Playboy Dan Siculun

Playboy Dan Siculun
Episode 30


__ADS_3

“Kenapa?" tanya Angel yang keheranan dengan Anggun dan Ryo tersebut.


“Oh kalian sedang asyik melihat mereka berdua kan, mereka terlihat cocok ya kan, aku juga berpikir seperti itu," seru Angel sambil menatap ke arah Tina dan Angga.


“Iya kan mereka cocok," jawab Anggun sambil tersenyum sinis dan menatap Ryo.


Ryo pun hanya tersenyum mendengar perkataan mereka.


“Revan, sedang membayar kan? kenapa kita ga ke dalam mobil duluan," ucap Ryo sambil berjalan menuju meja Tina.


“Kalian sudah selesai?, kita ke mobil saja duluan, Revan sedang membayar makanan nya," ucap Ryo sambil tersenyum manis.


Saat ini mereka di dalam mobil dan Revan pun datang, Revan langsung duduk di samping Angel.


“Maaf menunggu lama, tadi ada beberapa gadis yang minta nomor handphoneku," seru Revan sambil menatap Angel.


“Santai saja, sekarang langsung ke karaokean bareng yokk," ucap Angga dengan penuh semangat.


Mereka pun berjalan menuju tempat karaoke tersebut.


Saat sampai disana.


“Kita karaoke gini aku ga Pande nyanyi loh," ucap Revan sambil berbaring di kasur yang memang mereka memesan satu kamar yang disana ada sofa, kasur, dan Tv yang besar dan banyak lagi.


Mereka pun bersenang-senang bersama, di ruangan tersebut banyak canda tawa dan senyum yang terukir di wajah mereka.


Pukul menunjukan jam 08:00 mereka pun memutuskan untuk pulang.


***********


Saat ini Angel sudah berada di vila Revan, dan sedang di dalam kamar.


Tok ... tok ... tok ...


Terdengar suara orang mengetok pintu kamar Angel dan Angel tau kalau itu Revan dia pun menyuruh Revan masuk.

__ADS_1


Revan pun masuk ke dalam kamar Angel.


“Besok ke sekolah kan?, Kalau kita menghindari masalah maka akan sulit masalah ini di selesaikan jadi kita hadapi saja," ucap Revan sambil duduk di atas kasur.


Angel pun hanya diam sambil tersenyum dan menatap ke arah Revan.


Pandangan Revan pun tak beraturan, dia malah fokus menatap bibir Angel.


“Astaga, aku ini mikir apaan sih, ga boleh mesum begini nanti Angel malah tidak nyaman di dekat ku," ucap Revan dalam hati.


“Tenang saja, aku berada di pihakmu," ucap Revan sambil berdiri.


“Maaf mengganggu waktumu, padahal sudah malam begini, dan anehnya aku malah datang ke kamar kau yang merupakan wanita," ucap Revan sambil menunduk.


“Kalau begitu sampai jumpa besok," senyum Revan sambil menutup pintu kamar Angel dan dia keluar dari kamar.


Angel pun hanya tersenyum dan dia langsung mengunci pintu kamarnya, kerna bagaimana pun mereka tinggal berdua dan sekitar vila ini hanya ada kebun bunga yang luas, lagian Revan adalah pria dan tentu saja itu berbahaya bagi Angel.


Pagi hari nya.


“Masih pagi sekali, lagi memasak sarapan ya? Kali ini masak apa?" tanya Revan sambil mendekat ke arah Angel.


“Oh, kerna bahan makanan di kulkas kan sudah habis dan tinggal telor sana sosis, jadi ya goreng telur sosis ajalah," kata Angel sambil tersenyum.


“Sosis telur lah, bukan telur sosis," ucap Revan sambil duduk di meja makan.


“Sudahlah mau apapun itu intinya makan aja," seru Angel.


“Aku ga mau apapun kok, aku cuman mau kau tetap di sisiku untuk saat ini dan selamanya," senyum Revan.


“Berhenti bercanda, nih makan sekalian ini ada bekal nya, jadi nanti ga usah ke kantin aja," seru Angel.


“Siap ... Ibu negara," kata Revan.


“Apasih kau ini," Angel tertawa kecil sambil menarok sarapan di atas meja.

__ADS_1


“Oh iya ... dulu Aldy juga apa di perlakukan seperti ini?" tanya Revan sambil memakan sarapannya.


“Tidak sih, dia lebih suka makan makanan yang di luar dari pada di rumah, jadi ya paling kami makan bersama cuman untuk makan malam doang," seru Angel sambil memakan sarapannya.


“Sudahlah lanjut makan nya, nanti terlambat ke sekolah kita," seru Angel.


***********


Saat ini mereka sudah berada di parkiran mobil sekolah, Angel pun turun dari mobil Revan dan semua siswa mulai menatap kesana dan bergosip.


“Lihat noh, uda hilang kabar 2 hari terus dengan PD nya dia datang ke sekolah bersama Revan," bisik siswa.


“Namanya penggoda, menggoda dengan cara murahan ya seperti itu," seru Tiara sambil menggandeng tangan Aldy.


Tiara pun berjalan mendekat ke arah Angel.


“Hai ... gimana perasaanmu? sudah senang kah? pastinya sudahlah yakan, habisnya kan uda bisa mukul kepala aku pakai batu sampai berdarah!" Ketus Tiara sambil menatap sinis Angel.


“Dengar ya ini masih pemula jadi jangan senang dulu, permainan belum dimulai ya jal*ang," senyum sinis Tiara yang berbisik ke Angel dan berjalan menjauh.


Angel pun diam membatu melihat Aldy membuang muka dari dia.


“Aldy!" ketus Angel sambil menarik tangan Aldy.


“Lepas sin ga?" ucap Aldy dan memasang tatapan sinis.


“Aku mau bicara!" ketus Angel sambil menatap tajam Aldy di depan para siswa dan siswi sekolah itu.


“Bicara apa lagi sih? Semuanya melelahkan, lagian ga ada yang perlu di bicarakan," ucap Aldy dengan nada datar dan menatap Angel.


“Kalau gitu bye ya, aku ke kelas," Aldy langsung membalikkan badannya dan berlari ke tempat Tiara.


Angel mau mengejar Aldy tetapi dia di tahan oleh Revan.


“Jangan di kejar,"kata Revan

__ADS_1


__ADS_2