Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 13


__ADS_3

Update...


Kaki jungkook mendarat tepat ditanah paris. Lebih tempatnya di bandara internasional paris. Ia mengambil handphonenya, menatap wallpaper handphonenya. Ia tersenyum .


"Aku menjemputmu, baby. "


Jungkook melangkahkan kakinya keluar dari bandara. Memasuki mobil hitam miliknya yang sudah siap didepan bandara.


Mobil milik jungkook melaju dengan kencang. Tujuan mereka adalah hotel besar paris, yang mana disana terlaksananya pernikahan pujaan hatinya dengan lelaki sialan itu.


Sesampainya didepan hotel. Jungkook dapat melihat hotel itu dihiasi dengan bunga lily kesukaan pujaan hatinya.


Jungkook bergegas memasuki hotel. Membuka pintu hotel dengan kasar.


Mata jungkook memanas seketika saat melihat lisa berada diatas altar lengkap dengan gaun pengantin yang membuatnya terlihat sangat cantik. Lisa dan semua tamu menatap jungkook yang terdiam membeku di ujung pintu.


Jungkook berjalan mendekat dengan hati perih.


Ia terlambat.


Ia terlambat menghentikan segalanya. Hatinya hilang, cintanya hilang, cahaya terang lenyap diganti gelapnya malam yang suram.


Sudut bibirnya terangkat. Ia memaksakan senyum tipisnya, walau tak bisa ia pungkiri bahwa ia tak ikhlas melihat pemandangan didepannya.


Kakinya menaiki satu persatu anak tangga. Hingga ia sampai dihadapan kedua sejoli yang pastinya sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.


Lisa menatap jungkook lekat. Jungkook menundukkan kepalanya sebentar, setelahnya ia mengangkat kepalanya. Mengulurkan tangannya.


"Selamat ya untuk pernikahan kalian semoga langgeng sampe kakek-nenek. "Jungkook kembali memaksakan senyumnya.


Lisa dan taeyong saling melirik. Tanpa aba-aba taeyong menggapai tangan jungkook dengan senyum mengembang.


"Makasih udah dateng. "Ucap taeyong.


Jungkook kembali mengangguk pedih. Arah tatapan kini terarah kepada sang pujaan hati.


"Selamat ya lis. "


Lisa menatap tangan jungkook sebentar. Setelahnya ia tersenyum lalu menggapai tangan jungkook.


"Thanks udah dateng. Semoga lu nyusul ya kook. "Ucap lisa dengan senyum manis.


Jungkook kembali memamerkan senyum paksanya. Ia berbalik badan,pergi dari hotel.


Lisa nya telah dimiliki orang lain. Dan sekarang semuanya berakhir, jungkook sudah tak memiliki harapan lagi.


Dengan langkah pelan ia meninggalkan hotel. Menuju parkiran dimana mobil miliknya berada. Langkah terhenti saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang .



Jungkook berbalik. Menatap bingung lelaki yang berada dihadapannya .


"Lu mau pulang? "


"Lu siapa? "Tanya jungkook.

__ADS_1


Jungkook dapat melihat lelaki itu menatapnya kesal. Jungkook dibuat terkejut saat lelaki itu menggeplak bahunya keras.


"Lu nggak inget gw. ******* lu. "Ucap lelaki itu kesal.


Jungkook mengelus-elus bahunya yang terasa sakit "lu siapa sih, sok kenal banget. "


Bukannya menjawab lelaki itu malah menjitak kepala jungkook. "Idih setan, lu masih kaga kenal gw. Ini gw bambam nyet sahabat sma lu. "


Mata jungkook membulat lucu. Tanpa aba-aba ia langsung memeluk tubuh lelaki dihadapannya, yaitu bambam.


"Sialan lepas, nanti orang-orang ngira kita kaga lurus woy. "Bambam mendorong tubuh jungkook.


"Gw lurus ya. Kaga kaya lu bengkok, yaampun bam gw kangen banget sama lu. Kemana aja lu anjing, nggak tau diri lu. "Sewot jungkook.


Bambam terkekeh "gw lanjutin kuliah diparis. Kaget gw pas liat lu disini. Btw, lu siapanya lisa. Lu diundang dipernikahannya. "Ucap bambam dengan smirk.


Bambam kembali memamerkan senyum miring saat melihat wajah suram jungkook. Jungkook menundukkan kepalanya. Membuat bambam menepuk pelan bahu jungkook.


"Selagi masih ada harapan lu harus kejar dia. Cemen banget lu nyerah ditengah jalan. "Ledek bambam.


"Masalah dia udah nikah bam. Gw nggak punya harapan lagi, dia udah milik orang lain. "Ucap jungkook lesuh.


Bambam berdecak "lu tuh **** banget ya. "Bambam tekekeh.


Jungkook mengernyit.


"Mafia kaya lu bisa dibohongi sama jimin. Lu nggak ngerasa aneh apa pada pernikahan lisa sama taeyong yang notabenya sepupu lisa. "


Ucapan bambam sontak membuat jungkook terkejut setengah mati.


Bambam menepuk kepala jungkook setelahnya ia pergi dengan tawa. Jungkook masih mematung, jadi ia masih punya harapan?


Tanpa hitungan jungkook kembali memasuki hotel. Dia akan membawa cintanya lagi.


-----------------------


"Noona bunga ini ditaruh dimana? "


Rose berada ditaman bunga miliknya. Ditemani mina yang tengah membantu mengangkat pot-pot bunga Mawar dihadapan nya.


"Disana saja. Ahhh... Iya tolong petik satu persatu kelopak bunganya. "Titah rose.


"Memangnya untuk apa noona? "


Rose menyinggung senyum miring "aku akan membuat tatto bohongan dilengan ku. Hadiah untuk jimin oppa. "


Mina sedikit menghentikan kegiatannya. Amarah kembali muncul, ia menekan kuat pot yang sedang ia genggam.


"Maaf sebelumnya noona. Bukankah tuan melarang noona untuk melakukan hal yang aneh-aneh. "Ucap mina pelan.


Smirk kembali terbit dibibir rose "aku ingin membalas kebaikan jimin oppa. Dia membuat tatto bertuliskan namaku dilengan dan dadanya. Bukankah dia sangat romantis. "Ucap rose dengan nada yang polos.


Pegangan mina semakin mengerat. Hatinya menyiratkan segala kemarahan. Namun, ia berusaha sekuat mungkin untuk tak melampiaskan semuanya saat ini. Ada saatnya ia akan menyingkirkan wanita polos kesayangan tuan mudanya ini.


Saat rose tangah asik dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja sepasang lengan kekar melingkar di pinggang nya. Ia tentu tau siapa pemilik tangan ini.

__ADS_1


"Sedang apa? "Jimin menaruh kepalanya di bahu rose. Sesekali ia mengendus aroma bunga Mawar yang melekat pada tubuh gadisnya.


"Menyiram bunga Mawar oppa. Mereka tubuh dengan sangat cantik. "Ucap rose dengan mengelus surai jimin.


"Anii... Kau lebih cantik dari bunga-bunga itu. "Rose terkekeh.


Dari arah belakang terdapat mina yang melihat adegan kedua sejoli itu dengan sangat jelas. Mina mencengkram bunga Mawar itu. Membuat tangan terluka dan berdarah akibat tertusuk duri bunga Mawar.


Harusnya ia yang ada di posisi rose saat ini. Harusnya kata-kata cantik dari jimin itu dilontarkan kepadanya, bukan kepada wanita polos seperti rose, pikir mina.


Hal yang mina liat selanjutnya semakin membuat dirinya memanas. Bagaimana bisa jimin melakukan hal tak senonoh dihadapannya. Dengan brutal jimin ******* bibir rose dihadapannya, seakan dirinya tak dianggap disini.


Keadaan semakin memanas saat jimin membawa tubuh rose menuju rumah kaca yang dimana terdapatnya bunga-bunga yang rose tanam. Mina mengikutinya, ia sangat berharap hal yang berada dikepalanya tak terjadi.


Namun,nyatanya ia salah.hatinya malah semakin tersayat saat melihat jimin membaringkan tubuh rose diatas meja kosong yang memang tersedia disana. Membuka satu persatu kancing kemeja rose dan melahap buah dada rose.


Mina menutup telinganya saat mendengar erangan penuh nikmat dari mulut rose maupun jimin. Sakit hatinya terbuka semakin lebar. Dendam kembali membara. Ia tak mampu pergi dari sana. Kakinya sekarang mati rasa,ia ingin pergi agar rasa sakitnya tidak semakin lebar. Namun ia tak bisa.


Air mata mina jatuh saat melihat raut wajah lega jimin yang menyemburkan ****** nya kedalam perut rose. Dengan kepala rose yang mendongak saat mendapatkan pelepasannya juga.


Mina hanya dapat melihat tubuh rose. Ia tak bisa melihat tubuh jimin karena tertutup oleh rak bunga. Mina segera beranjak dari sana ketika rose ingin menoleh kearahnya.


Sedangkan disana rose memperlihatkan senyum miringnya.


"Dia melihatnya lagi oppa. Bahkan dia melihat semuanya. "Ucap rose dengan senyumannya.


"Apa itu cukup membuatnya tersiksa karena dia telah berniat meracuni mu, sayang. "


Rose menggeleng.


Jimin terkekeh "lalu apa yang harus oppamu ini lakukan agar membuat wanita itu tersiksa lebih dalam? "


"Buat dia gila karena mu oppa. "Ucap rose.


"Tidak.. Itu menjijikkan, aku tak ingin menyentuh wanita itu sayang. "Jimin merengek tak suka.


Rose tertawa "ayolah oppa buat dia semakin berharap padamu. Berikan dia perlakuan sedikit manis. Setelahnya jatuhkan dia dari harapannya. "Ucap rose sembari beraegyo .


Jimin berdecak, namun setelahnya ia malah mengangguk. Ia tentu akan menuruti semua permintaan rose. Kecuali perpisahan.


"Oke-oke... Untukmu dirimu oppa akan melakukan segalanya.kau senang sekarang. "


Rose mengangguk lucu.


"Itu baru anak itik kesayangan rose. "


Jimin mencubit hidung rose gemas.


"Sekarang pakai bajumu. Oppa ingin tidur dan memeluk mu seharian. "


"Anii... Bukankah oppa sudah berjanji akan mengajari ku cara bermain samurai. "Ucap rose.


"Nanti sayang. Oppa lelah. "


Bibir rose mengerucut lucu, tapi ia hanya mengiakan saja. Ia tentu tak ingin jimin kelelahan hanya karena dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2