
Update....
Saat ini keadaan markas tengah
dipenuhi oleh kebisingan anak
bangtan terkecuali jimin yang memang
sudah pergi dengan amarah yang
menggebu-gebu.
"Apa kau dapat informasinya namjoon?
"Tanya seokjin.
Namun yang ia dapat
hanya gelengan dari namjoon.
Dilain sisi jungkook tengah mencoba
menghubungi lisa. la sudah
meneleponnya ratusan kali namun tak
kunjung diangkat. Sudah ribuan pesan
yang ia kirim namun tak kunjung ada
balasan.
Seokjin menatap sendu jungkook. Ia
tau bagaimana rasanya ditinggal orang
terkasih. Apalagi, orang yang ia cintai
dan sayangi akan menikah dengan
orang lain. Seokjin tau bagaimana
rasanya, karena ia sendiri pernah
mengalaminya.
Seokjin hendak keluar dari markas.
Namun terhenti saat melihat nanar
taehyung yang duduk dengan
pandangan kosong disopa. Membuat
hati seokjin kembali tersayat. Ia
melanjutkan jalannya. Menuju arah
jembatan.
Wajah seokjin mendongak keatas.
Menatap langit yang dipenuhi oleh
burung yang terbang bebas diangkasa.
"Apa ini karma karena aku telah
menyakiti mu sooyaa. "Gumamnya
lirih.
"Kenapa jungkook dan taehyung
mengalami hal yang sama denganku.
Kehilangan wanita yang kami cintai.
Aku terus berusaha mencarimu. Dan
melihat apakah anak kita sudah lahir,
bagaimana mana wajahnya, lelaki atau
perempuan. jika lelaki aku akan berdoa
agar dia tak brengsek seperti diriku.
Jika permpuan aku ingin ia memiliki
hati yang lemah lembut seperti mu."Tanpa sadar air matanya menetes.
"Aku selalu bermimpi buruk
sooyaa.mimpi itu membuat ku
terbangun dari tidur lalu setelahnya
aku menangis pedih. Bayangan
saat kau meninggalkan ku begituu
menyakitkan. "Seokjin menggelap air
matanya.
"Jika suatu saat tuhan mengijinkan
ku bertemu denganmu lagi. Entah itu
didunia atau disurga. Aku ingin tetep
bisa memliki mu. "Ucap seokjin.
Jimin berjalan dengan wajah datar
memasuki mension. Mengabaikan
bungkukan para para maid.
"Dimana rose? "Tanya jimin kepada
salah satu maid.
Maid yang ditanya pun menjadi
gelagapan.
"Ingin rasanya aku memilikimu tuan
muda. "batinnya.
"Dimana rose? "Jimin kali ini
membentak maid dihadapannya.
Maid itu menunduk takut sekaligus
sesak.
"Nona sedang berada ditaman
bunga Mawar tuan."
__ADS_1
Tanpa berucap apapun jimin segera
meninggalkan maid yang kini tengah
dirundung sakit hati ini.
"Aku ingin memilikimu tuan jimin.
Sangat ingin. "Gumam maid itu.
Jimin mengarahkan kakinya ketaman
bunga Mawar miliknya.ia tersenyum
kecil saat melihat rose tengah
mengambil satu persatu kelopak bunga
dari bunga yang berbeda.
"Sayang"
Akh...
Agaknya jimin salah karena manggil
rose dengan nada setengah berteriak
hingga membuat rose tekejut hingga
tangannya tertusuk duri bunga Mawar.
"Oh. Ya tuhan. "
Jimin dengan cepat berlari kearah rose.
Mengambil tangan rose yang tertusuk
duri bunga Mawar itu.
"Yatuhan kau berdarah. "
Jimin memasukan jari telunjuk
rose kedalam mulutnya. Berusaha
mencegah darah itu agar tak
keluar terlalu banyak. Jimin
mengeluarkannya, dapat dilihat tiga
tusukan duri itu membekas dijari
telunjuk rose.
"Maaikan aku. "Ucap jimin.
Rose tak menggubris. la menarik
tanganya. Lalu kembali memetik
kelopak bunga.
"Kamu kenapa? "Tak ada sahutan.
"Masih marah? "
Rose meletakan wadah bunga itu
ditanah bibirnya mengerucut sebal.
"Kalau sudah tau mengapa bertanya.
"Ucap rose ketus. Jimin terkekeh
belakang.
"Maafkan aku. "
Rose luluh. Buktinya saja ia
mengangguk dengan menggengamn
tangan jimin yang memeluknya.
"Sekarang ayo kedalam. Angin sore
tidak baik untuk kesehatan mu sayang.
"Sebentar oppa. Aku masih
membutuhkan beberapa kelopak lagi.
"Ucap rose.
"Sayang.."
Rose menghela nafas pelan. Ia
mengangguk membuat jimin
tersenyum. Jimin menggandeng tangan
rose untuk masuk kedalam rumah.
"Sudah makan?"
"Ah... Sudah oppa. "Jawab rose gugup.
ROse melupakan jam makan siangnya.
la terlalu asik bermain ditaman hingga
lupa waktu.
Mata jimin menajam "jangan
berbohong, jujur!"
"rose belum makan. "ucap rose jujur.
Jimin memijat pelipisnya. Membuat
rose menunduk takut.
"Maaf oppa. "Ucap rose lirih.
Tangan jimin terulur untuk membelai
rambut rose lembut. Membuat rose
kembali mendongak. Jimin tersenyum
kecil.
"Jangan diulangi lagi, ne."
"Nee oppa."
Saat sampai dimeja makan. Jimin
langsung memerintahkan maid untuk
__ADS_1
membuat makanan. Para maid pun
segera bergegas melakukan perintah
tuannya. Jimin duduk disamping rose.
"Makan yang banyak. Kamu baru
sembuh. "Rose tersenyum membuat
jimin gemas. Jimin mendekatkan
wajahnya lalu mengecup singkat bibir
merah alami milik rose.
"Oppa ada banyak orang. "Ucap rose.
Para maid segera menghidangkan
makanan yang mereka buat. Salah
satu dari mereka membawa makanan
dengan tangan yang terkepal.
"Aku ingin menjadi dirimu nona rose. "
Hingga tanpa sengaja maid itu
menjatuhkan hidangan sup miliknya
hingga sup panas ituu jatuh dan
mengenai rose.
"Akhhhhh.. Panas. "Ringis rose.
"Oh ya tuhan. "Jimin tak kalah kaget.
la langsung memeriksa kaki rose yang
setelah melepuh karena panasnya
air sup itu. Hingga pandangan jimin
terarah pada maid yang kini tengah
menunduk takut.
"SIALAN KAU. "Jimin berteriak marah.
la mendatangi maid tersebut.
Dan
PLAK..
Tangan jimin melayangkan tamparan
keras pada wajah maid itu. Membuat
maid itu tersungkur dengan ujung bibir
yang robek dan mengeluarkan darah.
"OPPA. "teriak rose. Ia menatap tak
percaya apa yang sudah jimin lakukan.
"DIAM ROSE AKU INGIN MEMBERIKAN
PELAJARAN PADA MAID INI. "Bentak
jimin penuh amarah.
Jimin hendak menghampiri maid itu.
Ingin menamparnya lagi.
Namun dengan cepat rose memeluk
jimin dari belakang. Hingga membuat
jimin sedikit melunak.
"Kita kekamar oppa. Sekarang. "Hanya
ini cara rose agar jimin tak menampar
maid itu lagi.
Jmin memejamkan matanya. Berusaha
mengusir amarah dalam dirinya.
Tatapannya melunak pada rose, Tapi
kembali tajam saat menatap maid yang
tengah menangis itu.
"Pastikan besok tak ada lagi maid sialan
ini. "Ucap jimin.
Maid itu menggeleng. la mendapat
pada jimin dengan merangkak.
"Tuan tolong jangan pecat saya. Saya
mohon tuan. "Ueap maid itu sembari
memegang kaki jimin.
Jimin hendak menjawab namun rose
lebih dulu berbicara. "Kau tetap akan
menjadi maid disinı, Mina. "
Jimin hendak protes namun rose lebin
dulu menatap jimin memohon. Jimin
berdecak, lalu ia mengangkat tubuh
rose ala bridal style.
"Bawakan makanan kekamar. "Ucap
jimin. Maid lain pun mengangguk
Sedangkan para maid yang lain tengah
membantu mina untuk berdirL. Mina
menatap sendu punggung jimin yang
kini mulai menghilang.
"Aku akan merebut hatimu tuan muda.
__ADS_1
Aku bersumpah. "
Bersambung.....