Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 8


__ADS_3

Update....


Saat ini keadaan markas tengah


dipenuhi oleh kebisingan anak


bangtan terkecuali jimin yang memang


sudah pergi dengan amarah yang


menggebu-gebu.


"Apa kau dapat informasinya namjoon?


"Tanya seokjin.


Namun yang ia dapat


hanya gelengan dari namjoon.


Dilain sisi jungkook tengah mencoba


menghubungi lisa. la sudah


meneleponnya ratusan kali namun tak


kunjung diangkat. Sudah ribuan pesan


yang ia kirim namun tak kunjung ada


balasan.


Seokjin menatap sendu jungkook. Ia


tau bagaimana rasanya ditinggal orang


terkasih. Apalagi, orang yang ia cintai


dan sayangi akan menikah dengan


orang lain. Seokjin tau bagaimana


rasanya, karena ia sendiri pernah


mengalaminya.


Seokjin hendak keluar dari markas.


Namun terhenti saat melihat nanar


taehyung yang duduk dengan


pandangan kosong disopa. Membuat


hati seokjin kembali tersayat. Ia


melanjutkan jalannya. Menuju arah


jembatan.


Wajah seokjin mendongak keatas.


Menatap langit yang dipenuhi oleh


burung yang terbang bebas diangkasa.


"Apa ini karma karena aku telah


menyakiti mu sooyaa. "Gumamnya


lirih.


"Kenapa jungkook dan taehyung


mengalami hal yang sama denganku.


Kehilangan wanita yang kami cintai.


Aku terus berusaha mencarimu. Dan


melihat apakah anak kita sudah lahir,


bagaimana mana wajahnya, lelaki atau


perempuan. jika lelaki aku akan berdoa


agar dia tak brengsek seperti diriku.


Jika permpuan aku ingin ia memiliki


hati yang lemah lembut seperti mu."Tanpa sadar air matanya menetes.


"Aku selalu bermimpi buruk


sooyaa.mimpi itu membuat ku


terbangun dari tidur lalu setelahnya


aku menangis pedih. Bayangan


saat kau meninggalkan ku begituu


menyakitkan. "Seokjin menggelap air


matanya.


"Jika suatu saat tuhan mengijinkan


ku bertemu denganmu lagi. Entah itu


didunia atau disurga. Aku ingin tetep


bisa memliki mu. "Ucap seokjin.


Jimin berjalan dengan wajah datar


memasuki mension. Mengabaikan


bungkukan para para maid.


"Dimana rose? "Tanya jimin kepada


salah satu maid.


Maid yang ditanya pun menjadi


gelagapan.


"Ingin rasanya aku memilikimu tuan


muda. "batinnya.


"Dimana rose? "Jimin kali ini


membentak maid dihadapannya.


Maid itu menunduk takut sekaligus


sesak.


"Nona sedang berada ditaman


bunga Mawar tuan."

__ADS_1


Tanpa berucap apapun jimin segera


meninggalkan maid yang kini tengah


dirundung sakit hati ini.


"Aku ingin memilikimu tuan jimin.


Sangat ingin. "Gumam maid itu.


Jimin mengarahkan kakinya ketaman


bunga Mawar miliknya.ia tersenyum


kecil saat melihat rose tengah


mengambil satu persatu kelopak bunga


dari bunga yang berbeda.


"Sayang"


Akh...


Agaknya jimin salah karena manggil


rose dengan nada setengah berteriak


hingga membuat rose tekejut hingga


tangannya tertusuk duri bunga Mawar.


"Oh. Ya tuhan. "


Jimin dengan cepat berlari kearah rose.


Mengambil tangan rose yang tertusuk


duri bunga Mawar itu.


"Yatuhan kau berdarah. "


Jimin memasukan jari telunjuk


rose kedalam mulutnya. Berusaha


mencegah darah itu agar tak


keluar terlalu banyak. Jimin


mengeluarkannya, dapat dilihat tiga


tusukan duri itu membekas dijari


telunjuk rose.


"Maaikan aku. "Ucap jimin.


Rose tak menggubris. la menarik


tanganya. Lalu kembali memetik


kelopak bunga.


"Kamu kenapa? "Tak ada sahutan.


"Masih marah? "


Rose meletakan wadah bunga itu


ditanah bibirnya mengerucut sebal.


"Kalau sudah tau mengapa bertanya.


"Ucap rose ketus. Jimin terkekeh


belakang.


"Maafkan aku. "


Rose luluh. Buktinya saja ia


mengangguk dengan menggengamn


tangan jimin yang memeluknya.


"Sekarang ayo kedalam. Angin sore


tidak baik untuk kesehatan mu sayang.


"Sebentar oppa. Aku masih


membutuhkan beberapa kelopak lagi.


"Ucap rose.


"Sayang.."


Rose menghela nafas pelan. Ia


mengangguk membuat jimin


tersenyum. Jimin menggandeng tangan


rose untuk masuk kedalam rumah.


"Sudah makan?"


"Ah... Sudah oppa. "Jawab rose gugup.


ROse melupakan jam makan siangnya.


la terlalu asik bermain ditaman hingga


lupa waktu.


Mata jimin menajam "jangan


berbohong, jujur!"


"rose belum makan. "ucap rose jujur.


Jimin memijat pelipisnya. Membuat


rose menunduk takut.


"Maaf oppa. "Ucap rose lirih.


Tangan jimin terulur untuk membelai


rambut rose lembut. Membuat rose


kembali mendongak. Jimin tersenyum


kecil.


"Jangan diulangi lagi, ne."


"Nee oppa."


Saat sampai dimeja makan. Jimin


langsung memerintahkan maid untuk

__ADS_1


membuat makanan. Para maid pun


segera bergegas melakukan perintah


tuannya. Jimin duduk disamping rose.


"Makan yang banyak. Kamu baru


sembuh. "Rose tersenyum membuat


jimin gemas. Jimin mendekatkan


wajahnya lalu mengecup singkat bibir


merah alami milik rose.


"Oppa ada banyak orang. "Ucap rose.


Para maid segera menghidangkan


makanan yang mereka buat. Salah


satu dari mereka membawa makanan


dengan tangan yang terkepal.


"Aku ingin menjadi dirimu nona rose. "


Hingga tanpa sengaja maid itu


menjatuhkan hidangan sup miliknya


hingga sup panas ituu jatuh dan


mengenai rose.


"Akhhhhh.. Panas. "Ringis rose.


"Oh ya tuhan. "Jimin tak kalah kaget.


la langsung memeriksa kaki rose yang


setelah melepuh karena panasnya


air sup itu. Hingga pandangan jimin


terarah pada maid yang kini tengah


menunduk takut.


"SIALAN KAU. "Jimin berteriak marah.


la mendatangi maid tersebut.


Dan


PLAK..


Tangan jimin melayangkan tamparan


keras pada wajah maid itu. Membuat


maid itu tersungkur dengan ujung bibir


yang robek dan mengeluarkan darah.


"OPPA. "teriak rose. Ia menatap tak


percaya apa yang sudah jimin lakukan.


"DIAM ROSE AKU INGIN MEMBERIKAN


PELAJARAN PADA MAID INI. "Bentak


jimin penuh amarah.


Jimin hendak menghampiri maid itu.


Ingin menamparnya lagi.


Namun dengan cepat rose memeluk


jimin dari belakang. Hingga membuat


jimin sedikit melunak.


"Kita kekamar oppa. Sekarang. "Hanya


ini cara rose agar jimin tak menampar


maid itu lagi.


Jmin memejamkan matanya. Berusaha


mengusir amarah dalam dirinya.


Tatapannya melunak pada rose, Tapi


kembali tajam saat menatap maid yang


tengah menangis itu.


"Pastikan besok tak ada lagi maid sialan


ini. "Ucap jimin.


Maid itu menggeleng. la mendapat


pada jimin dengan merangkak.


"Tuan tolong jangan pecat saya. Saya


mohon tuan. "Ueap maid itu sembari


memegang kaki jimin.


Jimin hendak menjawab namun rose


lebih dulu berbicara. "Kau tetap akan


menjadi maid disinı, Mina. "


Jimin hendak protes namun rose lebin


dulu menatap jimin memohon. Jimin


berdecak, lalu ia mengangkat tubuh


rose ala bridal style.


"Bawakan makanan kekamar. "Ucap


jimin. Maid lain pun mengangguk


Sedangkan para maid yang lain tengah


membantu mina untuk berdirL. Mina


menatap sendu punggung jimin yang


kini mulai menghilang.


"Aku akan merebut hatimu tuan muda.

__ADS_1


Aku bersumpah. "


Bersambung.....


__ADS_2