Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
43.kejutan untuk meri


__ADS_3

Kini bunga sudah berada di kediaman neneknya tampak bunga menangis tersedu-sedu di ujung ranjang tempat tidur sang nenek sementara sang nenek hanya dapat melihat penuh rasa kasihan kepada sang cucu yang sangat tersakiti oleh ulah Ayahnya sendiri padahal selama ini bunga hidup berdua dengan neneknya ayahnya baru beberapa tahun kemudian kembali setelah pergi entah ke mana setelah kematian ibu bunga


"Cucuku sayang walaupun ayahmu adalah anak kandung nenek tapi nenek sungguh tidak tahu bagaimana bisa dia menjadi orang yang tak tahu malu seperti itu aku berharap suatu saat nanti kau akan hidup bahagia dan dia akan mendapatkan karmanya beserta dengan istrinya aku sungguh tak bisa lagi berpikir tentang dirinya bahkan dia tak mengakui aku sebagai ibunya saat aku berbicara padanya tentang semua uang yang kau kirim ke rekeningnya." ucap nenek bunga


"Terima kasih nenek aku pikir setelah Ayah pergi bertahun-tahun meninggalkan aku dan nenek di sini dia sudah berubah tidak lagi egois tapi apa yang terjadi ternyata Ayah sama saja tak pernah berubah bahkan semua hasil jadi payahku digunakan olehnya untuk membangun rumah untuk istri dan anak-anak tirinya bahkan dia mengusirku dan tak mengakui aku sebagai anaknya." ucap bunga, sementara itu di sisi lain tampak para bawahan Teddy yang sudah menemukan keberadaan bunga apalagi salah seorang bawahan dia di tempat mereka adegan di mana bunga diusir oleh ayahnya dan ditonton oleh semua orang yang lewat di depan rumah tersebut, sementara tedi yang sudah mengetahui di mana keberadaan bunga tampak bergegas menuju ke kampung bunga dia ingin menjelaskan tentang apa yang terjadi dan akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya walaupun saat ini Dia tidak memiliki perasaan apapun kepada bunga tapi sebagai seorang pria sejati dia harus tetap bertanggung jawabkan perbuatannya


Sementara itu di tempat lain Tampak Rey yang sudah turun bersama kedua orang tuanya dan langsung masuk ke dalam rumah tampak mirip yang baru saja keluar dari dapur langsung menyambut melihat kedua orang tua paruh baya di sisi Rey membuat Meri bingung tapi dengan cepat Mari langsung mengambil tangan keduanya dan menciumnya layaknya seorang anak kepada orang tuanya membuat kedua orang tua Rey semakin senang dengan menantunya tersebut karena selama ini istri yang pertama tak pernah melakukan hal itu kepada mereka berdua hanya menyapa biasa saja, setelah mencium tangan kedua orang tua yang berada di sisi Rey kemudian meri langsung mencium tangan sang suami yang baru datang

__ADS_1


"Sayang ayo Duduk dulu aku akan perkenalkan kau kepada ayah dan ibuku." ucap Rey membuat Meri sangat terkejut karena mirip berpikir Rei masih memiliki istri dan sekarang dia membawa kedua orang tuanya untuk menemuinya apakah rey sudah gila apa dia tidak takut kedua orang tuanya tak akan menyukai dirinya tampak meri hanya bisa mengikuti saat rey menyuruhnya duduk di sisinya dan kedua orang tuanya di hadapannya terlihat jelas kehidupan miring saat duduk di hadapan kedua mertuanya dia terus menunduk tak berani menatap ke arah kedua mertuanya sambil memegang perutnya yang buncit


"Maafkan aku." ucap Meri, ke dua orang tua Rey langsung tersenyum saat melihat sang menantunya yang terlihat takut kepada mereka berdua bahkan sampai meminta maaf, "Kenapa kamu minta maaf sayang ayah dan ibu hanya ingin bertemu denganmu inilah kedua orang tuaku marry mereka sebenarnya ingin bertemu denganmu kau tidak usah terlalu tegang ataupun takut." ucap Rey


"Rey benar kami datang ke sini hanya untuk melihat keadaanmu dan melihat keadaan calon cucu kami kau jangan khawatir kami datang kemari untuk memarahimu kami senang Rey bisa menemukan wanita yang tepat untuknya tak pernah mengatakan apapun pada mu tentang pernikahannya saat ini." tanya ibu Rey


"Ibu ini membuat kejutan yang aku siapkan siapkan untuk Merry akhirnya gagal aku baru akan mengatakan padanya dan memperlihatkan akta perceraianku tapi ibu sudah duluan mengatakannya." ucap Rey, "apa kau menceraikan yang nyonya Rika bukannya kau mengatakan kau takkan pernah berpisah dengannya apa karena aku kau berpisah dengannya atau karena anak yang aku kandung ini, astaga Rai maafkan aku aku benar-benar tak ingin kau berpisah dengan istrimu bukankah kau tahu aku bersedia menjadi yang kedua dan tak akan pernah menuntut apapun asalkan bisa bernama bersamamu." ucap Meri

__ADS_1


Sayang aku bercerai bukan karena dirimu tapi aku bercerai karena memang aku memiliki masalah keluarga yang cukup rumit dengan Rika yang tak bisa dibendung dan diselesaikan lagi jadi jalan satu-satunya adalah perceraian kedua orang tuaku pun mengetahui hal tersebut itulah mengapa mereka menyetujui perceraianku jadi kau jangan terlalu memikirkan hal tersebut itu tidak baik untuk kandunganmu dan aku berencana akan segera mengurus pernah pernikahan kita di kantor agama agar pernikahan kita tercatat dan diakui secara hukum." ucap Rey, tampak Meri menatap tak percaya dengan apa yang terjadi benarkah sayang jadi aku akan menjadi istrimu yang sah bukan lagi menjadi istri simpananmu terima kasih sayang ucap Meri lalu memeluk Rey dengan erat bahkan sampai Meri melupakan bahwa saat ini mertuanya ada di hadapannya


"Sayang kau jangan terlalu erat memelukku kasihan apa yang ada di kandunganmu dan kau harus bersabar di sini masih ada kedua orang tuaku." ucap rey menggoda Meri, tampang Meri sangat malu mendengar perkataan Rey dengan cepat dia melepaskan rangkulan tangannya dari leher kemudian tertunduk malu sementara itu kedua mertuanya tampak tertawa melihat adegan tersebut "sudah berapa bulan usia kandunganmu sepertinya itu sudah lebih dari 3 bulan." ucap ibu Rey


"ibu benar usia kandungan udah hampir masuk 5 bulan itu berarti sekitar 4 bulan lagi aku akan melahirkan aku harap ibu bisa berada di sampingku saat aku melahirkan karena kedua orang tuaku beberapa bulan yang lalu telah tiada hanya ada adik-adikku di kampung dan mereka masih bersekolah." ucap Meri


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2