
Namja itu terus berlari disepanjang
koridor rumah sakit, air matanya terus
luruh menatap sang gadis yang kini
berada di gendongannya.
Mata gadisnya sudah tertutup dengan
damai Membuat sang namja kembali
berusaha untuk membangunkannya.
"Baby bangun.DOKTER" namja
itu terus berteriak sambil terus
membangunkan sang gadis.
Suster yang melihatnya pun segera
bergegas mengambil ranjang rumah
sakit dan menyuruh namja itu untuk
membarikan sang gadis.
Sang namja segera membaringkan sang
gadis dan mengikuti suster beserta
dokter keruangan ICu.
"Maaf tuan nda dilarang masuk'" ucap
sang suster saat namja itu ingin ikut
masuk.
"Tidak bisa saya harus menemani
gadis saya" ucap namja itu sembil
memberontak.
"Saya mohon tuan tenang ini demi
pasien ucap suster itu lagi lalu segera
menutup pintu.
Namja itu hanya teridam dengan
menangis, tubuhnya luruh kelantai
menenggelamkan kepalanya dibalik
tangan yang ia lipat.
"Maafkan aku baby maaf kan aku" isak
namja itu sambil terus bergumam kataa
maaf.
Setengah jam berlalu,hingga dokter
keluar dari ruangan ICU.
'keluarga pasien" panggil dokter itu.
Namja itu segera bangkit lalu menatap
sang dokter.
"saya pacarnya dok" ucap namja itu.
"Begini tuan pacar anda mengalami
luka cekikan yang lumayan parah
hingga nafasnya melemah pacar anda
mengalami kritis akibat luka cekikan
itu namun saya kira pacar tuan akan
mengalami Sedikit trauma" namja itu
tertegun dengan ucapan sang dokter.
Kemungkinan pacar tuan akan sadar
3 sampai 4 hari,kalau begitu saya
permisi" ucap sang dokter lalu pergi
meninggalkan namja yang sedang
__ADS_1
terdiam merutuki kesalahannya ini.
la segera memasuki ruang 1CU menatap
sendu sang pujaan hati yang sedang
menutup matanya dengan selang
impus dan alat bantu oksigen di
hidungnya.
Dengan langkah lemas namja itu duduk
dikursi dekat dengan ranjang sang
pujaan hati.
"Hey.baby bangun jangan tidur,kamu
kok tega buat aku nunggu kamu
bangun.rose hey bangun hiks maafin
aku rose" ucapan namja itu terdengar
gemetar dan lirih, penyesalannya begitu
dalam.
"Hey baby jika kau bangun aku akan
membantumu membuat kue,atau
mengajak mu memakan es krim nanti
"Aku bisa gila sayang.bangun kumohon
maafkan aku" ucap namja itu sambil
menggenggam erat tangan sang pujaan
hati.
3 hari berlalu sang namja tetap diam
tanpa beranjak dari tempatnya.
la tak pernah sedikitpun meninggalkan
sang pujaan hati yang kini tetap tak
"Hey baby sampai kapan kau
akan tertidur, aku ingin melihat
senyummu rose bangun hiks kau tau
aku akan gila jika kau tak bangun.rose
bangun sayang kau telah membuatku
gila kau yang telah membuatku terlalu
mencintaimu sejak pertemuan itu,rose
bangun kau harus bertanggung jawab"
ucap pria itu sambil mengguncang
tubuh sang gadis.
"Jimin hentikan" namja
itu.jimin.menoleh kearah belakang.
"Jangan mengganggu tidurnya" ucap
namja itu lagi.
"Kau tak pantas ikut campur hyung"
ucap jimin tajam.
Namja itu,kim seok jin.
"Jimin kau ini seorang mafia,kau
tampan kau kaya.kau bisa dengan
mudah mendapatkan gadis manapun
melebihi gadis kampungan ini" ucap
jhope sambil menunjuk rose.
Jimin mengepalkan kedua
tangannya.amarah merasukinya
__ADS_1
sekarang.apa yang jhope katakan tadi
gadis kampungan.
"Jangan menghina gadisku hyung" ucap
jimin dengan rahang yang mengeras.
"Benar bukan yang aku katakan gadis
ini kampungan dia tak pantas untuk
mu jim" ucap jhope tanpa ia ketahui
bahwa jimin ingin sekali menghajar
nya sekarang.
"Jhope jaga ucapanmu,kau tak ingin
mati ditangan jimin bukan"ucap
namjoon sambil melirik jimin yang kini
tanganya sudah terkepal sempurna.
Jhope yang melihat arah pandangan
namjoon pun meneguk ludah kasar.
"aku harus menjaga ucapanku lain
kali"gumam jhope.
"Kalian keluar sekarang" ucap jimin
dengan penuh penekanan.
Sahabat jimin hanya dapat menurut
dan segera keluar dari ruang rawat
rose.
Jimin memandang pintu yang sudah
tertutup.ia membalikan badannya
menghadap sang pujaan hati.
"Baby kau dengar ucapanya tadi.aku
ingin sekali melenyapkanya jika dia
bukan hyungku" ucap jimin sambil
menatap rose.
"Kapan kau bangun,aku tersiksa
sayang"
Seketika jari-jari rose bergerak
membuat jimin terkejut bukan
main.mata itu perlahan terbuka
menatap ruangan serba putih ini.
"Baby kau telah sadar" rasa bahagia itu
tak bisa ia bendung.
Namun rasa bahagia itu bersifat
sementara,ketika sang pujaan hantinya
menatapnya penuh ketakutan.
"Ppergi..jangan sakiti aku...pergi" ucap
rose sambil berusaha menghindar.
"Sayang..jangan seperti ini maafkan
aku" lirih jimin.
Rose tak mendengarkan ia berusaha
menghindar hingga terjatuh dari
ranjang dan naasnya kepala rose
terbentur dan mengeluarkan darah.
"**ROSEEE. "
TBC**
__ADS_1