Posessive Mafia

Posessive Mafia
part 17


__ADS_3

Update..


Ruangan yang terpenuhi oleh senjata menjadi pemandangan yang Indah untuk wanita yang kini tengah berbadan dua. Rose terlihat antusias saat melihat berbagai samurai berada diatas meja.


"Sayang, jangan dipegang. Tangan kamu nanti luka. "


Rose menghentakkan kakinya. Memang saat ini rose tengah berada di ruangan khusus senjata milik jimin. Awalnya rose tidak diperbolehkan untuk masuk tapi karena terus merengek serta menangis jimin mengijinkan nya.


Rose tengah menemani jimin bermain pedang. Dapat dilihat jimin kini tengah mengasah pedang memiliknya, sembari menatap sengit 5 guci yang sudah berada didepannya.


Saat memulai nya rose  dapat melihat jimin yang begitu lihai bermain pedang. Bagian teruncing pedang menjadi strategi paling ampuh bagi jimin.


"Lihatlah nak,daddymu sungguh luar biasa. "Gumam rose sebari mengelus-elus perut buncitnya.


Jika kalian bertanya berapa usia kandungan rose sekarang, jawaban yang tepat dalam 5 bulan. Rose termenung melihat bagaimana hebatnya jimin. Rose memikirkan banyak hal.


Terutama tentang mata-mata seulgi yang tidak lagi memata-matai nya. Ia sungguh dibuat bingung.


Detingan handphone pink milik rose terdengar. Rose mengambil nya.


+82*******


Temui aku ditaman dekat sungai han. Ini penting!


Dahi rose mengkerut. Siapa yang mengirim pesan singkat ini padanya. Dan bagaimana orang itu bisa tahu nomer telepon nya.


Rose dengan sigap mematikan handphone miliknya saat jimin berjalan mendekat.


Rose tersenyum cerah. Memberikan air mineral dingin kepada jimin,jimin menerima dengan senang hati.


"Keringat oppa sangat banyak. Setelah ini oppa mandi. "


Dengan telaten rose mengelap peluh disepanjang wajah jimin hingga leher.


"Mandi bersama bagaimana? Hmm. "


Rose mencubit pinggang jimin. Membuat sang empu meringis kesakitan.


"Mandi sendiri sana, rose mau ketoko bunga dekat sungai han. "Ucap rose setengah dusta.


Tatapan jimin yang awalnya teduh menjadi sedikit menajam.


"Oppa ngelarang kamu untuk keluar rumah. Jadi tetap diam disini, biar oppa yang beli!"


Mata rose berkaca-kaca saat mendengar jimin berbicara dengan sedikit bentakan padanya. Hormon kehamilan membuatnya mudah menangis dengan bentakan kecil jimin. Bahkan masalah sepele yang jimin lakukan pun menjadi hal yang paling membuat rose menangis.


Jimin meringis kecil. Ia paling tak suka melihat kilauan dimata wanitanya 


"Oke, oppa mengalah. Kamu boleh pergi tapi dengan beberapa pengawal. "


Bibir rose naik keatas, tersenyum lebar. Tak apa menurutnya.


"Rose akan bersiap-siap. "


Rose berlari kecil meninggalkan ruangan senjata dan pelatihan. Menuju kamar.


Memakai pakaian serba hitam miliknya. Rose ingin sekali memakai jeans tapi jimin melarang nya karena takut babby nya tertekan. Hingga berakhir ia memakai celana longgar berwarna hitam lengkap dengan hoddie yang juga berwarna hitam.


Jimin menghantar rose menuju mobil. Memperingatkan beberapa anak buahnya untuk menjaga rose dengan baik. Atau nyawa mereka taruhannya.


Anak buah jimin hanya dapat mengangguk patuh. Sedikit bergidik ngeri mendengar ancaman menakutkan sang tuan.


Rose melambaikan tangannya saat mobil yang ditumpangi nya melaju meninggalkan pekarangan mansion.


Rose duduk bersandar, membuka benda pipih miliknya.


+82*******


Cafe dekat taman, aku menunggu mu.


Pesan itu tertera lagi dalam handphone nya. Rose menduga-duga siapa pemilik nomor misterius itu.


"Berhenti di cafe dekat sungai han ya pak kim, rose mau beli eskrim. "


Rose lagi-lagi harus berbohong. Ia benar-benar dibuat penasaran oleh seseorang yang mengirim pesan itu kepadanya.


Sesampainya di cafe. Rose langsung memasuk kedalamnya, menyuruh para pengawal untuk menunggu diluar dengan alasan ia tak ingin  diganggu.


Menuju meja nomer 4 yang mana sudah terisi dengan seorang wanita menggunakan masker.


"Kau yang mengirim pesan ini padaku. "Ucap rose to the point.


Mata wanita itu menyipit, membuktikan bahwa wanita itu tengah tersenyum.


Wanita itu memberikan intruksi agar rose duduk. Rose menurut, toh jika tidak dia akan pegal sendiri karena berbicara sambil berdiri.


"Siapa kau? "


Wanita itu membukan masker miliknya. Rose terkesiap karena ia mengetahui siapa wanita yang berada dihadapannya itu.



"Ah, ternyata kau. Kang seulgi. "Ucap rose dengan seringai.


Seulgi terkekeh "rupanya kau tau sudah tau siapa aku. Baguslah kalau begitu. "


"Tentu aku tau siapa kau. Kau wanita yang ingin merebut jimin dariku, benar bukan. "Ucap rose dengan penuh tekanan, emosinya benar-benar tersulut.


Wajah seulgi yang awalnya tenang berubah menjadi serius.


"Aku tak ingin merebut jimin darimu. "

__ADS_1


Rose berdecak "ckk, alasan. "


"Aku mempunyai alasan khusus rose. "Ucap seulgi.


"Wanita ular memang mempunyai banyak alasan bukan. "


Seulgi terkekeh sinis "aku sama sekali tak menyukai jimin. Maka dari itu aku disini untuk menjelaskan semuanya. "


Rose bangkit dari duduk nya.


"Alasan tak penting. Lebih baik aku pergi. "


Rose hendak beranjak. Namun, ucapan seulgi membuat langkahnya terhenti.


"Aku sudah bersuami. "


Rose menoleh. Menatap seulgi yang sama-sama menatapnya serius.


"Dengarkan penjelasanku. "


Rose berdecak malas. Ia kembali pada posisi awaknya.


"Jelaskan. "


Seulgi tersenyum tipis "jangan pernah menyela penjelasan ku. "


Rose mengangguk malas.


"Aku tak menyukai jimin, tak mencintai jimin bahkan sampai terobsesi pada jimin. Itu hanyalah akal-akalan ku saja agar kau menjauh dari jimin. "


"Jangan menyela. "


Seulgi berucap saat rose ingin menyela ucapannya.


"Kau pasti taukan siapa saja yang terobsesi pada jimin. "


Rose mengangguk.


"Wendy. Adikku,dia sangat mencintai jimin mu. "


Rose sedikit terhenyak saat suara seulgi berubah melirih.


"Kau tau apa alasanku ingin memisahkan mu dengan jimin. Itu karena dendam adikku. Adikku mencintai jimin hingga dia rela melakukan apapun demi jimin sialan itu, termasuk memberikan keperawanan pada jimin.menjadi budak sex jimin sama seperti umji."


Rose bungkam.


"Dan kau tau kenapa aku yang membalas dendam adikku. Karena adikku jadi gila karena jimin, adikku tengah mengandung anak jimin tapi keguguran karena penyakit mentalnya. "


"Sebelum kau datang, wendy selalu berlutut didepan mansion jimin hanya untuk meminta agar dirinya di nikahi. Wendy bahkan tak makan berhari-hari karena terus menangis."


Bulir air mata jatuh dari mata seulgi.


"Awalnya wendy menyarankan ku untuk membunuhmu. Tapi, kau tak bersalah disini. Itu adalah alasan kenapa aku tak bergerak selama 2 bulan ini."


Rose masih terdiam di kursi nya. Hatinya teriris. Seorang wanita kehilangan anaknya karena jiminnya.


"Ada satu hal lagi yang ingin ku katakan padamu rose. "


Rose mendongak menatap seulgi.


"Apa? "


"Kau bukan kekasih jimin. Kau tau saat kau dirumah sakit. "


"Aku ingat. "


"Apa kau tak menanyakan pada jimin kenapa kau berada dirumah sakit?Bagaimana kau tak bisa mengingat apapun?  Dan yang lebih parah lagi apa kau mengingat siapa orang tua mu? "


Rose lagi-lagi dibuat bungkam. Kenapa seulgi dapat menebak semua pertanyaan yang sudah lama tersimpan di kepalanya.


"Kau bukan kekasih jimin rose,kau bukan kekasih jimin. Kau hanya gadis polos yang kehilangan kepolosanmu dengan masuk kedalam lingkungan gelap jimin. "Ucap seulgi.


"Kau adalah gadis penjual kue keliling. "


Rose memegang kepalanya yang terasa pening. Sekelebat bayangan berputar-putar diotaknya. Rose meringis kesakitan.


Seulgi menghampiri rose. Memeluk tubuh rose yang bergetar.


"Aku akan membantu mu keluar dari dunia gelap jimin rose. Aku akan membantu mu. "Ucap seulgi dengan isak.


Melihat rose seperti ini sungguh membuat seulgi mengingat adiknya, wendy.


"Kumohon bawa aku pergi.. "


Seulgi mengangguk, ia memang akan membawa rose pergi dari kehidupan gelap jimin. Seulgi sudah berjanji akan hal itu.


Karena seulgi tau bahwa rose adalah gadis kecil yang menolongnya saat kecelakaan mobil menimpanya.


-------


Rose kini telah kembali ke mansion jimin. Rose memasang wajah seceria mungkin untuk membuat nya terlihat baik-baik saja.


Rose sudah berjanji pada seulgi bahwa rose akan ikut bersama seulgi untuk kabur dari jimin. Namun, rose meminta waktu satu hari penuh untuk bersama lelaki yang telah menghianati nya ini.


Dapat rose lihat jimin yang tengah bersandar di kepala sopa sembari menatap televisi.


"Oppa.. "Sapa rose.


Jimin menoleh. Tersenyum lebar saat melihat sosok rose mendekat.


"Bagaimana ditoko bunganya? "

__ADS_1


Jimin merangkul tubuh rose.


"Bunganya tidak ada, jadi aku memutuskan untuk makan eskrim di cafe yang bersebelahan dengan toko bunga. "


Jimin mengelus-elus pucuk kepala rose. Mengecupnya singkat, membuat rasa sesak didada rose.


"Jangan terlalu banyak makan es krim sayang,nanti kamu batuk. "


Rose mengangguk singkat.


"Ayo kekamar, kamu pasti capek. "


Tanpa meminta ijin rose. Jimin langsung mengangkat tubuh rose menuju kearah kamar.


Membaringkan tubuh mungil itu. Menyentuh perut buncit rose. Mengecup perut buncit yang berisi buah hatinya itu.


"Cepatlah keluar babby, daddy tak sabar menunggu mu lahir di dunia. "


Dada rose kembali dibuat sesak dengan ucapan jimin. Rose tak bisa membayangkan bagaimana nanti anaknya tak dapat melihat jimin saat dia terlahir didunia.


"Iya daddy. "Ucap rose dengan suara yang dibuat-buat menggemaskan.


Jimin terkekeh, mendekatkan kepalanya. Mengecup bibir rose lama. Naik keatas untuk mengecup kening wanita itu.


Kemudian menarik tubuh rose agar berada dipelukannya lagi. Lalu segera tertidur.


Dalam hati rose tengah menangis sedih. Ia sungguh tersiksa.




Matahari sudah mulai naik hingga berada dititik tengah pusat bumi.


Rose kini tengah membereskan semuanya. Ia telah memantapkan hatinya untuk pergi dari genggaman jimin.


Ingatan demi ingatan terus berdatangan .menunjukkan hal-hal penting dan fakta-fakta hidupnya.


Waktu pagi pun rose bahkan menangis dalam kamar mandi mengingat hari ini adalah hari akhirnya dengan jimin.


Seulgi sudah bilang pada nya jika seulgi akan menjemput nya. Dengan berpura-pura menjadi teman baru rose. Rose tentu saja menyetujui rencana itu.


Beruntungnya jimin kini sedang tak berada dirumah. Rose bahkan tak tau jimin pergi kemana, karena sedari pagi jimin sudah tak ada disamping nya.


Rose meletakan sepucuk surat diatas ranjang. Air matanya luruh.


Handphone nya berbunyi. Memberi tahukan bahwa seulgi telah menunggunya.


Rose dengan cepat mengambil tas miliknya saja. Ia berlari kecil menuju dasar. Saat sampai dibawah rose dibuat terkejut dengan jimin yang tengah berdiri diambang pintu keluar.


Menatapnya tajam.


Rose berusaha untuk bersikap biasa saja.


Tapi melihat tatapan jimin membuat nyalinya menciut.


"Ingin pergi! "


Rose tersentak saat tiba-tiba jimin membentaknya.


"JAWAB. "


rose menutup telinganya.


"Aku bukan lelaki bodoh kim roseana. Aku tau kau ingin pergi dari ku bukan. Kau ingin pergi bersama seulgi bukan. Jawab! "


"B-bagaimana kau bisa tahu. "Ucap rose dengan gemetar.


Jimin tertawa. Dan sungguh tawa itu membuat rose semakin dibuat takut.


"Apa kau lupa dengan beberapa pengawal dan mata-mata ku. Heh.. Bahkan handphone mu pun sudah ku beri alat penyadap. "


Rose membulatkan matanya. Ia melihat kearah ponselnya, dan benar terdapat alat yang sangat kecil menempel disana.


"Kau jahat. Kau membohongi ku. "Ucap rose dengan isak.


Seolah tak peduli. Jimin menyeret rose untuk memasuki kamar. Rose berusaha memberontak, namun sayangnya tenaganya tak sebanding dnegan jimin.


Saat dikamar rose dibuat terkejut lagi saat melihat ada rantai diatas ranjang. Rose menggelengkan kepalanya.


Jimin kembali menarik paksa rose. Menyuruhnya untuk naik. Karena terus memberontak jimin melakukan nya secara kasar.


Merantai tubuh rose diatas ranjang mengikat kaki berserta tangannya.


"Lepaskan aku berengsek. "Ucap rose dengan tangisan.


"Kau tau, apa yang telah menjadi milikku akan tetap menjadi miliku. "Ucap jimin dengan menatap rose intens.


Rose berusaha melepaskan rantai itu pada tubuhnya tapi sia-sia.


Jimin meninggalkan nya terkurung dalam kamar. Rose menangis keras, ia tak menyangka jimin akan seperti ini.


Sedangkan dari arah luar.


"Tangkap wanita sialan itu berserta suaminya. Tangkap mereka secara hidup-hidup. "


Jimin mematikan sambungan teleponnya.


"Kau telah membuat wanita ku menangis, seulgi. "


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2