
Update....
"Bagaimana itu bisa terjadi, sialan!
"Jimin menggeram marah dalam
ruangan kerjanya. Setelah mendengar
berita yang disampaikan oleh anak
buahnya.
"Suruh semua hyung dan maknae
berkumpul, Sekarang!! "Perintah
jimin. Anak buah jimin hanya dapat
mengangguk lalu membungkuk undur
diri.
Jimin duduk dikursinya, memijat
pelipisnya. Tangannya terkepal kuat,
ia bahkan menggebrak meja kerja
miliknya.
"Sialan, jeon jungkook. Kau telah
membuat sepupuku menangis."
Jimin mengambil handphone miliknya.
Mencari nomer yang ingin ia hubungi.
Menaruh handphone itu ditelinganya.
Sesaat, suara seorang wanita terdengar
ditelinga jimin.
"Apa kau baik-baik saja, lisa-yaa. "Tanya
jimin to the point.
Jimin dapat mendengar helaan nafas
dari seberang sana. Membuat tanganya
kembali terkepal kuat.
"Aku baik-baik saja oppa.
Jimin tak percaya akan itu. Ia bisa
merasakan nada bicara lisa yang
bergetar.
"Tinggalkan jungkook. Apa perlu aku
mengirimmu untuk tinggal diparis.
"Ucap jimin.
"Aku memang akan meninggalkan nya
oppa. Aku akan ke paris. "
Setelah jimin memutuskan sambung
sepihak. Membanting handphone
mahal miliknya. Amarah menguasaimu
dirinya saat ini. Bagaimana tidak?
Sepupu yang sangat berarti bagi jimin
disakiti oleh orang yang ia kenal baik,
terlebih lagi ia adalah sahabat jimin
sendiri.
Namun agaknya, amarah jimin mereda
saat melihat tubuh ramping rose yang
berdiri didepan pintu dengan memeluk
boneka chimmy.
Jimin tersenyum tipis. la mengayunkan
tanganya, menyuruh rose agar
mendekatinya.
Rose menurut, ia berjalan pelan kearah
jimin. Jimin menarik tangan rose
hingga berada dipangkuan nya.
"Oppa kenapa? "Rose membelai
rahang jimin yang mengeras.
Jimin memejamkan matanya. Lalu
menggeleng singkat.
"Enggak papa. Lalu,kenapa kau belum
tidur hmm. "
__ADS_1
Rose mengerucut bibirnya "oppa.. Ini
sudah siang. Rose lelah tidur terus."Jimin tertawa kecil.
"Jadi rose mau apa?"
Rose terdiam sejenak.
Matanya langsung berbinar "rose ingin
memasak. "
Jimin menggeleng gelengkan
kepalanya, tanda tidak setuju. Membuat
rose kesal.
"Kenapa? "Lirih rose.
"Kau akan terluka, sayang. Nanti kalau
kau terkena pisau bagaimana, atau
mungkin terkena air panas. "Ucap
jimin.
Bibir rose melengkung kebawah.
Menatap jimin memelas. Membuat
jimin tak tega melihatnya.
"Sayang.."
Rose menepis tangan jįimin yang
hendak membelai kepalanya. Jimin
menggeram marah. Selanjutnya,
rose bangkit dari pangkuan jimin.
Berjalan keluar dengan kaki yang
dihentak-hentakan.
"Yatuhan.. Eomma apa semua
perempuan seperti itu jika sedang
marah. "Ucap jimin dengan kepala
mendongak.
Setelahnya ia mengambil jaket berserta
kunci mobil miliknya.
---
berkumpul disini? "Tanya sekjin ntah
pada siapa.
"Aku pun tak tau. Tapi.. Aku merasakan
akan ada hal buruk yang terjadi. "Ucap
namjoon.
Sesaat setelahnya mereka tersentak
saat pintu markas dibuka dengan
kasar, Dari arah pintu terlihat nanar
Jimin dengan rahang yang mengeras
dan tangan yang terkepal sempurna.
Membuat semuanya bingung sekaligus
ngeri.
Mata tajam jimin mengarah pada
maknae. Dan tanpa diduga pukulan
mentah jimin layangkan kepada
jungkook.
"Apa maksud lu nyakitin sepupu gw
anjing!!. Gara-gara lu dia nangis setan!!"
Amarah nya meluap sempurna. Ia
tak membiarkan jungkook bangkit
akibat pukulan nya. Para hyung tentu
saja berusaha memisahkan mereka.
Namjoon dan yonggi berusaha
menghalangi jimin yang hedak
memukul jungkook lagi. Sedangkan
yang lain berusaha membantu
jungkook untuk bangun.
"Lepasin. Gw harus kasih pelajaran
sama nih bocah satu. "Jimin berusaha
__ADS_1
memberontak.
"Jimin stop jangan sampai lu lepas
kendali. Jungkook sahabat lu. "Ucap taehyung .
"Sahabat. "Jimin terkekeh sinis.
"Siapapun yang nyakitin sepupu gw, gw
anggep musuh. "Ucap jimin.
"Dan lu... "Jimin menatap kearah
jungkook yang sudah tak berdaya.
"Bersiaplah melihat lisa mernikah
dengan lelaki lain. "
Bagaikan tersabar petir disiang bolong.
Tubuh jungkook langsung membeku
dengan mata yang mulai memanas.
Yang lain pun tak kalah terkejut dengan
ucapan jimin.
"Jimin, jangan jadi lelaki berengsek
yang memisahkan Cinta seseorang.
"Ucap taehyung marah.
Jimin berdecih "brengsek? Lebih
brengsek mana gw sama lo tae. Lu
bahkan ngehamilin jennie dan nyuruh
dia buat gugurin anak lu. Lebih
brengsek mana gw sama lu. "Taehyung
terdiam.
"Dan sekarang lu ngerasain kan gimana
rasanya hampa ditinggal sama jennie
"Ucap jimin.
"Hyung, tolong jangan pisahin gw sama
lisa hyung. "Ucap jungkook dengan
nada memohon.
"Permohonan lu gw tolak. Dan tunggu
undangan pernikahan lisa ditangan lu
jeon jungkook. "Ucap jimin.
la melepaskan genggaman tangan
namjoon dan suga dengan kasar. Lalu
beranjak pergi dengan membanting
pintu.
Keadaan kembali hening. Hingga isak
tangis milik jungkook terdengar.
"Gw nggak bisa kehilangan lisa. Nggak
gW nggak rela, lisa milik gw. Dia nggak
boleh nikah sama orang lain. "Ucap
jungkook dengan tangisnya.
"Hyung bantu gw hyung. Tolong gagalin
pernikahan lisa hyung. Hiks. "
Semuanya terdiam. Apa yang dapat
mereka lakukan. Jimin adalah ketua
Mafia yang sangat disegani. Mana
mungkin mereka berani menggagalkan
rencana jimin.
"Kook-. "
"Gw mohon hyung. "Ucap jungkook
dengan tersedu-sedu.
Para hyung hanya dapat menghela
nafas lelah. Mereka mengangguk.
Membuat jungkook tersenyum senang.
Berbeda dengan taehyung yang kini
memalingkan wajahnya nya dengan air
mata yang jatuh terus menerus.
"Maaf jennie."
__ADS_1
BERSAMBUNG.....