
#PlayboyDanSiCulun
#Part62
“Sekarang hayuk berangkat ke cafe yang Ilham tau itu yakan siapa tau ada mereka."senyum Ary sambil mengendarai mobilnya dan mengikuti jalan yang di tunjuk Ilham.
Saat sampai di tempat cafe yang Ilham maksud,, mereka pun segera masuk ke dalam cafe itu dan melihat tidak menemukan dimana mereka berada.
“Ternyata mereka tidak ada disini ya."keluh Ilham.
“Kalau gitu tujuan kita kemana lagi gays harus semangat."senyum Ary.
“Gays aku uda jumpa beberapa cafe nya dan hayuk meluncur kesana."semangat Aldy.
“Hayukkk."respon sahabatnya itu.
Saat sampai di tempat cafe tersebut tiba².
“Gays aku laper sekali hayuk kita sekalian makan di cafe ini."senyum Ilham.
“baiklah aku juga laper."seru Aldy.
Saat mereka membuka pintu cafe itu dan benar saja mereka menemukan Angel dan temannya lagi asyik makan bersama.
“Itu dia mereka??yauda langsung kesana aja sekalian negur mereka langsung."Ilham menunjuk ke arah meja yang ada Angel dan temannya itu.
Mereka pun menghampiri Angel dan tentu saja Angel dan temannya yang sedang makan dan berbicara santai itu terkejut dengan kedatangan mereka disini.
“Uhuk...uhukkk..."Tina langsung batuk kerna terkejut pundaknya di pegang Ilham.
“Astaga ngapain kalian kesini bikin kaget aja tau ga sih."ketus Anggun marah².
“Ga usah marah²gitu dong mbakk kami kesini kan kerna kangen sama mu."senyum Ilham kepada Anggun.
“Kangen apanya kalian datang kesini mengganggu kegembiraan kami tau ga sih."ketus Anggun.
“Iya lagian ngapain kalian kesini??kalian kan orang penting dan orang penting sebaiknya tidak mencari kami yang hanya menggangu pandangan kalian itu."ucap Tina dengan pedas dan menatap sinis ke arah Aldy.
“Apa²an ini kenapa coba kau berbuat sesuatu seperti itu kami datang kesini juga mau makan bersama kalian supaya kita lebih akrab kan Aldy juga pacaran dengan Angel emang salah ya seorang pacar ingin menemani ceweknya makan." ujar Ary sambil tersenyum.
__ADS_1
Anggun menatap sinis Aldy dan dia memukul meja tempat dia duduk.
#PlayboyDanSiCulun
#Part63
“Tau ga sih kalian kalau mau tetap disini duduk diam manis dan kalau kami membuat kalian bosan kalian silahkan pergi dan jangan berkomentar apapun paham."ujar Anggun yang terlihat sedikit terbawa emosi.
“Kalau gitu kita duduk nya dekat²tan kuy."kata Ilham sambil menggenggam tangan Anggun dan membawa Anggun duduk di tempat yang pisah dengan yang lainnya.
“Apa²an ini bukan kencan Loh."teriak Tina.
“Suit ini cafe jadi kita ber4 duduk disini aja dan biarkan mereka berduaan saja,, Anggun lago sendiri kan?lagian Ilham juga lagi singlenya jadi siapa tau habis ini mereka pacaran."ucap Ary sambil duduk di samping Tina dan di depan Angel.
Sementara itu Aldy duduk di samping Angel dan di depan Aldy Tina.
“Yauda kami sekarang boleh pesan makanan kan?."nada cuek Aldy sambil sedikit melirik Angel.
“Seterah."ucap Angel singkat dan sama sekali tidak melirik Aldy.
Aldy menatap Angel keheranan dan dia pun langsung manggil pelayan dan memesan beberapa makanan serta minuman.
Selama mereka duduk ber4 Aldy terus melirik ke arah Angel yang terlihat Angel sedikit gemetaran.
Tampa sadar Aldy menggenggam tangan Angel dan Aldy pun membuang muka nya tetapi Aldy masih menggenggam tangan Angel.
Terlihat pertama memang sedikit sepi dan sunyi meskipun mereka ber4berada di tempat yang lumayan ramai.
Dan lain hal nya dengan Ilham dan Anggun sedikit mulai akrab dan mereka pun saling semasukan dalam beberapa hal atau lebih tepatnya jalan mikir mereka sama.
Ilham dan Anggun pun terlihat sangat asyik membicarakan banyak hal sedangkan Tina Angel Aldy dan Ary hanya diam membisu dan memakan makanannya.
“Bosan kan."ucap Ary memecahkan kesunyian,, Ary melihat kalau Aldy dan Angel berpegang tangan pun tiba²tertawa dan meledek mereka berdua.
“Astaga apa²an ini Aldy."ledek Ary dengan nada sedikit menaik.
Aldy pun mulai salting dan terlihat jelas sekali.
Aldy yang salting dan pipinya sedikit memerah itu membut Tina dan Ary langsung curiga tapi Ary hanya merespon nya dengan tertawa.
__ADS_1
“Aku tadi lihat Aldy mulai memanggang tangan Angel loh."kata Ary kepada Tina sambil tertawa.
“Hah serius??Aldy yang genggam tangan Angel?."Tina tidak percaya akan apa yang Ary katakan.
“Iyaloh tadi aku lihat dengan mata kepada aku sendiri,,dan setelah aku menegurnya Aldy langsung melepas genggaman nya itu loh."jawab Ary sambil menatap Aldy dan Angel.
Aldy pun mulai memerah dan membanting wajahnya ke meja sementara Angel langsung membuang mukanya dan melihat ke arah yang lain.
“Kalau di lihat dari reaksi mereka sih.memang terlihat jelas kalau mereka ber genggam tangan di sini."Tina menatap mereka berdua.
“Lagian kenapa memangnya kalau kami bergenggaman tangan lagian kami juga sepasang kekasih dan ga salah kan kekasih melakukan hal seperti itu."jawab Aldy sambil masih memerah.
“Kan aku cuman berkata tapi sepertinya Aldy ga sabaran ingin pulang apa Aldy sekarang lagi memikirkan hal mesum ya."ledek Ary.
Sementara Ary dan Tina terus meledek Aldy.
Angel hanya memikirkan sesuatu dan dia pun berkata dalam hati.
“Tadi Aldy barusan bilang kalau kami sepasang kekasih kan??berarti dia sudah secara tidak langsung mengakui hubungan aku dan dia dong atau memang kami ini jodoh kali ya."kata Angel yang mulai melebih lebih kan hal itu,, sambil berkata dalam hati.
“Sudahlah hari Uda mulai malam sebaiknya kita langsung pulang saja gimana?."tegur Aldy dan menatap Angel.
“Yauda ayoklah pulang lagian aku juga Uda langsung mau mandi juga sih."ucap Ary sambil mencium ketek dia.
“Yauda kalian pulang duluan aja aku sama Anggun lagi mau pesan taksi dulu sekalian bayar.
“Kenapa ga pulang bareng aja."ujar Ary sambil memberi tumpangan.
“Uda ga usah,,kami bisa pulang sendiri kok dari pada itu mending kalian kasih uang kalian ke kami kerna Uda nemesan banyak makanan dan minuman."senyum licik Tina.
“Oh iya aku hampir lupa akan hal seperti ini."jawab Ary sambil sedikit tertawa.
“Mangkanya buruan mana uang kalian,,dan cepatlah pulang."ujar Tina.
“Kalau gitu Angel pulang bareng kami aja,,lagian dia sama Aldy tinggal bersama."ucap Ary sambil menatap Tina.
“Yauda gpp Angel pulang sama kalian."senyum Tina ke Angel.
“oke."singkat Ary yg sudah memberikan uang untuk biaya makan mereka dan Ary langsung memanggil Ilham.
__ADS_1