
Revan mencoba menahan Angel dan menggandeng tangan Angel dengan lembut.
“Biarlah, semakin kau tau maka semaki sakit," senyum Revan.
Kemudia saat berjalan ada siswa cowok yang melecehkan Angel seperti ada yang menyentuh bokong Angel dan pria tersebut tersenyum sambil berjalan di samping Angel.
Pria tersebut kemudian berada di depan Angel dan Revan entah bagaimana pria itu seperti mau menyentuh payudara Angel.
Kemudia Revan langsung menangkis keras tangan pria tersebut.
“Apa-apaan nih?" tanya pria itu dengan nada yang sedikit menaik ke Revan.
“Apa!"ketus Revan.
“Hai bro ... santai dong, aku tau kau juga mau dia, kita saling cicip dong aku juga mau bercinta dengan wanita yang sok culun padahal aslinya j*lang yang merangkak ke kasur pria dan menggoda nya," senyum pria itu.
Semua siswa pun menatap mereka.
“Sekali lagi kau berkata seperti itu maka kau akan mati dengan lidah yang terpotong, badan mu akanku lempar dari lantai atas, dan lidahmu akanku gantung di depan gerbang sekolah." Revan mendorong pria itu dan berbisik.
“Kan memang dia itu wanita jal*ang!" Ketus pria tersebut.
“Berbagilah bro, aku juga mau lihat cara dia bergoyang apakah bagus sampai membuat kau membela dia,"senyum pria tersebut.
Angel hanya diam dan berkata.
“Ayok Revan, biarkan saja para sampah itu berbicara kalau kita layani bacotannya maka kita sama dengan dia," senyum Angel.
“Tunggu," bisik Revan kepada pria itu.
Revan pun mengantar Angel ke kelasnya.
Dan mereka berbisah, kemudia Revan mengirim SMS ke kawan dia kalau dia akan membasmi pria yang mengatakan kalau Angel itu j*lang.
Revan pun melihat pria yang tadi sedang bersama temannya, dia langsung berkata ke pria itu.
“Hai bro, ikut aku bentar," senyum Revan.
“Kenapa?" Senyum pria itu.
“Aku kasih tau gimana Angel menggoda aku," bisik Revan.
__ADS_1
“Dan hanya boleh kau saja yang tau, kerna aku ingin berbagi rahasia bersama mu," senyum pria ini.
Pria itupun langsung ikut Revan ke atap sekolah dan pria itu berkata.
“Cerita dong bagaimana pengalaman kau tidur bersama Angel itu aku tau dia hanya jal*ng murahan yang berpenampilan culun," ketawa pria itu.
Kemudian kuku Revan berubah menjadi panjang dan tangan satunya mengambil lidah pria itu Dann pria itu kaget.
Dan lidahnya langsung di potong oleh Revan mengunakan satu sayatan kuku dia.
Mata Revan yang hitam berubah jadi merah dan Revan langsung berbisik dengan gigi runcing dia.
“Bukannya aku sudah bilang untuk jaga tata bicara mu," bisik Revan.
“Kau benar-benar membuang waktuku saja, aku sudah memperingatkan kau, dan kau masih seperti ini jadi seperti sebelumnya kau akan ku dorong sekarang,"senyum Revan sambil menjilat pipi pria itu yang terdapat darah dari lidahnya yang terpotong.
Pria itu bergemetaran dan mencoba berlari dan bisa langsung ke dekat pintu dan pria itu menuruni tangga dengan mulut dia yang keluar darah, serta rasa sakit yang amat sakit.
Ketika sedang turun tiba² pria itu terkejut ternyata Revan sudah di depan dia dan pintu di atap terbuka dan Revan langsung menyeret pria itu dan mendorongnya di depan pintu itu dan dengan jarak yang lumayan jauh pria itu terpental hingga akhirnya mati jatuh dari atap dan lidahnya yang terpotong.
Siswa lain yang berada di dekat gerbang pun terkejut dan berteriak histeris sambil berlari, dan teman²Revan datang dan berkata.
Revan pun berjalan di tengah²keramaian dengan santai sambil membawa lidah pria tersebut dan entah bagaimana semua orang tidak dapat melihat keadaan Revan tersebut, bahkan saat Revan menggantung lidah pria itu di gerbang pun tidak ada yang sadar akan hal itu seakan akan semua jejak hilang, dan Revan langsung kembali ke kelas dengan di susul oleh teman-temannya itu.
Semua guru langsung panik dan memanggil ambulan bahkan saat itu semua siswa ketakutan dan di tengah² orang yang panik Tiara malah melabrak Angel.
“Hai ..." Sapa Tiara.
“Apa mau mu hah?!" ketus Anggun dengan tatapan sinis ke Angel.
Di saat itu Aldy langsung datang dan berkata.
“Tiara, bisakah kita berbicara sayang!" tanya Aldy dan melirik ke arah Angel.
“Nanti saja," ucap Tiara.
“Ayok sekarang aja ngapain ngelabrak manusia kek dia, ga berguna dan membuang buang waktu saja," seru Aldy dan menatap sinis Angel.
Angel hanya diam, sedangkan Aldy pergi bersama Tiara.
“Apa-apaan sih wanita itu, sok mau melabrak tapi kabur," Anggun.
__ADS_1
Aldy pun berbicara dengan Tiara di tempat yang sepi dan Tampa sengaja percakapan mereka di dengar Tina.
“Kau bisa ga sih, ga usah ganggu kehidupan Angel Uda biarkan aja di itu, dimana-mana jagoan itu ga menindas yang lemah!" ketus Aldy kepada Tiara.
“Hah?" Tiara kaget kerna Aldy berbicara ketus kepada dia.
“Dengar ya, kalau kau menindas yang lemah itu yang malu aku, kalau kau masih memperpanjang masalah ini nanti aku bocorin ke semua orang kejadian sebenarnya kalau kau duluan yang menindas Angel," ucap Aldy.
“What! kau ngamuk-ngamuk seperti ini cuman kerna ga terima Angel aku tindas? omg Aldy kau cinta sama Angel ya?!" tanya Tina dengan nada membentak.
Aldy pun terdiam mendengar perkataan Tiara.
“Apasih! tentu saja tidak!" Ketus Aldy.
“Terus apa?" tanya Tiara dengan senyuman sinis.
“Aku melakukan hal ini kerna kasian doang ke dia, lagian ga capek aku menindas dia terus lagian kan ga asik kalau menindas dia, kerna ga ada perlawanan sama sekali," ucap Aldy dengan santai sambil membuang pandangannya.
“Aldy, kita sudah berteman sejak kecil dan perilaku seperti ini bukan gaya kau, kau membela gadis cupu itu? dan mengancam ku dengan cara membeberkan semua kenyataan kalau aku yang bersalah?" ucap Tiara.
“Itu bukan ancaman, tapi itu yang akan terjadi jika kau terus menindas dia dengan menyebar kan berita gak masuk akal sama sekali, aku Uda muak Tiara lihat kelakuan kau yang seperti anak kecil ini," kata Aldy.
“Baik, aku tidak akan menindas dia dengan cara seperti ini lagi, kau puas," kata Tiara sambil menunduk.
“Terimakasih," ucap Aldy sambil memeluk Tiara.
“Makasih ya sayang sudah mau menurut," bisik Aldy sambil mencium Tiara.
“Iya," jawab Tiara singkat.
Percakapan mereka pun di dengar Tina dan Tina sengaja mau mendengarkan sampai habis.
Sementara Aldy memeluk Tiara, Tiara pun berkata dalam hati.
“Aldy, entah kenapa aku berpikir kau akan meninggalkan aku demi wanita itu, aku tau selama ini kau memang tidak benar-benar mencintai aku, tapi sifatmu yang sekarang terlihat jelas kalau kau sedang berada di pihak Angel tanpa kau mengakui hal itu, bahkan kau melindungi dia," kata Tiara dalam hati.
“Yasudah, kalau gitu kau duluan saja ke kelas, aku mau menghirup satu batang rokok terlebih dahulu," kata Aldy sambil mengeluarkan rokok dan mancis.
Tiara pun langsung pergi dengan hati yang gelisa sedangkan di saat itu Tina langsung datang menghampiri Aldy untuk bertanya.
“Kenapa kau melakukan hal seperti ini hah?!" ujar Tina.
__ADS_1