
Huh? Bagaimana itu bisa terjadi? Siapa
lagi yang lebih berkuasa dan berpengaruh
daripada Nigel di Mayberry Commercial
Street? Harper, apakah kau berbicara
tentang dirimu sendiri?" kata Danny
mencemooh.
Harper segera menjawab, "Aku tidak
bilang bahwa itu aku, aku hanya ragu
akan ini semua. Lagipula, tadi kita juga
berusaha mencari bantuan dengan
menghubungi orang-orang yang kita
kenal. Mungkin kita harus mengecek
barangkali sebenarnya ada teman kita
yang menolong kita keluar dari masalah
ini. Kita harus memastikan bahwa kita
berterima kasih pada orang yang benar.
"Ya, apa yang dikatakan Harper memang
masuk akal!° kata Alice dengan ekspresi
wajah serius. "Baiklah kalau begitu.
Kalian semua, coba hubungi lagi orang
yang tadi kalian mintai tolong, jadi kita
bisa tahu apakah benar Nigel yang
Kalian semua, coba hubungi lagi orang
yang tadi kalian mintai tolong, jadi kita
bisa tahu apakah benar Nigel yang
menolong kita atau bukan." lanjutnya.
Semua orang di sana mulai membuka
ponsel mereka dan menghubungi
keluarga dan teman-teman mereka tadi.
Saat itu, Gerald merasa sangat canggung.
Apakah dia harus memberitahu mereka
yang sebenarnya? Sayangnya, belum
sempat Gerald memutuskan, teman-
temannya sudah berkumpul kembali dan
membuat kesimpulan. Tentu saja karena
tidak satupun dari keluarga dan teman
teman mereka yang membantu.
"Hmmm, aku yakin bahwa Nigel lah yang
membantu kita menyelesaikan ini. Aku
tidak yakin ada orang lain yang
seberpengaruh dia. Sudahlah, kita harus
berhenti meragukannya!" kata Danny
kekeuh dan memandang Harper dengan
tatapan dingin.
Ya, sudah. Sebaiknya kita segera keluar.
Nigel pasti sudah menunggu kita di pintu
masuk! Ayo jangan biarkan dia
menunggu terlalu lama," kata Alice
sambil memandang pada Harper dan
Gerald. Dalam hati dia merasa muak.
Pasti Harper asal saja berkata demikian
hanya karena dia iri pada Nigel
Mereka lalu bergegas menuju pintu
keluar tempat karaoke itu. Rupanya Nigel
sudah menunggu disana bersama
beberapa orang teman.
"Naomi, apa kau akan ikut bersama
kami?" kata Alice sambil menggandeng
tangan Naomi.
ingin pergi ke mana-mana lagi. Aku akan
ke sana lain kali jika ada kes empatan."
"Maaf, Alice. Tapi aku benar-benar tidak
ingin pergi ke mana-mana lagi. Aku akan
ke sana lain kali jika ada kesempatan."
Naomi memang tipikal orang yang blak-
blakan dan dia merasa Nigel adalah
orang yang munafik. Naomi tidak suka
padanya.
Alice tidak bisa lagi membujuk Naomi
untuk ikut bersama mereka, jadi dia
meninggalkan Naomi dan pergi bersama
teman-teman asramanya. Mereka lalu
berpisah di depan pintu tempat karaoke
itu.
Gerald hanya memandangi Naomi dan
Harper saat teman-teman yang lain
berangkat meninggalkan tempat karaoke
itu. Terlihat jelas sebenarnya mereka
berdua juga ingin turut serta pergi ke
Wayfair Mountain Entertainment. Gerald
yakin Harper dan Naomi melakukannya
demi dia. Ia jadi merasa bersalah atas
kejadian ini. Karena itu dia berjanji pada
dirinya sendiri suatu hari akan membawa
mereka berdua pergi ke Wayfair
Mountain Entertainment
****
Berselang setengah jam kemudian, Nigel
dan teman-temannya memarkir mobil
__ADS_1
mewah mereka di pelataran pintu masuk
Wayfair Mountain Entertainment. Alice
dan teman-temannya lalu bergantian
keluar dari mobil. Mereka memandang
bangunan itu penuh takjub.
Berhenti! Kalian semua tidak diizinkan
masuk ke sini!"
Tak disangka, bahkan mereka belum
sempat melangkahkan kaki menuju villa,
beberapa orang petugas keanmanan
berseragam hitam menghentikan mereka.
Hai, Bro! Kau tidak ingat aku? Aku
Nigel, anak dari Adam Fisher. Aku
membawa teman-temanku urntuk
bersenang-senang disini malam ini."
Nigel memasukkan tangan di kantong
celananya sambil tersenyum pada
sekelompok bodyguard di depannya, jaga
-jaga kalau dia butuh melakukan sesuatu.
"Hahaha! Nigel.. Nigel. kau terlalu tinggi
menilai dirimu sendiri. Sesuatu yang
besar telah terjadi pada keluargamu dan
sekarang kau di sini untuk bersenang-
senang? Aku khawatir ini bukanlah satu-
satunya malam kau tidak diizinkan
masuk ke villa. Aku takut kau bahkan
tidak akan bisa lagi menginjakkan kaki di
Wayfair Mountain Entertainment sampai
kapan pun." Para bodyguard itu mencibir
Nigel dan di saat yang sama juga merasa
kasihan padanya.
Alice dan teman-temannya hanya bisa
saling memandang mendengar yang
dikatakan petugas keamanan itu.
Sementara itu, Danny mencoba
menantang mereka, "Apakah kalian tahu
dia ini siapa? Dia adalah Nigel Fisher!
Restoran Grand Marshall di Mayberry
Commercial Street adalah milik
keluarganya!" bentak Danny.
Hahaha! Ya, kau memang benar. Tapi
itu dulu! Dengar, Nigel. Mulai hari ini,
keluargamu bukan lagi pemilik Restoran
Grand Marshall. Tidak hanya itu, semua
bisnis keluargamu juga sudah bangkrut!
Aku yakin pasti sekarang ayahmu sedang
bisnis, dan pihak bank. Sementara kau di
sini mau bersenang-senang!" Petugas
kemanan itu mengangkat bahu dan
tersenyum sinis pada Nigel.
mungkin!! Kau pasti berbohong!"
Seketika dia mengeluarkan ponsel
Nigel lalu berteriak kencang, "Tidak
mungkin!! Kau pasti berbohong!"
Seketika dia mengeluarkan ponsel
dengan panik dan menghubungi
ayahnya. Setelah mencoba menghubungi
beberapa kali, ayahnya akhirnya
mengangkat telponnya. Nigel kemudian
bertanya apakah keluarga mereka
memang benar sedang dalam masalah.
Beberapa saat kemudian wajah Nigel
berubah pucat pasi.
Tidak! Tidak! Ini tidak mungkin. Ini
sungguh tidak mungkin! Bagaimana bisa
terjadi?" Saking kagetnya, tidak terasa
Nigel menjatuhkan ponselnya ke tanah.
Rupanya semua bisnis keluarganya telah
dihentikan karena ayahnya dianggap
telah melanggar hukum. Semua aku bank
juga telah dibekukan! Dengan kata lain,
Nigel tidak punya apa-apa lagi sekarang.
Alice dan teman-temannya sungguh
tidak menyangka ini semua terjadi.
Mereka merasa sangat malu dan tidak
tahu harus bersikap bagaimana.
Tidak mungkin! Iní benar-benar tidak
mungkin!"
Nigel duduk bersimpuh di tanah dengan
penuh kebingungan.
Apakah dia benar-benar menjadi orang
miskin sekarang?
Alice merasa sangat kecewa atas yang
terjadi pada Nigel. Dia kira dia sudah
menemukan orang yang paling tepat
untuk menjadi pacarnya. Tetapi, ternyata
semua berantakan.
"Danny, apakah kau mengenal orang
yang punya kedudukan tinggi dan
__ADS_1
disegani? Bisakah kau membantuku dan
keluargaku?" Nigel benar-benar putus
asa dan tidak tahu lagi apa yang harus dia
lakukan.
"Ah, sungguh sial! Bagaimana caranya
keluargaku membantumu?" Danny lalu
melambaikan tangannya dan berkata."
Nigel, menurutku kau harus segera
pulang dan menemui ayahmu. Aku
paham sekarang kenapa ayahku sering
mengatakan bahwa ayahmu akan
dengan hukum cepat atau
berurusan lambat."
"Alice, apa yang harus kita lakukan
sekarang?" Teman-teman Alice ikut
kebingungan, karena tujuan mereka ke
sana untuk bersenang-senang di Wayfair
Mountain Entertainment, tapi ternyata
situasinya tidak mungkin sekarang.
"Percuma kita di sini, kita tidak bisa
membantu apa-apa. Sebaiknya kita
pulang saja," jawab Alice dengan kesal.
Di lalu menuju jalan besar,
menghentikan taxi dan pergi
meninggalkan teman-temannya.
Mereka pun satu-persatu ikut bubar
meninggalkan tempat itu.
Dari dalam villa, Zack mengamati yang
terjadi di luar. Dia lalu menelpon
seseorang dan berkata, "Halo, Nona
Jessica. Gerald memintaku untuk
mengambil alih restoran yang dikelola
keluarga Fisher di Mayberry Commercial
Street. Apakah kau juga setuju untuk
membuat keluarga mereka bangkrut?"
"Hahaha! Adikku itu memang terlalu
baik hati. Ini bukan cara keluarga
Crawford menyelesaikan masalah. Tidak
seharusnya dia berbuat baik pada musuh-
musuhnya. Jika tidak, aku akan khawatir
ketika suatu saat dia harus mengurus
bisnis keluarga Crawford. Gerald harus
mulai menyadari betapa berkuasa dan
disegani dia sekarang."
Zack mengangguk paham.
Jessica tahu betul bagaimana mengajari
Gerald untuk terbiasa dengan gaya hidup
mewah. Karena mau seberapa banyakpurn
uang yang dia gunakan, hartanya tidak
akan pernah habis. Ini karena keluarga
Crawford memiliki lebih dari sepertiga
properti dan industri bisnis yang ada di
dunia! Kekayaan yang akan sulit
dibayangkan oleh orang biasa.
***
DI saat yang sama, Gerald dan Naomi
telah sampai di asrama mereka masing-
masing. Karena Harper dan teman-
temannya sedikit kecewa, mereka
memutuskan untuk pergi ke kafe gaming
demi menghibur diri. Mereka awalnya
mengajak Gerald untuk ikut bermain
game League of Legends, tapi dia
menolak. Meskipun dia menyukai game
itu sejak lama, tetapi dia tidak pernah
memainkannya karena tidak punya uang
dan hanya bisa membaca obrolan tentang
permainan itu. Lagipula, saat ini Gerald
merasa sangat lelah dan ingin segera
beristirahat.
Sayangnya, baru saja Gerald naik ke
tempat tidur, ponselnya berdering. Saat
melihat nomor yang tertera di layar, dia
merasa agak bingung.
Xavia?
Setelah berpikir beberapa saat, Gerald
akhirnya mengangkat telpon.
Gerald, kenapa kau lama sekali
mengangkat telponınya?? Kau sedang
"Gerald, kenapa kau lama sekali
mengangkat telponnya?? Kau sedang
apa?" terdengar suara samar Xavia di
seberang sana.
Gerald seketika teringat kembali akan
momen bersama Xavia dulu. Mereka
sering ngobrol melalui telepon seperti ini.
"Ada apa menelponku?" tanya Gerald
dengan nada dingin.
"Aku tunggu kau di danau dekat kampus.
__ADS_1
Jika kau tidak mau menemuiku, maka
aku akan lompat ke danau!"