Playboy Dan Siculun

Playboy Dan Siculun
Episode 25


__ADS_3

“Senior, jangan seperti ini." Angel.


“Kenapa memangnya kalau kita seperti ini?." tanya Revan, sambil tersenyum kepada Angel dan tangan Revan sambil merangkul leher Angel.


“Bukan seperti itu, aku tidak suka jika posisi kita seperti ini," ucap Angel sambil menatap Revan.


“Apakah kalau aku Aldy kau akan suka jika seperti ini?" tanya Revan sambil memegang dagu Angel dan mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Angel.


Angel, pun memalingkan mukanya dan Revan langsung mengarahkan wajah Angel ke depan dia.


“Senior ... ini sudah melewati batasan kita tak peduli meski kau Aldy sekalipun tentu aku tidak aku mau di perlakukan seperti ini," ketus Angel dan menatap Revan.


“Kenapa tidak suka?banyak gadis seusia kau, yang sangat suka jika aku melakukan hal seperti ini," ujar Revan.


“Bahkan lebih dari sini juga mereka sering." Revan menatap Angel dan dia mencoba mencium Angel.


“Senior pliss ... jangan sama kan aku seperti wanita di luar sana, aku hanya ingin di perlakukan seperti ini oleh suamiku di masa depan." Angel membuang muka dan menepis tangan Revan.


“Sama aku tidak boleh kan?, kalau begitu apa sama Aldy boleh?" tanya Revan.


“Kan aku, sudah bilang sebelumnya bahwa tidak boleh," tegas Angel.


“Bohong ... kau berbohong!" teriak Revan.


Angel pun menggenggam tangan Revan dan berkata.


“Tidak, tentu saja tidak seperti itu bagiku senior dan Aldy itu sama," ucap Angel sambil menggenggam tangan Revan.


“Aku, tidak membedakan kalian kerna bagiku kalian berdua penting dan sangat berharga, jadi kalau sama senior tidak boleh maka sama Aldy juga bahkan sama yang lain juga tidak boleh," jelas Angel dan tersenyum kepada Revan.


“Benar kah?, apakah kau sungguhan?" tanya Revan.


“Sungguh." tersenyum ke Revan.


Revan pun tersenyum juga dan terlihat bahwa pipi Revan memerah Angel pun mengelus pipi Revan dan berkata.


“Saat ini hanya senior yang paham akan kondisi aku dan Aldy, jadi aku mohon jangan pernah benci kepadaku," ucap Angel sambil bersandar di depan Revan.


“Tenang saja aku, tidak akan pernah membenci mu bahkan jika semua orang di dunia ini membencimu," ucap Revan sambil mengelus kepala Angel yang bersandar di pundaknya itu.

__ADS_1


Angel hanya diam saat bersandar di pundak Revan.


“Dan percayalah kepada ku, bahwa siapa orang nya yang telah membuatmu menangis." Revan mengelus kepala Angel.


“Maka orang itu akan menderita melebihi penderitaan yang kau rasakan sekarang, bahkan jika hal itu membunuh ku maka aku akan tetap melakukan itu,"


Angel yang mendengar perkataan Revan itu tersenyum dan tampa sadar Angel pun tertidur dalam posisi yang masih seperti itu.


“Eh dia, sudah tertidur ternyata?." ketawa kecil Revan.


“Huh ... Apa yang sudah aku lakukan tadi sih?, aku bahkan membuat dia tidak nyaman," kata Revan sambil masih memeluk Angel yang tertidur di pelukannya itu.


“Aku pikir dia akan membenci ku, kerna aku sudah melakukan hal seperti itu tapi sebaliknya, dia malah takut kalau aku yang membencinya," kata Revan.


“Dasar Revan bodoh, lain kali harus bisa menahan diri dan jangan membuat dia merasa tidak nyaman lagi," Revan berbicara sendiri.


“Apa tadi dia mendengar detak jantung ku? detak jantung ini jangan sampai terdengar oleh nya, jika dia mendengar nya maka itu akan membuat dia tidak nyaman,"kata Revan.


“Aku tidak ingin melepaskan pelukan ini, aku ingin waktu berhenti disini untuk beberapa jam lagi supaya aku dan dia bisa tetap seperti ini, dimana hanya ada aku dan dia dan sebuah kebahagiaan kecil yang kami berdua buat," ucap Revan.


“Intinya aku tidak mau melepaskan pelukan ini." Revan memeluk Angel makin kuat.


“Dasar bodoh, uda tau sedang bersama laki-laki tapi masih saja tidak berjaga-jaga, mau bagaimana pun aku ini pria normal dan bisa saja melahap mu,"bisik Revan dan melepaskan pelukannya.


Revan pun kembali ke tempat duduknya dan dia menyelimuti tubuh Angel dengan selimut yang dia punya di mobil dia.


Kerna ini sudah malam Revan pun membaw Angel pulang, tapi bukan pulang ke rumahnya melainkan pulang ke vila pribadi Revan dimana tidak ada siapa-siapa di vila tersebut bahkan satu pelayan pun tidak ada.


Saat mereka sudah sampai di vila itu, Revan berniat ingin membangun kan Angel tapi niat itu di urungkan dia.


Dan dia malah tidak membangun kan Angel dan memilih mengendong Angel dan membawanya ke kamar dia.


Angel pun berhasil di bawah di dalam kamar dan dia pun berhasil di letak kan, di atas kasur tampa membangun kan dia.


Sementara Angel yang tertidur di kamar Revan dengan selimut Revan dan semua barang Revan yang ber aroma tubuh Revan.


Revan mulai tidur di kamar sebelahnya yaitu kamar yang biasanya di pakai Ryo dan Angga ketika mereka menginap di vila tersebut.


Angel dan Revan pun tertidur,, mereka berdua sama-sama berjuang untuk mendapatkan hati sang punjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


“Ga ada," ucap Angel.


“Kenapa teriak-teriak pagi-pagi seperti ini, untung tidak ada tetangga dan tak ada orang disini, coba ada pasti mereka mikir aku melakukan pelecehan ke kau," ucap Revan sambil mengelap rambutnya yang masih basah pakai handuk nya.


“Kan emang iya, semalam senior hampir mengambil ciuman pertama ku," kata Angel dan memelankan suaranya.


“Apa?, Aku tidak dengar tadi kau berbicara apa?" Ucap Revan sambil mendekat ke Angel.


“Sudahlah senior mending ke sekolah nanti terlambat,"ucap Angel sambil mendorong Revan menjauh darinya.


“Aku belum sarapan jadi harus memesan sarapan dulu," ucap Revan sambil mengelap rambut nya yang masih basah.


Angel yang melihat Revan melakukan itu kemudian dia mengambil handuk yang di tangan Revan dan dia sendiri yang mengelap rambut Revan.


Revan pun hanya diam dan tersenyum, kerna senang kalau Angel masih perhatian sama dia.


“Ah sudah bagus, rambut senior tampa di sisir pun ternyata sudah bisa rapih ya," senyum Angel sambil memainkan rambut Revan yang halus dan wangis.


“Rambut senior wangi sekali membuat ku nyaman," Angel berkata dalam hati sambil mencium rambut Revan.


“Sudahlah jangan terus memainkan nya oh iya aku pesan makanan dulu ya untuk kita sarapan." Revan langsung berdiri dan mau meninggalkan Angel.


“Oh iya, disini ga ada pelayan mangkanya kita harus cari sarapan sendiri," Revan berkata sambil sedikit tertawa kecil.


“Sudahlah ... Lebih baik aku saja yang memasak sarapan untuk kita, senior bersiap² saja." Angel pun langsung berjalan keluar kamar dan Angel sedikit kaget melihat bola yang hanya di tinggali mereka berdua ini sangat besar dan indah.


Semua isi nya barang-barang mewah,, Angel pun tercengang dan kagum sambil meneteskan air matanya.


“Astaga ... ternyata ini yang nama nya vila orang-orang kaya dan barang-barang disini sangat mewah seperti di televisi saja." Angel melihat ke sekitar dan masih kagum.


“Sudahlah tak usah berlebihan seperti itu, lagian rumahmu juga indah," ucap Revan sambil tersenyum.


“Indah apanya, kalau di bandingkan dengan vila ini jelas sangat kalah saing." Angel menatap ke Revan.


“Ya bagiku tempat dimana kau berada aku juga ingin di tempat itu ... meskipun tempat nya sangat jelek tapi jika bersama mu semua nya pasti indah," kata Revan.


“Yauda dimana dapurnya biar aku masak kan sarapan untuk kita," seru Angel.


Revan pun mengantar Angel ke dapur dan disana Revan memberi tau buat saja roti bakar.

__ADS_1


Revan duduk di meja makan sambil tersenyum.


__ADS_2