Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
10. ide Teddy


__ADS_3

Alona tampak bingung mendengar perkataan Meri tapi dia mengangguk "sebenarnya ada apa mengapa kau terlihat panik dan mengatakan hal tersebut kepadaku apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya Alona


"Baiklah aku akan memberitahumu agar kau berhati-hati aku tadi sempat berdebat dengan mami karena dia menggunakan cara licik agar aku bisa terikat dengannya dan dia juga ingin kau juga terikat dengannya aku yakin dia akan mudah membebaskanku karena dia tahu betul bahwa aku bisa menghasilkan uang yang banyak untuknya jadi aku memperingatkan untuk Jangan percaya kepada mami apapun perkataannya jika memang kau dalam kesulitan hubungi aku tapi jangan pernah percaya pada siapapun selain aku, kapan lagi kau akan menerima tamu agar biaya untuk operasi putramu selanjutnya cepat terkumpul dan dengan begitu kau cepat bebas." ucap Meri


"Aku akan bekerja minggu ini karena operasi putraku sudah selesai dengan lancar dan sisa menjalani operasi kedua dan ketiga setelah itu putraku akan bisa aku rawat sendiri." ucap Alona, baiklah biar aku yang akan mengatur hal tersebut kau jangan khawatir kau hanya perlu bersiap, baik sekarang kembali ke kontrakan untuk beristirahat aku ingin berbicara dengan seseorang terlebih dahulu." ucap meri, tampak Alona menggangguku lalu bergegas kembali ke kediamannya


Sementara itu Tuan Robi yang sudah berada di sebuah kota di mana terdapat pengobatan tradisional tampak masuk ke sebuah rumah yang alamatnya tertera ajalah tingkat purnama yang diberikan Alona yang termasuk ke dalam tampak seorang pria tua menerima Tuan Robi setelah berkonsultasi dengan apa yang dideritanya pria tersebut hanya mengangguk mengerti setelah itu pria itu menyurutkan Robi masuk ke dalam kamar bersama beberapa jam kemudian Tuan Robi keluar dari kamar tersebut sambil tersenyum sumringah kemudian memberikan sesuatu kepada orang tua tersebut setelah itu Tuan Robi tampak masuk ke dalam mobil sang sopir hanya tersenyum melihat wajah tuannya


"Ayo kita kembali ke hotel dan beristirahat tiga hari lagi kita akan kembali ke tempat itu." ucap Tuan Robi , sepertinya tuan sangat bahagia dan bersemangat apakah ada kabar baik tuan sehingga Tuan sangat bahagia." tanya sang sopir

__ADS_1


"kau tahu aku sangat lega saat ini karena sepertinya kehidupanku akan kembali normal seperti sebelumnya tidak seperti dulu lagi dan semua ini berkat Alona aku sangat berterima kasih padanya aku harap dia baik-baik saja sampai aku bertemu kembali dengannya." ucap pria tersebut


Tampak Justin dan dan tedi keluar dari ruang rapat wajah Justin tampak biasa saja karena di ruang rapat sepertinya berjalan dengan baik Justin langsung ke ruangannya tapi saat dia baru saja duduk di kursi kebesarannya ponselnya tiba-tiba berdering dan itu telepon dari kepala pelayan di kediaman sang nenek yang mengabarkan bahwa neneknya tiba-tiba jatuh pingsan sontak saja Justin bergegas ke kediaman sang nenek Justin sudah berada di kediaman neneknya tampak Justin sedang berada di kamar neneknya "apa yang terjadi kenapa menurutku bisa sampai pingsan." tanya Justin


Sang dokter yang selama ini merawat neneknya tampak menghembuskan nafasnya kasar lalu memanggil Justin untuk berbicara berdua Justin ."maafkan aku yang tidak jujur padamu sebenarnya nenekmu sedang sakit keras jadi aku harap kau bisa mengabulkan setiap keinginannya karena aku takut dia tak akan bisa bertahan beberapa bulan ini." ucap dokter tersebut sambil menunduk


"Apa maksud dokter bukankah tadi dokter mengatakan nenekku baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang perlu aku khawatirkan tapi mengapa sekarang dokter mengatakan bahwa penyakit yang kronis apa maksudnya jangan katakan bahwa dokter selama ini sudah berbohong padaku tentang keadaan nenekku." ucap Justin sambil mengguncang tubuh dokter tersebut


"Kenapa Anda tak pernah memberitahukan aku tentang hal tersebut jika aku mengetahuinya aku akan menyuruhnya untuk dirawat di rumah sakit dan tak perlu dirawat di rumah." ucap Justin

__ADS_1


"Aku juga sudah menyarankannya untuk dirawat di rumah sakit tapi dia menolak dengan tegas dan mengatakan bahwa dia tidak ingin dirawat di rumah sakit." ucap dokter tersebut, "jadi apa yang harus aku lakukan saat ini dan kapan nenekku bisa siuman aku sangat ingin berbicara dengannya." ucap Justin


"Aku juga tidak tahu kapan dia sadar mungkin saja besok atau lusa sebaiknya kita menunggu saja dan aku ingin meminta persetujuan mu untuk memindahkan nenekmu ke rumah sakit agar dia dirawat di sana." ucap dokter, "lakukanlah apa yang terbaik untuk diriku kalau perlu bawa dia ke luar negeri untuk pengobatan jika itu yang terbaik." ucap Justin


"Baiklah jika memang kondisinya sudah lebih baik dan dia mau berobat ke luar negeri kami tentu akan langsung membawanya untuk berobat ke luar negeri tapi jika dia menolak itu akan menjadi masalah." ucap dokter, "baiklah dokter aku mengerti tolong rawat nenekku dan kabari aku jika memang ada sesuatu aku ada di ruang kerja bisakah dokter merawat nenekku di rumah saja dulu dan jika dia bersedia dirawat di luar negeri setelah aku bertanya padanya bisakah dokter langsung membawa nenekku keluar negeri untuk dirawat di rumah sakit terbaik." ucap Justin setelah mendapatkan persetujuan dari dokter tersebut Justin langsung ke ruang kerjanya tampak Justin yang sedang duduk sedang memikirkan sesuatu tak berselang lama sebuah ketukan pintu membuatnya mengalihkan perhatiannya


"Maaf tuan aku terpaksa ke sini karena ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani hari ini juga dan Tuan besok Tuan mengadakan pertemuan bisnis di hotel dengan Tuan beni." ucap Teddy, baiklah bahwa kemari berkasih yang ingin aku tanda tangani tampak tersebut Lalu menyimpannya "aku ingin berbicara denganmu sebentar." ucap Justin


"Kau tahu kan aku tak memiliki teman selain dirimu dan kau tahu mengapa aku tak terlalu menyukai pernikahan setelah apa yang terjadi kepada kedua orang tuaku aku tak percaya namanya cinta dan ketulusan seorang apalagi sebuah rumah tangga tapi kemarin nenekku meminta padaku agar aku segera menikah tapi hingga saat ini tak ada satu wanita pun yang bisa menarik perhatianku aku sangat khawatir dengan kondisi kesehatan nenekku sebaiknya apa yang harus aku lakukan." tanya Justin

__ADS_1


"Bagaimana jika Tuan membeli seorang wanita dan nikahi dia dengan kontrak dengan beberapa persyaratan seperti dia harus melahirkan anak tuan dan harus menyimpan rahasia ini seumur hidupnya dan dia harus pergi jika kontrak itu telah selesai dengan begitu masalah yang tuan hadapi teratasi nenek anda senang dan tuan memiliki penerus bagaimana ideku tuan." ucap Teddy.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya


__ADS_2