Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
23.klub


__ADS_3

Tampak wanita tersebut langsung mengambil ponselnya yang berada di atas meja kecil dekat ranjang setelah ponsel itu terhubung tanpa wanita tersebut berbicara beberapa menit kemudian wanita itu menutup panggilan teleponnya, tak berselang lama tapak Edi yang masuk ke dalam kamar "kau habis menghubungi siapa sayang." tanya edi saat melihat sang istri menyimpan ponselnya


"Aku menelepon ibuku aku takut saat aku melahirkan kau tidak ada dan aku kurang nyaman jika dijaga oleh seseorang seorang perawat saat melahirkan jadi aku memanggil ibuku untuk merawat ku sampai anak kita lahir, kita kan tak tahu tiba-tiba saja aku melahirkan lagi pula kau kadang sibuk bekerja dan sering meninggalkanku walaupun ada pelayan tapi aku tak begitu percaya pada para pelayan itu." ucap istri Edi


"Terserah kau saja sayang aku akan selalu menyetujui apapun yang kau inginkan kapan ibu makan kemari apakah dia akan datang bersama ayahmu." tanya Edi, "sepertinya dia akan datang bersama ayahku tidak apa-apa kan bisakah kau mencarikan pekerjaan untuk ayahku agar ayahku bisa bekerja di sini." ucap istri Edi, "tentu saja sayang bagaimana kalau ayahmu menjadi sopir di kediaman kita saja agar dia bisa mengantarmu kemanapun yang kau inginkan apalagi nanti jika kau melahirkan dan tiba-tiba harus diantar ke rumah sakit." ucap Edi


"Kau benar sayang daripada juga ayahku tinggal di kampung dan hanya bertani lebih baik dia ke kota dan tinggal bersama ibu rumah yang kosong di belakang sepertinya terlebih renovasi untuk kedua orang tuaku agar mereka bisa tinggal di sana." ucap istri Edi


"Aku akan menyuruh seseorang untuk merenovasinya hanya butuh beberapa hari rumah itu akan kembali seperti baru." ucap Edi, "baiklah sayang terima kasih." ucap istri Edi

__ADS_1


Sementara itu di apartemen tampak Alona dan Justin sedang berada di meja makan "besok kita akan bertemu nenekku dan kau harus mengatakan kau pada nenekku bahwa bayi yang berada di rumah sakit adalah bayi milikku dan kita sudah lama menikah tak boleh ada yang mengetahui bahwa kita baru saja menikah kau hanya perlu setuju setiap apa yang aku katakan." ucap Justin


Alona menatap bingung ke arah Justin bagaimana mungkin dia mengakui putranya yang saat ini sedang berada di rumah sakit sebagai putranya,Ayah kandung dari putranya saja tak pernah mengakuinya, "tapi bagaimana jika nenekmu tak percaya dan ingin melakukan tes DNA pada putraku." tanya Alona


"Kau tak perlu memikirkan hal tersebut kau hanya nya perlu mengikuti semua perkataanku dan ingat kau jangan sembarangan berkata di depan nenekku." ucap Justin, kalau nak tampak mengangguk setuju lalu melanjutkan makannya begitupun Justin


"Tuan aku mohon tolonglah aku aku hanya ingin menjadi seorang pelayan bukan untuk menjadi wanita panggilan." ucap wanita tersebut sambil bersembunyi di belakang tubuh Teddy, taddy melihat beberapa orang pria yang ada di hadapannya "Apa yang kau lakukan berikan wanita itu pada kami Jangan menghalangi pekerjaan kami atau kau ingin mati di ruangan ini bos kami sudah menunggu wanita itu untuk melayaninya kau jangan membuat kami kesal." ucap pria tersebut


"Panggilkan aku pemilik bar ini aku ingin berbicara dengannya." ucap Teddy, "kau jangan banyak bicara di situ cepat ambil wanita itu." ucap seorang pria menyuruh temannya yang lain untuk menarik paksa wanita itu, tampak tedi langsung menghajar kedua pria yang berniat menarik tangan wanita yang ada di belakangnya keributan pun terjadi akhirnya manajer bar langsung bergegas melerai pertengkaran itu melihat siapa yang ada di depannya sontak saja sang manajer langsung menunduk hormat "maaf tuan aku tidak tahu bahwa Tuan datang ke klub kami, ." ucap manager tersebut, sementara para pria yang sudah bertambah bersama teman-temannya tampak ditahan oleh penjaga klub tersebut karena mereka tidak terima teman-temannya dipukul oleh Teddy tapi saat melihat sang manager klub menunduk hormat mereka sedikit tenang

__ADS_1


Teddy menatap manajer klub dengan tatapan yang sulit di artikan "sejak kapan klub ini memaksa seorang wanita menjadi pemuas nafsu seseorang hingga harus dipukul." tanya Teddy, "sepertinya ada kesalahpahaman yang terjadi mungkin saja wanita ini dibawa dari luar bukan berasal dari klub ini, Nona sepertinya di sini ada salah paham bagaimana kalau kita membicarakan semua ini di ruanganku dan jangan membuat masalah dengan Tuan teddy biarkan Tuan Teddy melakukan apa yang dia inginkan jangan ganggu tuan Teddy lagi ." ucap manager klub, tapi wanita tersebut tampak tidak mau pindah dari belakang punggung tadi bahkan semakin erat memegang baju milik Teddy


"Di mana pemilik klub aku ingin bertemu dengannya dan membicarakan sesuatu sekarang antarkan aku kepadanya." ucap Teddy tadinya Teddy hanya ingin menenangkan diri sejenak tak ingin diperlakukan istimewa saat masuk ke klub tersebut itulah mengapa dia memakai masker dan topi untuk menutup sebagian wajahnya tapi saat perkelahian terjadi tanpa sengaja maskernya terlepas, sementara itu pemilik klub yang baru mengetahui apa yang terjadi tampak buru-buru keluar dari ruangannya dan menyambut Teddy yang berada di lantai bawah "maafkan aku tak menyambut Anda saat datang kemari ada masalah apa Tuan sampai Anda turun tangan sendiri." tanya pemilik klub yang baru saja datang


"Apa kau mengenal wanita yang ada di belakangku ini tanya tedi sambil miring sedikit tubuhnya agar pria yang ada di hadapannya melihat wanita yang saat ini berada di belakangnya, tampak pria paruh baya tersebut melihat dengan sesama wanita yang ada di balik punggung Teddy kemudian dia mengingat bahwa wanita itu adalah pelayan di klubnya "aku mengenalnya Tuan dia adalah pelayan baru di klub kami ada apa Tuan." tanya pemilik klub


"Apakah kau juga menjadikannya pelayan untuk pria hidung belang yang melayani mereka sampai di tempat tidur karena tadi dia mengatakan padaku dia hanya ingin menjadi pelayan bukan pemuas nafsu pria hidung belang." ucap Teddy, dampak pria paruh baya itu sedikit bingung pasalnya dia tidak mengetahui apa yang terjadi di klubnya semua tanggung jawab diberikan kepada manajer lagi pulang semua pelayannya tidak pernah ada yang melakukan hal tersebut terkecuali Memang mereka menginginkannya dan tidak ada paksaan sama sekali darinya sebagai pemilik klub karena klubnya memang hanya untuk hiburan musik dan minuman serta wanita yang menemani pelanggan tapi itu jika mereka bersedia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2