Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 5


__ADS_3

Update.


Sudah 3 hari berlalu.keadaan rose kan


membaik,jimin selalu menemani rose


dia bahkan tak pernah pergi dari sisi


rose kecuali jika mandi.


Saat ini jimin tengah menyuapi rose.


"Buka mulutmu." rose membuka


mulutnya menerima suapan dari jimin


sembari memeluk boneka chimmi yang


jimin berikan untuknya 2 hari yang


lalu.


"Oppa.." panggil rose.


"Ada apa hem?" jimin mengarahkan


tangannya kepipi rose yang kotor.


"Kapan rose bisa pulang.rose nggak


betah disini,bau obat." bibir rose


mengerucut.


Jimin terkekeh,menaruh mangkuk


berisi bubur itu diatas nakas.beralih


duduk disamping rose.tanganya


menangkup kedua pipi tembem rose.


"3 hari lagi ya." rose menggeleng.


"Oppa bukanya dokter udah bilang kalo


sekarang rose boleh pulang.rose mau


pulang."rengek rose.


Jimin tekekeh,mengecup pipi kanan


rose


"Nggak boleh,kamu belum bener-bener


pulih."


"Oppa rose udah bisa jalan, rose juga


baik-baik aja." ucap rose kekeh.


"Tetep aja,keputusan oppa sudah bulat


3 hari kamu baru boleh pulang"


Rose mendengus.mendorong


tubuh jimin agar menyikir dari


ranjang.menarik selimut dan tidur


membelakangi jimin.


Jimin hanya menatap malas rose.ia


cukup kesal dengan sikapnya.jimin


adalah tipe orang yang mudah marah


alias tempramen,tapi sebisa mungkin


ia mengontrol sifat buruknya agar rose tidak takut padanya.


"Sayang."panggil jimin.


Rose tak menjawab,merajuk.

__ADS_1


"Makanan kamu belum abis loh,kamu


juga belum minum.nanti kalo kamu


sesek nafas gimana?,terus kamu mati


gimana?"


"ihhhhh..."


Rose segera membuka


selimutnya,meraih air diatas


nakas.meminumnya hingga tandas.


"Udahkan,jadi rose nggak akan mati."


ucap rose.kembali menarik selimut dan


berbaring membelakangi jimin.


Jimin kembali terkekeh.gadisnya


ini sangat polos dan mudah untuk


dibohong.


"Ya udah kamu tidur ya.oppa mau beli


sesuatu dulu." jimin membalikan tubuh


rose,membuatnya terlentang.


Jimin segera mencuri kecupan dibibir


rose,membuatnya membeku sebelum.


"DASAR MESUMMM."


---------


"Bagaimana? Apakah mereka sudah


membunuh penghianat tua itu."


membunuh pria tua itu." ucap namjoon


sembari memainkan senjata api


ditanganya.


Lelaki itu,jimin ia bersmirk.


"Kerja bagus." Saat ini jimin tengah berada dimarkas.


"Bagaimana keadaan gadismu itu jim?"


tanyanya.


"Dia baik-baik saja." ucap jimin sedikit


berbohong


Jimin tidak mungkin mengatakan


bahwa rose hilang ingatan pada para


hyungnya ini apalagi pada jin.hyung


satunya ini dikenal paling bijak dan


tegas.


Jin tersenyum remeh "bukankah


gadismu hilang ingatan.


DAMM..


Jimin tak akan bisa berbohong


sekarang.


Jimin menatap datar jin "kalo iya,apa


yang akan hyung lakukan."

__ADS_1


Jin terkekeh "bagaimana kalau aku


memberi tahu gadism,kalau kau bukan


kekasihnya apalagi calon suaminya.aku


rasa dia akan pergi meninggalkanmu."


Jimin menggeram,ia menggebrak meja


dihadapannya hingga patah.


"itu tidak akan pernah terjadi.


"Kalau begitu pergilah,mungkin saja


sekarang rose tengah melarikan


diri.terus dia menabrak seorang lelaki


yang lebih tampan,terus dia terpesona


dan lebih memilih lelaki itu dari pada


dirimu." ucap jin tenang,ia bahkan tak


takut melihat tatapan tajam jimin.


Tanpa membuang waktu.jimin


langsung berlari meninggalkan markas


dengan amarah.jimin tau jin hanya


berucap saja tapi įimin juga takut


kejadian itu akan benar-benar terjadi.


Hei siapa lelaki yang lebih tampan


dimuka bumi selain jimin.bahkan


para wanita pun akan dengan rela


menyerahkan keperawanannya kepada


jimin tanpa ia minta sekalipun.


la mengendarai mobilnya dengan


kecepatan tinggi.


Meninggalkan para hyungnya yang


kini hanya tertawa keras karena


keposessivan jimin.


"Kau membuatnya marah hyung." ucap


sang maknae jungkook.


"Biarkan saja.kalau saja aku tak


menyertakan lelucon mungkin saja


markas ini akan hancur dibuatnya."


ucap jin.


Mereka pun hanya dapat tertawa


mendengar ucapan jin.tanpa mereka


tahu bahwa sebenarnya jin tengah


menekan dadanya yang terasa


Sesak.dengan bayangan seorang wanita


yang terus berputar-putar dikepalanya.


Jin menyadarkan kepalanya.senyumnya terbit.


"Aku merindukanmu sooyaaa. "lirih jin


pelan.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2