
Update...
Seoul, 5 years later.
"Apa semuanya baik-baik saja? "
"Ya. Semuanya baik-baik saja, aku sudah menyiapkan semuanya dengan benar, chagiya. "
Seokjin tersenyum kearah istrinya, kim jisoo. Mereka berdua tengah menikmati momen hangat saat ini, saling melempar canda serta godaan satu sama lain. Menikmati hari tua mereka di rumah sederhana di dekat sungai.
"Apa kita akan berkunjung, lisa dan jennie pasti akan ke sana. "
Ucapan seokjin menghentikan kegiatan jisoo yang kini tengah memasuki aneka bunga kedalam vas tergambar laut.
"Tentu kita akan ke sana bersama oppa. Haruto dan lia pun akan ikut ke sana. "
Seokjin bangkit dari duduknya. Mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang. Jisoo tersenyum manis, mengelus tangan kekar yang melingkar diperut ramping nya.
"Aku tak percaya akhirnya akan seperti ini. Awalnya aku mengira aku akan berakhir pergi dengan segala rasa bersalah padamu. "
Cup!
Jisoo mencium pipi suaminya dari posisi itu.
"Aku juga, aku benar-benar ketakutan saat itu. Bagaimana melihat hampir pergi tanpa bertanggung jawab akan Cinta di hati ku. "
Seokjin terkekeh.
"Lekaslah mandi. Kita akan segera berangkat ke kediaman rose. "
Seokjin melepaskan dekapannya.
"Sebelum itu antar aku membeli buang Mawar untuk rose ya oppa. "Seokjin mengangguk singkat.
Mengangkat tubuh jisoo dan membawanya ke kamar mandi.
Mansion jimin.
Saat ini jimin tengah berusaha keras untuk membuat makanan di dapur. Beruntung nya 2 tahun yang lalu ia mengikuti les memasak demi sang princess kecil yang kini tengah terduduk dimeja makan.
"Daddy apa sudah selesai? "
Jimin terkekeh saat mendengar suara princess kecilnya. Menggunakan sarung tangan oven dan mengambil kue pie rasa apel yang ia buat.
"Kue pie sudah siap princess. "
Jimin mengangkat kue itu ke udara. Membuat princess kecilnya tertawa senang. Jimin meletakkan kue itu di atas meja makan. Ikut duduk di samping sang anak yang kini tengah memakan kue buatannya dengan lahap.
"Apa kue buatan daddy seenak itu? "
"Tentu saja dad, kue buatan daddy tetap nomer satu. "
Jimin tertawa kecil saat sang anak mengacungkan jari jempolnya .begitu menggemaskan.
"Ara aunty seulgi datang. "
Tiba-tiba dari arah pintu mansion seulgi dan chen datang dengan membawa sebuket bunga Mawar dan mainan barbie yang pasti nya untuk gadis kecil jimin.
"Oh ya tuhan seulgi noona bisakah kau tidak berteriak, ini bukan hutan. "Jimin berbicara sembari menutup telinganya.
Seulgi menaikan kedua bahunya acuh. Ia malah berlari kearah ara Putri dan jimin dan juga malaikat nya.
__ADS_1
Park ara.

"Halo ara. "
"Halo juga aunty. "
Seulgi mengambil mainan yang berada ditangan chen.memberikan mainan itu kepada ara. Ara dengan senang hati menerima mainan itu.
Chen hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya. Duduk di samping jimin yang kini tengah lahap memakan kue pie buatannya.
"Hey bodoh bagaimana jika kau ikut mami berlibur ke Jepang. "Ajak chen.
Jimin menoleh sebentar "sepertinya tidak hyung, aku dan ara akan ke new york untuk beberapa bulan. "
Seulgi yang mendengarnya mendengus kesal "hey bodoh, kau ingin meninggalkan ara sendirian di mansion mu itu. Ayolah park jimin new york terlalu berbahaya untuk ara. Aku tak ingin princess kecil ku kenapa-napa. "
"Tzuyu akan menemani ara di sana. Aku juga akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk anakku. "
Seulgi berdecak sebal. Park jimin sialan.
"Yayaya... Terserah. "
jimin dan chen terkekeh.
"Hm... Dimana yang lain, bukankah mereka sudah berjanji akan ke kediaman rose bersama. "Tanya seulgi.
"Kami sudah datang. "
Mereka semua menoleh kearah pintu. Di sana terdapat jisoo dan jin, jungkook dan lisa, taehyung dan jennie. Sedangkan suga, jhope dan namjoon tengah berada di spanyol untuk mengurus perusahaan mereka sendiri.
"Apa kita akan berangkat sekarang? "Tanya jimin.
"Sekarang saja dad, ara sudah merindukan mommy. "
Jimin tersenyum singkat. Mengangkat tubuh sang Putri.
"Baiklah ayo, kita kunjungi mommy. "
"Tunggu dad, ara akan mengambil bunga untuk mommy. "
Jimin menurunkan tubuh ara. Ara berlari kearah kebun bunga Mawar. Mengambil gunting, lalu mengambil salah satu bunga Mawar tanpa duri.
Semua orang yang melihatnya tertawa kecil. Begitu menggemaskan nya ara dimata mereka.
"Ayo dad. "
Jimin kembali mengangkat tubuh ara. Mencium pipi putrinya dengan penuh kasih sayang.
20 menit kemudian. Mereka telah sampai di kediaman rose.
Jimin berjongkok. Mengelus kepala batu nisan yang bertuliskan nama pujaan hatinya.
"Aku datang sayang. "Ucap jimin lirih.
Hari ini adalah genap 5 tahun kepergian rose. 5 tahun lalu rose kehilangan nyawanya karena ingin mempertahankan sang anak yang berada di rahimnya. Disaat terkahir rose memeluk tubuh jimin dengan erat. Memberikan semangat untuk jimin agar tetap menjalankan hidup meski pun tanpa dirinya.
Jimin masih mengingat bagaimana tubuh rose melemah dengan nafas yang sudah tak berhembus. Bagaimana rose nya pergi menemui tuhan dengan menitipkan sang malaikat kecil pada nya, park ara.
Lisa yang berada di samping jimin mengelus pundak lelaki itu. Membuat jimin mendongak dan tersenyum kecil.
__ADS_1
Ara ikut berjongkok di sampai sang ayah.
Meletakkan bunga Mawar di atas makam sang ibu.
"Mommy, ara ingin bercerita. Pagi tadi daddy kepeleset gara-gara ara berteriak ada kecoa. Ekspresi daddy begitu lucu mom. "
Jimin terkekeh diikuti oleh yang lain.
Lisa,jisoo,jennie dan seulgi meletakkan sebuket bunga Mawar itu di nisan rose.
"Hai malaikat ku. Bagaimana kabarmu, maaf karena untuk beberapa bulan ke depan aku tak bisa kesini. Aku harus ke Jepang. Ku harap kau baik-baik saja disisi tuhan. "Ucap seulgi sembari memeluk chen.
"Rose kami merindukanmu. "
Jisoo, jennie dan lisa berucap dengan kompak.
"Ayo kita pergi."ucap jungkook.
"Kalian duluan saja, tolong bawa ara juga. "Ucap jimin.
Seokjin sontak mengangkat tubuh ara untuk menjauh dari sana. Lisa kembali memegang pundak jimin.
"Keluarkan semuanya oppa. Rose pasti akan mendengarkan nya. "
Mereka semua pergi. Meninggalkan jimin yang kini tengah mengelus batu nisan rose dengan lembut.
"Hai sayang bagaimana kabarmu? Aku harap tuhan selalu membelai kepalamu dengan penuh kasih sayang. "
"Maafkan aku. "
Jimin kembali runtuh. Ia tak bisa menahannya lagi. Tapi, jimin juga harus tetap kuat untuk ara sama seperti janjinya kepada rose.
"Kau tau setiap seminggu sekali aku akan datang ke gereja bersama ara. Berdoa untuk mu. Agar kau tetep pada tempat Indah mu di sana. Aku akan menyusul mu, tapi nanti setelah tuhan benar-benar memanggil ku. "
"Aku mencintai mu rose. "
Jimin mengecup kepala batu nisan rose lama. Mengeluarkan kotak cincin dari sana. Cincin yang berhiaskan bunga Mawar putih di sana.
Jimin menaruhnya di atas setumpuk buket Mawar.
Jimin bangkit .tersenyum kearah tempat berisitirahat pujaan hatinya.
Pergi dari sana dengan rasa sedih. Tanpa tahu roh suci rose menatapnya dengan senyuman manis di angkasa.
"Aku juga mencintaimu jimin. "
END...
Akhirnya end juga. Gimana nih menurut kalian.
Berharap nya happy ending, tapi malah dikasih sad ending 😂
Livi mau berterima kasih karena kalian udah mau nemenin cerita ini dari awal thanks banget.
Makasih udah doa setelah suport kalian.
Livi bakal terus inget kalian. Bakal inget cerita ini..
Thanks 💙
I love you guys 😊💚💙💜❤
__ADS_1