Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 4


__ADS_3

Sayangnya, yang baru saja masuk bukan


Gerald.


"Danny! Mau apa kamu ke sini?"


Ekspresi wajah Naomi berubah ketika dia


melihat Danny. Mereka memang satu


kelas dan lumayan akrab. Sampai


kemudian Naomi tahu bahwa Danny


mempermalukan Gerald. Naomi benar-


benar kesal padanya.


Sayangnya, Danny tidak peduli dan dia


tetap masuk meski Naomi menunjukkan


sikap tidak suka.


"Naomi, kau masih marah? Aku hanya


bercanda saja dengan Gerald malam itu.


Mana aku tahu ternyata dia


mengantarkan kotak itu ke Yuri?" Danny


menjawab dengan senyum ceria,


mencoba meyakinkan Naomi.


Terlihat beberapa undangan mulai


berdatangan dengan membawa kado. Ya,


Naomi memang berasal dari keluarga


Naom nmenianng veradar uarTneua54


kaya dan beberapa kali menawarkan


bantuan ke Gerald ketika dia dalam


kondisi sulit, tapi selalu ditolak.


Sementara Danny sudah mengenal


Naomi sejak bangku SMA.


"Naomi, apakah ini Gerald yang mau kau


kenalkan padaku? Apa yang terjadi?"


tanya Alice saat menghampiri mereka.


Saat melihat Alice, mata Danny langsung


berbinar. Pasalnya, Danny sudah lama


mengincarnya. Alice adalah mahasiswi


tercantik yang pernah Danny lihat di


Fakultas Media dan Broadcasting.


Alasannya datang ke pesta Naomi dan


berusaha minta maaf padanya adalah


karena dia tahu Alice juga pasti ada


disana.


Mendengar sapaan Alice, Danny


menjawab, "Hai, Alice yang cantik, aku


bukan Gerald. Dia adalah teman


sekelasku dan hanya gembel yang


kemarin malam kubodohi. Hahahaa!"


Fakultas Media dan Broadcasting


Alasannya datang ke pesta Naomi dan


NaOnmoejan De


Kembali Danny ingat kejadian malam itu


ketika ia meminta Gerald mengantarkan


kotak barang ke hutan, dan menemukan


mantan pacarnya bersama pria lain


disana. Ah, malam yang sungguh


NaU oyan arngauOMA.


menghibur!


"Diam! Naomi semakin kesal. Alice yang


berada di antara mereka menjadi


bingung. Apa benar-benar ada


kesenjangan antara mahasiswa miskin


dan kaya di sini?


Teman-teman satu asrama Gerald yang


sedari tadi melihat perilaku Danny juga


turut kesal, tapi mereka tidak mau


membuat keributan di pesta Naomi.


"Okay, aku tidak akan berkata apa-apa


lagi" Danny lalu tersenyum kecil dan


melanjutkan, "Oh, ya Naomi, lihat apa


yang kubawakan untukmu!"


Belum sempat Danny memberikan


kadonya, pintu restoran kembali terbuka.


Terlihat Gerald memasuki ruangan


dengan menjinjing kantong kresek


merah di tangannya.


"Gerald, akhirnya kau datang!" Naomi


berteriak bahagia. Gerald mengangguk


berteriak Dauagid. uerau mengangEuk


pelan, lalu menyadari ada Danny di sana


yang memandangnya dengan ekspresi


merendahkan, seperti biasa.


Alice kemudian beralih memandang


Gerald, orang yang akan dikenalkan


Naomi padanya. Ya, dia memang sedang


mencari pacar dan terlihat jelas Gerald


bukan dari keluarga berada. Alice


sebenarnya tidak masalah berpacaran


dengan orang biasa selama dia tampan


dan menarik. Sayangnya, meski


sebenarnya Gerald memiliki wajah yang


tampan, Alice melihat penampilan Gerald


masih belum pantas, dia bahkan bisa


menilai yang dipakai Gerald dari ujung


kaki hingga kepala seharga tidak lebih


dari lima puluh dolar.


Gerald sungguh terlalu biasa!


Ketika dia ingat yang dikatakan Danny


sebelumnya, kesannya terhadap Gerald


jadi ikut turun. Alice benar-benar kecewa.


jadi ikt turin. ATICe Deal-venal Kecewa.


"Gerald, ini Alice. Dan Alice, inilah Gerald


yang kumaksud." kata Naomi


memperkenalkan mereka berdua.


Gerald mengangguk pelan, "Hai, aku


Gerald. Senang bertemu denganmu,


Alice." Gerald mengulurkan tangan


kanannya dengan sopan.


Tetapi secara mengejutkan, Alice tidak

__ADS_1


menghiraukannya. Dia berbalik menuju


meja dan meminum jusnya kembali.


Tangan Gerald menggantung di udara


beberapa detik hingga kemudian dia


menariknya dengan perasaan kecewa.


Naomi paham sahabatnya memang biasa


bersikap demikian. Jika tertarik dengan


seorang pria, dia akan banyak bicara. Jika


tidak, dia akan mengabaikan sama sekali


Gerald terdiam seribu bahasa. Dia lalu


berjalan mendekati salah satu meja. Di


detik itu, Danny kemudian


memperhatikan kantong kresek merah


mempernatlkarn nanrtong NITth imcai


yang dibawa Gerald, "Hei, Gerald! ini


ulang tahun Naomi. Kado apa yang kau


bawa untuknya? Kenapa tidak kau


tunjukkan pada kami?"


Ketua asrama Gerald yang sedari tadi


memperhatikan mereka sudah tidak


tahan lagi, "Danny! Kenapa sih kau selalu


bersikap menjengkelkan dan


mengintimidasi Gerald?" Danny hanya


tertawa, sangat menyenangkan baginya


melihat orang lain terlihat bodoh. Tapi


dia sedang tidak berhasrat menanggapi


perkataan ketua asrama Gerald.


Dengan tetap memandang Gerald dengan


tatapan dingin, Danny lalu mengeluarkan


hadiah yang dia siapkan untuk Naomni.


Ternyata Danny membelikan tas mewah


berwarna hitam. "Naomi, aku


membelikannya untukmu. Tas Hermes


yang mewah. Pasti akan sangat cocok kau


pakai."


Melihat Danny mengeluarkan tas Hermes


VIennatDanhy menBean ao ee


-nya, Alice dan gadis-gadis di sana tidak


bisa menahan diri untuk memperhatikan


lebih dekat.


"Sebuah tas Hermes? Harga pasarannya


mulai dari delapan ribu dolar, kan?"


terdengar kasak-kusuk di antara mereka.


Seketika mereka terkesan dengan Danny.


Dia benar-benar pria dermawan dan


murah hati. Alice yang biasanya bersikap


dingin pada orang lain, kali ini tidak bisa


menahan diri memperhatikan Danny


lekat.


"Ini bukan barang mahal untukku,


ayahku mengenal manajer tokonya


dengan sangat baik. Jadi aku


mendapatkannya hanya dengan tujuh


ribu sembilan ratus dolar saja," kata


menikmati tatapan kagum orang-orang


di sekelilingnya.


Meski Naomi masih jengkel pada Danny,


dia mau menerima tas itu tanpa


Meski Naoi iasn Jengrerpaud Danny,


dia mau menerima tas itu tanpa


mengatakan apapun.


Tas Hermes Rumble ini adalah keluaran


terbaru. Sangat popular di Macau, Hong


Kong dan Taiwan. Disana bahkan


dibanderol seharga dua belas ribu dolar!"


lanjut Danny bersemangat.


Alice semakin terkagum mendengar


perkataan Danny. Danny yang menyadari


ketertarikan Alice lalu berkata padanya, "


Alice, bagaimana menurutmu tentang tas


ini? Apa kau juga mengikuti tren barang-


barang mewah?" Alice menatap Danny


dengan senyum tipis dan berkata, "Ya,


aku sudah lama mengidamkan tas itu


tapi harganya terlalu mahal untukku."


"Alice Sayang, jangan khawatir, aku juga


akan membelikannya untukmu di hari


ulang tahunmu nanti. Delapan atau


sembilan ribu dolar bukan masalah besar


untukku. Lagipula, aku mengenal semua


orang yang bekerja di toko Hermes di


seberang kampus kita," jawab Danny


orang yang bekerja di toko Hermes di


seberang kampus kita," jawab Danny


dengan nada bangga. Alice tidak berkata


apapun selain melempar senyum pada


Danny. Meski tidak mengenal Danny


secara pribadi, tapi dia sudah mendengar


soal Danny bahwa dia adalah playboy.


Yang Alice baru tahu, ternyata Danny


Juga seorang yang berani dan tidak pelit.


Alice mulai tertarik padanya.


Setelahnya, ketua asrama Gerald dan


undangan lain bergantian memberikan


kado yang mereka siapkan untuk Naomi.


Kado-kado dari mereka memang tidak


semahal milik Danny, tapi masih


termasuk pantas dengan kisaran nilai


tiga sampai empat ratus dolar.


Gerald tidak ingin mengganggu mereka


an berniat memberikan kadonya kepada


Naomi setelah semua orang selesai.


Tetapi kemudian Danny memperhatikaan


kantong kresek merahnya dengan


senyum sinis, "Ayo Gerald! Tunjukkan

__ADS_1


pada kami apa yang kau siapkan untuk


Naomi. Kalau dilihat dari kantong kresek


yang kau bawa, pasti isinya adalah


sesuatu yang menarik."


Danny!! Tidak bisakah kau menutup


mulutmu yang menyebalkan itu? Aku


akan menerima dengan senang hati


apapun yang Gerald berikan untukku,"


kembali Naomi memperingatkan Danny.


Naomi memandang Gerald dengan


tatapan iba dan penuh harap. Gerald


sempat menyesal kenapa tadi dia tidak


menunggu saja pegawai toko mengemas


tasnya agar terlihat lebih pantas. Gerald


hanya tidak ingin terlambat datang ke


pesta Naomi hanya karena harus


menunggu pegawai toko mengemas


tasnya selama setengah jam. Dia pikir ini


hanya pesta kecil dengan beberapa


undangan saja. Gerald tidak menyangka


si brengsek Danny juga ada di sana!


"Naomi, aku juga membeikanmu sebuah


tas," kata Gerald sambil mnengeluarkan


benda dari kantong kreseknya. Sebuah


tas mewah mengkilat diserahkannya


pada Naomi.


Hahh!! Kali ini Alice benar-benar


terbelalak mengetahui benda apa yang


dikeluarkan Gerald. Dia adalah pria


miskin! Ini benar-benar tidak bisa


dipercaya


"Wow!" teriak Danny seketika. "Lihat!


rupanya Gerald juga membelikan tas


mewah untuk Naomi! Gerald, bisa kau


beritahu kami di mana kau mendapatkan


tas ini? Apa ini barang yang murah?" Kata


-kata Danny membuat para gadis tertawa.


Alice menggelengkan kepalanya pelan.


Dia berpikir meskipun Gerald miskin,


tapi dia berharap Gerald adalah teman


yang baik.


"Ini adalah tas Hermes edisi terbatas


yang dikeluarkan saat perayaan hari jadi


Hermes ke-200. Hanya diproduksi dua


ratus buah dan harga satuannya adalah


lima puluh lima ribu dolar!"


Alice tahu betul tas yang dimaksud.


Tapi sayangnya, banyak juga produk


tiruannya yang dijual bebas di internet


dengan harga kurang dari seratus dolar!


Seberapapun orang ingin tampil pantas,


akan sangat memalukan jika membeli


barang palsu dari merk ternama!" Alice


menatap Gerald dengan penuh benci. Pria


ini benar-benar membuatnya muak!


Naomi masih tidak percaya. Dia


sebenarnya berharap Gerald memberinya


kado biasa saja. Bukan barang mewah,


tapi palsu. Naomi memandang Gerald


dan masih berusaha tersenyum, "Terima


kasih, Gerald. Aku bersyukur dan senang


dengan apapun yang kau berikan. Tapi


kau tidak perlu menghabiskan banyak


uang untuk membelikanku kado. Seratus


dolar adalah jumlah yang besar


untukmu, kan?"


Gerald ingin menjelaskan


kesalahpahaman ini dan memberitahu


bahwa itu adalah tas Hermes asli. Tetapi


dia melihat sekelilingnya, menyadari


Alice dan yang lain menatapnya dengan


pandangan menghina. Dia lalu


mengurungkan niat karena berpikir tidak


akan ada seorangpun yang percaya dan


justru akan semakin memperburuk


keadaan.


Alice lalu berkata pada Naomi, "Naomi,


kenapa kau mau berteman dengan orang


yang tidak bisa dipercaya seperti dia?"


Naomi tidak ingin semakin memojokkan


Gerald. Jadi dia memutuskan untuk tidak


menanggapi perkataan Naomi dengan


mengalihkan perhatian para tamu.


"Baiklah, Semuanya! Ini adalah hari


ulang tahunku dan aku sangat senang


kalian semua datang untuk ikut


merayakan. Ayo, mari kita bersulang!"


Alice dan teman-temannya masih


menatap Gerald dengan kesal, Danny pun


masih menunjukkan cibiran padanya,


sementara para pria lain tidak terlalu


menghiraukan yang sudah terjadi.


Gerald tidak ingin menempatkan Naomi


di posisi sulit dengan berada diantara dia


dan teman-temannya yang lain. Sejurus


kemudian Gerald berdiri dan berpamitan,


Selamat ulang tahun, Naomi. Aku baru


ingat aku harus mengerjakan sesuatu di


asrama. Jadi aku harus pamit dulu.


Semoga pestamu menyenangkan!",


katanya dengan senyum getir dan suara


bergetar.


Gerald merasa tidak ada gunanya dia


disana. Dia lalu bergegas meninggalkan


pesta.

__ADS_1


"Gerald!


__ADS_2