Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
56.penyesalan Endi


__ADS_3

Pernikahan Suci dengan Teddy pun telah selesai kini jadi Teddy berniat langsung memboyong suci dan sang nenek pergi ke kota di mana dia tinggal karena dia sudah beberapa hari meninggalkan pekerjaannya Untung saja nenek sudah kembali membuat Justin sedikit tenang membuatnya bisa fokus ke perusahaan walaupun tanpa tedi disisinya apalagi masih ada beberapa orang yang bisa membantunya jika dia memerlukannya,


Sementara itu Ayah bunga dan ibu tirinya yang sudah kembali ke kediaman Mereka tampak berselisih karena sang ibu marah kepada ayah bunga yang tak meminta apapun pada tedi padahal jelas-jelas tadi mereka sudah berdiskusi tentang uang yang harus diberikan oleh Teddy kepada dirinya agar bisa menikahi bunga apalagi setelah mendengar mahar fantastis yang diberikan oleh Teddy kepada bunga membuat sang ibu tiri sangat iri begitupun saudara tiri bunga "apa yang sudah kau lakukan mengapa kau tak meminta sepeserpun uang dari suami bunga lihat mahar yang diberikan oleh suami bunga begitu fantastis walaupun dia berpisah dengan suaminya kelak dia akan menjadi janda paling kaya ." ucap ibu bunga


"Sudahlah hentikan membahas hal tersebut sekarang bunga dan pria itu sudah menikah kita bisa apa sudahlah sebaiknya kita jangan mengganggu Mereka lagi." ucap ayah bunga yang sudah tidak mau berurusan dengan Teddy sepertinya dia harus berhati-hati pada menantunya itu


Sementara Endi Masih tak percaya apa yang terjadi bunga sudah menikah dengan seorang pria yang seratus kali lebih tampan dan kaya dari pada dirinya dan bahkan maharnya sangat fantastik padahal Endi berencana akan menjadikan bunga istri ke duanya setelah beberapa tahun menikah dengan Mala hal itu sudah Endi rencanakan, sementara ayah Endi yang melihat putranya di kediamannya tampak menautkan kedua alisnya karena sedari tadi Endi tak tampak sama sekali di acara pernikahan bunga, "dari mana saja kau Kenapa di sini." tanya ayah Endi

__ADS_1


Endi dengan raut wajah kesal tampak melihat sang ayah "aku dari tadi di sini memangnya ada apa." ucap Endi, "kenapa kau bicara seperti itu ayah kan hanya bertanya karena tak melihat mu datang ke pesta pernikahan bunga apa kau masih mengharapkan bunga ingat kau sendiri yang memilih menikah dengan Mala apalagi kalian sempat tertangkap di sedang bermesraan di tepi danau jadi jangan menyesali keputusan mu lagipula suami bunga sepertinya bukan pria sembarangan buktinya saja ayah bunga yang matre itu tunduk padanya." ucap ayah Endi


"Bukanya ayah yang menentang aku bersama bunga dan lebih setuju dengan Mala karena Mala tamatan perguruan tinggi." ucap Endi, memang benar aku lebih setuju pada Mala daripada bunga tapi kan semuanya juga karena kau sendiri yang lebih memilih Mala dari bunga karena bunga bekerja sebagai perempuan malam di kota tapi kenapa kita harus membahas hal ini jangan-jangan kau sebenarnya masih mencintai bunga hai kau sebaiknya fokus pada istrimu saja dan sebaiknya kau bekerja lebih giat kau satu persen dari suami bunga saja tidak." ucap ayah Endi melihat putranya lalu masuk ke dalam kamar


Setelah kepergian sang ayah Endi masuk kedalam kamarnya entah mengapa dia merasa menyesal dan tak terima saat bunga mendapatkan pria yang lebih baik darinya sementara itu Mala yang baru sadar sejak tadi suaminya tak terlihat "apa di sedang di kamar bukanya tadi pagi dia bilang hanya keluar sebentar dan akan kembali secepatnya karena hari ini dia tak ada pekerjaan yang Akan dia awasi sebaiknya aku mengeceknya." ucap Mala lalu masuk ke dalam kamar miliknya dan Endi semenjak mereka menikah karena Mala masih engga pisah rumah dengan sang ibu dengan alasan dia akan merasa kesepian jika Endi bekerja jadi sementara dia tinggal di rumah ibunya padahal keluarga Endi sudah menyediakan rumah untuk mereka padahal sebenarnya Mala sangat pemalas dan tak bisa mengerjakan apapun semua di kerjakan oleh ibunya sejak dulu Mala hanya tau bersolek untung saja Endi tak menyadari hal tersebut karena saat bangun pagi Mala sudah terlebih dahulu bangun entah apa yang dia lakukan dan semua makan untuk sarapan sudah tersedia dan setelah sarapan Endi akan langsung pergi mengecek lahan pertanian yang dia kelola dan akan kembali pada sore harinya di mana kamar sudah rapi dan pakaian sudah di cuci


Sementara itu di tempat lain tampak Teddy bersama bunga di dalam kamar, "apakah kau lelah tanya Teddy di dalam kamar,"tidak terlalu ada apa ." tanya bunga kembali, "bagaimana kalau kita langsung kembali ke kota saja lagi pula hari masih siang ." ucap Teddy, "terserah padamu saja aku akan ikut tapi bagaimana nenek apa kau yakin dia akan ikut ke kota dengan kita ." tanya bunga, "bagaimana kalau kita pergi menemui nenek setelah kita berganti pakaian jika memang nenek bersikeras tidak mau ikut ke kota dia bisa tinggal di rumah ini aku akan menyuruh seseorang untuk menjaganya dan menemaninya di sini." ucap Teddy

__ADS_1


Sementara di ruang tamu tampak nenek bunga di kelilingi oleh beberapa orang wanita, "nenek bunga aku kan tetangga mu yang terdekat kebetulan anakku belum memiliki pekerjaan biasakan kau berbicara dengan cucu menantu mu agar memberikan pekerjaan pada anak ku di kota." ucap wanita tersebut sambil tersenyum penuh arti padahal selama ini dia tidak pernah menyapa nenek bunga


"Nenek bunga kita kan masih keluarga aku memiliki dua anak perempuan bisakah kau mengatakan pada cucu menantu mu agar mengenalkan mereka pada temanya atau rekan kerjanya siapa tau saja mereka bisa menikah dengan pria seperti cucu menantu mu." ucap wanita lainnya


Para wanita tersebut tak segan-segan meminta tolong pada nenek bunga padahal mereka selama ini jarang bertegur sapa, nenek Bungan menghembuskan nafasnya kasar melihat para wanita tersebut, maafkan aku tapi untuk persoalan itu aku sepertinya tidak bisa membantu kalian bukannya kalia memiliki keluarga yang tinggal di kota ." ucap nenek bunga mengingat mereka mengatakan memiliki keluarga di kota itulah mengapa mereka mengetahui apa yang di lakukan suci selama di kota yaitu menjadi wanita malam dan para wanita inilah yang pertama kali membicarakan hal tersebut dan kemudian menyebar kesana-kemari


Tampak kedua pengantin tersebut berganti pakaian lalu keluar dari kamar pengantin, bunga terkejut begitupun Teddy melihat banyak tetangga bunga yang datang bertemu neneknya, Teddy dan bunga saling memandang bingung.

__ADS_1


jangan lupa like komen vote dan hadiahnya


__ADS_2