
Update.
"ROSEEE."
Tubuh jimin melemas.ia merengkuh
tubuh rose.tak memperdulikan bajunya
yang sudah basah akibat darah rose.
"DOKTER.." teriak jimin.Jimin mengangkat kepala rose,menepuk pipnya.
"Rose..rose bangun." ucap jimin parau.
"DOKTER."
Tak berselang lama dokter pun datang
dengan satu suster dibelakangnya.
"Sialan kau,apa kau tuli ha.gw udah
teriak-teriak tapi lu nggak denger."
ucap jimin penuh emosi.
"Mianhe tuan.saya harus mengurus
pas--"
"Persetan tentang pasien lain,gadisku
lebih penting.selamatkan dia atau
nyawamu taruhannya." ucap jimin.
Dokter dan suster itu hanya dapat
menunduk patuh.
Jimin mengangkat tubuh
rose.menaruhnya diatas ranjang
rumah sakit.mengelus surai rose.
Jimin segera keluar dari ruangan
itu.mendudukan dirinya dibangku
tunggu.sambil kembali menangis.
"Apa setakut itu kau denganku?" tanya
jimin entah dengan siapa.
Jimin tersenyum kecut.
"Kau adalah cinta pertamaku.kau
adalah wanita kedua yang ku cintai
setelah eomma,rose."
Jimin mendudukan
kepalanya,menyembunyikan tangisannya.
Hingga seseorang menepuk pundaknya
"Tae." panggil jimin lemah.
Taehyung tersenyum,mendudukan
dirinya disamping jimin.
mengelus pundak hyungnya ini.
"GW tau perasaan lu hyung,gw juga
pernah ada diposisilu lu saat jennie
kecelakan.tapi satu hal yang harus lu
tau hyung.lu harus yakin kalo gadis lu
bakal sembuah.dan mau nerima lu apa
adanya nanti." ucap taehyung bijak.
"Sok bijak lu,alien." ucap jimin sambil
tertawa.
__ADS_1
Taehyung mendengus"'salah gw ngasih
nasehat.
Jimin terkekeh menghapus air
matanya.
"Udah nggak sudah nangis.jadi
mafia kok cengeng banget katanya
kejam.cengeng kaya gini bantet pula."
ledek taehyung.
"lu mau mati ya." ucap jimin tajam.
Taehyung meneguk salivanya
kasar.lain kali ia jangan meledek
jimin.atau dia akan dijadiakann
pembantu dimansion jimin, tidakkk itu
mengerikan.
"Eh.eh hyung gw kaya nya ada
urusan,gW pergi dulu hyung byeee.
ucap taehyung cepat dan berlari pergi.
"Kicep kan lu." ucap jirmin sambil
mengamati tubuh taehyung yang
semakin hilang dari pandangannya.
Jimin mernyandarkan kepalanya,menutup matanya namun segera terbuka saat mendengar suara pintu ruangan rose terbuka.
"Bagaimana keadaan gadisku."
tanya jimin tanpa memperdulikan
dokter yang kini tengah menghapus
keringatnya.
"Ada beberapa hal yang harus
nona rose mulai stabil.awalnya
nona kehilangan banyam darah
tapi untungnya stok darah kami
memadai.tapi--" dokter itu tampak
ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa,jangan menggantung." ucap
jimin geram.
"Nona rose mengalami amnesia."
Deg....
"A-amnesia. "dokter itu mengangguk.
"tapi tuan bisa membantu nona rose
untuk mengingatnya semuanya namun
harus pelan-pelan. "ucap dokter itu lagi.
Jimin hanya diam.masih tak percaya.
"Kalau begitu saya ijin pamit
tuan,permisi." ucap dokter itu sambil
membungkukan badan.melangkah
pergi meninggalkan jimin yang
mematung.
"Maaf rose." ucap jimin,ia menatap
pintu ruangan rose.sedikit ragu untuk
masuk kedalam.
__ADS_1
Jimin mernghela nafas,tangannya
membuka pintu itu.matanya langsung
membola saat melihat rose yang
sedang berusaha mengambil air.
Jimin berlari,mengambil kan
air dan membantu rose untuk
minum.menaruhnya lagi diatas nakas.
"Terimakasih." ucap rose sambil
tersenyum.
Jimin kembali membeku melihat
senyuman rose.
"Kamu siapa?" tanya rose.
Tapi jimin tak mendengar ucapan
rose,tetap mematung.rose yang
bingung pun melambai-lambaikan
tangannya didepan wajah jimin.
"Hey."
Jimin tersentak,menatap rose dan
tersenyum kecil.
"Kamu nggak inget aku?" rose
menggeleng .
Tangan jimin terulur mengelus surai
rose.
"Aku pacar kamu,kita juga mau nikah
beberapa bulan lagi."
Rose kebingungan,terlihat jelas saat
dahinya mengkerut.
Ia berusaha mengingat tapi kepalanya
malah terasa sakit.
Jimin menggenggam tangan rose.
"Jangan berusaha untuk
mengingatkanya sekarang.nanti kepala
kamu sakit." rose mengangguk.
"Sekarang kamu istirahat ya,nanti
kalo kamu udah sembuh aku janji
bakal bawa kamu jalan-jalan."
ucap jimin,mata rose berbinar dan
mengangguk-anggukan kepalanya.
Jimin tersenyum,membantu rose untuk
berbari.menaikan selimut hingga
sebatas dada.mengusap-usap dahi rose
sambil bersenandung kecil.
Tak berselang lama mata rose tertutup
dengam nafas yang teratur.
"Maafin aku,aku terlalu takut buat
kehilangan kamu.tapi aku janji.bakal
jaga kamu seperti aku jaga nyawa aku
sendiri." ucap jimin sambil mencium
__ADS_1
kening rose.
BERSAMBUNG..