Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
9.rapat


__ADS_3

"Aku tak ingin membahas apapun lagi dengan mami silahkan lakukan apa yang mami inginkan tapi ingat jangan pernah mengusikku dan Alona mami tahu bagaimana aku, aku juga bisa nekat seperti mami ucap Meri lalu pergi begitu saja dari tempat tersebut meninggalkan mami yang sangat kesal tampak mami meremas tangannya "dasar wanita tidak tahu diri aku yang sudah membuatmu menjadi seperti ini tapi kau sekarang ingin lepas dariku begitu saja." ucap mami


Tampak meti langsung masuk ke dalam mobilnya kemudian mobil tersebut melaju keluar dari tempat tersebut tampak dari langsung menghubungi Alona untuk mengetahui di mana keberadaannya karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan


Sementara itu di kediaman mewah di mana nenek dan cucu sedang makan bersama tanpa keduanya sudah selesai makan dan kini sedang duduk santai di taman belakang sayang nenek punya permintaan untukmu nenek ingin melihatmu menikah sebelum nenek tiada ucap wanita tua tersebut, "apa yang dikatakan nenek itu masih kuat dan sehat usia nenek masih panjang aku yakin nenek bisa hidup puluhan tahun lagi." ucap pria tersebut

__ADS_1


"Tapi jika suatu saat nenek benar-benar sudah tak bisa bertahan lagi nenek harap kau segera membawa istrimu ke hadapan nenek nenek sangat ingin melihat cicit nenek." ucap nenek tua tersebut, "sudahlah nenek berhenti membahas masalah tidak penting itu suatu saat aku akan menikah dan memiliki anak dan saat itu nenek masih kuat dan bisa menggendongnya, baiklah nenek sekarang nenek kembalilah beristirahat aku harus kembali ke perusahaan ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan aku akan datang lagi menjenguk nenek beberapa hari lagi." ucap pria tersebut, sang nenek hanya bisa tersenyum lalu mengganggu pelayan langsung membawa sang nenek masuk kembali ke dalam kamar sementara pria tersebut tampak langsung keluar dan berjalan masuk ke dalam mobilnya


Tampak pria tersebut kini sudah berada di perusahaannya dan sedang duduk santai di kursi kebesarannya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu lalu masuk seorang pria "maaf Tuan sepertinya ada beberapa orang yang sudah melakukan korupsi di cabang perusahaan milik kita, dan Tuan ruang rapat Sudah siap Sedari tadi tinggal menunggu kedatangan Tuan." ucap pria tersebut


"Baiklah aku akan segera ke sana sekitar 15 menit lagi suruh mereka mempersiapkan laporan yang secara akurat jika sampai ada laporan yang bermasalah maka mereka akan tahu akibatnya ucap pria tersebut, bantuan aku akan segera kembali untuk mengatakan hal tersebut ucap pria tersebut langsung bergegas kembali ke ruang rapat di mana para kepala bagian dan masing-masing mengejar sudah siap di tempat rapat tampak pria yang tadi sudah melapor tiba di dalam ruangan "aku ingin mengatakan bahwa Tuan Justin ingin laporan lengkap dan secara terperinci jika sampai laporan kalian ditemukan hal-hal yang kurang maka Tuan Justin akan memberikan hukuman." ucap pria tersebut, tampak semua orang langsung memeriksa berkas-berkas yang mereka bawa untuk presentasi mengenai kinerja kerja mereka selama beberapa bulan ini yang biasanya memang diperiksa oleh Tuan Justin secara berkala

__ADS_1


Sementara itu di ruangan Justin tampak Justin sedang memikirkan ucapan sang nenek apalagi melihat kondisi neneknya yang sudah tua renta dan sakit-sakitan walaupun saat ini kondisinya baik-baik saja tapi tidak menutup kemungkinan kondisinya akan buruk tiba-tiba sesuai dengan perkataan sang dokter saat memeriksa kondisi sang nenek, setelah berpikir yakin kemudian bangkit dari kursinya lalu keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruang rapat untuk melihat hasil kerja para bawahannya selama beberapa bulan ini dan itu rutin dilakukan oleh Justin agar mengetahui apa saja yang dilakukan bawahannya kini Justin sudah berada di ruang rapat tampak semua orang terlihat sedikit ketakutan dan pucat melihat Justin tak ada senyuman di wajah garang Justin hanya tatapan penuh intimidasi pada semua yang berada di ruangan tersebut tampak Justin duduk di sebuah kursi kemudian melihat sekelilingnya orang yang berada di ruangan tersebut tutup pintunya kita akan memulai rapat ini silakan presentasikan siapa yang akan duluan maju aku tak perlu berbicara dua kali kalian silakan berganti-ganti untuk maju ke depan." ucap Justin , tampak sama orang semakin tegang di dalam ruangan tersebut itu berarti jika bilang pintu sudah ditutup otomatis semua orang tak ada lagi yang bisa keluar dari ruangan rapat tersebut sampai rapat dinyatakan selesai sebentar itu tedi tampak mengingat pria yang tadi meminta izin padanya untuk mengambil beberapa berkas yang dia lupakan tampak Teddy menengok keluar saat akan menutup pintu tampak pria tersebut berlari-lari secepat mungkin menuju dirinya membuat Teddy berusaha pelan-pelan untuk menutup pintu Justin yang melihat hal tersebut tampak menautkan alisnya "Apa yang kau lakukan Teddy kenapa kau lama sekali menutup pintu itu." tanya Justin, tepat setelah Justin berbicara tampak pria tersebut sudah masuk ke dalam ruangan dengan lega Teddy menutup pintu tampak pria tersebut langsung duduk di kursi di mana dia tadi duduk dengan wajah bosan nafas yang memburu tampak jatuh hanya diam saja melihat hal tersebut kemudian meminum air yang ada di hadapannya sepertinya Dia memberikan waktu pada pria tadi untuk sekedar menarik nafas


Sementara Meri yang telah menghubungi Alona tampak langsung kembali ke kontrakannya sementara Alona yang berada di rumah sakit setelah mendapat telepon dari Meri langsung kembali ke rumah kontrakan yang setelah menitipkan baiknya kepada perawat yang biasa menjaga kamar tersebut, ini Alona sudah berada di kontrakannya setelah membersihkan tubuhnya tampak Alona keluar dan berjalan ke kontrakan Meri mirip sangat gelisah dia bahkan mondar-mandir di depan pintu kontrakannya melihat kedatangan Alona cepat-cepat beri menyuruh Alona masuk lalu mengunci pintu


"Ada apa kau mencariku dan sepertinya ada sesuatu yang terjadi." tanya Alona, " Alona dengarkan aku mulai sekarang kau harus berhati-hati dengan Mami kau jangan pernah percaya apa yang dia katakan dan ingat jangan pernah menandatangani apapun yang dia sodorkan padamu jika dia memaksa melakukan hal tersebut kau pura-pura saja pingsan atau lakukan apapun agar kau tidak menandatangani kertas tersebut dan jangan sembarangan memberikan identitas kepada siapapun yang memintanya." ucap Meri .

__ADS_1


Jangan lupa, like, komen vote dan hadiahnya


__ADS_2