Iyalah khawatir kerna kalau dia kenapa napa juga kan yang susah aku dan kalian juga,,kerna aku pasti minta tolong bantuan dari kalian kan."jelas Aldy.
“Kalau kartu ATM aku uda di pulangin baru aku ga minta tolong kalian lagi dalam masalah kecil."jelas Aldy.
Kedua sahabat Aldy hanya menatap Aldy dan membisu sambil menahan tawanya.
“Astaga Dyy...Dy..ga usah di masukin ke dalam hati juga kali ah."Ary pun mulai tertawa.
“Apasih,,kan aku cuman menjelaskan apa yang kalian mau doang selepas itu mah seterah kalian."Aldy menatap ke layar ponsel nya.
“Kenapa ga kau hubungi aja Angel nya,,nanya gitu hari ini lancar?? menyenangkan tidak."jelas Ilham sambil menepuk pundak Aldy.
“Iya juga,,bentar ya aku chat atau telpon dia dulu."seru Aldy membuka ponselnya.
Dan saat membuka ponselnya dia mencari nama Angel di kontak dia bahkan ga ada di 600 kontak itu tidak ada sama sekali nomor Angel.
Aldy yang tersenyum pun langsung memasang muka datar dan mematikan ponselnya sambil menyender dan berkata.
“Aku belum mau pulang kesana sekarang."keluh Aldy.
Sahabatnya itu pun langsung paham kalau Aldy lagi kangen sama Angel atau peduli terhadap Angel.
“Dan sepertinya kau itu gimana sih kalau sayang ya pertahanan kan dong dan di jaga baik²sebelum orang lain yang menjaganya." Ilham tersenyum ke arah Aldy.
“Sudahlah berhenti berbicara aku mau kalian hibur gitu entah kita kemana."Aldy langsung memejamkan matanya.
Sementara hari Aldy tampa Angel memang membosankan tapi untuk dia mempunyai sahabat yang setia dan mau menemani Aldy bahkan disaat Aldy berada di titik terbawah,, hal ini membuat pikiran Aldy binggung dan bertanya tanya dalam hati dia bahwa sebenarnya apa yang telah terjadi pada dirinya itu.
“Sebenarnya aku ini kenapa sih??apa aku cinta sama Angel."kata Aldy dalam hati.
“Atau ini cuman rasa khawatir doang di karenakan seorang pambantu hidup aku sedang pergi kan??hah jelas hanya itu ga mungkin aku cinta sama Angel."senyum Aldy sendiri dan dia berbicara dalam hati.
“Benar sekali pasti aku ga jatuh cinta benar,,dan memang selalu benar."Aldy pun tiba²tertawa keras sendiri.
Aldy yang tertawa itu menyebabkan para sahabat keheranan.
“Nih anak kenapa coba."bisik Ilham.
__ADS_1
“Uda biarkan aja."Ary tersenyum.
“Yauda Dyy gini aja aku ada ide."ucap Ilham.
“Apaan nih ide kau itu?."tanya Ary.
“Gimana kalau kita mata²in aktifitas Angel bersama teman²nya itu."senyum licik Ilham.
“itu juga kan berperan supaya kita ga bosan juga."Ilham menjelaskan kepada teman²nya itu.
Aldy dan Ary sebentar merenungkan apa yang di jelaskan Ilham dan tak lama kemudia mereka setujuh akan hal yang Ilham rencanakan itu.
“Baiklah kerna kalian semua setujuh selanjutnya kita harus cari tau Angel dan teman nya itu makan²di mana?di restoran cafe atau sebagainya."seru Ilham.
“Kalau aku ga salah ingat dia bilang dia mau makan di cafe pastinya kan."tegas Aldy.
“Kalau gitu kita ke cafe,, tapi cafe mana tempat dia berada."renung Ilham.
“Dyy...kau tau ga nama cafe yang Angel mau kesana itu."sambut Ary bertanya ke Aldy.
“Kalau ga salah dia sih ga sebut nama cafe nya itu."ujar Aldy yang mulai gelisah.
“Aduh kalau gitu kita ke cafe yang tempat rakyat jelata kuy gaskan."ucap Ary.
“Tunggu dulu yang miskin cuman Angel doang,, Tina dan Anggun termasuk pengusaha yang sukses biarpun misnis mereka tak sebesar perusahaan kita."jelas Ilham.
“Terus??."Ary masih belum paham.
“Jadi ya menurut aku,, mereka ga mungkin ke cafe rakyat jelata tapi pastinya mereka pergi ke cafe yang..."omongan Ilham terpotong oleh Ary.
“Cafe yang mewah pasti,, kalau gitu cafe nya mah cari cafe yang mewah lumayan mudah sekali dan ga jadi masalah."ucap Ary.
“Bukan dari cafe mewah tapi cafe yang lumayan mewah,, mereka ga mungkin ke restoran mewah kerna mereka pakai baju sekolah dan cafe yang mewah itu melarang seragam sekolah."jelas Ilham.
“Wah...wah...wah.."kagum Aldy.
“Kau memang bijak sekarang kita akan pergi ke cafe yang seperti itu."Seru Aldy.
__ADS_1
“Oke gays aku buka google map dulu mau lihat lokasi cafe yang di maksud dimana aja."kata Aldy sambil membuka ponselnya.
“Kalau gitu kita ke cafe yang aku tau aja ya."kata Ary kepada temanny