Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 7


__ADS_3

Update....


"Bagaimana itu bisa terjadi, sialan!


"Jimin menggeram marah dalam


ruangan kerjanya. Setelah mendengar


berita yang disampaikan oleh anak


buahnya.


"Suruh semua hyung dan maknae


berkumpul, Sekarang!! "Perintah


jimin. Anak buah jimin hanya dapat


mengangguk lalu membungkuk undur


diri.


Jimin duduk dikursinya, memijat


pelipisnya. Tangannya terkepal kuat,


ia bahkan menggebrak meja kerja


miliknya.


"Sialan, jeon jungkook. Kau telah


membuat sepupuku menangis."


Jimin mengambil handphone miliknya.


Mencari nomer yang ingin ia hubungi.


Menaruh handphone itu ditelinganya.


Sesaat, suara seorang wanita terdengar


ditelinga jimin.


"Apa kau baik-baik saja, lisa-yaa. "Tanya


jimin to the point.


Jimin dapat mendengar helaan nafas


dari seberang sana. Membuat tanganya


kembali terkepal kuat.


"Aku baik-baik saja oppa.


Jimin tak percaya akan itu. Ia bisa


merasakan nada bicara lisa yang


bergetar.


"Tinggalkan jungkook. Apa perlu aku


mengirimmu untuk tinggal diparis.


"Ucap jimin.


"Aku memang akan meninggalkan nya


oppa. Aku akan ke paris. "


Setelah jimin memutuskan sambung


sepihak. Membanting handphone


mahal miliknya. Amarah menguasaimu


dirinya saat ini. Bagaimana tidak?


Sepupu yang sangat berarti bagi jimin


disakiti oleh orang yang ia kenal baik,


terlebih lagi ia adalah sahabat jimin


sendiri.


Namun agaknya, amarah jimin mereda


saat melihat tubuh ramping rose yang


berdiri didepan pintu dengan memeluk


boneka chimmy.


Jimin tersenyum tipis. la mengayunkan


tanganya, menyuruh rose agar


mendekatinya.


Rose menurut, ia berjalan pelan kearah


jimin. Jimin menarik tangan rose


hingga berada dipangkuan nya.


"Oppa kenapa? "Rose membelai


rahang jimin yang mengeras.


Jimin memejamkan matanya. Lalu


menggeleng singkat.


"Enggak papa. Lalu,kenapa kau belum


tidur hmm. "

__ADS_1


Rose mengerucut bibirnya "oppa.. Ini


sudah siang. Rose lelah tidur terus."Jimin tertawa kecil.


"Jadi rose mau apa?"


Rose terdiam sejenak.


Matanya langsung berbinar "rose ingin


memasak. "


Jimin menggeleng gelengkan


kepalanya, tanda tidak setuju. Membuat


rose kesal.


"Kenapa? "Lirih rose.


"Kau akan terluka, sayang. Nanti kalau


kau terkena pisau bagaimana, atau


mungkin terkena air panas. "Ucap


jimin.


Bibir rose melengkung kebawah.


Menatap jimin memelas. Membuat


jimin tak tega melihatnya.


"Sayang.."


Rose menepis tangan jįimin yang


hendak membelai kepalanya. Jimin


menggeram marah. Selanjutnya,


rose bangkit dari pangkuan jimin.


Berjalan keluar dengan kaki yang


dihentak-hentakan.


"Yatuhan.. Eomma apa semua


perempuan seperti itu jika sedang


marah. "Ucap jimin dengan kepala


mendongak.


Setelahnya ia mengambil jaket berserta


kunci mobil miliknya.


---


berkumpul disini? "Tanya sekjin ntah


pada siapa.


"Aku pun tak tau. Tapi.. Aku merasakan


akan ada hal buruk yang terjadi. "Ucap


namjoon.


Sesaat setelahnya mereka tersentak


saat pintu markas dibuka dengan


kasar, Dari arah pintu terlihat nanar


Jimin dengan rahang yang mengeras


dan tangan yang terkepal sempurna.


Membuat semuanya bingung sekaligus


ngeri.


Mata tajam jimin mengarah pada


maknae. Dan tanpa diduga pukulan


mentah jimin layangkan kepada


jungkook.


"Apa maksud lu nyakitin sepupu gw


anjing!!. Gara-gara lu dia nangis setan!!"


Amarah nya meluap sempurna. Ia


tak membiarkan jungkook bangkit


akibat pukulan nya. Para hyung tentu


saja berusaha memisahkan mereka.


Namjoon dan yonggi berusaha


menghalangi jimin yang hedak


memukul jungkook lagi. Sedangkan


yang lain berusaha membantu


jungkook untuk bangun.


"Lepasin. Gw harus kasih pelajaran


sama nih bocah satu. "Jimin berusaha

__ADS_1


memberontak.


"Jimin stop jangan sampai lu lepas


kendali. Jungkook sahabat lu. "Ucap taehyung .


"Sahabat. "Jimin terkekeh sinis.


"Siapapun yang nyakitin sepupu gw, gw


anggep musuh. "Ucap jimin.


"Dan lu... "Jimin menatap kearah


jungkook yang sudah tak berdaya.


"Bersiaplah melihat lisa mernikah


dengan lelaki lain. "


Bagaikan tersabar petir disiang bolong.


Tubuh jungkook langsung membeku


dengan mata yang mulai memanas.


Yang lain pun tak kalah terkejut dengan


ucapan jimin.


"Jimin, jangan jadi lelaki berengsek


yang memisahkan Cinta seseorang.


"Ucap taehyung marah.


Jimin berdecih "brengsek? Lebih


brengsek mana gw sama lo tae. Lu


bahkan ngehamilin jennie dan nyuruh


dia buat gugurin anak lu. Lebih


brengsek mana gw sama lu. "Taehyung


terdiam.


"Dan sekarang lu ngerasain kan gimana


rasanya hampa ditinggal sama jennie


"Ucap jimin.


"Hyung, tolong jangan pisahin gw sama


lisa hyung. "Ucap jungkook dengan


nada memohon.


"Permohonan lu gw tolak. Dan tunggu


undangan pernikahan lisa ditangan lu


jeon jungkook. "Ucap jimin.


la melepaskan genggaman tangan


namjoon dan suga dengan kasar. Lalu


beranjak pergi dengan membanting


pintu.


Keadaan kembali hening. Hingga isak


tangis milik jungkook terdengar.


"Gw nggak bisa kehilangan lisa. Nggak


gW nggak rela, lisa milik gw. Dia nggak


boleh nikah sama orang lain. "Ucap


jungkook dengan tangisnya.


"Hyung bantu gw hyung. Tolong gagalin


pernikahan lisa hyung. Hiks. "


Semuanya terdiam. Apa yang dapat


mereka lakukan. Jimin adalah ketua


Mafia yang sangat disegani. Mana


mungkin mereka berani menggagalkan


rencana jimin.


"Kook-. "


"Gw mohon hyung. "Ucap jungkook


dengan tersedu-sedu.


Para hyung hanya dapat menghela


nafas lelah. Mereka mengangguk.


Membuat jungkook tersenyum senang.


Berbeda dengan taehyung yang kini


memalingkan wajahnya nya dengan air


mata yang jatuh terus menerus.


"Maaf jennie."

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2