
Selamat. Membaca.. 💜😊
Update.
Bunyi lonceng sekolah terdengar begitu nyaring. Membuat seluruh siswa dan siswi merapihkan barang-barang mereka dan bergegas untuk pulang.
Sama halnya dengan haruto dan juga taehyun. Mereka berjalan santai menuju halaman sekolah yang mulai sepi.
"Har, lu pulang sama siapa?"
Haruto yang tengah memainkan handphone miliknya menoleh"gw pulang bareng om suho. "
"Gw nebeng ya. "Ucap taehyun dengan cengirannya.
Haruto menggeleng-gelengkan kepalanya. Pantas saja taehyun berbicara pelan padanya, ada maunya.
"Okelah."
Mereka berdua pun berjalan menuju gerbang sekolah. Menunggu kedatangan om suho yang notabene nya adalah calon ayah bagi haruto.
Sedangkan dari arah parkiran terdapat mobil hitam milik seokjin da. Juga taehyung. Mereka tersenyum kecil melihat anak mereka akur. Awalnya mereka hendak menghampiri taehyun maupun haruto untuk pulang bersama.
Namun pupus saat mobil sedan hitam menghampiri Taehyun juga haruto. Sang pemilik mobil tersebut keluar dan berakhir memeluk haruto. Dada seokjin seperti terhimpit batu besar, melihat bagaimana anaknya tersenyum sambil membalas pelukan lelaki itu. Yang seokjin yakin adalah suho.
Dari arah samping Taehyung mengelus bahu hyung nya. Ia paham rasa sakit seokjin lebih besar dari pada dirinya.
"Sabar hyung. "
Seokjin tersenyum paksa. Bola matanya memanas. Ia kembali masuk kedalam ingatan masa lalu. Masa dimana ia menghancurkan segalanya. Hingga kepahitan ini yang ia rasakan akhirnya.
Seokjin menjalankan mobilnya saat melihat mobil yang ditumpangi anaknya dan juga anak taehyung melaju. Ia berencana untuk mengawasi anaknya berserta lelaki bernama suho itu.
Seokjin dan taehyung mengernyit bingung saat mobil milik suho memasuki area hutan yang dibilang terlarang untuk dimasuki. Seokjin kembali dibuat bingung saat tiba-tiba mobil milik suho berhenti disamping jurang yang dalam.
Setelahnya seokjin dan taehyung dibuat marah saat melihat haruto dan juga taehyun di bekap. Bahkan tubuh mereka di ikat kuat dipohon yang bersampingan dengan jurang.
"*******, lepasin gw. "Ucap haruto dengan penuh amarah. Haruto melirik Taehyun yang sudah tak sadarkan diri.
Suho tertawa jahat "dasar bocah bodoh. Gw nggak mungkin ngelepasin lu. Lu adalah duri bagi hubungan gw dan juga bunda lu jisoo, gw mau milikkin jisoo tanpa ada lu. "
Haruto melebarkan matanya. Jadi selama ini ucapan manis serta perilaku baik suho hanya akting belaka hanya untuk membuat dirinya terlihat baik dihadapan ibundanya.
"Sialan kau kim suho. Gw nggak akan pernah ngerestuin lu sama bunda. "
Suho menampilkan smirknya.
__ADS_1
Plakk..
Wajah haruto menyamping. Pipinya memanas karena tampran dari suho yang sangat keras.
"Gw nggak butuh restu lu bocah. Karena sebentar lagi gw bakal kirim lu dan bocah tengik ini ke neraka. "Suho menunjuk taehyun.
Haruto dibuat terkejut saat suho mengeluarkan senjata api dari kantung celananya dan menodongkan senjata api itu ke kepala.
"Selamat tinggal duri. "
Dor..
Itu bukan tembakan dari senjata api milik suho. Melainkan senjata api milik seokjin. Seokjin menebak kaki suho dengan sekali tembakan. Membuat tubuh suho langsung ambruk dengan ringisan kecil.
Haruto yang awalnya memejamkan mata segera membuka matanya. Ia menatap tubuh suho yang sudah terjatuh ketanah dengan memegang kakinya yang tertembak. Dan selanjutnya ia melihat seokjin yang berlari ke arahnya.
"Kamu nggak papa nak? "
Tanpa menunggu jawaban sang anak, seokjin sesegera mungkin membuka ikatan ditubuh haruto. Sama halnya juga dengan Taehyung yang membuka ikatan ditubuh taehyun.
"Haru, sekarang kamu ikut om taehyung Kemobil. Biar ayah yang urus dia. "Ucap seokjin.
Tanpa babibu haruto langsung menurut.ikut masuk kedalam mobil hitam milik sang ayah.
Disana suho menatap tajam seokjin. Suho berusaha bangkit.
"Perkenalkan kim seokjin, ayah dari kim haruto. "
Mata suho membelalak. Tatapannya kembali menajam.
Suho bersmirk "kau tak akan bisa memiliki jisoo lagi, karena dia adalah milik ku."
Seokjin mengepalkan kedua tangannya. Ia meninjau pipi suho. Suho yang tak terima pun membalas pukulan seokjin. Hingga terjadilah aksi saling memukul.
Dari arah mobil Taehyung menggeram marah sekaligus khawatir. Masalahnya seokjin sekarang tengah sakit namun ia tetap memaksakan untuk mengajar karena ingin mengawasi haruto.
Haruto yang melihat gelagat aneh Taehyung pun menjadi bingung.
"Paman kenapa? "
Taehyung menoleh "kondisi seokjin hyung saat ini tengah tak baik. Ia sedang demam, tapi tetep memaksakan untuk mengajar hanya untuk bertemu denganmu. "Ucap taehyung tanpa sadar.
Haruto seketika bungkam. Ia menatap ayahnya yang kini tengah kewalahan menghajar suho habis-habisan. Hatinya tercubit.
"Aku harus melindungi ayah . "Ucap haruto saat melihat seokjin tersungkur.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan larangan taehyung. Haruto segera berlari untuk membantu seokjin.
Suho terkekeh sembari memegang pistolnya. Kemudian arah pandangan suho terlurus kearah haruto yang tengah berlari kecil ke arahnya.
"Kau tau anak mu akan mati ditanganku. "
Seokjin membelalak kan matanya saat melihat suho mengarahkan pistolnya kearah haruto.
Seokjin berusaha bangkit. Ia berlari kearah anaknya.
"Haruto awas. "
Dor....
Peluru panas itu tepat mengenai tubuh seokjin. Membuat haruto maupun Taehyung terkejut. Mulut seokjin mengeluarkan darah. Lalu ambruk ke tanah.
Dorrr...
Selanjutnya tubuh suho ikut tumbang saat peluru milik taehyung mengenai kepalanya. Membuat suho kehilangan nyawanya.
"AYAH..... "
Haruto berlari kearah seokjin. Memangku kepala sang ayah yang kini tengah tersenyum kearahnya.
"Anak ayah tak boleh menangis. "
Bukannya berhenti menangis haruto malah semakin membesar kan tangisannya.
"Ayah bahagia karena akhirnya haruto memanggil ayah dengan sebutan ayah. "
Tangis haruto semakin kencang.
"Jangan menangis. Jagoan tak boleh cengeng. "
"Ayah bertahan.demi haruto dan juga demi bunda. "
Seokjin menggeleng lemah "ayah tak tau tuhan masih mengijinkan ayah bernafas atau tidak. Pesan ayah untuk mu jaga dirimu baik-baik jangan sampai kau menjadi lelaki jahat seperti ayah, satu lagi jaga bunda mu. Katakan padanya dia adalah wanita tercantik dimata ayah. Maaf karena kesalahan pahaman itu membuat ayah tak bisa melihat mu dan bermain bersama mu. "
Seokjin mengelus pipi haruto yang sudah basah akibat air matanya.
"Maafkan ayah haruto. Ayah mencintai mu dan juga bundamu. "
Tubuh seokjin langsung melemah. Matanya terpejam dengan nafas yang mulai menipis.
"AYAH..."
__ADS_1
BERSAMBUNG....