Playboy Dan Siculun

Playboy Dan Siculun
Episode 22


__ADS_3

Mereka pun pulang menuju rumah masing².


Saat ini Angel pulang bersama Aldy dan teman²Aldy.


“Nih anak Napa ga melirik ke arah aku,, dan terus menerus membuang mukanya sih."Aldy berbicara dalam hati.


“Salah aku apa coba sampai anak ini membuang mukanya terus menerus,, perasaan dia ga kek gini sebelum nya." Berbicara dalam hati.


“Oyy gembel."teriak Aldy dan menatap sinis Angel.


“Kenapa?."menatap sinis ke arah Aldy dan seperti tidak niat memandang Aldy.


“Ga apa."ucap Aldy sambil membuang mukanya ke tempat lain.


Angel pun hanya diam dan memandang ke tempat lain tampa melirik Aldy sekalipun.


Ary pun mencoba meledek mereka berdua lagi kerna sangat asyik menggangu Aldy dan Angel.


“Hayooo..."ucap Ary sambil menatap Aldy dan Angel.


“Apaa?!."Tegas Aldy sambil menatap sinis Ary.


“Kalian kok diam²aja ga ada ngapain ²gitu."ledek Ary yang sedikit tersenyum licik.


“Mau mu ngelakuin apa coba."nada datar Aldy.


“Ya kalian pegangan tangan atau semacamnya gitu kan kalian juga sepasang kekasih tapi tidak terlihat sepasang kekasih."ucap Ary sambil tersenyum ngejek.


“Muka mu itu loh."ketawa Aldy kerna melihat ekspresi Ary.


“Kenapa lagi dengan muka aku yang ganteng ini."ucap Ary yang heran kenapa Aldy tertawa.


“Muka mu itu muka²orang ngejek yaa."Aldy pun tertawa kencang.


“Hooh."nada sebal.


“Ngapalihin pembicaraan nih ya ceritanya bang."senyum ngejek Ary.


“Ga lah anda saja yang merasa."singkat Aldy yang mulai fokus ke topik pembicaraan.


“Kalau di lihat²dari status kalian ini,,ekpresi kalian,, tingkah laku kalian semuanya cocok yaa?."ucap Ary.


“Kalian terlihat sangat serasi deh."ledek Ary.


“A... apasih!."teriak Aldy.


“Ya yang aku katakan itu kan memang benar kan."tersenyum.

__ADS_1


“Ti..tidak kok kami tidak cocok sama sekali dan tak akan pernah."gugup Aldy yang menjawab pertanyaan dari Ary tersebut.


“Sudahlah tak usah gitu kau jadi terlihat ambigu atau seperti orang idiot."ucap Ary sambil membuang mukanya dan menatap ke depan.


“Apa²an kau ini suka sekali meledek temanya sendiri."ucap Aldy.


“Aku tidak mengejek kau kok,, lagian gunanya mengejek calon CEO perusahaan terbesar di negara sebelah apa coba??yang ada keluarga aku dalam bahaya."senyum Ary.


“Kok bahas ke situ sih."Aldy.


“Iya kan yang aku katakan memang fakta,, dari pada ngelakuin hal bodo lebih baik berteman dengan mu dan menjadi rekan bisnis suatu saat nanti."tersenyum sambil menatap Aldy.


“Jadi maksud mu kau berteman dengan ku hanya untuk rekan bisnis doang kah," ledek Aldy.


“Tidak lah,,lagian aku berteman sama kau itu kerna kau dan aku serasi dan semasukan atau bisa di bilang jalan pikir kita sama."ucap Ary.


“Udahlah kok keadaan jadi terasa canggung seperti ini sih kita ini berteman dan selamanya akan menjadi teman kan?."ucap Ilham sambil menatap Ary dan Aldy.


“Iya tentu saja hal itu akan terjadi."ucap Ary.


“Hal apa?."tanya Aldy.


“Hal dimana seorang teman pun dapat menjadi lawan pada akhirnya,, jadi aku minta kepada kalian bahwa jika suatu saat kita bertengkar jangan lah pernah melukan satu sama lain dan meninggalkan teman lama demi teman baru oke."senyum Ary.


“Meskipun teman baru itu menarik dan lebih baik dari kau,, percayalah aku pasti akan tetap memilih mu."ucap Aldy.


“Ternyata mereka ada sisi seperti ini juga ya??sangat jarak melihat peristiwa seperti ini,, sepertinya aku lebih dekat dengan mereka bahkan secara tidak langsung mereka mengizinkan aku tau tentang mereka Tampa mereka sadari."kata Angel yang menatap mereka.


“Kenapa menatap kami."kata Ilham.


“Berhenti menatap oke kami ini manusia bukan bahan tontonan atau hiburan."Ary mulai memasang ekspresi sebal.


“Bukan itu,, aku menatap kalian kerna heran siapa yang mengendarai mobil ini kerna kalian hampir mau 5 menit berbicara tanpa sadar kita sedang di dalam mobil."senyum Angel.


Ilham langsung fokus menyetir mobilnya dan hampir saja mereka tidak tertabrak dan untung nya jalan raya nya sepi.


“Syukurlah kalau seperti ini kita masih bisa hidup."ketawa Ary.


“Mangkanya ham lain kali jangan cepat teralihkan hampir aja kita kena maut."tertawa Aldy.


“Astaga ternyata mereka ini tidak terlalu buruk ya dan ternyata lebih banyak sisi baiknya dari pada sisi buruknya bisa di bilang bisa berpacaran dengan Aldy ini sebuah anugrah bahkan hal mustahil bagi manusia seperti aku ini."senyum Angel sambil berkata dalam hati.


“Dia tersenyum,, huh akhirnya dia bisa tersenyum juga padahal selama dia bersama aku tadi dia sama sekali tidak tersenyum."kata Aldy dalam hati.


“Dan syukur lah sekarang dia sudah tersenyum."Aldy menghela nafas.


“Kenapa Dy??apa yang sedang kau pikirkan."ucap Ilham.

__ADS_1


“Tidak ada hanya hal biasa saja kok."senyum Aldy.


Mereka pun akhirnya sampai di kos²an Angel tetapi saat sampai di kos²an Angel mereka melihat ternyata ada Tiara dan teman²nya yang sedang menunggu mereka.


Saat Aldy turun dari mobil,, Aldy pun langsung menghampiri Tiara.


Saat Aldy menghampiri Tiara.


Tiara langsung memeluk Aldy dengan erat sambil berkata.


“Seharian ini kemana aja tau ga sih aku kangen."kata Tiara sambil memeluk Aldy dan itu dilihat oleh Angel.


“Haiss ternyata kalian,, ngapain malam²gini ke rumah orang."ucap Ilham dengan santai nya.


“Namanya kangen ya mau gimana lagi,, nungguin kalian balas chat lama ya lebih baik ke rumah kalian satu²."ucap Ledy dan menatap sinis Angel.


“What kau ke rumah ku juga ya??jangan bilang iya."Ilham pun mulai panik.


“Iya kami ke tempat kau lah satu²tempat kalian kami datangi dan kata orang tua kalian mereka ga tau kalian di mana kecuali orang tuanya Aldy yang berkata kalau Aldy di rumah Angel."Jelas Rina.


“Terus."kata Ary sambil merangkul Ledy.


“Terus ya kami langsung cari tau tentang Angel dan ternyata benar saja ini rumah Angel."jelas Rani.


“Eh bukan rumah Angel loh tapi kos²an aku aja sampe ga nyangka ternyata Angel ini ga punya apa²bahkan dia juga ga punya rumah."ketawa Tiara dengan maksud menghina.


“Mau menghina??silahkan lagian kalian kan hanya bisa berkomentar dan menikmati harta orang tua kalian kan?bukan harta kalian jadi bisa di bilang derajat kalian dan aku sama."senyum sinis Angel.


Plakk...


Terdengar bunyi tamparan yang sangat keras dan itu adalah tamparan dari Tiara yang dia berikan kepada Angel.


Tampa basah basih lagi Angel pun langsung membalas tamparan Tiara itu dan dia pun berkata.


“Kalau masih pakai harta orang tua itu ga usah sok keras kau!."Ketus Angel yang memang Uda geram dari tadi.


Plakk...


“Uda berani ya nampar pipi gua."senyum Tiara dengan sinis.


“Emangnya salah ya kalian selalu merendahkan orang miskin,,iya aku tau aku miskin emangnya salah ya kalau aku terlahir bukan dari orang kaya."ketus Angel.


“Oalah ternyata alasan kau nembak Aldy cuman untuk menaikkan derajat kau ya??supaya kau punya banyak kawan dan supaya orang lain menghargai kau."ucap Tiara sambil menarik rambut Angel.


Angel pun mulai kesakita dan terlihat jelas kalau dia sudah menangis.


“Kau pikir aku akan melakukan hal seperti itu??maaf tapi itu bukan cara biarpun akan lama supaya derajat ku naik tapi setidaknya aku akan naik dengan cara elegan dan tidak mengunakan cara kotor seperti ini ya asal kau tau."ucap Angel menagis menahan rasa sakit yang dia rasakan.

__ADS_1


“Tapi percuman saja menjelaskan panjang lebar kepada orang seperti kau ini tidak akan paham apa artinya berjuang untuk mendapatkan sesuatu!kau hanya tau meminta kepada orang tua mu saja."


__ADS_2