
U
pdate...
Dorr...
Bercak darah berterbangan dengan tubuh seorang wanita yang sudah tumbang ketanah. Wanita itu tewas dengan luka sayatan di tangan dan wajahnya. Penembak itu menatap benci mayat wanita telanjang itu.
"Aku tak suka miliku disentuh. "Ucap rose dengan membuang pistolnya.
Ia berjalan kearah ranjang yang sudah diisi oleh jimin. Disana jimin mengapit rokoknya dengan kedua jarinya, ia tak memakai atasan. Hanya celana saja yang masih Setia melekat di tubuhnya.
"Lihatlah oppa, dia menodai bajuku. "Ucap rose sambil cemberut.
Jimin terkekeh geli. Ia ingat saat tadi rose memasuki kamar yang ia pesan bersama ****** yang akan menjadi korbannya. Tapi, rose malah datang dengan tangan terkepal karena ****** itu menyentuh tubuh jimin. Dan berakhir rose yang membunuhnya.
"Kenapa kau datang, baby? "
Rose berjalan merangkak kearah jimin. Ia duduk dipangkuan jimin yang tengah bersandar dikepala ranjang.
"Aku bosan dirumah. Wanita ular itu berusaha meracuniku tadi. "Adu rose.
Ia hendak mengambil gelas yang berisi wiski namun ditahan oleh jimin.
"Jangan meminumnya, baby. Itu tak sehat untukmu. "Larang jimin.
"Ayolah oppa sedikit saja. "Rengek rose.
Jimin menggeleng kecil "no! "
Rose berdecak sebal membuat jimin tekekeh. Jimin menarik tubuh rose agar semakin merapat padanya. Membawa kepala rose agar bersandar didada bindang nya.
"Bagian mana saja yang ****** itu sentuh? "Tanya rose .
Jimin yang mengerti arah pembicaraan rose pun menunjukkan beberapa bagian tubuhnya.
"Dia hanya bermain didadaku, baby. "
"Dia tidak menyentuh bibirmu kan oppa."ucap rose dengan nada kesal.
"Tentu tidak sayang. Aku tak akan mengijinkan siapapun ******* bibirku kecuali dirimu. "Jimin mengelus surai rose. Mengecup pucuk kepala sang gadis.
"Ya, itu akan terus berlaku. Tidak ada siapapun yang bisa mengambil alih benda tak bertulang itu dariku. "Ucap rose. Bibirnya masih mengerucut lucu.
__ADS_1
"Kalo begitu kita pulang saja. Kita habiskan malam dikamar kita, bagaimana hmm? "
Rose hanya tersenyum miring, lalu mengangguk lucu.
Kedua sejoli itu bangkit. Rose mengambil kemeja jimin dan memasangkannya pada tubuh berotot itu. Rose tersenyum bangga saat melihat tatto bertuliskan namanya di lengan jimin.
"Apa aku perlu menato lenganku juga oppa? "
Jimin menggeleng "aku tak suka jika tubuhmu dinodai oleh tulisan laknat ini. Meski pun itu tertulis nama ku. "
Rose hanya dapat mengiyakan saja. Mereka keluar dari kamar itu. Meninggal tubuh wanita yang sudah terbujur tak bernyawa.
🌼🌼🌼
"Apa semuanya sudah disiapkan?"
"Sudah tuan. Kita hanya perlu menuju paris tempat noona lisa tinggal. "
Ya,setelah mendapat undangan pernikahan lisa dengan lelaki bernama taeyong itu. Jungkook dapat menemukan titik keberadaan lisa, yaitu paris.
"Kiat berangkat sekarang. "Ucap jungkook dingin.
Ia turun dari mobilnya. Berjalan memasuki bandara dengan pakaian serba hitamnya, para bodyguard juga dikerahkan untuk menjaga jungkook dari sisi manapun. Banyak sekali wanita yang menjerit saat melihat jungkook melewati mereka. Tak lupa banyaknya kamera yang menjepret foto dirinya.
Jet pribadi miliknya sudah lepas landas. Jungkook menatap jendela. Mengambil sebatang rokok lalu menghisapnya.
Salah satu pramugari menghampirinya.
"Ini minuman untuk anda tuan. "Ucap pramugari itu dengan nada seksual.
Pramugari bernama lengkap kim yeri itu meletakan minumannya. Dan dnegan sengaja ia melepaskan kedua kancing bajunya, hingga membuat buah dadanya sedikit menyembul.
Jungkook hanya diam tak menanggapi. Membuat pramugari itu tersenyum miring.
"Nada ingin tambahan tuan, seperti hal yang panas mungkin. "
Jungkook menatap tajam wanita yang berada disampingnya itu. Namun tatapan tajam jungkook diabaikan. Malah dengan beraninya yeri meletakan nampan dan duduk dipangkuan jungkook.
Jungkook menggeram. Bukan karena miliknya menegang tapi karena kesal wanita itu menggodanya. Ia tidka tertarik dengan wanita itu. Ia hanya tertarik kepada lisa, hanya lalisa.
"Jangan bersikap kurang ajar kim yeri. "Ucap jungkook dingin.
Yeri tak menggubris. Ia malah mengalungkan tangannya di leher jungkook. Walaupun nyalinya sempat menciut mendengar nada dingin jungkook.
__ADS_1
"Aku mencintaimu tuan. "Akunya.
Jungkook melotot. Namun setelahnya yeri dibuat terkejut saat jungkook bangkit dari duduknya membuat yeri jatuh tersungkur dilantai pesawat.
"Akhhhh... "
Jungkook berjongkok. Ia mencengkeram kuat rahang yeri. Hingga membuat sang empu meringis kesakitan.
"Simpan rasa cintamu itu kim yeri. Sampai matipun aku tak akan pernah membalas Cinta mu itu. "Jungkook menghempas rahang yeri .
Yeri menatap jungkook dengan sendu "kenapa tuan? Apa diriku kurang cantik untuk mendapatkan cintamu? "
Nyali yeri semakin menciut saat jungkook tertawa keras.
"Ya,kau kurang cantik untuk mendapatkan cintaku. Karena Cintaku hanya dimiliki satu gadis. Yaitu gadisku lalisa jeon. "
Yeri membulatkan matanya.
"Kenapa anda tega kepada saya. "Yeri menangis tersedu-sedu.
Plakkk....
"simpan air mata sialan mu itu. Atau kau akan mati. "
yeri tak menggubris ia tetap menangis kencang. Membuat jungkook semakin marah.
"JACK.. "
Salah satu bodyguard menghampiri jungkook dengan rasa takut. Jack sedikit melirik yeri.
"Bawa wanita ini kepenjara jet. Terserah kau ingin apakan dia. "
Mata jack berbinar. Dengan semangat ia menarik tangan yeri menuju bagian belakang pesawat. Pintu tertutup rapat.
Jungkook tersenyum sinis. Ia sungguh tau apa yang akan jack lakukan pada wanita ****** itu.
Jungkook mendudukkan dirinya lagi. Memijat pelipisnya. Mengambil handphone yang dimana terdapat foto-foto lisa disana.
Jungkook menguras senyum tipis.
"Aku akan mendapatkan mu lagi sayang. Tunggu aku. "Gumam
jungkook.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....