
Update.
"Oppa sudah. "
Rose mengelus bahu jimin keatas kebawah. Dapat ia lihat rahang jimin mengeras dengan dada naik turun. Saat sampai dikamar dan mendudukan nya diranjang, jimin langsung membanting vas bunga dan membuat rose terkejut.
"Dia melukai mu. "Ucap jimin sendu.
"Aku merasa gagal melindungi mu. "Lanjut nya lagi.
Karena tak tega. Rose membawa jimin kedalam dekapan .mengelus punggung jimin lembut. Rose memejamkan matanya saat jimin terisak kecil. Ia tak menyangka, dibalik sikap jimin yang tegas dan dingin ia memiliki sikap rapuh dan mudah menangis. Hanya karena melihatnya terluka.
"Aku tak apa-apa oppa. "Rose mengeratkan pelukannya.
"Kau terluka."
"Ani.. Ini hanya luka kecil. "Ucap rose menenangkan.
Rose melepaskan pelukannya. Menangkup wajah jimin yang memerah. Ia ingin sekali mengabadikan wajah jimin saat ini. Namun rasanya ia tak rela untuk melepaskan nya.
Wajah rose mendekat. Ia memeberi kecupan halus didahi jimin. Menghapus jejak air mata. Mengelus hidung jimin yang memerah.
"Rose sayang oppa. "
Sudut bibir jimin terangkat. Mengulas senyum manis dibibir tipis itu. "Oppa lebih sayang sama rose. "Ucap jimin.
"Ani.. Rose yang lebih sayang sama oppa. "
"No!.. Oppa yang lebih sayang sama rose. "
"Aniya.. Rose yang lebih sayang sama oppa. "
"No.. Oppa lebih sayang sama rose. "
Jimin mengulas senyum jahil.
"Ani.. Rose lebih sayang sama oppa. "Ucap rose ketus.
"No.. Oppa lebih lebih sayang sama rose. "Godanya lagi.
"Anii!!! Rose yang lebih sayang sama oppa!"ucap rose dengan penekanan. Membuat jimin terkekeh gemas.
Ketukan pintu mengalihkan tawa mereka. Pintu terbuka saat rose menyuruh orang itu masuk. Tampak salah satu maid masuk dengan nampan yang berisi makanan.
"Maaf tuan, noona. Ini makanan yang tuan suruh. "Maid itu menunduk takut.
"Taruh disitu bi. "Ucap rose ramah.
Dengan langkah pelan maid itu menaruh nampan diatas nakas dengan hati-hati. Ia tak ingin membuat kebisingan dan membuat dirinya disiksa oleh tuannya.
"Kalau begitu saya undur diri tuan, noona. "Maid itu membungkuk,membuka pintu lalu keluar .
__ADS_1
"Oppa ayo makan. "Rose mengambil nampan diatas nakas. Menaruhnya di pangkuannya.
Jimin menggeleng kecil "ani.. Kamu aja yang makan. "
Rose menaruh kembali sendok milik-nya. Membuat jimin bingung.
"Kenapa sendoknya ditaruh lagi. "
Bibir rose mengerucut "rose nggak akan makan kalo oppa nggak makan."
"Oppa kenyang, sayang. "
Rose melipat tangannya didepan dada. Tatapan nya penuh menyelidik.
"Oppa bohong. Buktinya perut oppa bunyi tadi. "Ucap rose dengan menahan tawa.
Jimin meringis malu. Ia berfikir bagaimana rose bisa mendengar suara perutnya.
"Jadi sekarang oppa harus ikut makan. "Ucapan dengan sisa tawa yang masih terdengar.
Rose mengambil sendok. Menyendok nasi dengan paduan ayam pedas. Mengarahkannya pada jimin, berniat untuk menyuapi nya.
Jimin membuka mulutnya. Rose tersenyum senang. Ia kembali mengambil nasi goreng, berniat menyuapi jimin lagi. Tapi, wajah jimin menjauh.
"Kenapa? "
"Harusnuya kamu juga makan. Sini-sini oppa suapi. "Jimin mengambil alih sendok. Ia ikut menyuapi rose dengan telaten.
•
Pagi menjelang datang. Membangun kan para makhluk bumi untuk melakukan aktivitas pagi ini. Sama halnya dengan rose. Ia terbangun dengan tangan kekar yang melingkar dipinggang rampingnya. Rose berusaha menyingkirkan tangan jimin.
Setelah terlepas. Rose masuk kedalam kamar mandi, sekedar mencuci muka dan bergosok gigi. Ia menguncir rambut panjangnya. Keluar dari kamar untuk menuju dapur.
Sesampainya dibawah rose dapat melihat maid sudah mondar-mandir. Entah itu untuk membuat sarapan, mengepel, ataupun menyapu.
Rose mendekat kearah dapur. Maid yang melihat noona mereka mendekat pun menunduk hormat.
"Noona sedang apa disini. Apa noona lapar? Jika ia saya akan buatkan makanan. "Kata salah satu maid.
Rose menggeleng "bibi ,apa rose boleh ikut memasak? "
Mata maid itu sedikit melebar. "Maaf noona. Tuan memerintahkan kamu agar tak mengijinkan noona untuk masuk kearea dapur apalagi memasak. "
Rose berdecak sebal. "Rose sudah ijin pada jimin oppa. "Ucapnya dusta.
Maid tetap melarang noonanya untuk masuk ke area dapur. Membuat rose kesal.
"Aku ingin memasak untuk jimin oppa. Jika bibi tak mengijinkan aku akan melaporkan pada jimin oppa kalo bibi melarang ku memasak untuk nya. "Rose pura-pura mengancam. Behasil. Maid itu mengangguk ragu. Mengijinkan rose untuk masuk ke area dapur.
Dengan semangat rose mengambil beberapa bahan yang sudah tersedia didapur. Ia berniat membuat sup ayam dan nasi goreng.
__ADS_1
Saat tengah asik memasak, seseorang menegurnya dari belakang.
"Noona rose. "
Rose kembalikan badannya. Nampaklah sosok mina yang kini tengah tersenyum kearahnya.
"Eh.. Mina. "
"Noona sedang apa? "
Mina maju kedepan. Ia mengambil lap dan pembersihan kaca.
"Aku sedang memasak. "Rose kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Bukanlah tuan melarang noona untuk memasuki area dapur. "Ucap mina.
"Aku sudah meminta ijin. "Ucap rose bohong.
Mina sedikit tertegun saat melihat rose tersenyum kearahnya. Mina tak dapat berbohong kalau noonanya ini memiliki kecantikan yang alami. Tanpa sentuhan make up pun rose sudah sangat cantik.
Ia dirundung rasa iri.
"Mina lebih baik kau istirahat saja. Kemarin kau juga terkena air panas. Kakimu pasti masih sakit. "
"Saya tidak apa-apa noona. Harusnya saya minta maaf karena telah ceroboh. "Sesal mina.
Rose menepuk pundak mina "tak apa, hanya luka kecil. "Ucapnya dengan senyuman mengembang.
Mina ikut tersenyum. Ia membersihkan kaca disamping rose. Sesekali ia melirik rose yang tengah memasak. Ada banyak sekali pertanyaan dikepala mina tentang siapa rose sebenarnya dan yang paling utama adalah bagian cara noonanya memikat tuan jimin.
Dengan berani mina mendekati rose lagi "noona bolehkah saya bertanya? "
"Boleh. Ingin tanya apa? "
Mina meremas tangannya, ia sedikit gugup "bagaimana noona bisa memiliki kecantikan yang natural. Saya ingin menjadi seperti anda noona. Dan juga saya ingin memiliki tuan jimin. "Mina berbicara sisanya didalam hati.
Rose tertawa kecil mendengar ucapan mina "aku tidak cantik mina. Kau bahkan lebih cantik dariku. Jangan mau menjadi diriku tapi jadilah dirimu sendiri. Love yourself mina. "
Mina terdiam sesaat.
"Kau tahu tuhan sudah menggarisi takdir semua umatnya. Kau tak perlu ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain karena kau juga memiliki hal yang tidak orang lain miliki. "Ucap rose.
Mina kembali tertegun. Ada rasa bersalah dihati nya. Ia sempat ingin berbuat jahat pada noonanya yang baik hati ini. Namun, dia bisa apa. Dia terlalu terobsesi untuk memiliki tuan mudanya itu.
"Terimakasih nasehat nya noona.kalu begitu saya lanjut kerja dulu. "Mina undur diri. Membuat rose kembali melanjutkan pekerjaannya.
Saat berjalan beberapa langkah mina menoleh kebelakang, menatap punggung rose.
"Maafkan saya noona. Saya terlalu mencintai tuan jimin. Saya ingin bersama tuan jimin. Maaf jika nanti saya bermain kotor untuk memisahkan anda dengan tuan jimin. "Gumam mina pelan.
BERSAMBUNG....
__ADS_1