Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
14.kontrak pernikahan


__ADS_3

"Kau bisa melihat putramu setelah menandatangani kontrak pernikahan denganku dan setelah pernikahan kita maka kau bebas melihat putramu bagaimana apakah kau setuju." tanya Justin


"Apakah aku bisa mempercayaimu kau akan membiayai semua pengobatan putraku dan akan membawanya ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik." tanya Alona


"Benar putramu akan ikut dengan nenekku untuk melakukan pengobatan di luar negeri aku akan menjamin semuanya dan saat putramu sudah sehat maka dia akan kembali dan langsung akan aku berikan padamu." ucap Justin


"Baiklah aku bersedia menikah kontrak dengan kapan kita akan menikah." tanya Alona, "kita akan menikah besok aku ingin secepatnya nenekku berangkat ke luar negeri untuk pengobatannya jadi kita akan menikah besok ."ucap Justin tapi bagaimana dengan barang-barangku dan surat-surat penting ku aku harus mengambilnya di kontrakanku." ucap Alona


"Kau tidak usah khawatirkan semua itu aku yang akan mengurus semuanya kau hanya tahu beres dan duduk dengan santai seperti nyonya." ucap Justin, sementara itu tedi yang sudah menunggu Justin di ruang kerjanya tampak merasa lega karena Justin tidak menghukumnya tak berselang lama tampak Justin masuk ke dalam ruangannya "mana kontrak itu berikan padaku dan besok siapkan pernikahanku aku ingin kau membawa beberapa foto bayi itu untuk ku dan kirimkan juga di ponselku jangan lupa foto pernikahanku kau harus mengambilnya dan mengirimkannya ke ponsel ku oh iya bagaimana dengan berkas-berkas milik Alona apakah kau sudah mendapatkannya." tanya Justin

__ADS_1


Sudah Tuan semua sudah aku berikan kepada pengacara yang akan mengurus semua surat-surat pernikahan anda apakah baik itu sudah memiliki akte kelahiran jika belum buat akte kelahiran bayi tersebut atas namaku dan nama Alona agar aku yang akan menjadi ayahnya." ucap Justin dia mengingat saat kecil dia tidak memiliki ayah ataupun ibu bahkan orang-orang di sekitarnya memandang berbeda padanya hanya karena dia tak memiliki ayah membuat Justin lebih senang mengurung diri di dalam kamar dan menghindari pertemanan dengan anak lainnya mendengar perintah Justin tampak jadi sangat terkejut bagaimana bisa Justin tahu bahwa putra Alona belum memiliki akte lahir "apa Tuan yakin dengan hal ini itu berarti secara tidak langsung Tuan mengakui anak Nyonya Alona sebagai anak Tuan secara hukum." ucap Teddy


"Kau benar Teddy aku akan mengakui anak itu secara hukum menjadikan dia sebagai ahli warisku lagi pula jika nanti aku bercerai dengan Alona dia bisa mendapatkan sebagian hartaku lagi pula aku juga belum tahu apakah aku nanti memiliki anak atau tidak setidaknya ada seseorang yang akan mewarisi hartaku walaupun itu bukan anak kandungku." ucap Justin teringat apa yang dikatakan pria yang mencampakkan Alona sungguh pria tak punya perasaan walaupun dia pria yang tak punya perasaan tapi dia tak akan pernah membiarkan darah dagingnya hidup menderita


Teddy sangat terkejut mendengar perkataan tuannya tapi dia juga tak bisa mengatakan apapun apalagi Tuan yang sudah memutuskan hal tersebut, "maaf tuan sesuai perintah tuan aku tidak mencantumkan tanggal berakhirnya kontrak apakah tuan sendiri nanti akan mengisinya." tanya Teddy , yah kosongkan saja tanggal tersebut biar aku yang mengurusnya yang jelas kontrak tersebut sudah kau buat ini berikan padaku kontraknya kau urus telah pernikahanku besok Justin memberikan berkah kepada Justin


Sementara itu di kamar tampak Alona termenung dengan semua yang terjadi tapi kemudian Dia teringat kepada Meri pasti Meri sangat mengkhawatirkannya, sementara di kontrakan tampak Merry menghubungi Alona tapi tidak ada yang menjawab teleponnya di mana Alona apakah dia masih berada di rumah sakit aku pikir biasanya dia akan pulang dan langsung menyapaku setelah itu dia akan kembali ke rumah sakit tapi semalam sepertinya dia tidak pulang ke mana dia ucap Meri sambil terus melihat ke arah pintu


Tampak Justin yang langsung keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamar di mana Alona berada saat membuka kamar tampak Alona sedang berdiri menunggunya "bolehkah aku mengambil ponselku aku harus menghubungi temanku dia pasti menghawatirkan ku." ucap Alona

__ADS_1


"Semua barang-barang sudah aku buang ini ponsel baru hubungi temanmu menggunakan ponsel ini ucap Justin tampak Alona sangat terkejut saat mengatakan bahwa semua barang-barang yang sudah dibuang mau tidak mau Alona terpaksa mengambil ponsel yang diberikan oleh Justin tanpa kalau namanya menekan satu persatu nomor milik mira "halo Mira ini aku Alona." ucap Alona saat teleponnya sudah diangkat oleh Meri " halo Alona ke mana saja kau aku sangat khawatir Kenapa kau memakai nomor baru di mana kau saat ini apakah kau masih di rumah sakit bagaimana keadaan putra mu." tanya Meri


"Aku baik-baik saja Miri aku akan membawa putraku ke luar negeri untuk berobat kebetulan ayahnya akhirnya membiayai semua pengobatannya setelah aku memohon padanya jadi aku akan berangkat ke luar negeri bersama putraku maafkan aku tidak bertemu denganmu sebelum berangkat karena aku harus segera berangkat." ucap Alona bohong


"Oh astaga benarkah akhirnya binatang itu memiliki perasaan juga syukurlah dia akhirnya sadar baiklah aku mengerti aku juga bersyukur kau tidak melanjutkan profesimu sebagai wanita malam sekarang tinggal aku yang harus melewati semuanya baiklah hati-hatilah di sana kabari aku jika ada sesuatu." ucap Meri


"baiklah Meri terima kasih aku sangat berutang Budi padamu aku pasti akan sering menghubungimu." ucap Alona lalu memutuskan sambungan telepon, apakah kau sudah selesai baiklah ini adalah kontra pernikahan kita kau boleh membacanya dengan seksama setelah itu tanda tangan lah." ucap Justin memberikan kontrak tersebut kepada Alona tampak Alona melihat kontrak tersebut kemudian melihat ke arah Justin "tuan bolehkah aku meminta satu hal kepadamu." ucap Alona, "tanda tangani dulu kontrak itu lalu bicara apa yang kau inginkan." ucap Justin akhirnya Alona langsung menandatangani surat kontrak tersebut tanpa membacanya lebih lanjut yang jelas tertera di kontrak tersebut bahwa Tuan Justin akan membiayai seluruh pengobatan putranya sampai sembuh isi kontrak selebihnya dia tidak peduli


"Ada apa cepat katakan aku tak punya waktu saat ini ada sesuatu yang harus aku kerjakan sebaiknya kau bersihkan tubuhmu lalu makan dan beristirahat aku tidak ingin melihat pengantinku besok seperti mayat hidup kau harus terlihat bahagia saat kita menikah." ucap Justin .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya


__ADS_2