Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 3


__ADS_3

Namja itu terus berlari disepanjang


koridor rumah sakit, air matanya terus


luruh menatap sang gadis yang kini


berada di gendongannya.


Mata gadisnya sudah tertutup dengan


damai Membuat sang namja kembali


berusaha untuk membangunkannya.


"Baby bangun.DOKTER" namja


itu terus berteriak sambil terus


membangunkan sang gadis.


Suster yang melihatnya pun segera


bergegas mengambil ranjang rumah


sakit dan menyuruh namja itu untuk


membarikan sang gadis.


Sang namja segera membaringkan sang


gadis dan mengikuti suster beserta


dokter keruangan ICu.


"Maaf tuan nda dilarang masuk'" ucap


sang suster saat namja itu ingin ikut


masuk.


"Tidak bisa saya harus menemani


gadis saya" ucap namja itu sembil


memberontak.


"Saya mohon tuan tenang ini demi


pasien ucap suster itu lagi lalu segera


menutup pintu.


Namja itu hanya teridam dengan


menangis, tubuhnya luruh kelantai


menenggelamkan kepalanya dibalik


tangan yang ia lipat.


"Maafkan aku baby maaf kan aku" isak


namja itu sambil terus bergumam kataa


maaf.


Setengah jam berlalu,hingga dokter


keluar dari ruangan ICU.


'keluarga pasien" panggil dokter itu.


Namja itu segera bangkit lalu menatap


sang dokter.


"saya pacarnya dok" ucap namja itu.


"Begini tuan pacar anda mengalami


luka cekikan yang lumayan parah


hingga nafasnya melemah pacar anda


mengalami kritis akibat luka cekikan


itu namun saya kira pacar tuan akan


mengalami Sedikit trauma" namja itu


tertegun dengan ucapan sang dokter.


Kemungkinan pacar tuan akan sadar


3 sampai 4 hari,kalau begitu saya


permisi" ucap sang dokter lalu pergi


meninggalkan namja yang sedang

__ADS_1


terdiam merutuki kesalahannya ini.


la segera memasuki ruang 1CU menatap


sendu sang pujaan hati yang sedang


menutup matanya dengan selang


impus dan alat bantu oksigen di


hidungnya.


Dengan langkah lemas namja itu duduk


dikursi dekat dengan ranjang sang


pujaan hati.


"Hey.baby bangun jangan tidur,kamu


kok tega buat aku nunggu kamu


bangun.rose hey bangun hiks maafin


aku rose" ucapan namja itu terdengar


gemetar dan lirih, penyesalannya begitu


dalam.


"Hey baby jika kau bangun aku akan


membantumu membuat kue,atau


mengajak mu memakan es krim nanti


"Aku bisa gila sayang.bangun kumohon


maafkan aku" ucap namja itu sambil


menggenggam erat tangan sang pujaan


hati.


3 hari berlalu sang namja tetap diam


tanpa beranjak dari tempatnya.


la tak pernah sedikitpun meninggalkan


sang pujaan hati yang kini tetap tak


"Hey baby sampai kapan kau


akan tertidur, aku ingin melihat


senyummu rose bangun hiks kau tau


aku akan gila jika kau tak bangun.rose


bangun sayang kau telah membuatku


gila kau yang telah membuatku terlalu


mencintaimu sejak pertemuan itu,rose


bangun kau harus bertanggung jawab"


ucap pria itu sambil mengguncang


tubuh sang gadis.


"Jimin hentikan" namja


itu.jimin.menoleh kearah belakang.


"Jangan mengganggu tidurnya" ucap


namja itu lagi.


"Kau tak pantas ikut campur hyung"


ucap jimin tajam.


Namja itu,kim seok jin.


"Jimin kau ini seorang mafia,kau


tampan kau kaya.kau bisa dengan


mudah mendapatkan gadis manapun


melebihi gadis kampungan ini" ucap


jhope sambil menunjuk rose.


Jimin mengepalkan kedua


tangannya.amarah merasukinya

__ADS_1


sekarang.apa yang jhope katakan tadi


gadis kampungan.


"Jangan menghina gadisku hyung" ucap


jimin dengan rahang yang mengeras.


"Benar bukan yang aku katakan gadis


ini kampungan dia tak pantas untuk


mu jim" ucap jhope tanpa ia ketahui


bahwa jimin ingin sekali menghajar


nya sekarang.


"Jhope jaga ucapanmu,kau tak ingin


mati ditangan jimin bukan"ucap


namjoon sambil melirik jimin yang kini


tanganya sudah terkepal sempurna.


Jhope yang melihat arah pandangan


namjoon pun meneguk ludah kasar.


"aku harus menjaga ucapanku lain


kali"gumam jhope.


"Kalian keluar sekarang" ucap jimin


dengan penuh penekanan.


Sahabat jimin hanya dapat menurut


dan segera keluar dari ruang rawat


rose.


Jimin memandang pintu yang sudah


tertutup.ia membalikan badannya


menghadap sang pujaan hati.


"Baby kau dengar ucapanya tadi.aku


ingin sekali melenyapkanya jika dia


bukan hyungku" ucap jimin sambil


menatap rose.


"Kapan kau bangun,aku tersiksa


sayang"


Seketika jari-jari rose bergerak


membuat jimin terkejut bukan


main.mata itu perlahan terbuka


menatap ruangan serba putih ini.


"Baby kau telah sadar" rasa bahagia itu


tak bisa ia bendung.


Namun rasa bahagia itu bersifat


sementara,ketika sang pujaan hantinya


menatapnya penuh ketakutan.


"Ppergi..jangan sakiti aku...pergi" ucap


rose sambil berusaha menghindar.


"Sayang..jangan seperti ini maafkan


aku" lirih jimin.


Rose tak mendengarkan ia berusaha


menghindar hingga terjatuh dari


ranjang dan naasnya kepala rose


terbentur dan mengeluarkan darah.


"**ROSEEE. "


TBC**

__ADS_1


__ADS_2