Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 4


__ADS_3

Update.


"ROSEEE."


Tubuh jimin melemas.ia merengkuh


tubuh rose.tak memperdulikan bajunya


yang sudah basah akibat darah rose.


"DOKTER.." teriak jimin.Jimin mengangkat kepala rose,menepuk pipnya.


"Rose..rose bangun." ucap jimin parau.


"DOKTER."


Tak berselang lama dokter pun datang


dengan satu suster dibelakangnya.


"Sialan kau,apa kau tuli ha.gw udah


teriak-teriak tapi lu nggak denger."


ucap jimin penuh emosi.


"Mianhe tuan.saya harus mengurus


pas--"


"Persetan tentang pasien lain,gadisku


lebih penting.selamatkan dia atau


nyawamu taruhannya." ucap jimin.


Dokter dan suster itu hanya dapat


menunduk patuh.


Jimin mengangkat tubuh


rose.menaruhnya diatas ranjang


rumah sakit.mengelus surai rose.


Jimin segera keluar dari ruangan


itu.mendudukan dirinya dibangku


tunggu.sambil kembali menangis.


"Apa setakut itu kau denganku?" tanya


jimin entah dengan siapa.


Jimin tersenyum kecut.


"Kau adalah cinta pertamaku.kau


adalah wanita kedua yang ku cintai


setelah eomma,rose."


Jimin mendudukan


kepalanya,menyembunyikan tangisannya.


Hingga seseorang menepuk pundaknya



"Tae." panggil jimin lemah.


Taehyung tersenyum,mendudukan


dirinya disamping jimin.


mengelus pundak hyungnya ini.


"GW tau perasaan lu hyung,gw juga


pernah ada diposisilu lu saat jennie


kecelakan.tapi satu hal yang harus lu


tau hyung.lu harus yakin kalo gadis lu


bakal sembuah.dan mau nerima lu apa


adanya nanti." ucap taehyung bijak.


"Sok bijak lu,alien." ucap jimin sambil


tertawa.

__ADS_1


Taehyung mendengus"'salah gw ngasih


nasehat.


Jimin terkekeh menghapus air


matanya.


"Udah nggak sudah nangis.jadi


mafia kok cengeng banget katanya


kejam.cengeng kaya gini bantet pula."


ledek taehyung.


"lu mau mati ya." ucap jimin tajam.


Taehyung meneguk salivanya


kasar.lain kali ia jangan meledek


jimin.atau dia akan dijadiakann


pembantu dimansion jimin, tidakkk itu


mengerikan.


"Eh.eh hyung gw kaya nya ada


urusan,gW pergi dulu hyung byeee.


ucap taehyung cepat dan berlari pergi.


"Kicep kan lu." ucap jirmin sambil


mengamati tubuh taehyung yang


semakin hilang dari pandangannya.


Jimin mernyandarkan kepalanya,menutup matanya namun segera terbuka saat mendengar suara pintu ruangan rose terbuka.


"Bagaimana keadaan gadisku."


tanya jimin tanpa memperdulikan


dokter yang kini tengah menghapus


keringatnya.


"Ada beberapa hal yang harus


nona rose mulai stabil.awalnya


nona kehilangan banyam darah


tapi untungnya stok darah kami


memadai.tapi--" dokter itu tampak


ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa,jangan menggantung." ucap


jimin geram.


"Nona rose mengalami amnesia."


Deg....


"A-amnesia. "dokter itu mengangguk.


"tapi tuan bisa membantu nona rose


untuk mengingatnya semuanya namun


harus pelan-pelan. "ucap dokter itu lagi.


Jimin hanya diam.masih tak percaya.


"Kalau begitu saya ijin pamit


tuan,permisi." ucap dokter itu sambil


membungkukan badan.melangkah


pergi meninggalkan jimin yang


mematung.


"Maaf rose." ucap jimin,ia menatap


pintu ruangan rose.sedikit ragu untuk


masuk kedalam.

__ADS_1


Jimin mernghela nafas,tangannya


membuka pintu itu.matanya langsung


membola saat melihat rose yang


sedang berusaha mengambil air.


Jimin berlari,mengambil kan


air dan membantu rose untuk


minum.menaruhnya lagi diatas nakas.


"Terimakasih." ucap rose sambil


tersenyum.


Jimin kembali membeku melihat


senyuman rose.


"Kamu siapa?" tanya rose.


Tapi jimin tak mendengar ucapan


rose,tetap mematung.rose yang


bingung pun melambai-lambaikan


tangannya didepan wajah jimin.


"Hey."


Jimin tersentak,menatap rose dan


tersenyum kecil.


"Kamu nggak inget aku?" rose


menggeleng .


Tangan jimin terulur mengelus surai


rose.


"Aku pacar kamu,kita juga mau nikah


beberapa bulan lagi."


Rose kebingungan,terlihat jelas saat


dahinya mengkerut.


Ia berusaha mengingat tapi kepalanya


malah terasa sakit.


Jimin menggenggam tangan rose.


"Jangan berusaha untuk


mengingatkanya sekarang.nanti kepala


kamu sakit." rose mengangguk.


"Sekarang kamu istirahat ya,nanti


kalo kamu udah sembuh aku janji


bakal bawa kamu jalan-jalan."


ucap jimin,mata rose berbinar dan


mengangguk-anggukan kepalanya.


Jimin tersenyum,membantu rose untuk


berbari.menaikan selimut hingga


sebatas dada.mengusap-usap dahi rose


sambil bersenandung kecil.


Tak berselang lama mata rose tertutup


dengam nafas yang teratur.


"Maafin aku,aku terlalu takut buat


kehilangan kamu.tapi aku janji.bakal


jaga kamu seperti aku jaga nyawa aku


sendiri." ucap jimin sambil mencium

__ADS_1


kening rose.


BERSAMBUNG..


__ADS_2