
Update...
Keadaan markas benar-benar tengah sibukan dengan pencarian besar-besaran. Seluruh CCTV diberbagai wilayah kota seoul tengah diperiksa oleh banyaknya anak buah jimin.
"Ada perkembangan oppa? "
Namjoon sang pemegang kuat CCTV menggeleng. Belum ada hasil kuat dimana keberadaan sang pujaan jimin sekarang. Sudah banyak mata-mata yang dikerahkan untuk mencari rose tetapi belun juga membuahkan hasil.
Disana lisa menghela nafas lelah. Ia benar-benar berusaha mencari rose sekarang. Jika rose belum kunjung ditemukan lisa yakin jimin akan benar-benar melakukan sumpahnya.
Tidak-tidak lisa tak bisa membayangkannya. Itu terlalu mengerikan.
"Sayang.. "
Dari arah belakang jungkook memegang bahu istrinya. Lisa membalikkan bandanya. Tersenyum tipis kepada jungkook.
"Kamu sedang hamil. Jangan terlalu stress. "Ucap jungkook.
"Tak apa jung, aku baik-baik saja. "Ucap lisa sembari mengelus punggung tangan jungkook.
"Dan kira-kira dimana taehyung dan seokjin oppa. Sudah lama aku tak melihat mereka. "Ucap lisa pada jhope yang kini tengah memeriksa CCTV.
"Mereka tengah berjuang. "Ucap jhope tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer.
Lisa mengernyit "berjuang? "
"Ya berjuang mendapatkan pujaan dan anak mereka kembali. Sudah lima bulan ini mereka tak kembali ke markas. Kami memaklumi nya, karena mereka sudah lama menantikan hal itu bukan. "Jhope tersenyum kearah lisa.
Lisa membalas senyuman j-hope. Membuat jungkook yang berada disampingnya merasa kesal.
"Jangan membalas senyuman nya. Aku tak rela. "Ucap jungkook dengan menutup bibir lisa.
Jhope berdecak. Ia kembali fokus kelayar komputer nya.
Sudah 3 jam berlalu. Tak ada tanda-tanda apapun dari para anak buah yang kini sudah duduk selama 3 jam penuh itu.
Lisa sudah mulai memejamkan matanya karena mengantuk. Namun rasa kantuknya buyar saat suara melengking milik jhope terdengar.
"Aku menemukannya. "
Lisa dengan cepat bangkit dari duduknya. Ia menghampiri komuter milik jhope.
"Dia berada du rumah sakit seoul. Tidka terlalu jauh dari sini. "Ucap jhope.
Lisa memastikan dengan seksama. Dilayar komputer itu terdapat rose yang berbaring dibankar rumah sakit dengan seorang wanita dan pria yang telah mengikuti nya.
"Bukankah itu seulgi? "Ucap lisa.
Jhope mengernyit. Ia menatap layar komputer nya. Memperbesar vidio berdurasi singkat itu.
"Benar itu seulgi. Kenapa dia berada disini. "Ucap lisa dengan tangan terkepal.
"Sebenarnya ada hubungan apa antara seulgi dan juga rose. "Batin lisa.
"Ada kabar baru. "
__ADS_1
Lisa menoleh kearah suga.
"Seulgi berniat membawa rose ke new zealand. "
Mata lisa seketika membola. Apa-apaan ini.
"Namjoon oppa. Kerahkan semua mata-mata untuk menculik rose dari tangan seulgi. Jangan sampai wanita itu membawa rose pergi."ucap lisa keras.
Namjoon mengangguk mengiyakan. Sesegera mungkin ia menghubungi segala mata-mata untuk menculik rose.
"Jhope oppa.matikam seluruh transportasi seoul dan bandara internasional seoul. Termasuk penerbangan jet pribadi. "Ucap lisa.
Tanpa berucap apapun jhope kembali fokus pada layar komputer nya. Melakukan segala apa yang lisa perintahkan.
"Bagaimana denganku? "Tanya suga.
"Oppa hanya perlu tidur. "Ucap lisa sangat.
Lisa beranjak pergi dari sana dengan dada yang bergemuruh.
"Aku harap apa yang ada dipikirkanku saat ini tak benar adanya. "
---------
"Bagimana jaehyun. Apa kau sudah menyiapkan segalanya? "
Jaehyun yang tengah memegang ponsel miliknya pun menjawab "sudah, semuanya sudah ku siapkan. "
"Bagus. "Ucap seulgi.
Saat ini seulgi dan juga jaehyun tengah berada diruang rawat rose. Sedangkan chen tengah berada dikantor.
Seulgi dan jaehyun dibuat terkejut ketika segerombolan orang dengan pakaian serba hitam lengkap dengan senjata masuk kedalam ruang rawat rose.
"Shittt... "Umpat jaehyun.
"Siapa kalian. "
Seulgi menatap tajam segerombolan orang itu. Salah satu dari mereka mendekati brankar rose. Membuat seulgi maju namun terhalang saat segerombolan orang itu mengarahkan senapan kekepalanya.
Lelaki itu membopong tubuh rose. Membawanya pergi. Seulgi dan jaehyun hanya dapat terdiam saja. Karena sekali mereka maju maka peluruh panas itu akan benar-benar melubangi kepala mereka.
"Bersimpuh. "Ucap salah satu gerombolan itu.
Dengan rasa marah seulgi dan jaehyun bersimpuh. Mereka menundukkan kepalanya.
Beberapa menit setelahnya. Segerombolan itu pergi dari ruang rawat milik rose.
"Sialan.. "Umpat seulgi marah.
Tangan seulgi terkepal kuat. Darahnya mendidih.
"Kau benar-benar keterlaluan park jimin sialan. "
----------
__ADS_1
Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh taehyung maupun seokjin untuk mendekati anak mereka. Taehyung dan seokjin bahkan rela menjadi guru disekolah jungkook hanya untuk memantau anak mereka.
Suara bell masuk terdengar nyaring. Membuat sebagian para murid masuk kedalam kelas terkecuali murid yang suka bolos pastinya.
Taehyung masuki ruang kelas milik anaknya. Ia tersenyum manis kepada murid-murid.
"Selamat siang. "
"Siang pak... "Banyak sekali sorakan dari murid wanita disana.
"Baiklah sekarang kalian buka buku fisika masing-masing. Pelajari halaman 246 lalu kerjakan tugas-tugas nya. "Ucap taehyung dengan menatap taehyun yang kini diam dengan wajah datar.
"Taehyun makin hari lu makin mirip tau sama pak taehyung. Nama kalian aja mirip banget. "Ucap teman taehyun, junkyu.
"Mana ada nggak mirip kok. "Ucap taehyun cuek.
Didepan sana taehyung hanya dapat memasang senyum miris. Dadanya terasa sesak.
"Pak.. "
Taehyung menoleh. Lelaki yang tadi berbicara pada anaknya itu memanggil namanya.
"Iya, ada apa junkyu. "
Sebelum berbicara junkyu terlebih dahulu melirik taehyun. Yang kini hanya acuh dan fokus pada bukunya.
"Apa bapak memiliki anak? "
Pergerakan taehyun seketika terhenti. Ia menatap sengit teman sebangku nya ini. Lalu tatapannya mengarah pada taehyung. Taehyun sangat berharap bahwa taehyung menjawab 'tak memiliki anak', itu akan lebih baik menurutnya.
"Saya punya anak satu. "Ucap taehyung dengan senyuman mengembang.
"Wah yang benar pak, cowok apa cewek? "Lagi-lagi junkyu melirik taehyun yang seolah-olah tengah sibuk pada bukunya.
"Cowok kebetulan. "
Taehyun menggengam erat pena miliknya.
"Nam---"
"Saya ijin ketoilet."
Tanpa mendengar persetujuan dari taehyung, taehyun segera beranjak dan pergi meninggalkan kelas.
"Anak-anak bapak tinggal dulu ya, ada barang yang ketinggalan. "
Taehyung lantas pergi dari sana. Ia sungguh berbohong. Ia kini malah berada di atap sekolah yang mana pastinya diisi oleh putranya.
"Untuk apa anda ada disini. Bisakah anda menyingkirkan wajah anda dihadapan saya. "
Taehyung terdiam mendengar nada dingin anaknya itu.
"Nak... "
"Saya bukan anak anda, jadi tolong jangan bertingkah seolah-olah anda adalah ayah saya. Karena bagi saya adalah telah mati, ada telah mati kim taehyung. "
__ADS_1
Taehyung membeku. Matanya memanas. Dadanya terasa sangat sesak. Taehyun benar-benar membencinya dengan begitu dalam.
BERSAMBUNG ...