Pria Dingin Dan Wanita Malam

Pria Dingin Dan Wanita Malam
17.penyatuan


__ADS_3

"Ada apa Kenapa kok diam saja aku sudah menyiapkan pakaian yang kau gunakan untuk hari ini ini adalah pakaian yang harus kau gunakan setelah kau membersihkan tubuhmu ucap Justin menyerahkan sebuah bungkusan kepada Alona lalu menyuruh Alona untuk membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi sementara Justin tampak keluar dari kamar setelah melihat Alona masuk kedalam kamar mandi, begitu begitu beradab di depan pintu kamar tampak Justin memanggil pelayan yang berada ya kalian semua hari ini kalian libur besok kalian boleh kembali masuk ucap Justin membuat para pelayan tersebut langsung menunduk hormat dan pergi begitu saja dari apartemen tersebut sementara Justin langsung ke kamar sebelah untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya


Tampak Justin yang sudah membersihkan tubuhnya dan memakai celana pendek tanpa baju lalu berjalan keluar dari kamar tersebut kembali ke kamar di mana Alona berada Justin langsung naik ke atas ranjang sementara itu Alona di dalam kamar mandi tampak sedikit gugup setelah membersihkan tubuhnya apalagi melihat pakaian yang akan dia gunakan tampak baju pasien yang transparan tanpa dalaman membuat Alona sangat gugup tampak alona keluar dari kamar mandi dengan malu-malu


Sementara Justin yang melihat hal tersebut tampak tersenyum melihat kelakuan Alona pikir Justin bukankah Alona sudah terbiasa memakai baju seperti itu bahkan tak memakai baju di depan pria lain mengapa dia harus malu seperti itu di depannya bukannya mereka adalah pasangan suami istri dan bukannya sudah banyak pria yang tidur dengannya setelah Dia memutuskan untuk menjadi wanita malam pikir Justin, tampak Alona dengan malu-malu mendekati Justin yang sudah berada di atas ranjang Justin yang sudah tidak sabar langsung menarik Alona ke atas ranjang kau sangat seksi sayang ucap Justin mulai mengecup Alona tampak suasana di dalam kamar mulai panas dengan adegan adegan yang dilakukan oleh Justin dan alona, sayang turun sangat indah ucap Justin terus turun ke bawah mencium semua yang ada di tubuh Alona hingga ada sebuah bukit kecil dengan lubang kecil di bawahnya tampak Justin mulai memainkan lidahnya ke lubang kecil tersebut membuat Alona tampak menikmati sensasi yang diberikan oleh Justin kepadanya setelah itu Justin tampak mulai ingin melakukan penyatuan dengan Alona tapi saat hendak menerobos masuk ke dalam goa sepertinya goa itu masih sempit membuat Justin sedikit kesusahan untuk masuk ke lubang tersebut padahal Alona bukan lagi seorang perawan dan bahkan dia sudah memiliki anak tapi kenapa lubang itu terasa sangat sempit tampak Justin sedikit memperkuat tegangan ular piton miliknya menusuk masuk ke lubang membuat Alona sedikit merintih saat ular piton milik Justin sudah masuk ke dalam Justin tampak langsung melakukan penyatuan dengan Alona Justin sangat menikmati apa yang saat ini dia lakukan bersama Alona sampai-sampai dia terus melakukan gerakan tambahan sambil menutup matanya menikmati sensasi dari lobang milik Alona setelah beberapa menit melakukan penyatuan akhirnya ular piton milik Justin mengeluarkan bisanya terlihat jelas kepuasan diraut wajah Justin kau sangat luar biasa sayang milikmu sangat empuk dan enak aku sangat menyukainya." ucap Justin lalu mengecup jidat alona

__ADS_1


Sementara Alona tampak lelah setelah bermain dengan Justin beberapa ronde Alona hanya bisa menutup matanya setelah setelah mereka selesai melakukan penyatuan


Sementara itu taddy yang selesai mengantar pak penghulu tanpa sengaja bertemu dengan Rey dia salah satu cafe dekat apartemen milik Justin tampak Rey sedang bersantai menikmati minumannya Rey yang melihat Teddy langsung datang menyapa "selamat siang Tuan Teddy senang bertemu Anda di sini." ucap Rey


"Mari kita duduk bersama kebetulan aku sudah lama tidak pernah lagi bertemu denganmu walaupun kita bekerja di perusahaan yang sama tapi nampaknya kau sangat sibuk." ucap Teddy

__ADS_1


Rey tampak menghembuskan nafasnya kasar "Tuan sangat pandai membaca situasi pantas saja Tuan menjadi asisten Tuan Justin." ucap Rey , "Tuan sebenarnya aku memiliki masalah yang sangat besar dan aku bingung harus berbuat apa aku akan menceritakannya pada Tuan karena kita sudah terlanjur bertemu di sini dan aku yakin Tuan adalah orang yang bijak Tuan aku sebenarnya memiliki dua istri yang satu istriku yang berada di rumah yang satunya dia tinggal di kontrakan istri keduaku bernama Meri tapi masalahnya saat ini dia sedang hamil dan kami baru mengetahuinya tadi pagi di saat dia melakukan tespek, jujur saja sebagai seorang pria aku sangat bahagia atas kehamilannya apalagi dari istriku yang pertama aku sama sekali tak memiliki anak tapi masalahnya dulu Meri adalah seorang wanita malam yang aku beli bahkan selama 2 tahun ini aku terus membayar iuran kepada orang yang menjual Meri padaku karena sampai saat ini kontraknya belum juga habis, aku sebenarnya merasa kalau yang menjualnya sudah melakukan tindakan penipuan kepada Merry dan kepadaku tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa apalagi kalau sampai aku melakukan tindakan hukum bisa membuat istri pertama aku mengetahui apa yang terjadi aku tidak mau dia menyakiti Meri jadi sekarang aku sedang memikirkan cara bagaimana melindungi Meri dan calon anak ku." ucap Rey


Tampak Teddy melihat ke arah Rey dengan tatapan yang sulit diartikan "aku sebagai atasanmu ingin memberikanmu hadiah tapi aku meminta imbalan kesetiaanmu dan juga jika suatu saat nanti aku membutuhkan bantuanmu kau harus selalu siap untuk melakukan apa yang aku perintahkan." ucap Teddy lalu bangkit keluar menuju mobilnya mengambil sebuah berkas kemudian masuk kembali ke dalam kafe tersebut sementara Rey tampak bingung melihat Teddy yang keluar lalu masuk kembali dan langsung duduk di tempat duduknya semula


"Tuan Apa yang sebenarnya Tuan ingin berikan." tanya Rey tidak mengerti, tampak Teddy tersenyum lalu memberikan beberapa berkas kepada Rey kau lihat saja apa yang ada di dalamnya dan ingat janjimu kau akan melakukan apapun yang aku inginkan saat aku memintanya." ucap Teddy, dengan wajah bingung langsung mengambil berkas tersebut Lalu melihat berkas yang ada di tangannya tampak wajah syok dan bahagia Rey terlihat jelas bagaimana tidak ternyata berkas-berkas tersebut adalah dokumen kontrak milik Meri, "bagaimana bisa tuan memiliki semua ini benarkah Tuan anda memberikan semua ini untukku aku akan mengabdi pada Tuan dan melakukan apa yang akan Tuan perintahkan kapanpun Tuan meminta bantuan aku pasti akan melaksanakannya." ucap Rey dengan penuh rasa syukur

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2