
Alona yang mendengar perkataan Justin lalu melihat ke arah Justin "tapi aku ingin selalu dekat dengan putraku bukankah kata dokter dia sudah baik-baik saja dan sudah bisa dibawa pulang." ucap Alona
"Iya sayang aku mengerti dia sudah bisa dibawa pulang tapi kondisi kesehatan Alexander tidak seperti kondisi anak-anak pada umumnya kita akan melakukan serangkaian pemeriksaan di sini setelah dia melakukan operasi agar dia lebih sehat lagi dan setelah itu kita akan membawanya kembali."ucap Justin, baiklah sayang jika itu memang yang terbaik untuk Alexander aku tak masalah asalkan dia bisa sehat seperti anak-anak lainnya aku akan menunggunya." ucap Alona
"Sayang bagaimana kalau setelah kita melihat Alexander besok kita akan kembali dan biarkan dokter dan perawat yang mengurusnya untuk sementara waktu setelah 1 bulan dan hasilnya semua baik-baik saja kita akan langsung datang untuk menjemput Alexander untuk tinggal bersama kita." ucap Justin, Alona hanya bisa mengganggu mengingatkan keinginan sang suami
Sementara itu tadi yang ada di perusahaan tanpa sedang menerima telepon dari orang suruhannya "maaf tuan aku sudah menyelidiki keberadaan aku sudah menyebarkan foto nona bunga tapi sepertinya dia naik ke sebuah bus yang menuju sebuah pedesaan kami sedang mengikuti jalur pedesaan itu untuk mencarinya." ucap orang tersebut di balik telepon
"Apa kalian sudah menemukan jejaknya baiklah kalian harus segera mencarinya jika kalian sudah menemukannya cukup pantau dan lihat keadaannya aku akan ke sana untuk menemuinya." ucap Teddy
"Baik Tuan kami akan menemukannya dan memberikan kabar kepada Tuan kami akan mengawasinya dengan seksama tapi Tuhan bagaimana jika dia ingin pergi meninggalkan tempat itu lagi setelah kami memberikan informasi kepada Tuan apakah kamu perlu menghalanginya jika dia ingin pergi." tanya pria tersebut
__ADS_1
"Ya kalian harus menghalanginya tapi ingat kalian jangan membuatnya takut cukup membuat hal tersebut seperti tak sengaja dilakukan oleh kalian." ucap Teddy lalu memutuskan panggilan telepon tersebut
Sementara bunga yang barusan turun dari bis Langsung berjalan di sebuah jalan setapak menuju sebuah pedesaan tampak warga desa hanya melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan kemudian bunga tampak masuk ke sebuah gubuk reyot yang sungguh tak layak dihuni oleh seseorang di dalam bubuk tersebut seorang nenek tua tampak sedang terbaring di tempat tidur, "nenek aku kembali." ucap bunga
"Sayang cucu nenek yang berharga akhirnya kau kembali juga nenek mohon kau Jangan lagi pergi meninggalkan nenek biarlah kita hidup seperti ini biarlah kita hidup apa adanya asalkan kita tidak berpisah." ucap sang nenek yang langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung memeluk bunga
"Ya nenek aku akan bekerja di ladang agar bisa memenuhi semua kebutuhan hidup kita sehari-hari yang penting nenek sudah sehat tapi di mana Ayah bukankah aku selalu mengirim uang agar ayah memperbaiki rumah ini tapi kenapa rumah ini masih sama seperti dulu bukankah aku mengirim uang yang cukup banyak." ucap bunga
"Apa yang nenek katakan Ayah sudah menikah lagi dengan siapa ayah menikah dan bagaimana bisa Ayah membangun rumah dengan uang yang aku kirim selama ini untuk pengobatan nenek dan kenapa nenek tak pernah memberitahu aku saat aku menghubungi nenek." ucap bunga, maafkan nenek sayang oleh ayahmu dia menikah dengan janda anak dua yang seusia denganmu." ucap sang nenek
"Aku harus pergi untuk mencarinya aku tidak rela semua uang yang aku kirim kepadanya dia bangunkan rumah untuk istri barunya dan anak-anaknya aku mengirim uang tersebut untuk membangun rumah untuk nenek dan diriku jika aku sudah pulang." ucap bunga, tampak bunga langsung pergi keluar dari rumah neneknya berjalan ke sebuah rumah yang terlihat indah dan bagus bunga langsung masuk ke dalam pekarangan rumah tersebut dan mengetuk pintu tiba-tiba seorang wanita baru bayar keluar melihat bunga sontak saja wanita itu terkejut
__ADS_1
Bunga langsung menerobos masuk tampak sang ayah yang baru keluar dari kamar dan baru mengenakan pakaian Ayah "apa yang Ayah sudah lakukan di mana uang yang selama ini aku kirim untuk membangun rumah nenek cepat kembalikan padaku." ucap bunga yang sangat kecewa dan sakit hati kepada ayahnya karena sudah mengkhianatinya
"Bagaimana bisa kau kembalilah ke sini bukankah kau bekerja di kota Apa maksudmu uang apa aku tak pernah menerima uang sepeserpun darimu sebaiknya kau keluar dari rumah ini tak ada yang menerimamu di rumah ini." ucap sang ayah sombong padahal selama ini dia hidup dengan menggunakan uang yang dikirim oleh bunga dan membiayai semua kebutuhan dalam rumah tangganya setelah dia menikah Sudah beberapa tahun ini semua mengandalkan uang yang bunga kirim
"Aku tak menyangka ayah bisa sekejam ini kepadaku dan nenek Ayah sudah mengambil semua uang yang aku kirim untuk nenek dan bahkan menikah dengan perempuan ini." ucap Bungan sambil menunjuk sang ibu tiri, "dasar anak kurang ajar berantemnya kau datang ke rumahku dan berteriak seperti itu keluar kau dari sini jangan pernah datang lagi ke rumah kami dasar tidak tahu diri." ucap ibu tiri bunga
"Benar kau pergi saja dari sini jangan pernah mengakui aku lagi sebagai ayahmu dasar anak tidak berguna dan berkata seperti itu." ucap ayah bunga, seorang wanita muda keluar dari dalam "mau apa pengemis ini datang kemari sudah kau pulang saja sana urus nenekmu jangan lagi mengganggu keluarga kami." ucap wanita tersebut sambil mendorong bunga untuk keluar dari rumah tersebut tampak bunga terjatuh di tanah karena didorong
Tampak bunga sangat marah melihat semua yang terjadi ayahnya benar-benar tidak punya perasaan mengusirnya seperti binatang dari kediaman tersebut yang dibangun dari uangnya selama dia bekerja di kota dengan susah payah bahkan dia kadang tidak makan hanya untuk bisa mengirimkan uang lebih ke kampung tapi apa yang terjadi saat dia pulang ternyata dia tak memiliki apapun "kalian semua memang tak tahu malu dan tak tahu diri uang yang aku kirim setiap bulan kepada ayahku untuk membangun rumah nenekku ternyata kalian bangunkan rumah untuk kalian sendiri dengar Ayah selama ini aku percaya kepada ayah aku mengirimkan setiap hasil keringatku ke rekening Ayah setiap bulannya."ucap bunga
"Tutup mulutmu anak tidak tahu diri uang yang kau kirimkan untuk ayah adalah uang untuk membesarkan dirimu sebagai balas budi kau jangan sembarangan berbicara sekarang pergi dari rumah ini aku tak ingin melihatmu lagi." ucap ayah bunga, semua orang kampung tampak melihat kejadian tersebut bunga yang merasa tersudut akhirnya kembali ke rumah sang nenek dengan berderai air mata mengingat apa yang terjadi kepada dirinya dan apa yang terjadi saat dia kembali sungguh penderitaan yang bertubi-tubi baginya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya