
Sedangkan Revan dan Angel.
“Sudah selesai memakan nya? kalau masih kurang makan aja lagi," ujar Revan sambil tertawa ria.
“Apasih, emang perut ku perut karet apa bisa nampung banyak makanan, lagian aku mau diet supaya bentuk tubuh ku lebih indah," kata Angel dengan tegas.
“Tidak usah diet, aku suka kau yang sedikit gendut seperti ini."senyum Revan sambil menatap manis ke arah Angel.
“Apasih, cowok itu suka cewek yang sexi dan kurus yang memiliki lekuk tubuh yang indah dan bagus, kalau gendut seperti aku ini mah kek badut namanya," ujara Angel sambil tertawa.
“Ya intinya ga usah kurus, kerna aku benci wanita yang memikirkan penampilan nya," ujar Revan sambil tersenyum.
“Yaudah baiklah nanti aku banyak makan, tapi bukan sekarang kerna aku sudah kenyang mungkin nanti malam aja baru makan lagi," senyum Angel.
“Baiklah, kalau gitu aku bayar dulu makanannya dan pergi lah ke meja Anggun dan Ryo," ujar Revan sambil berdiri dan menuju ke kasir untuk membayar makanannya.
Angel pun berjalan menuju ke arah Ryo dan Anggun.
“Kalian juga sudah selesai kan?kalau gitu ayok kembali ke mobil," seru Angel yang datang di saat Anggun dan Ryo yang sama-sama sedang canggung dan sebal.
Mereka berdua itu pun hanya diam dan terus menatap meja Tina yang sedang asyik berbincang bincang itu.
Mereka pun duduk berpasang pasangan, Angga dengan Tina, Anggun dengan Ryo sedangkan Angel dengan Aldy.
Saat ini Angel sedang duduk bersama Aldy.
“Eh ga apa-apa nih ya kalau senior yang traktir?" tanya Angel yang sedikit canggung kerna terlalu banyak menyusahkan Revan.
“Tidak masalah kok, kalau hal itu membuat mu senang maka aku juga akan senang akan hal ini." Revan tersenyum sambil mengelus kelala Angel.
“Terimakasih, suatu saat aku pasti membalas kebaikan senior," ujar Angel sambil tersenyum.
“Sudahlah tidak apa²."mengelus rambut Angel.
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan dan mereka 3 pasangan itu menjadi bahan pandangan orang yang sedang berada disana.
Tapi mata lebih menuju kepada Revan dan Angel dari pada, Anggun Ryo, Tina dan Angga.
Saat sedang makan bersama Revan, Angel menyadari kalau mereka sedang di perhatikan oleh beberapa gadis disana.
“Lihatlah ... beruntung sekali kan wanita itu bisa duduk bersama pria tampan disana, seperti model saja," kata wanita 1 sambi menujuk Revan.
Revan yang mendengar orang-orang itu hanya diam dan tidak memperdulikan hal itu.
“Kenapa tidak makan? mau aku suapin?" tanya Revan sambil melirik ke arah Angel.
“Ah tidak kok."senyum Angel.
Keadaan mereka berdua pun jadi sangat canggung.
Sedangkan di tempat Anggun dan Ryo mereka hanya diam menikmati makanan dan Anggun yang benci keadaan seperti itupun langsung membuka percakapan terlebih dahulu.
Tapi saat Angel baru menatap ke Ryo dia melihat tatapan mata Ryo yang menuju ke arah Tina,, dan Anggun pun berbalik ke arah Tina dan melihat Angga dan Tina yang sedang asyik berbincang bincang itu.
“Ryo, kau sedang melihat apa?" tanya Anggun sambil menatap tajam Ryo.
“Bisa di bilang sih, aku menikmati ke indahan restoran ini," sambil melirik Tina.
“Bukannya begitu indah tapi cuman bisa di lihat bukan di miliki," ujar Ryo dengen memelankan suaranya.
“Bukanya kau sudah sering ke restoran seperti ini?bahkan lebih mewah dan indah dari ini?" tanya Anggun.
“Lagian memiliki restoran seperti ini kan sangat gampang bagi keluarga kalian membeli nya."senyum Anggun sambil menatap sinis Ryo.
“Eh mungkin pendapat kita berbeda deh, menurutku restoran ini indah kerna ada kalian semua," sambil tersenyum ke arah Anggun.
“Bohong!" ujar Anggun dalam hati sambil menutup matanya.
__ADS_1
“Dan menghabiskan waktu bersama kalian juga luar biasa," seru Ryo.
“Berbohong lagi," kata Anggun dalam hati sambil membuka matanya.
“Memang benar tapi bersama satu wanita yang di cintai dan bisa bersama berasama teman di waktu yang bersamaan memang begitu indah kan," senyum Anggun.
“Iya, seperti saat aku bersama mu," senyum Ryo.
“Sudah cukup dramanya," Anggun menghela nafas panjang.
“Kenapa beberapa hari ini kau begitu cuek?dan sulit di hubungi?bahkan kau lebih sering menghubungi Tina dari pada aku?," ucap Anggun sambil tersenyum.
“Apasih sudahlah jangan membahas hal seperti ini!" Ketus Ryo dan Anggun hanya diam saja.
Sedangkan Revan dan Angel.
“Sudah selesai memakan nya? kalau masih kurang makan aja lagi," ujar Revan.
“Apasih, emang perut ku perut karet apa bisa nampung banyak makanan, lagian aku mau diet supaya bentuk tubuh ku lebih indah," kata Angel.
“Tidak usah diet, aku suka kau yang sedikit gendut seperti ini."senyum Revan sambil menatap manis ke arah Angel.
“Apasih, cowok itu suka cewek yang sexi dan kurus yang memiliki lekuk tubuh yang indah dan bagus, kalau gendut seperti aku ini mah kek badut namanya," ujara Angel.
“Ya intinya ga usah kurus, kerna aku benci wanita yang memikirkan penampilan nya," ujar Revan.
“Yaudah baiklah nanti aku banyak makan, tapi bukan sekarang kerna aku sudah kenyang mungkin nanti malam aja baru makan lagi," senyum Angel.
“Baiklah, kalau gitu aku bayar dulu makanannya dan pergi lah ke meja Anggun dan Ryo," ujar Revan sambil berdiri dan menuju ke kasir untuk membayar makanannya.
Angel pun berjalan menuju ke arah Ryo dan Anggun.
“Kalian juga sudah selesai kan?kalau gitu ayok kembali ke mobil," seru Angel yang datang di saat Anggun dan Ryo yang sama-sama sedang canggung dan sebal.
__ADS_1
Mereka berdua itu pun hanya diam dan terus menatap meja Tina yang sedang asyik berbincang bincang itu.