
Update.
Sudah 3 hari berlalu.keadaan rose kan
membaik,jimin selalu menemani rose
dia bahkan tak pernah pergi dari sisi
rose kecuali jika mandi.
Saat ini jimin tengah menyuapi rose.
"Buka mulutmu." rose membuka
mulutnya menerima suapan dari jimin
sembari memeluk boneka chimmi yang
jimin berikan untuknya 2 hari yang
lalu.
"Oppa.." panggil rose.
"Ada apa hem?" jimin mengarahkan
tangannya kepipi rose yang kotor.
"Kapan rose bisa pulang.rose nggak
betah disini,bau obat." bibir rose
mengerucut.
Jimin terkekeh,menaruh mangkuk
berisi bubur itu diatas nakas.beralih
duduk disamping rose.tanganya
menangkup kedua pipi tembem rose.
"3 hari lagi ya." rose menggeleng.
"Oppa bukanya dokter udah bilang kalo
sekarang rose boleh pulang.rose mau
pulang."rengek rose.
Jimin tekekeh,mengecup pipi kanan
rose
"Nggak boleh,kamu belum bener-bener
pulih."
"Oppa rose udah bisa jalan, rose juga
baik-baik aja." ucap rose kekeh.
"Tetep aja,keputusan oppa sudah bulat
3 hari kamu baru boleh pulang"
Rose mendengus.mendorong
tubuh jimin agar menyikir dari
ranjang.menarik selimut dan tidur
membelakangi jimin.
Jimin hanya menatap malas rose.ia
cukup kesal dengan sikapnya.jimin
adalah tipe orang yang mudah marah
alias tempramen,tapi sebisa mungkin
ia mengontrol sifat buruknya agar rose tidak takut padanya.
"Sayang."panggil jimin.
Rose tak menjawab,merajuk.
__ADS_1
"Makanan kamu belum abis loh,kamu
juga belum minum.nanti kalo kamu
sesek nafas gimana?,terus kamu mati
gimana?"
"ihhhhh..."
Rose segera membuka
selimutnya,meraih air diatas
nakas.meminumnya hingga tandas.
"Udahkan,jadi rose nggak akan mati."
ucap rose.kembali menarik selimut dan
berbaring membelakangi jimin.
Jimin kembali terkekeh.gadisnya
ini sangat polos dan mudah untuk
dibohong.
"Ya udah kamu tidur ya.oppa mau beli
sesuatu dulu." jimin membalikan tubuh
rose,membuatnya terlentang.
Jimin segera mencuri kecupan dibibir
rose,membuatnya membeku sebelum.
"DASAR MESUMMM."
---------
"Bagaimana? Apakah mereka sudah
membunuh penghianat tua itu."
membunuh pria tua itu." ucap namjoon
sembari memainkan senjata api
ditanganya.
Lelaki itu,jimin ia bersmirk.
"Kerja bagus." Saat ini jimin tengah berada dimarkas.
"Bagaimana keadaan gadismu itu jim?"
tanyanya.
"Dia baik-baik saja." ucap jimin sedikit
berbohong
Jimin tidak mungkin mengatakan
bahwa rose hilang ingatan pada para
hyungnya ini apalagi pada jin.hyung
satunya ini dikenal paling bijak dan
tegas.
Jin tersenyum remeh "bukankah
gadismu hilang ingatan.
DAMM..
Jimin tak akan bisa berbohong
sekarang.
Jimin menatap datar jin "kalo iya,apa
yang akan hyung lakukan."
__ADS_1
Jin terkekeh "bagaimana kalau aku
memberi tahu gadism,kalau kau bukan
kekasihnya apalagi calon suaminya.aku
rasa dia akan pergi meninggalkanmu."
Jimin menggeram,ia menggebrak meja
dihadapannya hingga patah.
"itu tidak akan pernah terjadi.
"Kalau begitu pergilah,mungkin saja
sekarang rose tengah melarikan
diri.terus dia menabrak seorang lelaki
yang lebih tampan,terus dia terpesona
dan lebih memilih lelaki itu dari pada
dirimu." ucap jin tenang,ia bahkan tak
takut melihat tatapan tajam jimin.
Tanpa membuang waktu.jimin
langsung berlari meninggalkan markas
dengan amarah.jimin tau jin hanya
berucap saja tapi įimin juga takut
kejadian itu akan benar-benar terjadi.
Hei siapa lelaki yang lebih tampan
dimuka bumi selain jimin.bahkan
para wanita pun akan dengan rela
menyerahkan keperawanannya kepada
jimin tanpa ia minta sekalipun.
la mengendarai mobilnya dengan
kecepatan tinggi.
Meninggalkan para hyungnya yang
kini hanya tertawa keras karena
keposessivan jimin.
"Kau membuatnya marah hyung." ucap
sang maknae jungkook.
"Biarkan saja.kalau saja aku tak
menyertakan lelucon mungkin saja
markas ini akan hancur dibuatnya."
ucap jin.
Mereka pun hanya dapat tertawa
mendengar ucapan jin.tanpa mereka
tahu bahwa sebenarnya jin tengah
menekan dadanya yang terasa
Sesak.dengan bayangan seorang wanita
yang terus berputar-putar dikepalanya.
Jin menyadarkan kepalanya.senyumnya terbit.
"Aku merindukanmu sooyaaa. "lirih jin
pelan.
__ADS_1
BERSAMBUNG......