Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 10


__ADS_3

Huh? Bagaimana itu bisa terjadi? Siapa


lagi yang lebih berkuasa dan berpengaruh


daripada Nigel di Mayberry Commercial


Street? Harper, apakah kau berbicara


tentang dirimu sendiri?" kata Danny


mencemooh.


Harper segera menjawab, "Aku tidak


bilang bahwa itu aku, aku hanya ragu


akan ini semua. Lagipula, tadi kita juga


berusaha mencari bantuan dengan


menghubungi orang-orang yang kita


kenal. Mungkin kita harus mengecek


barangkali sebenarnya ada teman kita


yang menolong kita keluar dari masalah


ini. Kita harus memastikan bahwa kita


berterima kasih pada orang yang benar.


"Ya, apa yang dikatakan Harper memang


masuk akal!° kata Alice dengan ekspresi


wajah serius. "Baiklah kalau begitu.


Kalian semua, coba hubungi lagi orang


yang tadi kalian mintai tolong, jadi kita


bisa tahu apakah benar Nigel yang


Kalian semua, coba hubungi lagi orang


yang tadi kalian mintai tolong, jadi kita


bisa tahu apakah benar Nigel yang


menolong kita atau bukan." lanjutnya.


Semua orang di sana mulai membuka


ponsel mereka dan menghubungi


keluarga dan teman-teman mereka tadi.


Saat itu, Gerald merasa sangat canggung.


Apakah dia harus memberitahu mereka


yang sebenarnya? Sayangnya, belum


sempat Gerald memutuskan, teman-


temannya sudah berkumpul kembali dan


membuat kesimpulan. Tentu saja karena


tidak satupun dari keluarga dan teman


teman mereka yang membantu.


"Hmmm, aku yakin bahwa Nigel lah yang


membantu kita menyelesaikan ini. Aku


tidak yakin ada orang lain yang


seberpengaruh dia. Sudahlah, kita harus


berhenti meragukannya!" kata Danny


kekeuh dan memandang Harper dengan


tatapan dingin.


Ya, sudah. Sebaiknya kita segera keluar.


Nigel pasti sudah menunggu kita di pintu


masuk! Ayo jangan biarkan dia


menunggu terlalu lama," kata Alice


sambil memandang pada Harper dan


Gerald. Dalam hati dia merasa muak.


Pasti Harper asal saja berkata demikian


hanya karena dia iri pada Nigel


Mereka lalu bergegas menuju pintu


keluar tempat karaoke itu. Rupanya Nigel


sudah menunggu disana bersama


beberapa orang teman.


"Naomi, apa kau akan ikut bersama


kami?" kata Alice sambil menggandeng


tangan Naomi.


ingin pergi ke mana-mana lagi. Aku akan


ke sana lain kali jika ada kes empatan."


"Maaf, Alice. Tapi aku benar-benar tidak


ingin pergi ke mana-mana lagi. Aku akan


ke sana lain kali jika ada kesempatan."


Naomi memang tipikal orang yang blak-


blakan dan dia merasa Nigel adalah


orang yang munafik. Naomi tidak suka


padanya.


Alice tidak bisa lagi membujuk Naomi


untuk ikut bersama mereka, jadi dia


meninggalkan Naomi dan pergi bersama


teman-teman asramanya. Mereka lalu


berpisah di depan pintu tempat karaoke


itu.


Gerald hanya memandangi Naomi dan


Harper saat teman-teman yang lain


berangkat meninggalkan tempat karaoke


itu. Terlihat jelas sebenarnya mereka


berdua juga ingin turut serta pergi ke


Wayfair Mountain Entertainment. Gerald


yakin Harper dan Naomi melakukannya


demi dia. Ia jadi merasa bersalah atas


kejadian ini. Karena itu dia berjanji pada


dirinya sendiri suatu hari akan membawa


mereka berdua pergi ke Wayfair


Mountain Entertainment


****


Berselang setengah jam kemudian, Nigel


dan teman-temannya memarkir mobil

__ADS_1


mewah mereka di pelataran pintu masuk


Wayfair Mountain Entertainment. Alice


dan teman-temannya lalu bergantian


keluar dari mobil. Mereka memandang


bangunan itu penuh takjub.


Berhenti! Kalian semua tidak diizinkan


masuk ke sini!"


Tak disangka, bahkan mereka belum


sempat melangkahkan kaki menuju villa,


beberapa orang petugas keanmanan


berseragam hitam menghentikan mereka.


Hai, Bro! Kau tidak ingat aku? Aku


Nigel, anak dari Adam Fisher. Aku


membawa teman-temanku urntuk


bersenang-senang disini malam ini."


Nigel memasukkan tangan di kantong


celananya sambil tersenyum pada


sekelompok bodyguard di depannya, jaga


-jaga kalau dia butuh melakukan sesuatu.


"Hahaha! Nigel.. Nigel. kau terlalu tinggi


menilai dirimu sendiri. Sesuatu yang


besar telah terjadi pada keluargamu dan


sekarang kau di sini untuk bersenang-


senang? Aku khawatir ini bukanlah satu-


satunya malam kau tidak diizinkan


masuk ke villa. Aku takut kau bahkan


tidak akan bisa lagi menginjakkan kaki di


Wayfair Mountain Entertainment sampai


kapan pun." Para bodyguard itu mencibir


Nigel dan di saat yang sama juga merasa


kasihan padanya.


Alice dan teman-temannya hanya bisa


saling memandang mendengar yang


dikatakan petugas keamanan itu.


Sementara itu, Danny mencoba


menantang mereka, "Apakah kalian tahu


dia ini siapa? Dia adalah Nigel Fisher!


Restoran Grand Marshall di Mayberry


Commercial Street adalah milik


keluarganya!" bentak Danny.


Hahaha! Ya, kau memang benar. Tapi


itu dulu! Dengar, Nigel. Mulai hari ini,


keluargamu bukan lagi pemilik Restoran


Grand Marshall. Tidak hanya itu, semua


bisnis keluargamu juga sudah bangkrut!


Aku yakin pasti sekarang ayahmu sedang


bisnis, dan pihak bank. Sementara kau di


sini mau bersenang-senang!" Petugas


kemanan itu mengangkat bahu dan


tersenyum sinis pada Nigel.


mungkin!! Kau pasti berbohong!"


Seketika dia mengeluarkan ponsel


Nigel lalu berteriak kencang, "Tidak


mungkin!! Kau pasti berbohong!"


Seketika dia mengeluarkan ponsel


dengan panik dan menghubungi


ayahnya. Setelah mencoba menghubungi


beberapa kali, ayahnya akhirnya


mengangkat telponnya. Nigel kemudian


bertanya apakah keluarga mereka


memang benar sedang dalam masalah.


Beberapa saat kemudian wajah Nigel


berubah pucat pasi.


Tidak! Tidak! Ini tidak mungkin. Ini


sungguh tidak mungkin! Bagaimana bisa


terjadi?" Saking kagetnya, tidak terasa


Nigel menjatuhkan ponselnya ke tanah.


Rupanya semua bisnis keluarganya telah


dihentikan karena ayahnya dianggap


telah melanggar hukum. Semua aku bank


juga telah dibekukan! Dengan kata lain,


Nigel tidak punya apa-apa lagi sekarang.


Alice dan teman-temannya sungguh


tidak menyangka ini semua terjadi.


Mereka merasa sangat malu dan tidak


tahu harus bersikap bagaimana.


Tidak mungkin! Iní benar-benar tidak


mungkin!"


Nigel duduk bersimpuh di tanah dengan


penuh kebingungan.


Apakah dia benar-benar menjadi orang


miskin sekarang?


Alice merasa sangat kecewa atas yang


terjadi pada Nigel. Dia kira dia sudah


menemukan orang yang paling tepat


untuk menjadi pacarnya. Tetapi, ternyata


semua berantakan.


"Danny, apakah kau mengenal orang


yang punya kedudukan tinggi dan

__ADS_1


disegani? Bisakah kau membantuku dan


keluargaku?" Nigel benar-benar putus


asa dan tidak tahu lagi apa yang harus dia


lakukan.


"Ah, sungguh sial! Bagaimana caranya


keluargaku membantumu?" Danny lalu


melambaikan tangannya dan berkata."


Nigel, menurutku kau harus segera


pulang dan menemui ayahmu. Aku


paham sekarang kenapa ayahku sering


mengatakan bahwa ayahmu akan


dengan hukum cepat atau


berurusan lambat."


"Alice, apa yang harus kita lakukan


sekarang?" Teman-teman Alice ikut


kebingungan, karena tujuan mereka ke


sana untuk bersenang-senang di Wayfair


Mountain Entertainment, tapi ternyata


situasinya tidak mungkin sekarang.


"Percuma kita di sini, kita tidak bisa


membantu apa-apa. Sebaiknya kita


pulang saja," jawab Alice dengan kesal.


Di lalu menuju jalan besar,


menghentikan taxi dan pergi


meninggalkan teman-temannya.


Mereka pun satu-persatu ikut bubar


meninggalkan tempat itu.


Dari dalam villa, Zack mengamati yang


terjadi di luar. Dia lalu menelpon


seseorang dan berkata, "Halo, Nona


Jessica. Gerald memintaku untuk


mengambil alih restoran yang dikelola


keluarga Fisher di Mayberry Commercial


Street. Apakah kau juga setuju untuk


membuat keluarga mereka bangkrut?"


"Hahaha! Adikku itu memang terlalu


baik hati. Ini bukan cara keluarga


Crawford menyelesaikan masalah. Tidak


seharusnya dia berbuat baik pada musuh-


musuhnya. Jika tidak, aku akan khawatir


ketika suatu saat dia harus mengurus


bisnis keluarga Crawford. Gerald harus


mulai menyadari betapa berkuasa dan


disegani dia sekarang."


Zack mengangguk paham.


Jessica tahu betul bagaimana mengajari


Gerald untuk terbiasa dengan gaya hidup


mewah. Karena mau seberapa banyakpurn


uang yang dia gunakan, hartanya tidak


akan pernah habis. Ini karena keluarga


Crawford memiliki lebih dari sepertiga


properti dan industri bisnis yang ada di


dunia! Kekayaan yang akan sulit


dibayangkan oleh orang biasa.


***


DI saat yang sama, Gerald dan Naomi


telah sampai di asrama mereka masing-


masing. Karena Harper dan teman-


temannya sedikit kecewa, mereka


memutuskan untuk pergi ke kafe gaming


demi menghibur diri. Mereka awalnya


mengajak Gerald untuk ikut bermain


game League of Legends, tapi dia


menolak. Meskipun dia menyukai game


itu sejak lama, tetapi dia tidak pernah


memainkannya karena tidak punya uang


dan hanya bisa membaca obrolan tentang


permainan itu. Lagipula, saat ini Gerald


merasa sangat lelah dan ingin segera


beristirahat.


Sayangnya, baru saja Gerald naik ke


tempat tidur, ponselnya berdering. Saat


melihat nomor yang tertera di layar, dia


merasa agak bingung.


Xavia?


Setelah berpikir beberapa saat, Gerald


akhirnya mengangkat telpon.


Gerald, kenapa kau lama sekali


mengangkat telponınya?? Kau sedang


"Gerald, kenapa kau lama sekali


mengangkat telponnya?? Kau sedang


apa?" terdengar suara samar Xavia di


seberang sana.


Gerald seketika teringat kembali akan


momen bersama Xavia dulu. Mereka


sering ngobrol melalui telepon seperti ini.


"Ada apa menelponku?" tanya Gerald


dengan nada dingin.


"Aku tunggu kau di danau dekat kampus.

__ADS_1


Jika kau tidak mau menemuiku, maka


aku akan lompat ke danau!"


__ADS_2