
Update.
Tangan jimin terkepal sempurna saat salah satu anak buahnya melaporkan bahwa rose mengalami demam. Memang saat ini jimin tengah berada di eropa untuk mengontrol markasnya. Ia harus turun tangan sendiri karena ada beberapa anak buahnya yang berhianat padanya.
"Bagaimana bisa wanita ku sakit sialan! "
Jimin menggebrak meja kerja miliknya. Membuat bawahannya gemetar ketakutan.
"Ampun tuan, sepertinya nyonya rose bermain air hujan. Karena dikorea saat ini tengah mengalami musim hujan. "
Jimin menghela nafas dalam, menyandarkan punggungnya dikursi kebanggaannya. Memijat pelipisnya yang terasa penik.
Ini baru hari ke-3 jimin di eropa. Sebenarnya jimin tak ingin turun tangan, tapi karena bujukan para hyungnya dan juga rose yang dihasut oleh namjoon membuat jimin mengalah.
Jimin yakin rose menggunakan hal ini untuk sedikit mendapatkan kebebasan. Tentu saja karena rose selalu dikengkang kuat oleh jimin. Tapi, jimin melakukan hal itu juga untuk kebaikan rose dan juga anaknya.
"Siapkan jet pribadi aku akan pulang ke korea saat ini juga. "
"Di mengerti tuan. "
Bawahan jimin membungkuk. Berjalan mundur beberapa langkah lalu berbaik dan lantas pergi.
"Oh ya tuhan rose. Kau harus mendapatkan hukuman saat aku pulang nanti. "
Jimin mengambil benda pipih miliknya diatas meja. Menekan nomer yang sangat ingin ia hubungani.
Hanya terdengar nada sambung dan belum ada jawaban dari sebrang sana yang membuat jimin geram.
Panggilan kelima jimin tak kunjung diangkat oleh rose. Hingga panggil ke-enam terdengar suara lemah dari sebarang sana.
Jimin meringis kecil. Ia mendengar dengan jelas suara rose yang parau. Ingin sekali ia mengumpat tapi ah.. Ya sudahlah.
"Apa kau bermain air hujan? "
Jimin semakin menggeram saat rose tak menjawab pertanyaannya. Wanita itu pasti tengah menggigit bibir bawahnya.
"Aku akan pulang.lanjutkan tidurmu, setelahnya terima hukuman mu sayang. "
Jimin mematikan sambungan teleponnya sepihak. Ia tak bisa terus-menerus seperti ini. Rose terus membangkang padanya, apalagi ditambah hormon kehamilan rose yang kini telah menginjak 4bulan.
Dengan angkuh jimin bangkit dari duduknya. Keluar ruangannya untuk menuju halaman belakang rumah yang mana terdapat jet pribadi miliknya yang sudah siap untuk diterbangkan.
"Jet pribadi sudah siap tuan. "
Jimin mengangguk singkat. Memasuki jet pribadi miliknya, duduk dengan nyaman sembari memainkan beda pipihnya lagi.
Membuka akun media sosial milik rose. Jimin memang mengijinkan rose untuk memiliki akun instagram, namun jimin membatasinya agar rose tak mengunggah wajah cantiknya dimedia sosial.
Jimin membuka salah satu foto rose yang menggunakan baju tertutup. Sedikit mengecek ribuan komentar yang berada di instagram wanitanya.
Bukannya dibuat tenang, jimin malah dibuat kesal dengan beberapa komentar lelaki hidung belang yang menggoda wanitanya dengan komentar-komentar menjengkelkan.
Seperti ini contohnya.
Pakai baju tertutup aja cantik.
Udah punya suami? Kapan cerai?
Ingin weekend dengan ku noona?
Dan yang paling menjengkelkan adalah.
Bibirnya ingin ku sosor.
Sialan! Jimin mengutuk komentar satu ini. Jika ia bertemu dengan orangnya jimin tak akan berfikir dua kali untuk memenggal kepala orang itu.
__ADS_1
3 jam lamanya jimin bertahan dijet pribadi miliknya. Akhirnya jet pribadinya mendarat mulus di landasan mansion. Tanpa ba-bi-bu lagi jimin segera keluar dengan langkah setelah berlari.
Ia sangat rindu setengah mati kepada wanitanya. 3hari dieropa membuatnya merindukan sifat manja sang wanita.
Para maid dan pengawal membungkuk hormat saat tuan besarnya berjalan dengan angkuh. Jimin tak menggubris sapaan mereka, yang ingin ia dapatkan adalah wanitanya.
Dengan terburu-buru jimin menaiki anak tangga. Ia bahkan melupakan lift yang tersedia di mansion nya. Membuka pintu kamar secara kasar. Jimin langsung berlari menuju ranjang, dimana wanitanya kini tengah berbaring dengan handuk dikepalanya.
Rose tertidur.
Jimin naik keatas ranjang. Mengelus pipi tembem sang wanita, rose menggeliat tak nyaman.
"Sayang... "Panggil jimin.
Tak ada jawaban dari wanita itu. Rose masih tetap nyaman pada tidurnya.jimin mengambil tangan rose, berdecak kesal saat tangan itu terasa hangat.
Jimin mengambil handuk Yang berada dikepala rose. Handuk itu terasa panas sekali. Membuat jimin kembali dibuat kesal.
"Sayang.. "Jimin merengek dengan menepuk pelan pipi rose . Pipi rose yang selalu merah kini nampak sedikit pucat.
Jimin mundur sedikit saat mendapatkan pergerakan dari rose. Rose membuat matanya sedikit, pandangannya begitu sayu, membuat jimin meringis.
Namun, persekon kemudian mata rose kembali tertutup rapat. Rose harap jimin belum sampai dikorea, ia menganggap bahwa yang ia lihat hanyalah halusinasinya karena takut bercampur rindu.
Jimin membaringkan tubuhnya disamping wanita itu. Menarik tubuh mungil rose agar berada di dekapannya, jimin bahkan tak perduli saat tubuh dinginnya bertabrakan dnegan tubuh panas rose.
•
•
Malamnya.
Rose menggeliat tak nyaman dalam tidurnya. Ia merasakan pelukan dingin seseorang yang membuat tubuhnya menghangat.
"Sudah bangun. "
Rose terdiam. Didepan nya adalah jimin.
Tanpa aba-aba rose langsung memeluk jimin erat. Merendam rasa rindu yang ia bendungan selama 3 hari ini.
Jimin melepaskan pelukan wanita itu. Ia takut bayinya kenapa-napa karena pelukan rose yang erat.
Jimin menangkup pipi wanita itu "sudah baikkan? "
Rose mengangguk dengan bibir yang melengkung kebawah.
Jimin bangkit. Ia menyandera kepalanya dikepala ranjang. Menarik tubuh rose agar berada diatasnya.
"Jadi bisa berikan alasan kenapa kau sakit? "
Sebenarnya tak perlu ditanyakan pun jimin sudah tau alasannya. Ia hanya ingin mendengarnya langsung dari bibir wanita itu.
Rose mengerucutkan bibirnya. Ia tak menjawab ucapan jimin, rose malah memainkan kancing kemeja jimin dengan wajah memelas.
Jimin berdecak.
"Baiklah aku tak akan bertanya. Tersenyum, aku tak suka kamu cemberut. "
Sudut bibir rose akhirnya terangkat, menunjukkan senyum lebar dihadapan jimin.
"Tapi, aku masih memikirkan hukuman apa yang pantas untukmu. "
Senyum rose luntur seketika. Ia tau sangat tau, jimin tak akan segampang itu melupakan kesalahannya.
"Oppa itu bukan kesalahan ku. "Ucap rose.
__ADS_1
Jimin menaikan salah satu alisnya "lalu? "
"Itu keinginan baby, dia ingin bermain air hujan. "Ucap rose dnegan nada yang ia buat imut.
Ia berusaha untuk lepas dari hukuman jimin. Ia tak berpeluang banyak saat ini.
"Baby tak mungkin menginginkan air hujan jika kau bisa bermain air menggunakan shower. "
"Itu benar-benar keinginan baby park, oppa. "Ucap rose penuh penegasan.
"Hukuman tetap hukuman sayang. "
Rose kembali dibuat cemberut. Ia sangat kesal dengan keposessivan jimin. Tapi, tak apa lah ia akan menerima hukumannya dengan lapang dada.
"Oppa. "
Jimin berdehem.
"Ada yang mengawasi ku. "Rose membuka kancing Teratas kemeja jimin.
"Kau menyadari bahwa anak buahku mengawasi mu. "
Rose menggeleng .
"Mereka bukan anak buahmu oppa. "
Dahi jimin mengkerut.
"Maksudmu? "
"Mereka sepertinya ingin mengincarku. Aku tau oppa menyuruh beberapa mata-mata untuk melindungi ku. Tapi untuk yang kali ini mereka bukan mata-mata oppa. "
"Sepertinya wanita itu mulai bergerak untuk melenyapkan ku. "Ucap rose dengan wajah datarnya.
Jimin terkekeh.
"Tenang sayang. Aku taka kan membiarkan dia mendekati mu. "
Rose mencibir "tapi dia menyuruh mata-mata untuk mengawasiku, apalagi mereka membawa senjata. Aku rasa wanita itu sedikit kuat dari umji. "
"Baiklah-baiklah, kira-kira apa yang harus aku lakukan.membunuh wanita itu? "
Rose menggeleng "tak perlu, aku sendiri yang akan membunuh wanita itu. Biarkan umji tetap hidup,aku ingin melihat bagaimana ia berusaha untuk mengambil mu oppa. "
Jimin tertawa kecil. Wanitanya ini bahkan lebih sadis dari dirinya.namun terkadang ada rasa takut menghantui jimin, ia tak bisa membayangkan bagaimana jika rose mendapatkan ingatkannya lagi. Rose pasti akan meninggalkan nya.
"Siapa nama wanita itu? Aku tak mengingatnya. "
"Yang mana. Ada dua orang yang terobsesi padaku. "
Rose berdecak "bukan wanita yang memiliki rambut pendek, tapi yang berambut panjang. "
"Ah dia. "
"Siapa? "
"Wanita yang pernah menjadi budak ku itu. "
"Budakmu banyak oppa, hampir semuanya pernah kau cobai. "
Jimin terkekeh mendengar nada kesal rose.
"Namanya selugi, kang seulgi. "
BERSAMBUNG.....
__ADS_1